Doa Tak Bermakna

Pada suatu malam yang sangat dingin, seorang pemuda duduk di dekat perapian dirumahnya untuk menghangatkan badan. Saat pandangannya menatap jendela rumahnya, dilihatlah seorang kakek sedang berjalan ditengah salju yang putih. Sang Pemuda kemudian berpikir, “Malangnya kakek itu, dia harus berjalan ditengah badai salju seperti ini. Baiklah aku akan mendoakan dia saja agar dapat tempat berteduh.” Pemuda itu lalu berdoa kepada Tuhan : “Tuhan bantulah agar orang tua di depan rumahku ini mendapatkan tempat untuk berteduh. Kasihan Tuhan dia kedinginan.”

Ketika si pemuda mengakhiri doanya dilihatnya sang kakek berjalan mendekati rumahnya, dan diapun sempat mendengar suara rintihan sang kakek yang kedinginan ketika sang kakek bersandar di dekat jendela rumahnya. Mendengar itu sang pemuda berdoa lagi kepada Tuhan. “Tuhan lihatlah sang kakek di luar rumah itu. Kasihan sekali dia Tuhan, biarlah engkau membantunya agar dia tidak kedinginan lagi. Bantulah agar dia mendapatkan tempat berteduh yang hangat.” Setelah itu si pemuda pun tidur lelap.

Keesokan harinya si pemuda terbangun karena suara gaduh masyarakat sekitarnya. Dia keluar rumah dan menemukan sang kakek telah meninggal bersandar di dekat jendela rumahnya.

Si pemuda kemudian berdoa lagi kepada Tuhan. “Tuhan mengapa engkau membiarkan kakek itu meninggal kedinginan padahal aku sudah mendoakannya agar dia selamat.” Tuhan pun menjawab si pemuda itu. “Aku mendengar doamu hai pemuda. Aku sudah membimbing kakek itu agar mendekati rumahmu. Akan tetapi engkau tak menghiraukannya bahkan ketika kakek itu merintih di depan jendela rumahmu.”.

(Sumber: Kisah inspiratif)

Artikel ini –tentunya- bukan untuk memperingati hari buruh 1 Mei. Selain sudah terlewat sebulan yang lalu, tidak ada relevansi juga mengangkatnya pada tulisan ini. Namun tema diatas lebih sebagai ungkapan darurat seperti halnya seorang pilot pesawat tempur yang ditembak jatuh lawannya “Mayday… mayday… I am going down” kata si pilot. Lalu apa hubungannya ‘kedaruratan’ dengan Monday (?) Bukankah Monday adalah hari pertama dalam Weekday Masehi (?) Tempat berkumpulnya lingkaran energi dan semangat bagi setiap orang ‘ngantor’. Sejatinya seh memang begitu, namun jika masyarakat Jakarta saja –misalnya- di berikan polling tentang lebih semangat mana kerja hari Senin atau hari Jum’at, rasa-rasanya mayoritas memilih hari Jum’at. Kenapa (?) simple jawabannya, karena dia bekerja di akhir minggu alias weekend. Atau simple pula menilainya, bahwa mental untuk ‘berjuang’-nya masih dibawah rata-rata.

Awal hari dari setiap pekannya menurut Masehi adalah hari Senin, oleh karenanya semua aktivitas selalu berawal dari hari ini. Monday Mayday bukan sebuah peringatan tentang danger-nya hari Senin, tetapi bagaimana menghadapi hari Senin dengan segala hal yang membuat mental kerja malah mengalami penurunan paska hari libur. Bisa karena lelah berlibur, bisa juga karena –memang- spirit yang ternoda hanya karena mental diri yang begitu rusak. Namun tahukah kita, bahwa Rasulullah SAW pertama kali menerima wahyu dari ALLAH adalah hari Senin, hari yang akan mengawali dakwah-dakwahnya yang penuh dengan rintangan.

Rasulullah ditanya tentang hari Senin. Beliau menjawab: “Itu adalah hari aku dilahirkan, hari aku di utus menjadi Rasul, atau diturunkan kepadaku wahyu” (HR. Muslim).

