Segala puji bagi Allah, Rabb yang mengatur malam dan siang. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Melanjutkan pembahasan tentang shalat witir. Berikut kami akan sampaikan Waktu Pelaksanaan shalat witir. Semoga yang singkat ini bermanfaat.

Para ulama sepakat bahwa waktu shalat witir adalah antara shalat Isya hingga terbit fajar. Adapun jika dikerjakan setelah masuk waktu shubuh (terbit fajar), maka itu tidak diperbolehkan menurut pendapat yang lebih kuat. Alasannya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِىَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً ، تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى

“Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat. Jika salah seorang dari kalian khawatir akan masuk waktu shubuh, hendaklah ia shalat satu rakaat sebagai witir (penutup) bagi shalat yang telah dilaksanakan sebelumnya.” (HR. Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749, dari Ibnu ‘Umar)

Ibnu ‘Umar mengatakan,

مَنْ صَلَّى بِاللَّيْلِ فَلْيَجْعَلْ آخِرَ صَلاَتِهِ وِتْراً فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَ بِذَلِكَ فَإِذَا كَانَ الْفَجْرُ فَقَدْ ذَهَبَتْ كُلُّ صَلاَةِ اللَّيْلِ وَالْوِتْرُ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَوْتِرُوا قَبْلَ الْفَجْرِ »

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat malam, maka jadikanlah akhir shalat malamnya adalah witir karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan hal itu. Dan jika fajar tiba, seluruh shalat malam dan shalat witir berakhir, karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalat witirlah kalian sebelum fajar”. (HR. Ahmad 2/149. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Lalu manakah waktu shalat witir yang utama dari waktu-waktu tadi?

Jawabannya, waktu yang utama atau dianjurkan untuk shalat witir adalah sepertiga malam terakhir.

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan,

مِنْ كُلِّ اللَّيْلِ قَدْ أَوْتَرَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ وَأَوْسَطِهِ وَآخِرِهِ فَانْتَهَى وِتْرُهُ إِلَى السَّحَرِ.

“Kadang-kadang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan witir di awal malam, pertengahannya dan akhir malam. Sedangkan kebiasaan akhir beliau adalah beliau mengakhirkan witir hingga tiba waktu sahur.” (HR. Muslim no. 745)

Disunnahkan –berdasarkan kesepakatan para ulama-  shalat witir itu dijadikan akhir dari shalat lail berdasarkan hadits Ibnu ‘Umar yang telah lewat,

اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرً

“Jadikanlah akhir shalat malam kalian adalah shalat witir.” (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751)

Yang disebutkan di atas adalah keadaan ketika seseorang yakin (kuat) bangun di akhir malam. Namun jika ia khawatir tidak dapat bangun malam, maka hendaklah ia mengerjakan shalat witir sebelum tidur. Hal ini berdasarkan hadits Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّكُمْ خَافَ أَنْ لاَ يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ ثُمَّ لْيَرْقُدْ وَمَنْ وَثِقَ بِقِيَامٍ مِنَ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ مِنْ آخِرِهِ فَإِنَّ قِرَاءَةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَحْضُورَةٌ وَذَلِكَ أَفْضَلُ

“Siapa di antara kalian yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, hendaklah ia witir dan baru kemudian tidur. Dan siapa yang yakin akan terbangun di akhir malam, hendaklah ia witir di akhir malam, karena bacaan di akhir malam dihadiri (oleh para Malaikat) dan hal itu adalah lebih utama.” (HR. Muslim no. 755)

Dari Abu Qotadah, ia berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ لأَبِى بَكْرٍ « مَتَى تُوتِرُ » قَالَ أُوتِرُ مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ. وَقَالَ لِعُمَرَ « مَتَى تُوتِرُ ». قَالَ آخِرَ اللَّيْلِ. فَقَالَ لأَبِى بَكْرٍ « أَخَذَ هَذَا بِالْحَزْمِ ». وَقَالَ لِعُمَرَ « أَخَذَ هَذَا بِالْقُوَّةِ ».

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada Abu Bakar, ” Kapankah kamu melaksanakan witir?” Abu Bakr menjawab, “Saya melakukan witir di permulaan malam”. Dan beliau bertanya kepada Umar, “Kapankah kamu melaksanakan witir?” Umar menjawab, “Saya melakukan witir pada akhir malam”. Kemudian beliau berkata kepada Abu Bakar, “Orang ini melakukan dengan penuh hati-hati.” Dan kepada Umar beliau mengatakan, “Sedangkan orang ini begitu kuat.” (HR. Abu Daud no. 1434 dan Ahmad 3/309. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Segala puji bagi Allah, Rabb yang menguasa hari pembalasan. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Melanjutkan pembahasan tentang shalat witir. Berikut kami akan sampaikan Hukum shalat witir. Semoga yang singkat ini bermanfaat.

Menurut mayoritas ulama, hukum shalat witir adalah sunnah muakkad (sunnah yang amat dianjurkan).

Namun ada pendapat yang cukup menarik dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah bahwa shalat witir itu wajib bagi orang yang punya kebiasaan melaksanakan shalat tahajud.[1] Dalil pegangan beliau barangkali adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرً

“Jadikanlah akhir shalat malam kalian adalah shalat witir.” (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751)

Segala puji bagi Allah, Rabb yang mengatur malam dan siang. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Pada kesempatan kali ini kami akan menyajikan panduan singkat shalat witir. Semoga yang singkat ini bermanfaat.

Witir secara bahasa berarti ganjil. Hal ini sebagaimana dapat kita lihat dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ

“Sesungguhnya Allah itu Witr dan menyukai yang witr (ganjil).” (HR. Bukhari no. 6410dan Muslim no. 2677)

Sedangkan yang dimaksud witir pada shalat witir adalah shalat yang dikerjakan antara shalat Isya’ dan terbitnya fajar (masuknya waktu Shubuh), dan shalat ini adalah penutup shalat malam.

Imam Ahmad rahimahullah sampai berkata,

مَنْ دَاوَمَ عَلَى تَرْكِ الوِتْرِ فَهُوَ رَجُلٌ سُوْءٌ يَنْبَغِي أَنْ لاَ تُقْبَلَ شَهَادَتُهُ

“Siapa yang rutin meninggalkan shalat witir, maka ia dicap orang yang jelek, juga persaksiannya tak pantas diterima.” (Lihat Syarh Umdatil Ahkam karya Syaikh As Sa’di, hal. 220).

