Keutamaan Ibadah Umrah

Umrah Itu Mulia

Meskipun kewajiban setiap muslim adalah berHaji jika mampu. Namun, pelaksanaannya bukanlah perkara mudah. Selain batasan waktunya yakni hanya boleh dilakukan dari tanggal 8 – 13 bulan Dzulhijjah, juga terbatasnya kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi terkait dengan pelaksanaan ibadah Haji ini. Sedangkan Umrah merupakan pilihan tepat bagi umat muslim yang ingin menumpahkan rindu untuk bersimpuh dan bersujud di Tanah Haram.

Allah menjanjikan surga kepada siapa saja yang melaksanakan jihad fi sabilillah, sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadits Ibnu Majah,

“Aisyah radliallahu ‘anha berkata, “Aku berkata; “Wahai Rasulullah, apakah jihad juga wajib bagi wanita?” Beliau menjawab: “Ya. Bagi kaum wanita mempunyai kewajiban berjihad tanpa berperang, yaitu (jihad) Haji dan Umrah.”

Selain jihad bagi perempuan atau orang yang memiliki kelemahan secara fisik, melaksanakan ibadah Umrah juga dapat menjadi sarana penghapus dosa. Imam Bukhari meriwayatkan bahwa,

Suatu Umrah kepada Umrah yang lain adalah kafarrah (menghapuskan dosa) di antara keduanya dan Haji yang mabrur (diterima) itu tidak ada balasan baginya selain syurga.

Umrah di Bulan Ramadhan = Haji

Keutamaan terdahsyat dari ibadah Umrah adalah jika dilakukan pada saat bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan sendiri merupakan bulan yang sarat dengan limpahan berkah. Di mana pada bulan Ramadhan ini, setiap amalan dianggap sebagai ibadah. Apalagi Umrah di bulan Ramadhan, pahalanya sama dengan pahala Haji.

Hal ini sendiri telah disabdakan, Ibnu Majah meriwayatkan,

“Ibnu Abbas radliallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Umrah di bulan Ramadhan menyamai (pahala) ibadah Haji’.”

Bahkan dalam Hadits Bukhari disebutkan bahwa beribadah Umrah pada bulan Ramadhan sebanding dengan beribadah Haji atau Umrah bersama Rasulullah ﷺ. Namun bukan berarti menggantikan kewajiban untuk berHajinya. Sungguh luar biasa sekali pahala yang kita dapatkan jika kita melaksanakan ibadah Umrah di bulan Ramadhan. Siapa yang ingin menolak fadillah Haji bersama Rasulullah ﷺ, semua umat muslim pasti menginginkannya, bukan?

 

Haji Atau Umrah Dulu?

Pertanyaan seperti ini sering kali terlontar dari masyarakat muslim Indonesia yang ingin melaksanakan ibadah baik Haji ataupun Umrah. Apa pasal? Banyak hal yang membuat masayarakat kita bertanya mana ibadah yang seharusnya didahulukan antara Haji atau Umrah. Jika dilihat, ibadah Haji merupakan salah satu rukun yang harus dikerjakan oleh umat Islam yang telah mampu. Sehingga, berHaji mendapat prioritas utama dibanding Umrah.

Terlebih Allah menyebutkan perihal ibadah ini di dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 97, yang artinya: “Mengerjakan Haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa (mengingkari kewajiban Haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari semesta alam.”

Umrah Dulu

Namun demikian, seseorang yang telah memiliki kemampuan (fisik dan finansial) untuk pergi menunaikan Haji pun membutuhkan waktu tungggu yang lama (bertahun-tahun) untuk bisa berangkat karena kuotanya terbatas. Karena yang mendaftarkan diri teramat banyak. Seperti kondisi yang dialami di negara kita saat ini, maka melaksanakan ibadah Umrah bisa menjadi pilihan terbaik. Apa dasar? Hal ini disebutkan jelas dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 166, yang artinya: “Dan sempurnakanlah Haji dan Umrah karena Allah.

Selain itu, hal ini pun diperkuat dalam hadits: Dari Aisyah radiyallahu anha, ia berkata, “ Aku pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah para wanita wajib berjihad?” Beliau jawab “Iya, para wanita wajib berjihad namun tanpa peperangan di dalamnya, yaitu Haji dan Umrah.” (HR. Ibnu Majah)

Kata wajib yang diucapkan Rasulullah , tidak hanya ditujukan terhadap ibadah Haji saja namun ibadah Umrah pun menjadi sandingannya. Hal ini seolah menjadi pilihan terbaik bagi umat muslim di Indonesia yang dikategorikan ‘mampu’ baik secara fisik maupun finansial. Mereka yang sangat ingin menunaikan rukun Islam ke-5 ini dapat memilih untuk mendahulukan ibadah Umrah. Namun tetap berikhtiar dengan mendaftar Haji.

Haji Dulu

Bagi umat muslim dengan dana terbatas yang hanya mampu untuk memenuhi salah satunya (antara Haji atau Umrah) sebaiknya memang tetap mendahulukan ibadah Haji. Meski memang membutuhkan waktu yang tak sebentar untuk mempersiapkannya. Akan tetapi Allah ﷻ pasti melihat niat dan kesungguhan dalam diri kita karena sudah berusaha untuk menunaikan kewajiban yang diperintahkan. Segala amal itu tergantung niatnya. Semoga dalam diri kita sudah punya niatan untuk melaksanakan ibadah Haji atau Umrah demi mengharap ridho Allah. Insya Allah kita akan mendapatkan amal/ pahala atas niat baik yang kita tanamkan di hati, terlebih setelah melaksanakannya.