Logikanya, ketika wahyu diturunkan, maka Beliau memulai mengemban tugas yang sangat Berat dimulai hari Senin, hari yang menjadikan setiap langkahnya merupakan dakwah. Namun karena kita sudah terbiasa dengan mindset bahwa hari Senin menjadi sebuah hari yang ‘malas’, hari yang masih lama dengan masa-masa libur, dan hari yang penuh dengan kemacetan lalu lintas untuk pergi bekerja, sehingga, belum juga dimulai ‘pertempuran’ jiwa kita sudah me-‘reject’-nya. Atau mendapat sejuta alasan untuk masuk kantor siang hari, karena berbagai hal, termasuk didalamnya alasan macet, dan lain sebagainya.

Monday mayday juga sangat menarik dijadikan penyemangat, menjadi sigap karena kondisi sedang darurat. Yah, rasanya ‘mental’ kita masih harus “berdekatan” terlebih dulu dengan status darurat, sehingga selanjutnya bisa menjadi sigap baik dalam keadaan darurat ataupun lengang.

Atau jika memungkin, setting pola pikir kita agar mengubah mindset ‘Feel Monday like Friday’, itu juga rasanya bisa membantu siapa saja yang akan menghadapi hari Senin.

Ski Indoor terbesar di Dunia

Tidak terasa program Holiday Journey Edition 2013 sebentar lagi dimulai, waktu terasa semakin cepat. Peserta yang antusias dengan salah satu product unggulan ini pun bergegas melingkari schedule holiday musim panasnya nanti. Mereka segera memesan kuota keberangkatannya bersama kami. Yah, sejak product ini dipasarkan, ternyata menjadi magnet bagi mereka para orangtua yang ingin membawa berlibur keluarga dengan penuh dengan makna. Selain melaksanakan umrah, wahana liburan yang nyaris sempurna disuguhkan di negara yang menjadi impian setiap orang tuk mengunjungi. Yah, bukan hanya mengunjunginya, tetapi ingin merasakan bagaimana eksotisnya naik lift tercepat di sebuah bangunan tertinggi di dunia, Burj Al-Khalifa. Juga menyaksikan deretan bangunan megah nan indah disepanjang perjalanan kota Dubai dan Abudhabi. Belum lagi bagi anak-anak yang mencintai dunia otomotif dengan wahana permainan canggih dapat dirasakan dengan memasuki Ferrari World. Masih banyak hal-hal baru modern yang akan memanjakan anak-anak kita.

BurjKhalifainside skidubaiinside

Di Dubai, kita menginap di sebuah hotel indah, tepat disamping Mall of the Emirates. Di dalam Mall inilah kita akan ‘memuaskan’ diri dengan aktifitas selain belanja. Yah, kita bisa melihat, dan bermain salju langsung di sebuah bangunan indoor yang luas. Ski Dubai namanya, bangunan yang terletak di dalam Mall ini adalah sebuah resor ski indoor dengan area 22.500 meter persegi. Ini adalah bagian dari salah satu tempat hiburan di Mall of the Emirates, Mall ini merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di dunia –tentunya selain Dubai Mall- yang terletak di lokasi bangunan tertinggi (Burj Al-Khalifa).

Resor ski dalam ruangan ini dilengkapi dengan gunung kecil berukuran 60 meter dalam ruangan, 5 lereng kecuraman yang bervariasi, termasuk kita dapat meluncur lurus dengan jarak 400 meter. Terdapat juga sebuah lift quad dan lift derek membawa pemain ski dan snowboarders atas gunung. Bermain kereta luncur, perosotoan, menara, mendaki, lokasi menembak bola salju, sebuah gua es dan sebuah teater 3D. Hiburan lainnya adalah labirin cermin. Untuk masuk dilengkapi pakaian musim dingin, peralatan ski dan snowboard.

Amazing! Kita benar-benar merasakan alam salju di dalam Mall, tidak hanya untuk ice skating saja, seperti kebanyakan di mall-mall di Jakarta, namun disini kita sama-saja memindahkan gunung dan bukit salju ke dalam Mall. Spektakuler! So, mari bersama merasakan product HJE yang benar-benar berbeda dari perjalanan lainnya!