Ibnu Qudamah berkata, “Yang dimaksud oleh Imam Ahmad hanyalah hiperbolis. Kalimat tersebut hanya menunjukkan shalat witir begitu dianjurkan (jangan sampai ditinggalkan). Dalam pendapat Imam Ahmad sendiri, hukum shalat witir tidaklah wajib. Jika meninggalkannya, terserah ingin diqadha’ ataukah tidak.” (Syarhul Kabir karya Ibnu Qudamah, 1: 706).

Mengenai shalat witir apakah bagian dari shalat lail (shalat malam/tahajud) atau tidak, para ulama berselisih pendapat. Ada ulama yang mengatakan bahwa shalat witir adalah bagian dari shalat lail dan ada ulama yang mengatakan bukan bagian dari shalat lail.

اِنۡ هُوَ اِلَّا وَحۡىٌ يُّوۡحٰىۙ‏ وَمَا يَنۡطِقُ عَنِ الۡهَوٰىؕ

“Tidaklah ia (Rasulullah SAW) bertutur berdasarkan keinginan hawa nafsunya, akan tetapi merupakan wahyu yang diberikan” (Qs. An Najm : 3-4)

smartFOLKS suka heran ngga sih sama dunia? Karena saya selalu..

Sudah hampir 1 tahun sibuknya dunia terhenti. Seolah – olah kita semua merupaka Guinea Pig dari penilitan sebuah simulasi sistem teknologi. Rasanya lambat sekali, namun berat. Kemarin saya duduk didepan teras rumah sambil menyesapi teh panas varian buah peach dari Inggris. Nikmat sekali rasanya, dapat sedikit menyembuhkan hati yang gundah gulana melihat kekacauan dunia.

Saya ngga ngeluh, hanya sedikit dibuat bingung.

Kenapa sih ini terjadi?

Bukankah hidup ini sudah cukup menjadi teka-teki?

Kenapa manusia masih mempersulit lagi?

Brazil meraih rekor kemenangan terbanyak dalam sepak bola kerap menang berturut – turut sebanyak 73 pertandingan di piala dunia. Sementara Indonesia baru saja mencetak rekor kasus Covid-19 terbanyak per harinya. Ngga usah dipikirin kenapa, kalau kata Dilan “Ini berat, kamu ngga akan kuat” 

Selama bekerja dari rumah saya merasa kurang produktif. Kok hari dilewatkan gini – gini aja ya. Keluh saya didalam hati. Selalu begitu. Apalagi malam-malam saat dunia sedang hening. Pikiran kadang lebih berisik. Lalu saya putuskan untuk bicara dengan teman melalui video call.

30 menit berbicara lewat telepon genggam. Rasanya jauh lebih ringan karena dapat bertukar pikiran. Teman saya ini lulusan Universitas terkenal di Inggris. Imannya luar biasa kokoh ditengah hiruk-pikuk dunia barat. “Allah tests us with what we love. Dunia terasa terhenti bukan tanpa alasan.” Tuturnya ditengah pembicaraan “Last night my mom called me, we talked about so many things. But one thing stuck in my head. Kenapa orang muslim jauh lebih takut penyakit dibandingkan Tuhannya. Padahal Allah jelas bilang, every hardship comes with ease. Malu ngga sih sebagai orang islam kalau panik?” Lanjutnya. “The only thing we can do, is to move forward as a sign of gratefulness”

Allah tests us with what we Love. Dunia terhenti bukan tanpa alasan. The only thing we can do, is to move forward as a sign of gratefulness.

Seketika saya malu. Kalimat ini hidup di kepala saya secara gratis. Sial. Maki saya pada diri sendiri. Mau tenang malah jadi gelisah lagi. 

Paska perbincangan, saya langsung ngebut mulai lebih aktif  lagi baca – baca buku. Dari mulai buku motivasi, buku islam, jurnal, mendengarkan talkshow melalui Podcast, belajar masak. Hampir semua hal saya coba-coba selama setahun belakangan ini semasa pandemi sebagai bentuk rasa syukur.

Tidak saya sangka ternyata saya suka menulis. Lantas saya tanya kepada ibu saya “Mah, ternyata saya suka nulis.” Rupanya ibu sudah terbiasa dengan saya menulis “memang kamu itu suka sajak sejak kecil. Tidak suka film romansa, kamu lebih cinta kata-kata” tuturnya menjawab. Pandemi ini mengajarkan saya bahwa Allah memang dekat. Baik sekali tidak membiarkan saya sendirian. Membukakan pintu baru dan ilmu baru buat saya. Termasuk saat saya sedang membuka kulkas dapur dan menemukan sebuah botol kecil di lemari penyimpanan bumbu dapur bertuliskan “Qisthul Hindi”.

Teka Teki macam apalagi ini?

Surat saya dalam hati.

Setelah browsing di internet, ternyata, Qisthul Hindi atau Al Qusthul Hindi ini merupakan Thibbun Nabawi atau Obat non medis yang merujuk pada Tindakan dan perkataan Nabi.

The Healer of Seven

Apa sih sebetulnya Qust Al Hindi itu?

Jadi gini smartFOLKS, Qust Hindi (Qust Al Hindi atau Indian Costus) adalah batang hitam atau kayu yang diambil dari pohon bernama Al Qust (Costus). Batang ini berasal dari India. Sebagaimana telah disabdakan Nabi Muhammadm bahwa dalam Qust Hindi (Kayu India) ini mengandung sejuta bahan yang dapat menyembuhkan 7 penyakit diantaranya penyakit paru – paru.

حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ قَالَ سَمِعْتُ الزُّهْرِيَّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ أُمِّ قَيْسٍ بِنْتِ مِحْصَنٍ قَالَتْ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عَلَيْكُمْ بِهَذَا الْعُودِ الْهِنْدِيِّ فَإِنَّ فِيهِ سَبْعَةَ أَشْفِيَةٍ يُسْتَعَطُ بِهِ مِنْ الْعُذْرَةِ وَيُلَدُّ بِهِ مِنْ ذَاتِ الْجَنْبِ وَدَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِابْنٍ لِي لَمْ يَأْكُلْ الطَّعَامَ فَبَالَ عَلَيْهِ فَدَعَا بِمَاءٍ فَرَشَّ عَلَيْهِ

“Telah menceritakan kepada kami Shadaqah bin Al-Fadl telah mengabarkan kepada kami Ibnu ‘Uyainah dia berkata: saya mendengar Az Zuhri dari ‘Ubaidullah dari Ummu Qais binti Mihshan berkata: saya mendengar Nabi ﷺ bersabda:

“Gunakanlah dahan KAYU INDIA, karena di dalamnya terdapat 7 macam penyembuh dan dapat menghilangkan penyakit (racun) di antaranya adalah RADANG PENYAKIT PARU.”