Pilihan untuk melaksanakan Haji atau Umrah dulu jangan lagi menjadi pertimbangan yang membuat kita galau. Karena keduanya sama-sama perintah Allah ﷻ. Galalulah jika dalam hidup kita sama sekali belum terlintas niatan untuk menunaikannya padahal kita tergolong mampu. Sementara kita tidak pernah bingung atau galau untuk melakukan perjalanan ke tempat lain selain Tanah suci. Mari kita niatkan, kita mulaikan (usahakan dengan mendaftarkan diri atau mulai menabung) dan kita tunaikan (beribadah ke Tanah Suci).

Let’s Go to Hajj!

 

Kapan Aku Bisa Umrah?

Muslim mana sih yang tak ingin pergi mengunjugi Baitullah? Kiblat -yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Ismail- yang biasa dilihat melalui sajadah saat sholat. Muslim mana pula yang tak ingin melihat kota kelahiran Rasulullah ﷺ Makkah? Serta Madinah sebagai tempat beliau membangun Islam dengan jayanya? Bagi setiap muslim, keinginan dan tujuan untuk menjejakkan kaki di Makkah al Mukarramah (kota yang dimuliakan) dan Madinah al Munawwarah (kota yang disinari dan menyinari) seharusnya bukan sekadar keinginan yang terucap lalu menguap begitu saja.

Menghitung Harga Umroh

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, mungkin jumlah dana yang dibelanjakan untuk perjuangan suci, haji maupun umroh, tidak perlu ada pertimbangan-pertimbangan lain. “Saya ingin umroh dengan fasilitas VIP”. Titik, tidak lagi melihat dan mempertimbangkan harga, yang penting baginya berangkat dan beribadah dengan khusyuk di Tanah Suci. Boleh kah (?) tentu saja boleh, dalam Islam kata “Isthitho’a” atau berhaji dan umroh bagi yang “Mampu” tidak dibatasi apakah harus menggunakan fasilitas VIP atau reguler, yang penting adalah niatan ibadah karena ALLAH Ta’ala.

Alhamdulillah, jamaah smartUMRAH 1439 H. Perdana Cordova telah kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat, sehat wal afiat. Program smartUMRAH Customize 9 hari yang berangkat pada hari Sabtu, 11 November kemarin berjalan dengan baik dan lancar. Berikut ini kami rangkum momen-momen kebahagian yang terjalin selama program smartUMRAH 1439 H. perdana ini.

The Beautiful Names of Allah Exhibition, Madinah

Orang Indonesia lebih mengenalnya dengan nama Museum Asmaul Husna. Bila diterjemahkan dari namanya sebenarnya bukan museum, lebih tepatnya pameran. Pameran ini merupakan proyek kreatif dari sebuah perusahaan periklanan bernama Samaya Holding dari Arab Saudi. Samaya Holding memiliki beberapa anak perusahaan yang mengkhususkan diri pada solusi kebutuhan periklanan, pameran, digital printing dan segala yang berkaitan dengan promosi.

Umrah, Sebuah Napak Tilas

Menjadi follower yang terbaik adalah mengikuti langkah sosok “Sang” Lagenda muslim sejati. Bukan hanya persoalan yang bersifat massif, tetapi hal detail nan simple pun menjadi suatu yang kerap diteladankan. Ia adalah panutan umat manusia, kekasih Azza wa Zalla, dan Khotamul Anbiya.

Kurang lebih sebulan lagi, Cordova akan kembali meluncurkan HJE (Holiday Journey Edition) untuk ke-empat kalinya. Destinasi wisata pelancong dunia, Dubai dan Abu Dhabi jadi pilihan utama. Tak sekedar rekreasi belaka, HJE memadukannya dengan perjalanan spiritual di Tanah Suci. Kemeriahan arena hiburan terbesar di dunia, Ferrari World, sensasi lantai 124 Burj Khalifa, akan dilengkapi dengan rasa syukur yang luar biasa di Baitullah, lalu melepas rindu kepada Rasulullah di kotanya.

Love Creates Everything

Cinta adalah fitrah dari penciptaan manusia. Setiap insan mendambakan cinta. Keinginan untuk dicintai menyelimuti perasaan kita hingga seringkali alpha bahwa cinta sejati adalah mencintai. Karena mencintailah, bahagia terasa. Sebaliknya keinginan untuk dicintai kerap berbuah kecewa dan air mata.

Never Ending Journey
Kehidupan di dunia ibarat sebuah perjalanan tiada akhir menuju keabadian. Seorang musafir lazimnya singgah di suatu tempat untuk beristirahat, sedangkan musafir dunia selalu bergerak, melangkahkan kaki tanpa henti. Setiap waktu dalam hidupnya merupakan jarak tempuhnya menuju kampung akhirat. Sebagaimana Nabi Adam yang berasal dari Surga, maka Surgalah sejatinya tempat kembali kita, para musafir dunia.