Syariat Khitan

DEFINISI KHITAN

Al khitan diambil dari bahasa Arab kha-ta-na, yaitu memotong. Sebagian ahli bahasa mengkhususkan lafadz khitan untuk laki-laki, sedangkan untuk perempuan disebut dengan khifadh.  Adapun dalam istilah syariat, dimaksudkan dengan memotong kulit yang menutupi kepala zakar bagi laki-laki, atau memotong daging yang menonjol di atas vagina, disebut juga dengan klitoris bagi wanita.

SEJARAH KHITAN 

Dalam sejarah dicatatkan bahwa sejatinya Khitan merupakan satu diantara sekian kebudayaan yang sifatnya kuno, ditradisikan bukan hanya umat muslim saja,bahkan bangsa Samit Purba serta berbagai bangsa Amerika dan Afrika, Polinesia,Australia dan Indonesia bahkan ada  sejumlah riwayat dan literatur yang menerangkan bahwa khitan ini telah ada sejak zaman Nabi Adam AS. Bahkan, bangsa-bangsa terdahulu juga melakukan hal yang sama.

Pada masa Babilonia dan Sumeria Kuno, yakni sekitar tahun 3500 Sebelum Masehi (SM), mereka juga sudah melakukan praktik berkhitan ini. 

Begitu juga pada masa bangsa Mesir Kuno sekitar tahun 2200 SM. Prasasti yang tertulis pada makam Raja Mesir yang bernama Tutankhamun, tertulis praktik berkhitan di kalangan raja-raja Firaun.

Tak hanya Babilonia, Sumeria, dan Mesir Kuno, orang-orang Yahudi juga mengenal tradisi berkhitan. Mereka menaruh perhatian besar terhadap praktik berkhitan ini. Dalam kitab Talmud–tafsir atas Zabur, yakni kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud AS–disebutkan, orang yang tidak berkhitan termasuk dalam golongan orang musyrik yang jahat. Bahkan, banyak teks injil yang menyatakan bahwa berkhitan merupakan suatu hal yang sangat baik. 

Bangsa Arab jahiliyah, yakni sebelum datangnya agama Islam, juga sudah terbiasa melakukan khitan. Hal ini dilakukan untuk mengikuti tradisi leluhur mereka, yaitu ajaran Ibrahim AS.

KHITAN, SYARIAT NABI IBRAHIM ALAIHISSALAM

Khitan merupakan salah satu ajaran yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Ibrahim Alaihissallam untuk dilaksanakan, disebut sebagai “kalimat” (perintah dan larangan). Beliau Alaihissallam telah menjalankan perintah tersebut secara sempurna, sehingga beliau dijadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai panutan dan imam seluruh alam. Dalam surat al Baqarah Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

 وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ “

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Rabb-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. 

Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “JanjiKu (ini) tidak mengenai orang-orang yang lalim”. [al Baqarah : 124]. 

Khitan termasuk fitrah yang disebutkan dalam hadits shahih. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata :

 الفِطْرَةُ خَمْسُ : الخِتَانُ وَالاسْتِحْدَادُ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَتَقْلِيْمُ الأَظْفَارِ وَقَصُّ الشَّارِبِ “

Lima dari fitrah yaitu khitan, istihdad (mencukur bulu kemaluan), mencabut bulu ketiak, memotong kuku dan mencukur kumis”.

HIKMAH DAN FAEDAH KHITAN 

  1. Khitan merupakan kemulian syariat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala peruntukkan untuk hambaNya.
  2. Sebagai tanda ‘ubudiah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,
  3. Khitan merupakan kesucian, kebersihan dan hiasan bagi hambaNya yang hanif
  4. Dengan berkhitan -terutama seorang wanita- dapat menetralkan nafsu syahwat
  5. Bagi wanita yang berkhitan dapat mencerahkan wajah dan memuaskan pasangan.
  6. عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ اْلَأنْصَارِيَة أَنَّ امْرَأَةً كَانَتْ تًخْتِنُ بِالْمَدِيْنَةَ فَقَالَ لَهَا النَّبِي صلى الله عليه وسلم : لَا تُنْهِكِي فَإِنَّ ذلِكَ أَحْظَى لِلْمَرْأَةِ وَأَحَبُّ إِلَى اْلبَعْلِ “

Dalam hadits Ummu `Athiah, bahwa seorang wanita di Madinah berprofesi sebagai pengkhitan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Janganlah dihabiskan. Sesungguhnya, itu akan menguntungkan wanita dan lebih dicintai suami

  1. Setan berdiam pada tempat-tempat yang kotor, termasuk pada kulit yang tidak berkhitan

HUKUM KHITAN 

Para ulama berselisih dalam permasalahan ini, terbagi kepada tiga pendapat. 

Pendapat Pertama : Khitan itu wajib bagi laki-laki dan perempuan. Pendapat ini merupakan mazhab Syafi`iyah , Hanabilah dan sebagian Malikiyah rahimahullah, dan dari ulama terkemuka dewasa ini, seperti pendapat Syaikh al Albani.

Pendapat Kedua : Khitan itu sunnah (mustahab). Pendapat ini merupakan mazhab Hanafiyah], pendapat Imam Malik dan Ahmad. 

Pendapat Ketiga : Khitan wajib bagi laki-laki dan keutamaan bagi wanita. Pendapat ini merupakan satu riwayat dari Imam Ahmad, sebagian Malikiyah dan Zhahiriyah rahimahullah. 

Ad du’a silahul mu’min – Doa itu senjatanya orang beriman

Kekuatan Doa Nabiyullah Ibrahim alaihis sholatu wasalaam, Allah abadikan dalam beberapa ayat dalam Al Qur’an sebagai sebuah bentuk leg

itimasi, Diantaranya dalam suroh QS. Ash Shaffaat: 100

“Duhai Rabbku, anugrahkanlah kepadaku keturunan yang termasuk orang-orang yang saleh”.