Jika saja sore itu tidak masuk kerja, maka kami akan kehilangan ‘jabaran’ penting tentang konsep Amar Ma’ruf, Nahi Munkar (Memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar) dari tokoh ‘central’ dan ‘otak’-nya Cordova. Unik dan asyik –tentunya- bekerja sambil belajar, ilmu yang ditelurkannya selalu menciptakan rasa tuk selalu berkembang dan berpikir. Yah, karena hidup tidak hanya tuk bekerja, namun lebih dari itu, hidup untuk berkarya. Apa yang diutarakannya tentang penghancuran secara sistemik, kami pahami dengan penghancuran konsep Nahi Munkar (Mencegah yang munkar) secara sistemik. Jika secara global, systemic damage ini kerap dilakukan oleh komunitas ‘pintar’ tuk menghancurkan sebuah gerakan, moralitas, bahkan tauhid sekalipun. Namun tidak salah jika dipahami tentang penghancuran secara sistematis di sebuah komunitas, company, tempat usaha kita bekerja misalnya.

Timbul lah sebuah pertanyaan, adakah seorang yang ‘hidup’ dan bekerja dalam perusahaan itu menghancurkannya (?) Melenyapkan sebuah tempat mengais rezekinya sendiri (?) Jawabannya Ada!, dan sangat mudah tanpa harus terpikir serta mengeluarkan energi banyak. Semua yang ada pada komunitas itu berpotensi melakukan penghancuran-nya secara sistemik tanpa terkecuali. Berbahayanya lagi penghancuran itu menjalar dengan cepat dan tak berasa, yah tak terasa seperti menghancurkan sebuah bangunan yang telah terbangun kokoh. Systemic Damage itu adalah Melakukan Pembiaran. Yah membiarkan suatu hal negatif yang dilakoni rekan satu tim-nya. Cuex dengan segala kesalahan yang tampak depan mata, -bisa jadi- hati memang berontak, namun tak tersalur melalui tindakan dan pelarangan (nahi munkar).

Boleh jadi, maraknya rasa cuex masyarakat kita dewasa ini karena sedang atau telah berada di sebuah tempat nyaman, atau yang sering disebut zona aman. Sehingga terlahir sebuah sikap individualistik akut, jika dalam kondisi sulit –rasanya- kepekaan hati akan sangat tergugah manakala melihat sesuatu yang salah dihadapan kita. Saya, Anda dan juga kita berpotensi untuk menghancurkan segala impian yang terbangun oleh kita sendiri, karena sikap pembiaran itu. Yah, membiarkan virus terus menjalar pada sendi-sendi kehidupan. Sikap dan mentalitas pembiaran pada hal yang salah adalah cerminan dari suatu kaum apatis, kaum yang kerap memusuhi sebuah perubahan akan kedinamisan hidup.

Dalam Islam, konsep Nahi Munkar (Melarang kemungkaran / membiarkan kesalahan) memiliki peran yang teramat besar dalam perkembangan Islam. Pun dalam dunia dakwah, karena memerintah lebih mudah dari melarang. Membiarkan sebuah kesalahan terjadi adalah bentuk pekerjaan yang abstrak, sehingga kehancuran tatanan bangunan-nya pun dengan sangat mudah ter-luluh-lantakkan. Karena hancurnya pun tak kan pernah terasakan. Secara tiba-tiba tatanan itu hancur, karena virusnya telah menjadi sebuah sikap dan mentalitas yang kebal dan meramu pada otak-otak yang apatis.

Sore itu, kita menerima sebuah ‘injection’ penawar tuk melawan sikap apatis kami terhadap apa yang terjadi. Mencoba untuk selalu peka pada hal sedetail mungkin bagi kejayaan Islam secara global.

Kali ke-5 perjalanan suci ini kan bergerak. Menuju kesamaan cita, dan mendulang kebersihan jiwa. Meraih sebuah perjalanan berkualitas untuk tetap survive dalam merangkai tapak surga menuju Baitullah. Keberkahan yang terus hinggap pada perusahaan K-Link, tidak hanya terlihat dari megahnya gedung K-Link Tower yang menjulang tinggi di pusat kota, juga tidak hanya terlihat dari ratusan product kesehatan yang tersebar di seantero negeri, namun juga tampak pada ratusan karyawannya yang konsisten dalam mengimbangi bisnis dunia dan akhirat. Yakni meluasnya keberkahan dengan perjalan mereka ke tanah suci. Ratusan langkah manusia suci pilihan Robbi itu, secara tidak langsung adalah perekat perkembangan K-Link yang teramat dahsyat. Perjalanan yang tiada akhir (menuju kesucian Tanah haram) adalah konsekwensi syukur tiada akhir yang mereka tanamkan dalam setiap raihan point untuk meniatkan diri menuju Tanah Suci.

