Breaking News

Test Smart Tips 2

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Test Smart Tips

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Ibadah haji adalah ibadah banyak melibatkan gerak. Ini tercermin dari kegiatan Tawaf, Sa’I, dan Lontar Jumrah. Haji juga tinggi mobilitas, melibatkan pergerakan antar wilayah Mekkah, Mina, Arafah, Muzdalifah dalam waktu yang cukup singkat, 6 hari saja. Belum lagi menetapnya jamaah di tenda saat Wukuf di Arafah, dan Mabit (bermalam) di Mina. Keduanya merupakan area lapang di tengah padang pasir dalam cuaca yang ekstrim.

Jamaah pastinya perlu fisik yang prima untuk melaksanakan Rangkaian ibadah haji. Bagaimana mempersiapkan fisik yang siap menghadapi itu semua. Mari kita simak tips berikut ini.

1. Giat berolah raga. Tak perlu olahraga berat apalagi angkat beban. Cukup rutin berjalan kaki selama beberapa menit setiap hari atau beberapa kali setiap minggu. Ini akan membiasakan kita menghadapi etape yang mengharuskan berjalan kaki seperti Tawaf, Sa’I dan lontar jumrah.

2. Konsultasikan dengan dokter sedini mungkin apabila ada penyakit yang diderita atau kendala fisik saat ini yang perlu diantisipasi kelak saat ibadah haji

3. Bagi wanita usia subur, harap konsultasikan dengan dokter perihal jadwal menstruasi saat menjalankan ibadah haji nanti.

4. Teladani pola hidup sehat dan pengobatan ala Rasulullah sebagai salah satu ikhtiar kita untuk sehat. Misalnya: makan secukupnya, berbekam, mengurangi aktifitas setelah waktu Isya, puasa, dan shalat tahajud.

5. Konsumsi makanan sehat dan suplemen kesehatan. Beberapa diantaranya yang dicontohkan Rasulullah seperti Madu, Zaitun, Kurma, habbatussauda. Untuk infuse water pun demikian. Rasulullah menggunakan rendaman Kurma sebagai minuman dengan cara pembuatan seperti infused water

6. Untuk kesehatan mental, Rasulullah mencontohkan untuk memperbanyak berdzikir serta menjadikan membaca Al Qur’an sebagai obat hati. Jangan lupa, kesehatan mental akan mempengaruhi kesehatan fisik. Untuk dapat mempersiapkan haji, kita memerlukan ketenangan jiwa.

7. Jauhi pola hidup yang dapat merusak kesehatan seperti sering begadang, merokok, mengkonsumsi softdrink dan junkfood, dan stress

Nah, sekarang smartFOLKS sudah tau kiat-kiatnya. Jangan lupa di catet ya! Karena sesungguhnya ilmu hanya dapat diikat dengan menulis. Dan jangan lupa juga, praktekin!

Salam sehat!

Empat belas abad yang lalu kita telah diperingatkan oleh Baginda Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam akan bahayanya bergelimang dunia.

Sebagaimana diriwayatkan dari Amr Bin ‘Auf al-Anshari radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Abu Ubaidah Bin Jarrah radhiyallahu ‘anhu ke Bahrain untuk mengambil jizyah dari penduduknya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerima permintaan damai dari penduduk Bahrain dan beliau mengangkat al-Ala’ Bin al-Hadhrami untuk menjadi ‘amir (pemimpin) di sana.

Ketika Abu Ubaidah datang dari Bahrain dengan membawa harta jizyah itu, para sahabat kaum Anshar mendengar kedatangan Abu Ubaidah ini. Maka merekapun berkumpul untuk menghadiri shalat shubuh bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika telah selesai shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung keluar. Namun mereka berusaha merintangi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika melihat mereka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersenyum kemudian berkata, “Saya mengira kalian telah mendengar kedatangan Abu Ubaidah membawa sesuatu dari Bahrain?”

Mereka berkata, “Benar wahai Rasulullah.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

“Kalau begitu, bergembiralah dan berharaplah memperoleh sesuatu yang melapangkan diri kalian. Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku kahwatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.”

 (Hadits riwayat Muslim (2961) dan al-Bukhari (6425), dan Ibnu Abi ad-Dunya dalam kitab tentang Zuhud hal. 73)

Di penghujung masanya, Andalusia pecah menjadi 23 kerajaan kecil. Sesama kerajaan ini diwarnai dengan permusuhan. Demikian parahnya hingga ada kerajaan yang berkolaborasi dengan Kerajaan Kristen untuk menghancurkan kerajaan lainnya, padahal mereka adalah saudara sesama muslim.