Ibnu Sam’an dalam haditsnya: “Karena sesungguhnya padanya terdapat obat dari tujuh macam jenis penyakit, di antaranya adalah RADANG PENYAKIT PARU (DADA).”

Lalu aku menemui Nabi ﷺ sambil membawa bayiku yang belum makan makanan, lalu bayiku mengencingi beliau, maka beliau meminta air dan memercikinya.” (HR. Al-Bukhari No. 5260)

Biar smartFOLKS tambah yakin, saya kasih manfaat Qusthul Hindi bagi Kesehatan tubuh kita, diantaranya :

  1. Radang Tenggorokkan 
  2. Penyakit Paru-paru
  3. Mencegah kanker dan virus jahat
  4. Melancarkan sistem pencernaan 
  5. Merawat Kesehatan Rahim
  6. Meningkatkan sistem imunitas / kekebalan tubuh kita

Manusia memamang sering rumit padahal solusinya sudah di depan mata. Sebagian orang pasti masih ragu. Tapi coba smartFOLKS lihat hadist yang tertera paling awal.

“Tidaklah ia (Rasulullah SAW) bertutur berdasarkan keinginan hawa nafsunya, akan tetapi merupakan wahyu yang diberikan” (Qs. An Najm : 3-4).

Manusia itu memang default setting nya egois. Itu juga salah satu penemuan saya yang diperkuat selama pandemi. People are selfish. Kenapa susah-susah percaya sama manusia.

Ini sedikit curhatan saya mengenai dunia. Saya ngga sama sekali nyangka dapat bertahan sejauh ini kalau bukan karena Allah lewat Random Talk sama teman saya dari 32368 km jauhnya.

Kalau boleh tau, Penemuam smartFOLKS apa selama pandemi?

Then Things Started to Fall Apart…

Setelah Covid-19 dinyatakan sebagai sebuah pandemi oleh WHO di awal tahun 2020, seluruh dunia bagaikan film Zombie dari Hollywood. Chaotish.Kota-kota bagai tak berpenghuni, Penerbangan banyak yang ditunda, masyarakat melakukan Panic Buying di supermarket besar milik internasional maupun toko-toko swalayan milik lokal. Kurva index IHSG pun merosot karena banyak investor-investor dari luar negeri yang berhamburan hengkang dari Indonesia karena bersamaan dengan melonjaknya kasus per daerah.

Banyak dari perusahaan kecil maupun besar yang terpaksa harus memecat paksa karyawan-karyawannya karena makin hari angka korban makin meningkat. Dan harapan untuk mempertahankan mereka, semakin menipis. Semua orang dikelabui rasa takut. Saya ingat pernyataan salah satu pramugari dari airlines nomor 1 di dunia, dia merawi “Harusnya saya sudah di Dubai 2 minggu ini. Kemarin perjalanan terakhir saya ke Singapura. Pesawat hanya beroperasi 30%. Hati saya hampa setiap melewati aisle cabin” tuturnya menunduk seraya memainkan cincin di jari manisnya “saya juga harusnya menikah tahun ini. Tapi tak ada biaya. Lucu sih, mau darimana juga?” lanjutnya dengan tertawa lirih.

And that’s when I learned another important lesson about life

Menjadi ikhlas itu memang hak setiap insan. Tapi kemudahan hanya milik Allah. Namanya Shilla. 26 Tahun. Sudah bekerja sejak umurnya masih 18. Seorang yang ramah namun beringas. Cobaan bertubi-tubi ini ia terima dengan lapang dada. Katanya malu terhadap hidup yang sudah menyiapkan segala. “Malu ah, udah dikasih hidup sama Allah dengan tujuan kok malah ngga mau bertujuan. Kesempatan bernafas itu harga mati. Ngga sama, sama duit.” Ujarnya sambil memainkan teleepon genggam di tangannya.

Rupanya Shilla sekarang sedang merambah dunia bisnis eskpor-impor bersama rekan kerjanya dulu. Tidak besar, ungkapnya. Namun menyenangkan, bisa menemani hari-harinya agar dapat tetap produktif. Shilla menjelaskan bagaimana flow business nya bekerja. Rupanya ia tidak punya stock. Katanya asal-usul business ini pertama kali dilakukan oleh salah satu peerusahaan ritel besar di Amerika bernama Compucard, di mana mereka mencatat produk – produk yang ada di Gudang milik perusahaan besar lain untuk nantinya mereka masukkan ke dalam katalog milik mereka sendiri dan dijual dengan harga lebih tinggi kepada konsumen mereka.

Jadi apabila ada konsumen yang memesan katalog milik Comp-U-Card, maka pihak CompuCard akan memesan barang tersebut ke Gudang milik perusahaan besar ini untuk kemudian dikirimkan langsung dari Gudang ke alamat konsumen.

Metode ini terbukti sukses besar, ungkap Shilla dan akhirnya dianggap sebagai salah satu bisnis modern yang kita kenal sebagai Dropship.

That’s when things fall into places.

Shilla merasa metode Dropship ini sangat menguntungkan untuk alternatif pemasukkan selama tahun 2020. “Peminatnya banyak” tuturnya “Dan saya bisa menghemat uang Gudang. Untuk permulaan saya hanya menjual 3 jenis barang. Sekarang ada 5. Lumayan lah”

Karena terbiasa terbang kesana kemari, rupanya Shilla sering memperhatikan peluang bisnis. Ia selalu menanyakan ke teman-teman nya apakah mereka ingin menitip sesuatu dari negara yang sedang ia kunjungi. Seperti parfum, tas bermerek, lilin aromaterapi dan skin care yang umumnya barang-barang ini tidak masuk ke Indonesia. 80% customer nya perempuan. Shilla konstan membatasi pemesanan agar koper bawaanya tidak overweight saat pulang. “Itu bisa jadi trick business, loh. Jadinya customer, kita kasih tenggat waktu. Karena tenggat waktu ini deh demand-nya naik, jadi  kadang berebutan. Saya juga biasanya kasih diskon buat pembeli tetap atau buat 5 pembeli pertama. Seru deh. Awalnya keluarga deket saja. Terus jadi kemana-mana, sampai tetangga teman saya ikutan beli. Saya terinspirasi dari sini, makanya memutuskan untuk lanjut bisnis ini.” Ungkapnya.