Ini adalah tahun kelima Cordova bersama K-Link merangkai ‘Perjalanan tiada akhir’, waktu yang cukup untuk saling mengenal apa dan bagaimana perjalanan ini terkonsep. Menyusun dan merangkai jalan yang telah terlalui tentunya lebih terasa nikmat dari saat pertama jumpa. Berbeda jika memiliki seorang kekasih baru, maka untuk mengenalnya harus lebih dalam memahami jiwanya, beradaptasi kembali, dan membutuhkan waktu untuk mengikat sebuah tali duriat (hubungan batin). Namun Alhamdulillah, Cordova dengan K-Link sudah seperti kekasih lama yang saling memahami dan menghargai ikatan rasa. Simbiosis mutualisme lebih terasa dengan melangkah dan berjalan bersama, baik dalam ikatan bisnis maupun rasa hangat kekeluargaan. Tidak mudah –memang- untuk bertemu seorang kawan perjalanan yang paham betul dengan sifat dan watak. Perjalanan edisi ke-5 inilah sebagai momentum raihan perjalanan yang lebih berkualitas. Merekat dengan langkah kebersamaan.

Terimakasih telah kembali memilih Cordova sebagai pelayan tamu-tamu pilihan ALLAH SWT. Semoga kami bisa menjawab amanah ini dengan penuh rasa, penuh tanggungjawab dan penuh dengan rasa cinta. Karena tiada yang paling indah dalam sebuah perjalanan selain merangkai tangan dengan penuh kebersamaan.

Semoga kebersamaan ini tiada akhir seperti perjalanan yang tiada akhir…

Sesuatu yang luarbiasa -tentunya- selalu didapatkan oleh orang luarbiasa pula. Laiknya Sang Maha Kuasa memberikan pilihan khusus pada tamu pilihan-Nya, menuju kebahagian hakiki di ranah yang paling suci. Dengan komitmen kuat yang terlahir dari rasa tulus dan cinta Cordova, exclusive gift akan ditujukan pada alumni-nya pada pertengahn bulan Mei besok. Amazing Mei 2013, InterCont to InterCont (i to i) adalah program yang dicanangkan khusus para alumni Cordova. Dengan Best Price mereka akan mendapatkan sesuatu yang luarbiasa. Intercont to Intercont menjadi akomodasi yang paling tepat tuk menggapai kekhusyuan ibadah.

Diharapkan fasilitas mewah dengan racikan exclusivitas, menjadikan para ALLAH Guest selalu bersyukur akan sebuah kenikmatan ibadah. Perjalanan menuju satu destinasi ke destinasi lainnya begitu apik terancang dengan transportasi yang sangat exclusive. Bayangkan saja, bagaimana saat Anda mendapat undangan khusus dengan jamuan yang super lux, tentunya jiwa maupun raga akan sangat patuh dan taat pada rule dari sang empu hajat.

 

intercont-makkah

 

Transportasi menggunakan Bus eksklusif ditemani para muthawif handal, akan menghantarkan Anda menembus jejak para pendahulu. Menelusuri segala fenomena yang terjadi di Makkah dan Madinah, serta membawa angan kita pada setiap pojok negeri ‘abadi’ yang tak kan pernah surut oleh keramaian manusia.

Kesempatan tak pernah kembali. Ia akan berlalu tanpa meninggalkan pesan tuk sekedar menunggu. So, untuk para alumni smartHAJJ maupun smartUMRAH Cordova yang ingin mendapatkan peluang langka ini, hubungi team kami untuk mendapatkan ‘seat’ penghapus dosa dengan menggapai panggilan-NYA. Lingkari dan tetapkan agenda bulan Mei ini untuk bersama membangun rasa cinta di tanah yang penuh dengan kehangatan cinta Azza Wa Jalla.