Granada yang menjadi benteng terakhir pertahanan Umat Islam di Spanyol, akhirnya berhasil direbut tentara Kristen dibawah komando Raja Ferdinand dan Ratu Isabella pada 2 January 1492.

Selebihnya adalah sejarah kelam hingga cahaya peradaban Muslim Spanyol padam. Pembantaian demi pembantaian terjadi, 

Ferdinand dan Isabella juga mengeluarkan Dekret Alhambra yang memerintahkan seluruh Yahudi untuk meninggalkan Spanyol. Di tahun 1502 umat Islam diberi dua opsi. Pertama, memeluk Kristen atau pergi meninggalkan Spanyol. Maka mereka berduyun-duyun meninggalkan Spanyol. Sebagian Muslim memilih masuk Kristen. Meski demikian, diantara mereka ada yang tetap memeluk Islam secara sembunyi-sembunyi. Inipun masih dianggap sebagai ancaman. Sehingga mulai tahun 1508 apapun yang  bernuansa Islam, dilarang. Bahasa Arab dilarang digunakan, anak-anak Umat Islam dipaksa dididik oleh pendeta Kristen.

Di tahun 1609-1614 Raja Philip III mengusir lebih dari 300.000 Umat Islam. Namun anak-anak berusia di bawah 7 tahun dilarang turut serta. Ia tidak ingin anak-anak tumbuh menjadi seorang Muslim di kemudian hari.

Sungguh benar yang dipesankan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Janganlah kalian saling mendengki, janganlah saling tanajusy (menyakiti dalam jual beli), janganlah saling benci, janganlah saling membelakangi (mendiamkan), dan janganlah menjual di atas jualan saudaranya. Jadilah hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara untuk muslim lainnya. Karenanya, ia tidak boleh berbuat zalim, menelantarkan, berdusta, dan menghina yang lain. Takwa itu di sini–beliau memberi isyarat ke dadanya tiga kali–. Cukuplah seseorang berdosa jika ia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya itu haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.’” 

 [HR. Muslim no. 2564]

Perjalanan pemerintahan Andalusia selama 7 abad diwarnai konflik dengan kerajaan-kerajaan Kristen Eropa, perang saudara, dan masalah politik, Meskipun demikian, umat Islam tetap berhasil mengukir tinta emas di berbagai bidang kehidupan. Kala itu pendidikan tidak mengenal pemisahan antara ilmu agama dengan ilmu lainnya sehingga melahirkan ilmuwan multidisiplin ilmu. Terdapat Abu Bakr ibn Thufail, dari Wadi Asy, banyak menulis bidang kedokteran, astronomi dan filsafat. Lalu Ibn Rusyd, filsuf ternama yang juga ahli Fiqih.

Dari bidang Sains terdapat Abbas Ibn Famas, sang penemu pembuatan kaca dari batu. Beliau seorang ahli kimia dan astronomi. Kemudian Ibrahim ibn Yahya Al-Naqqash pembuat teropong modern yang dapat menentukan jarak antara tata surya dan bintang-bintang. Tak hanya didominasi laki-laki, terdapat Umm al Hasan bint Abi Ja’far dan saudara perempuan Al Hafidz, kedua wanita yang ahli di bidang kedokteran. Belum lagi pakar-pakar di bidang Geografi, fiqh, music dan seni, serta sastra.

Salah satu bukti kegemilangan peradaban kala itu terlihat dari bangunan-bangunannya, seperti kota, istana, masjid, sistem irigasi, dan taman. Terdapat 600 masjid, 900 pemandian, 50 rumah sakit di Cordova, Istana Alhamra dan benteng di Granada, Masjid Al-Damagin, dan Masjid Del Cristo de Lalus di Toledo, serta masjid Agung Seville dan Istana Alcazar di Seville.

Dalam masa penuh gemerlap dunia, justru timbul perpecahan dan perseteruan. Kekuasaan menjadi rebutan. Andalusia mulai terpecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil. Padahal, bahaya kian  mendekat sejak mulai solidnya kerajaan-kerajaan Kristen di sekeliling Andalusia.

Maka akhirnya satu-persatu kerajaan kecil ini jatuh ke Tangan kerajaan Kristen. Hingga satu saja yang tersisa, Granada.