So, What is Dropshipping? And how does it Work?

Menurut para ahli ekonomi Dropship merupakan proses pengiriman barang yang dilakukan oleh produsen, manufaktur atau supplier, secara langsung ke pengguna akhir alias konsumen, meskipun pemesanan tersebut dilakukan oleh pihak perantara, yang pada umumnya adalah toko ritel atau toko online.

Kemudian secara harfiah tulisan, menurut Merriam-Webster sebuah perusahaan publishing terkenal di Amerika yang prominen dengan kamusnya mengatakan bahwa, istilah ini sudah ada sejak tahun 1926 yang berarti “Drop” menjatuhkan sementara “Ship” mengirimkan.

Shilla menjelaskan bagaimana sistem dropship ini bekerja di perusahaan kecil miliknya. Ia juga menuturkan betapa bahagianya ia bisa memperkerjakan orang lain di masa-masa sulit ini. “seneng banget bisa bantu. Apalagi janda-janda anak 2. Pengeluaran banyak tapi cuman bisa mengandalkan satu sumber pemasukkan saja. Itu juga jarang. Enak bisnisnya, bisa darimana aja. Sama-sama menguntungkan lagi” singkatnya bercerita.

Di perusahaan kecilnya, Shilla hanya menjual 5 jenis barang. Antara lain Skin Care, lilin aromaterapi, tas bermerek, snackdan barang elektronik. Semua ia dapatkan dari vendor yang berbeda-beda. “Moslty barangnya saya ship dari US. Ada juga yang dari Australia atau Jerman. saya juga sometimes memberikan peluang untuk mereka yang mau request barang. Tapi tentu ini jarang-jarang. Kalau sering-sering bisa rugi” jelasnya. “Kemudian setelah saya pesan barangnya dari vendor,saya langsung input alamat tujuan customer. Sudah deh, simple banget.”

Kalau smartFOLKS masih bingung, mari saya bawa smartFOLKS ke dalam alur dropshipping melalui gambar berikut ini :

No Pain No Gain..

Begitulah kata para motivator dunia. Rasa sakit itu sementara, namun hasilnya tak akan lekang oleh waktu. Setiap kehidupan merupakan fase penyempurnaan. Kalau dalam dunia business kita menyebutnya osbtacles atau rintangan.

Bisnis Dropship mempunyai beberapa tantangan yang harus dipersiapkan sebelum memulai. Selain  mental, wajib bagi seluruh Dropshipper untuk mengindentifikasi ide. Kemudian merancang rencana dan membaginya menjadi beberapa strategi. Nantinya strategi ini akan diimplementasikan pada setiap alur Dropshipping. Bagi Shilla tantangan tersulit dari bisnis ini adalah mencari supplier atau vendor. “Cari supplier hampir membuat saya nyerah. Karena kebutuhan setiap perusahaan kan beda-beda, sehingga menimbulkan karakterisitik customer yang beda-beda juga. Jadi saya kesulitan menemukan supplier yang cocok. Tapi sulit belum tentu nggak bisa, kok. Jadi biasanya saya semalam suntuk nelfoninvendor buat kerjasama” 

Berikut saya singkat untuk smartFOLKS, beberapa tantangan bisnis Dropship yang akan memudahkan smartFOLKS dalam memulai :

  1. Mencari supplier  berkualitas, baik secara produk, layanan pelanggan maupun pengiriman 
  2. Merancang proses bisnis yang tepat, mulai dari alur promosi, penjualan, pemesanan, hingga kepentingan shipping
  3. Menentukan Margin Profit atau keuntungan supaya tetap bersaing namun tidak membuat rugi perusahaan
  4. Bersiap menghadapi kendala pengiriman pesanan, mulai dari ongkos kirim hingga mengawasi proses pengiriman sampai tujuan
  5. Memasarkan produk yang dijual dengan metode dropship. Tawarkan ke teman – teman sekitar kita untuk berbisnis juga.

Konon karena modal yang sedikit bisnis ini sangat baik untuk pemula. Siapa saja bisa melakukan ini, sambil liburan, nonton film bahkan sambil nyuci piring. Bisa kita simpulkan juga bisnis dropship ini bisa dijadikan alternative pemasukkan pada masa pandemi. Bagaimana, tertarik?

Delapan bulan di rumah saja bisa jadi membuat jenuh mereka yang terbiasa dengan mobilitas tinggi. Bekerja jadi di rumah, belajar pun demikian. Rasa bosan kerap menyelimuti saat kita berada di lingkungan yang sama dan terbatas setiap harinya. Nah liburan bisa jadi obat untuk kita semua. Tapi kemana ya?

Pelipur rasa bosan biasanya dengan melihat pemandangan yang luas dan indah, bangunan bersejarah yang megah, lingkungan yang berbeda budaya, bahasa, kuliner dan iklimnya. Semua kriteria ini ada di Turki. Berbeda dengan Negara Eropa lainnya, Turki pastinya sangat muslim friendly. Wajar saja, mayoritas penduduknya beragama Islam.

Turki jadi destinasi impian bagi pelancong dunia. Betapa tidak, Negara yang wilayahnya berada di Asia dan juga di Eropa ini bertaburan tempat wisata. Istanbul, Bursa, Capadocia, Pamukkale, Konya, dan kota-kota lainnya.

Bagi Anda yang sudah pernah ke Tanah Suci Mekkah-Madinah, lalu ke Masjidil Aqsha di Palestina, maka Istanbul pantas dijadikan destinasi berikutnya.

Selama 1.500 tahun lamanya, Istanbul yang dahulu bernama Konstanstinopel telah menjadi ibu kota bagi tiga kekaisaran terbesar dunia, mulai Romawi, Bizantium, dan kekhalifahan Islam Ottoman. Sejarah ini tentu menarik terutama bagi pelajar maupun pecinta sejarah peradaban dunia.

