Keutamaan Ibadah Umrah

Umrah Itu Mulia

Meskipun kewajiban setiap muslim adalah berHaji jika mampu. Namun, pelaksanaannya bukanlah perkara mudah. Selain batasan waktunya yakni hanya boleh dilakukan dari tanggal 8 – 13 bulan Dzulhijjah, juga terbatasnya kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi terkait dengan pelaksanaan ibadah Haji ini. Sedangkan Umrah merupakan pilihan tepat bagi umat muslim yang ingin menumpahkan rindu untuk bersimpuh dan bersujud di Tanah Haram.

Haji Atau Umrah Dulu?

Pertanyaan seperti ini sering kali terlontar dari masyarakat muslim Indonesia yang ingin melaksanakan ibadah baik Haji ataupun Umrah. Apa pasal? Banyak hal yang membuat masayarakat kita bertanya mana ibadah yang seharusnya didahulukan antara Haji atau Umrah. Jika dilihat, ibadah Haji merupakan salah satu rukun yang harus dikerjakan oleh umat Islam yang telah mampu. Sehingga, berHaji mendapat prioritas utama dibanding Umrah.

Kapan Aku Bisa Umrah?

Muslim mana sih yang tak ingin pergi mengunjugi Baitullah? Kiblat -yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Ismail- yang biasa dilihat melalui sajadah saat sholat. Muslim mana pula yang tak ingin melihat kota kelahiran Rasulullah ﷺ Makkah? Serta Madinah sebagai tempat beliau membangun Islam dengan jayanya? Bagi setiap muslim, keinginan dan tujuan untuk menjejakkan kaki di Makkah al Mukarramah (kota yang dimuliakan) dan Madinah al Munawwarah (kota yang disinari dan menyinari) seharusnya bukan sekadar keinginan yang terucap lalu menguap begitu saja.

Menghitung Harga Umroh

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, mungkin jumlah dana yang dibelanjakan untuk perjuangan suci, haji maupun umroh, tidak perlu ada pertimbangan-pertimbangan lain. “Saya ingin umroh dengan fasilitas VIP”. Titik, tidak lagi melihat dan mempertimbangkan harga, yang penting baginya berangkat dan beribadah dengan khusyuk di Tanah Suci. Boleh kah (?) tentu saja boleh, dalam Islam kata “Isthitho’a” atau berhaji dan umroh bagi yang “Mampu” tidak dibatasi apakah harus menggunakan fasilitas VIP atau reguler, yang penting adalah niatan ibadah karena ALLAH Ta’ala.

Alhamdulillah, jamaah smartUMRAH 1439 H. Perdana Cordova telah kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat, sehat wal afiat. Program smartUMRAH Customize 9 hari yang berangkat pada hari Sabtu, 11 November kemarin berjalan dengan baik dan lancar. Berikut ini kami rangkum momen-momen kebahagian yang terjalin selama program smartUMRAH 1439 H. perdana ini.

The Beautiful Names of Allah Exhibition, Madinah

Orang Indonesia lebih mengenalnya dengan nama Museum Asmaul Husna. Bila diterjemahkan dari namanya sebenarnya bukan museum, lebih tepatnya pameran. Pameran ini merupakan proyek kreatif dari sebuah perusahaan periklanan bernama Samaya Holding dari Arab Saudi. Samaya Holding memiliki beberapa anak perusahaan yang mengkhususkan diri pada solusi kebutuhan periklanan, pameran, digital printing dan segala yang berkaitan dengan promosi.

Umrah, Sebuah Napak Tilas

Menjadi follower yang terbaik adalah mengikuti langkah sosok “Sang” Lagenda muslim sejati. Bukan hanya persoalan yang bersifat massif, tetapi hal detail nan simple pun menjadi suatu yang kerap diteladankan. Ia adalah panutan umat manusia, kekasih Azza wa Zalla, dan Khotamul Anbiya.

Kurang lebih sebulan lagi, Cordova akan kembali meluncurkan HJE (Holiday Journey Edition) untuk ke-empat kalinya. Destinasi wisata pelancong dunia, Dubai dan Abu Dhabi jadi pilihan utama. Tak sekedar rekreasi belaka, HJE memadukannya dengan perjalanan spiritual di Tanah Suci. Kemeriahan arena hiburan terbesar di dunia, Ferrari World, sensasi lantai 124 Burj Khalifa, akan dilengkapi dengan rasa syukur yang luar biasa di Baitullah, lalu melepas rindu kepada Rasulullah di kotanya.

Love Creates Everything

Cinta adalah fitrah dari penciptaan manusia. Setiap insan mendambakan cinta. Keinginan untuk dicintai menyelimuti perasaan kita hingga seringkali alpha bahwa cinta sejati adalah mencintai. Karena mencintailah, bahagia terasa. Sebaliknya keinginan untuk dicintai kerap berbuah kecewa dan air mata.

Never Ending Journey
Kehidupan di dunia ibarat sebuah perjalanan tiada akhir menuju keabadian. Seorang musafir lazimnya singgah di suatu tempat untuk beristirahat, sedangkan musafir dunia selalu bergerak, melangkahkan kaki tanpa henti. Setiap waktu dalam hidupnya merupakan jarak tempuhnya menuju kampung akhirat. Sebagaimana Nabi Adam yang berasal dari Surga, maka Surgalah sejatinya tempat kembali kita, para musafir dunia.