Pernah jatuh cinta? Berjuta rasanya, bukan? Cinta membuat orang melakukan apapun demi yang dicintainya. Cinta terpancar dari pasangan suami istri, orang tua kepada anaknya, juga dari mukmin kepada orang mukmin lainnya. 

Cinta tertinggi adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Kaum muslimin rela mengorbankan harta dan nyawa mereka demi cinta yang hakiki. Cinta inilah yang menyebarkan peradaban Islam ke segala penjuru dunia. 

Cinta kepada selain Allah dan Rasul-Nya dapat saja membutakan, memancing penghianatan, kejahatan dan keserakahan.  Cinta kepada harta, tahta, keturunan, dan segenap gemerlap dunia, telah banyak meruntuhkan segenap peradaban-peradaban yang pernah ada di muka bumi. Inilah pula yang terjadi dengan pasang surutnya peradaban Muslim di Eropa.

Atas dasar cinta Ilahi, tentara muslim dibawah Tariq bin Ziyad pada tahun 711 M menyebrangi selat Gibraltar dan menaklukkan Spanyol. Satu persatu wilayah Eropa meliputi Spanyol, Portugal, dan Perancis Selatan, takluk dalam genggaman kaum Muslimin. Seluruhnya dibawah naungan Andalusia, yang merupakan bagian dari Kekhalifahan Umayyah di Damaskus. 

Pada tahun 740-an, terjadi perang saudara yang menyebabkan melemahnya kekuasaan khalifah di Andalusia. Pada tahun 746, Yusuf Al Fihri memenangkan perang saudara tersebut, menjadi seorang penguasa yang tidak terikat kepada pemerintahan di Damaskus.

Pada tahun 750, Bani Abbasiyah menjatuhkan pemerintahan Umayyah di Damaskus. Tetapi pada tahun 756, pangeran Umayyah di pengasingan, Abdurrahman I berhasil melengserkan Yusuf Al Fihri. Abdurahman I bergelar Amir Cordova yang berkuasa atas wilayah Andalusia. Ia menolak untuk tunduk kepada kekhalifahan Abbasiyah. Kepemimpinan Andalusia berikutnya diwariskan kepada keturunannya dengan wilayah kekuasaan yang pasang surut. Bahkan Amir Abdullah bin Muhammad hanya menguasai wilayah Cordova saja.

Pada kepemimpinan Abdurrahman III di tahun 912, wilayah Andalusia berhasil dikuasai kembali Keamiran Cordova. ia kemudian mengangkat dirinya sebagai Khalifah pada tahun 929 sehingga keamiran ini sekarang memiliki kedudukan setara dengan kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad dan kekhalifahan Syi’ah di Tunis.

Periode kekhalifahan inilah masa keemasan Andalusia. Peradaban Islam ini menerangi Eropa dengan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan, pertanian, ekonomi, dan seni budaya. Kaum Muslim dan non-Muslim dari luar negeri berduyun-duyun belajar di berbagai perpustakaan dan universitas terkenal di Andalusia. 

اِنۡ هُوَ اِلَّا وَحۡىٌ يُّوۡحٰىۙ‏ وَمَا يَنۡطِقُ عَنِ الۡهَوٰىؕ

“Tidaklah ia (Rasulullah ) bertutur berdasarkan keinginan hawa nafsunya, akan tetapi merupakan wahyu yang diberikan” (Qs. An Najm : 3-4)

smartFOLKS suka heran ngga sih sama dunia? Karena saya selalu..

Sudah hampir 1 tahun sibuknya dunia terhenti. Seolah – olah kita semua merupaka Guinea Pig dari penilitan sebuah simulasi sistem teknologi. Rasanya lambat sekali, namun berat. Kemarin saya duduk didepan teras rumah sambil menyesapi teh panas varian buah peach dari Inggris. Nikmat sekali rasanya, dapat sedikit menyembuhkan hati yang gundah gulana melihat kekacauan dunia.

Saya ngga ngeluh, hanya sedikit dibuat bingung.

Kenapa sih ini terjadi?

Bukankah hidup ini sudah cukup menjadi teka-teki?

Kenapa manusia masih mempersulit lagi?