Jatuhnya Konstantinopel ke dalam kekuasaan Kekhalifaan Islam, telah membuktikan kebenaran sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam 14 abad lalu. Kala itu Rasulullah ditanya oleh salah seorang sahabat. ”Ya Rasul, mana yang lebih dahulu jatuh ke tangan kaum Muslimin, Konstantinopel atau Romawi?” Nabi menjawab,”Kota Heraklius (Konstantinopel). (HR Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim).
Turki mewarisi keindahan arsitektur masjid-masjid yang dihiasi banyak kubah. Di Istanbul berdiri megah Masjid Biru, Masjid Hagia Sophia, Masjid Sulaiman. Di Bursa terdapat Masjid Hijau (Yesil Camii), dan Ulu Camii. Belakangan Turki dibanjiri wisatawan muslim yang ingin merasakan sensasi shalat di Hagia Sophia. Bangunan ini kembali difungsikan sebagai masjid setelah 86 tahun dijadikan museum. Hagia Sophia dahulunya merupakan Katederal yang dibeli oleh Sultan Mehmed untuk dijadikan masjid. Selama 500 tahun lamanya kaum muslimin shalat di Hagia Sophia.
Tak Hanya masjid yang megah, Turki juga memiliki banyak wisata alam yang tidak kalah indah. Cappadocia, misalnya. Bebatuan yang terbentuk di wilayah ini menciptakan pemandangan berupa pahatan alam yang menyerupai cerobong. Bila cuaca sedang bersahabat, pemandangan alam yang luar biasa ini dapat dinikmati dengan balon udara. Pada musim dingin, Anda dapat menikmati sensasi bermain ski di Gunung Uludag, Bursa. Sekaligus menatap keindahan alamnya dari kereta gantung. Nantikan ulasan menarik lainnya seputar wisata di Turki, hanya di Cordova!

Jawaban Kerinduan

Setelah menikah bertahun-tahun lamanya, Nabi Ibrahim dan Sarah tak kunjung dikaruniai anak. Tak kenal putus asa, Nabi Ibrahim tetap sabar dan senantiasa berdo’a.

Sarah kemudian menawarkan Hajar untuk diperistri Nabi Ibrahim. “Hai Kekasih Allah. Sesungguhnya Allah tidak memperkenankan aku melahirkan anak, karenanya menikahlah dengan budakku ini. Mudah-mudahkan Allah mengaruniakan anak kepadamu melalui dirinya. Inilah Hajar. Aku berikan kepadamu, mudah-mudahan Allah memberikan kita anak keturunan darinya, “ kata Sarah kepada Nabi Ibrahim.

Meski pada akhirnya Nabi Ibrahim mendapatkan keturunan dari istri keduanya, Siti Hajar. Menurut Imam Ar-Razi, Allah mengabulkan doa Nabi Ibrahim agar keturunannya dijadikan pemimpin, terutama menjadi Nabi dan Rasul. Nabi Ibrahim akhirnya memiliki keturunan yang kebanyakan menjadi Nabi dan Rasul. Mulai dari Nabi Ismail, Nabi Ishak, Nabi Ya’qub, Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Ayyub, Nabi Yunus, Nabi Zakaria, Nabi Yahya, Nabi Isa dan penutup para Nabi yaitu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hingga Nabi Ibrahim Alaihissalam, menjadi salah satu Nabi paling berpengaruh bagi agama samawi, yakni Yahudi, Nasrani dan Islam. 

Suatu ketika Nabi Ibrahim didatangi oleh tamu yang ternyata seorang Malaikat. Ia hendak menyampaikan kabar gembira tentang kehamilan Sarah. Kabar ini pastinya membuat terjut Sarah. Betapa tidak, Sarah saat itu berumur 90 tahun. Bagaimana mungkin dapat dikaruniai anak?

Peristiwa ini diabadikan dalam Al Qur’an, “Sungguh mengherankan, apakah Aku akan melahirkan anak padahal Aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh.” (Q.S Huud, 71).

Sungguh Allah Maha Besar, menjawab kerinduan Sarah dan Nabi Ibrahim, yakni keturunan yang selama ini dinanti-nantikan. Melalui ketetapanNya, di usia yang sudah tidak muda lagi, istri Nabi Ibrahim itu dikaruniai seorang anak yang kemudian diberi nama Ishaq. Nabi Ishaq sendiri adalah ayah dari Nabi Ya’qub. Dan Ya’qub adalah ayah dari Nabi paling tampan sepanjang masa yakni Nabi Yusuf Alaihissalam.

Demikianlah kisah inspiratif dari Ayahnya para Nabi. Semoga menjadi ibrah dalam mengarungi samudera rumah tangga penuh dengan kesabaran dan ketaqwaan.

Kembali kita meniti jejak kisah Nabi Ibrahim Alaihissalam dan Sarah. Kala itu Nabi Ibrahim Alaihissalam hendak berniaga ke wilayah Mesir. Ia pun membawa serta istrinya, Sarah. Ketika memasuki Mesir, sejumlah orang mengingatkannya bahwa  di sana tengah berkuasa seorang Raja yang zalim. Penguasa ini gemar merampas wanita yang telah bersuami. Wanita yang sudah menikah pasti merupakan wanita pilihan, demikian pemikiran Sang Raja.

Benar saja, datang beberapa prajurit yang ingin mengambil Sarah untuk diserahkan kepada Raja Mesir. Mereka bertanya, “Siapa ini?”. Nabi Ibrahim Alaihissalam menjawab “Ini saudariku”. Beliau tidak mengatakan “ini istriku”. Ini dilakukan Nabi Ibrahim semata-mata untuk menyelamatkan Sarah. 

Jauh setelah peristiwa ini, kelak di Padang Mahsyar, manusia akan mencari orang yang dapat memohonkan syafaat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Sebuah masa yang lama, ditengah panas tak tertahankan karena matahari di dekatkan ke manusia. Mereka meminta pertolongan Nabi Adam agar memohonkan syafaat. Namun tak disanggupinya. Nabi Ibrahimpun tak sanggup jua. Ia berkata, “Saya tidak berani, karena hari ini Tuhanku telah marah, belum pernah marah  sebelumnya seperti ini, dan tidak akan marah sesudahnya seperti ini. 