Juga Allah hadirkan dalam QS Al-Baqarah ayat 126 tatkala meninggalkan Hajar dan Ismail Kecil: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian.”

Begitupula tatkala membuat pondasi Ka’bah bersama Ismail dalam surat Al-Baqarah ayat 127:
“Ya Tuhan kami terimalah amalan kami sesungguhnya Engkaulah Sang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Juga dalam ayat 128, “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Pun kepada keluarganya agar Allah jaga:

“Ya Tuhan kami jagalah mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” QS Ibrahim 37.

Bahkan Allah legitimasi permohonannya di ayat 129 di surotul Baqoroh:
“Ya Tuhan kami utuslah ditengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-MU dan mengajarkan kitab dan Hikmah kepada mereka dan menyucikan mereka. Sungguh Engkaulah yang Mahaperkasa Mahabijaksana.”

Berdoa tidak hanya bukti kecintaan seorang hamba pada pemiliknya, tapi juga kebergantungan, ketaatan serta penghambaan dan pengakuan bahwa tanpa Kekuatan Doa, kita bukan siapa siapa…

Kapan Pergi Haji? Kapan-kapan?

Sebuah pertanyaan menggelitik bagi kita yang sudah memiliki kesanggupan namun belum merasa siap untuk berangkat haji. Tatkala kebutuhan-kebutuhan pokok telah terpenuhi. Ada rumah untuk berteduh, ada kendaraan, ada cukup dana untuk kebutuhan keluarga, apalagi yang mengganjal kita untuk pergi haji?

Setiap kali menunda, biasanya akan muncul terus godaan yang makin sulit untuk ditolak, peluang investasi menarik yang belum tentu datang tiap saat, cita-cita menyekolahkan anak di tempat bergengsi, renovasi rumah yang tak kunjung kelar, ataupun masalah klasik, seperti pernah bikin “dosa” di masa lalu yang bikin takut dibalas saat nanti haji. Realita dan mitos yang menghantui kita ini kian meredupkan niat kita.

Ada pula yang hati-hati memilih travel. Saking berhati-hatinya, hingga tak kunjung daftar. Masih pilih-pilih, mana yang fasilitasnya mantap, harga terjangkau, siapa ustadznya, berapa lama, dan seabrek pertanyaan yang membuat bingung diri sendiri.

Mari sudahi saja. Bila kita ada kelapangan rezeki segeralah berangkat haji. Jangan ditunda-tunda. Karena umur siapa sangka, sedangkan haji hukumnya wajib bagi yang mampu. Maka yang sudah mampu jangan dibuat-buat menjadi tidak mampu. Bila belum ada kelapangan rezeki, mulailah menabung. Bila ajal menjemput namun haji belum terlaksana, semoga tabungan itu walaupun baru hanya 100 ribu rupiah, menjadi bukti niat serius kita di hadapan Allah yang maha kuasa. Let’s go hajj !

Ready For UN 2016

Bismillahirrahmanirrahim
“ALLAHummaj’allumi wal imtihanaati minannasihiina,”
“Ya ALLAH jadikanlah belajar & ujianku berada dalam keberhasilan.”
“Bismillah, ALLAAHumma ‘allimnii bimaa yanfa’unii wanfa’nii bimaa ‘allamtanii innaka antal ‘aliimulkhabiiru.”
“Ya ALLAH, ajarilah aku akan segala hal yang bermanfaat bagiku dan berilah manfaat semua pengetahuan yang telah aku pelajari.
Sungguh Engkau Zat Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana ”

Cordova Travel – Ready For UN 2016

Seperti janji pada artikel sebelumnya, kita akan mengulas bagaimana Cordova punya ‘gaya’ dalam memaknai Ramadhan tahun ini. Yah, setiap datang Ramadhan, semua asa pada team ini focus memberikan yang terbaik pada bulan terbaik. Jejak yang telah tebal membekas dalam perjalanan kita, kembali dikembalikan pada titik nol. Titik untuk kembali menuju sebuah harap yang terpancar dalam sanubari. Titik yang akan menghapus segala ‘jejak kotor’ dalam bagian perjalanan kita.

Siapapun orangnya, tidak akan pernah bisa lari dari ‘jeratan’ nostalgia. Rangkaian sejarah akan selalu melingkup perjalanan utuh manusia. Bak lingkaran, ia akan menjadi aspek penting dari bagian lingkar sebuah roda. Sama pentingnya dengan masa depan yang akan dilangkah, karenanya dimensi waktu selalu terbagi pada 3 masa: Yesterday, Today dan Tomorrow (Al-Amsi, Al-aan, dan Ghoddan). Pun demikian dengan saya,

CORDOVA bisa menjamin, jika kita ingin bangga dengan apa yang pernah diraih oleh Islam, maka datanglah ke negeri Andalusia, terutama bentangan indah kota Cordoba dan pelosok kota yang bergaris lurus dengan apa yang pernah Islam lalui. Setiap jengkal tanah, berhembus nafas Islam yang kental. Mozaik yang begitu indah, detail dan mengagumkan tak kan pernah memjemukkan mata. Setiap lirikan pada satu bangunan islam modern, maka kan ditemukan jiwa Islam sesungguhnya, indah,

Kemuliaan akhlak Rasulullah senantiasa menarik perhatian kita. Beliau merepresentasikan ajaran Islam tentang bagaimana memperlakukan orang di sekitar kita. Takkan sulit bagi kita mencari contoh bagaimana berinteraksi dengan sesama muslim dan juga non muslim, karena tak ada dan tak akan ada manusia seantero jagad yang biografinya ditulis demikian lengkap.