Kemudian Nabi Ibrahim bercerita tentang kesalahan yang membuatnya hilang keberanian untuk menghadap Tuhannya. Rupanya ini karena dahulu saat bertemu prajurit Raja Mesir, ia tak mengatakan yang sebenarnya. Ia mengakui Sarah sebagai saudarinya, bukan sebagai istrinya. Inilah yang membuatnya merasa bersalah. Tiada satupun Nabi yang berani meminta syafaat kepada Allah karena mereka merasa bersalah. Hingga hanya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dapat memohonkan syafaat.

Demi melindungi Sarah, Nabi Ibrahim mengakuinya sebagai Saudarinya, bukan sebagai istrinya. Meski demikian, karena kecantikannya, ia tetap dibawa oleh Prajurit Raja Mesir. Sang Raja terpesona akan parasnya Sarah. Ketika Raja yang zalim ini hendak menjamahnya, Sarah berdo’a agar Allah menyelamatkannya. Tiba-tiba Raja lumpuh seketika. “Apa yang kau lakukan terhadapku?”, Tanya Sang Raja. “Aku hanya berdo’a kepada Tuhanku, agar diselamatkan dari keburukanmu”, jawab Sarah. “Mintalah kepada Tuhanmu, agar aku di kembalikan seperti semula”, pinta Sang Raja seraya berjanji tidak akan mengganggunya lagi. Maka seketika Sang Raja sembuh. 

Tidak kapok dengan kegagalannya, Sang Raja mencoba menjamah Sarah lagi, namun ia kembali lumpuh. Ia kemudian pulih setelah Sarah mendo’akan kesembuhannya. 

Setelah tiga kali mencoba mengganggu Sarah, akhirnya Ia berjanji tidak akan menjamah sarah selamanya. Orang-orang di Istana pun menjadi saksi bahwa Ia akan membebaskan Sarah. Bahkan Sarah dihadiahkan seorang budah wanita bernama Hajar oleh Sang Raja.

“Keluarkan wanita ini, dari istanaku, karena yang kalian bawa adalah jin,”Ujar Sang Raja.

Pantaslah kalimat ini disampaikan oleh orang yang mengingkari kekuasaan Allah.

Maka pulanglah Sarah membawa Hajar. Ia kembali bersama-sama Nabi Ibrahim menjalani kehidupan rumah tangga. 

Dikutip dari berbagai sumber

 

Ibrahim Bin Hazar

Era disrupsi saat ini membawa manusia memasuki masa yang penuh perubahan fundamental pada tatanan dunia. Manusia kian kehilangan prioritas sejati dalam hidup. Banjirnya informasi justru membuat banyak insan mengalami kemunduran spiritual. Sudah saatnya menapaki kembali sejarah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, sebagai teladan dalam hidup yang berlandaskan tauhid. Inilah kiranya prioritas yang seharusnya tidak lekang diterjang jaman.

Ibrahim ‘alaihis salam adalah nabi ke-6 dalam Islam dan Ia bergelar Khalilullah (Kesayangan Allah). Hal ini termaktub dalam QS. An-Nisa’ ayat 125: “Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim ‘alaihis salam yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.” (QS. An-Nisa’: 125).

Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dijadikan Allah sebagai pemimpin bagi seluruh manusia, imam bagi orang-orang beriman yang meng-esakan Allah subhanahu wa ta’ala. Dalam surah Al-Baqarah ayat 124 disebutkan, “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim ‘alaihis salam diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim ‘alaihis salam menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrâhîm ‘alaihis salam berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim” (QS. al-Baqarah:124).

Ayah Ibrahim ‘alaihis salam, Azar bin Tahur adalah seorang pembuat patung yang terkenal di masa raja Namrudz berkuasa. Di negeri tempat Nabi Ibrahim ‘alaihissalam tinggal, sebagian penduduknya menyembah berhala, sebagian lagi menyembah matahari, juga bulan dan bintang. Meski diusianya yang masih kecil, Ibrahim ‘alaihis salam sudah merenungkan dalam benaknya, pertanyaan-pertanyaan tentang Sang Pencipta.

Ibrahim ‘alaihis salam tumbuh menjadi anak yang memiliki kecakapan akhlak dan kecerdasan, sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an, “Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim ‘alaihis salam hidayah kebenaran sebelumnya, dan kami mengetahui (keadaan)nya.” (QS. Al-Anbiya: 51)

Ini adalah kemampuan berfikir yang Allah karuniakan untuk Ibrahim ‘alaihis salam sehingga ia tidak menerima kepercayaan kaumnya yang justru menyembah makhluk ciptaan Tuhan yang sebenarnya. Ibrahim ‘alaihis salam pun menyadari bahwa Yang Mengendalikan bulan, bintang, matahari, siang dan malam; juga Yang Menciptakan seluruh makhluk di bumi adalah Tuhan yang sebenarnya.

Semasa remaja, Ibrahim ‘alaihis salam sering bertanya kepada sang ayah tentang Tuhan yang sesungguhnya. Meski demikian, ayahnya tak menghiraukan Ibrahim ‘alaihis salam. Ibrahim ‘alaihis salammenyadari kesia-siaan patung berhala sehingga ia berusaha menyadarkan kaumnya dan menyebarkan dakwah tentang Tuhan yang sesungguhnya.

Sayang sekali Sang Ayah tak mau meninggalkan agamanya. Ayahanda bersikukuh menyembah berhala. 

Walaupun begitu Nabi Ibrahim Alaihissalam tidak lantas menyerah namun berdoa meminta kekuatan dan tetap berdakwah dengan harapan ia bisa merubah orang – orang syirik dan ayahnya. Inilah teladan dalam menyeru manusia ke jalan kebaikan. Kita hanya berusaha sekuat tenaga, namun hidayah adalah kepunyaan Allah, yang diberikan kepada insan yang dikehendaki-Nya.

Infused water dan stamina Tamu Allah

Infused water adalah air mineral yang dicampurankan dengan berbagai macam potongan buah-buahan segar, sayuran, herbal, atau rempah-rempah. Tak ada buah, sayuran, herbal atau rempah khusus untuk membuat infused water. Pilihan bahan-bahan tersebut disesuaikan dengan apa yang Anda sukai. Minuman ini akan disimpan dalam sebotol air mineral dan dinginkan di dalam kulkas setidaknya 1-12 jam agar sari buah lebih menyatu dengan air. Infused Water di populerkan oleh seorang blogger bernama Amy Pogue, berasal dari Oregon Amerika Serikat. Pada saat itu ia terinpirasi oleh ibunya yang memberikannya minuman berisikan potongan buah lemon ditempatkan di dalam wadah kaca tertutup ketika ia masih kecil. Kemudian, ia mengunggahnya ke sosial media dan diketahui oleh khalayak ramai.

 Taukah anda bahwa infuse water adalah sunnah Nabi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mencontohkan sejak ribuan tahun lalu. Aisyah radhiyallahu anha pernah ditanya tentang nabeez, kemudian ia memanggil seorang wanita pelayan asal Habasyah. “Bertanyalah kepada wanita ini!” Kata Aisyah. “Karena ia dahulu pernah membuat nabeez untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ,” tambahnya. Lalu wanita asal Habasyah itu berkata, “Aku pernah membuat nabeez untuk beliau dalam sebuah kantung kulit pada malam hari. Kemudian aku mengikatnya dan menggantungnya. Lalu di pagi harinya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam meminumnya.

”Dari Aisyah dia berkata, “Kami biasa membuat perasan untuk Rasulullah SAW di dalam air minum yang bertali di atasnya, kami membuat rendaman di pagi hari dan meminumnya di sore hari, atau membuat rendaman di sore hari lalu meminumnya dipagi hari.” (HR Muslim).

Beruntungnya sebagai muslim, in syaa Allah menjadi sehat dengan meminum infuse water dan juga mengamalkan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berikut manfaat yang didapat dari infuse water:

1. Meningkatkan Fungsi Kekebalan Tubuh, 

Cobalah mengkonsumsi infused water dengan campuran air mineral dan potongan lemon. Dengan rutin mengonsumsinya, racun dalam tubuh yang telah menumpuk dapat dihilangkan. Skemanya begini, tubuh sebenarnya sudah memiliki caranya sendiri untuk menghilangkan racun yang menumpuk. Peran tersebut dilakukan oleh organ ginjal dan hati, sehingga kotoran dalam tubuh dapat keluar lewat keringat, urine, dan feses. Nah, untuk membantu merangsang mekanisme.

2. Melancarkan Organ Pencernaan

Manfaat infused water selanjutnya adalah membantu tubuh dalam melancarkan organ pencernaan. Manfaat satu ini dapat diambil jika kamu mencampurkan air dengan irisan lemon. Lemon sendiri bersifat diuretik yang dapat merangsang pergerakan gastrointestinal jika dicampur dengan air hangat.

3. Memperlambat Penuaan Dini

Air mineral yang dikombinasikan dengan buah-buahan yang mengandung antioksidan tinggi dianggap mampu melawan efek penuaan dini. Nah, Haji dan Umrah adalah ibadah yang memerlukan stamina yang prima. Bayangkan Thawaf, Sa’I, bermalam di Tenda Mina, serta Lontar Jumrah. Pastinya akan banyak berjalan kaki dan bercampur dengan jutaan manusia. Belum lagi cuaca ekstrim antara siang yang panas terik, dan malam yang dingin. Potensi kelelahan dan tertular penyakit menjadi cukup tinggi. Ditambah lagi penyakit yang diderita sejak di Tanah Air seperti asam urat, kolesterol, darah tinggi, dan jantung.

Ada baiknya sejak persiapan sampai pelaksanaan umrah dan haji, jamaah mengkonsumsi infused water. Bisa dengan nabeez sebagaimana dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun kombinasi buah, sayuran, dan rimpang yang berlimpah di negeri kita. Tidak usah khawatir kekurangan bahan. Memang benar, Tanah Suci didominasi hamparan padang pasir. Tidak mungkin tumbuh aneka buah-buahan. Tapi justru di Tanah Suci tersedia aneka buah-buahan dari segala penjuru dunia. Inilah karunia Allah subhanahu wa Ta’ala kepada jamaah haji dan umrah. Selamat mencoba!

Hajar Hadiah Terbaik

Kala itu Nabi Ibrahim AS sudah menikah dengan seorang wanita cantik nan solehah bernama Sarah. Sungguh kecantikan dan kebaikannya tidak ada satupun yang dapat menandingi. Keduanya hidup berbahagia tinggal berpindah – pindah dari satu kota, ke kota lain. dari negeri Babilonia, Syam, hingga Mesir. Sungguh kesempurnaan hanya milik Allah, tetapi cinta mereka berdua seperti mampu membrantas kelaparan 5 tahun berturut-turut. Walaupun Sarah tidak dapat memberikan keturunan untuk Nabi Ibrahim AS, tidak sedikitpun tersirat dalam benak Nabi Ibrahim AS untuk berlabuh ke lain hati. Untuknya Sarah lah satu – satunya.

Tetapi seperti oase ditengah padang yang gersang, Allah datangkan harapan yang lapang. Dan disinilah sebuah sejarah tercipta tentang kekuatan cinta, harapan dan pengorbanan. Antara Sarah, Nabi Ibrahim AS dan Siti Hajar. 

Siti Hajar merupakan Putri semata wayang dari raja Mesir. Siti Hajar memiliki saudara laki-laki bernama Sanusret. Ia merupakan satu – satunya keturunan yang akan menjadi raja pertama untuk memerintah Mesir. Tetapi pada masa pemerintahan Sanusret, tidak diduga – duga Hexos datang menyerang Mesir dan merampas kekuasaan Sanusret dengan membuhnya. Sanusret wafat ditangan Hexos dan kemudian Siti Hajar dijadikan tawanan perang sebagai budak.

Raja baru mesir ini sangat mencintai keindahan wanita. Sifatnya bak binatang liar karena tidak mampu menahan ghirahnya terhadap wanita layaknya hidung belang. Siti Hajar merupakan wanita cantik nan cerdas. Raja Mesir baru ini tidak kuasa menahan hawa nafsunya untuk tidak menyentuh Siti Hajar. Beberapa kali raja Mesir ini berusaha menyentuh Siti Hajar, tetapi seperti di kutuk raja tak mampu menyentuh hajar. Tangannya terasa lemas dan kaku setiap ia berusaha mendekati Siti Hajar.

Karena kekuatan unik nya ini, Raja Mesir pun kagum kepada Siti Hajar dan memberikan julukan “wanita yang dijaga” untuknya. Seperti sebuah kebetulan, ternyata kekuatan unik ini tidak hanya dimiliki oleh Siti Hajar. Namun, ada satu wanita cantik nan cerdas lainnya yang memiliki kekuatan yang sama yaitu, Sarah kekasih hati Nabi Ibrahim AS. Karena kesamaanya, Raja Mesir menghadiahkan Siti Hajar kepada Sarah sebagai budak.

Ketika tiba dirumah, Nabi Ibrahim AS bingung dengan kehadiran Siti Hajar dan langsung bertanya kepada Sarah “Apa yang terjadi?”. Lalu Sarah menjawab “Allah telah menolak tipu daya raja kafir itu dan ia memberiku pelayan wanita”. Waktu terus berlalu, sementara Sarah belum kunjung hamil sementara usianya semakin tua. Karena kemuliaan hati dan kecintaan pada suaminya akhirnya Sarah memutuskan untuk menawarkan Nabi Ibrahim AS untuk menikahi Siti Hajar agar dapat memiliki keturunan. Lantas Nabi Ibrahim AS terkejut dan berkata “Sesungguhnya aku hanya mencintaimu, dan hanya kamu satu-satunya untukku”. Namun, Sarah bersikeras.

Akhirnya Nabi Ibrahim AS menikahi Siti Hajar dan memiliki seorang anak laki – laki yang dinamakan Nabi Ismail AS. Namun layaknya manusia biasa Sarah dimakan api cemburu. Merasa dirinya tidak dapat memberikan yang terbaik untuk suaminya dan Siti Hajar bisa, Sarah merasa tergantikan. Akhirnya dalam Imam al Tsa’labi (ahli tafsir, 350-430 H) Allah memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk membawa Siti Hajar keluar dari rumah dan bayinya Ismail ke Tanah Hijaz (Makkah).

Maka mereka pun berangkat dengan membawa perbekalan seadanya. Pada waktu itu Makkah sangat tandus. Tak ada pohon, tidak ada air, dan sepi sekali dari manusia. Saat itu mereka melihat ada bukit berwarna merah, di atasnya terdapat bekas rumah tua dari dahan – dahan kayu yang sudah mengering, berhentilah mereka. Tidak lama, Nabi Ibrahim AS diriwayatkan oleh al Thabari (838-923 M) langsung beranjak dari tempat itu tanpa menoleh. Semakin jauh Ibrahim meninggalkannya, Siti Hajar lalu mengejar dan bertanya “Apakah Allah yang memerintahkan kepadamu untuk melakukan ini?”. Tanpa menoleh Nabi Ibrahim AS menjawab dengan singkat “Benar” lalu Siti Hajar menjawab “Kalau Allah yang memerintahkan demikian ini, niscaya dia tidak akan menyia-nyiakan”.

Siti Hajar tampaknya yakin betul dengan Janji Allah. Saat Nabi Ibrahim AS sudah tak lagi kelihatan, Siti Hajar kemudian terdiam dan mengadahkan tangannya berdoa. Siti Hajar kemudian, memandang ke seluruh wilayah di lembah, kosong, gersang dan sangat panas. Lalu ia mendangak dan memandang langit diatasnya sambil berkata “Sesungguhhya, tidak ada kekuatan yang paling dahsyat selain bersersah diri kepada Allah”.

Walaupun terpisah secara fisik akan tetapi kekuatan cinta Siti Hajar dan Nabi Ibrahim AS dengan dibarengi ketakwaannya kepada Allah justru membuatnya semakin kuat :

Ruhnya adalah ruhku, dan ruhku adalah ruhnya

Dan dia memiliki hati dan hatiku adalah hatinya

Dan kami memiliki ruh dan hati yang Satu

Cukuplah dia bagiku, dan cukuplah aku baginya

Waktu berlalu begitu cepat. Perbekalan hidup Siti Hajar dan Ismail pun mulai menipis. Tidak ada air dimana – dimana, air susunya pun sudah mulai kering sementara Ismail kelaparan dan kehausan. Siti Hajar tampak bingung dan gelisah untuk bagaimana ia bisa mencari air ditengah ketandusan ini. Akhirnya dalam kebingungan ia berlari ke atas bukit dan melihat ke bawah. Ia melihat ada sebuah bukit lain, yang kemudian dikenal sebagai Shafa. Ia pun menuju bukit itu untuk mencari sumber air. Tidak terlihat apapun lalu ia kembali mencari dengan mata lelahnya, lalu ia temukan bukit lain yang kemudian dikenal dengan Marwa. Tanpa berpikir panjang ia pun menuju bukit itu. Siti Hajar bolak – balik dari Shafa hingga Marwa sebanyak 7 kali.

Setelah 7 kali bolak – balik dari Shafa hingga Marwa, Siti Hajar pun kelelahan dan putus asa yang kemudian ia memutuskan untuk beristirahat walaupun hatinya tercabik – cabik melihat Ismail yang menangis tak kunjung henti. Tapi kemudian ia ingat untuk berserah diri sambil memandang bayi Ismail dengan penuh harapan akan bantuan Allah. Demikianlah karena kesabaran dan pengorbanan Siti Hajar yang luar biasa, Allah memerintahkan Malaikat Jibril untuk menyentuhkan sayapnya ke tanah sehingga muncul mata air yang mengalirkan harapan kehidupan untuk Siti Hajar dan Ismail. Kemudian kepada mata air itu Siti Hajar berteriak gembira “Zumi, Zumi” dan kemudian mata air itu dikenal sebagai Zam – Zam.

Sungguh mulianya Siti Hajar dengan kesabaran dan ketangguhannya hingga Allah mengirimkan berjuta kemudahan dan cintanya melalui hal – hal yang terduga. SubhanaAllah, (DS).

Sources :

https://www.kompasiana.com/abr_mumtaz/55189085a333117607b664eb/belajar-kesetiaan-dari-siti-hajar-ibrahim-as-dan-ismail-as

https://kalam.sindonews.com/surah/37/as-saffat/100

https://www.sakaran.com/2016/11/tulisan-arab-surat-ibrahim-ayat-35-41.html

https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3771014/kisah-siti-hajar-ibunda-nabi-ismail-as-amp-munculnya-air-zam-zam

https://republika.co.id/berita/ps422i440/sejarah-makkah-berawal-dari-perempuan-ini

https://dalamislam.com/info-islami/keutamaan-siti-hajar-dalam-islam

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/18/06/27/paz7ee313-siti-sarah-wanita-yang-dilindungi-allah-swt