Brazil meraih rekor kemenangan terbanyak dalam sepak bola kerap menang berturut – turut sebanyak 73 pertandingan di piala dunia. Sementara Indonesia baru saja mencetak rekor kasus Covid-19 terbanyak per harinya. Ngga usah dipikirin kenapa, kalau kata Dilan “Ini berat, kamu ngga akan kuat” 

Selama bekerja dari rumah saya merasa kurang produktif. Kok hari dilewatkan gini – gini aja ya. Keluh saya didalam hati. Selalu begitu. Apalagi malam-malam saat dunia sedang hening. Pikiran kadang lebih berisik. Lalu saya putuskan untuk bicara dengan teman melalui video call.

30 menit berbicara lewat telepon genggam. Rasanya jauh lebih ringan karena dapat bertukar pikiran. Teman saya ini lulusan Universitas terkenal di Inggris. Imannya luar biasa kokoh ditengah hiruk-pikuk dunia barat. “Allah tests us with what we love. Dunia terasa terhenti bukan tanpa alasan.” Tuturnya ditengah pembicaraan “Last night my mom called me, we talked about so many things. But one thing stuck in my head. Kenapa orang muslim jauh lebih takut penyakit dibandingkan Tuhannya. Padahal Allah jelas bilang, every hardship comes with ease. Malu ngga sih sebagai orang islam kalau panik?” Lanjutnya. “The only thing we can do, is to move forward as a sign of gratefulness”

Allah tests us with what we Love. Dunia terhenti bukan tanpa alasan. The only thing we can do, is to move forward as a sign of gratefulness.

Seketika saya malu. Kalimat ini hidup di kepala saya secara gratis. Sial. Maki saya pada diri sendiri. Mau tenang malah jadi gelisah lagi. 

Paska perbincangan, saya langsung ngebut mulai lebih aktif  lagi baca – baca buku. Dari mulai buku motivasi, buku islam, jurnal, mendengarkan talkshow melalui Podcast, belajar masak. Hampir semua hal saya coba-coba selama setahun belakangan ini semasa pandemi sebagai bentuk rasa syukur.

Tidak saya sangka ternyata saya suka menulis. Lantas saya tanya kepada ibu saya “Mah, ternyata saya suka nulis.” Rupanya ibu sudah terbiasa dengan saya menulis “memang kamu itu suka sajak sejak kecil. Tidak suka film romansa, kamu lebih cinta kata-kata” tuturnya menjawab. Pandemi ini mengajarkan saya bahwa Allah memang dekat. Baik sekali tidak membiarkan saya sendirian. Membukakan pintu baru dan ilmu baru buat saya. Termasuk saat saya sedang membuka kulkas dapur dan menemukan sebuah botol kecil di lemari penyimpanan bumbu dapur bertuliskan “Qisthul Hindi”.

Teka Teki macam apalagi ini?

Surat saya dalam hati.

Setelah browsing di internet, ternyata, Qisthul Hindi atau Al Qusthul Hindi ini merupakan Thibbun Nabawi atau Obat non medis yang merujuk pada Tindakan dan perkataan Nabi.

The Healer of Seven

Apa sih sebetulnya Qust Al Hindi itu?

Jadi gini smartFOLKS, Qust Hindi (Qust Al Hindi atau Indian Costus) adalah batang hitam atau kayu yang diambil dari pohon bernama Al Qust (Costus). Batang ini berasal dari India. Sebagaimana telah disabdakan Nabi Muhammadm bahwa dalam Qust Hindi (Kayu India) ini mengandung sejuta bahan yang dapat menyembuhkan 7 penyakit diantaranya penyakit paru – paru.

This image has an empty alt attribute; its file name is IMG_8668-1120x680.jpg

حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ قَالَ سَمِعْتُ الزُّهْرِيَّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ أُمِّ قَيْسٍ بِنْتِ مِحْصَنٍ قَالَتْ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عَلَيْكُمْ بِهَذَا الْعُودِ الْهِنْدِيِّ فَإِنَّ فِيهِ سَبْعَةَ أَشْفِيَةٍ يُسْتَعَطُ بِهِ مِنْ الْعُذْرَةِ وَيُلَدُّ بِهِ مِنْ ذَاتِ الْجَنْبِ وَدَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِابْنٍ لِي لَمْ يَأْكُلْ الطَّعَامَ فَبَالَ عَلَيْهِ فَدَعَا بِمَاءٍ فَرَشَّ عَلَيْهِ

“Telah menceritakan kepada kami Shadaqah bin Al-Fadl telah mengabarkan kepada kami Ibnu ‘Uyainah dia berkata: saya mendengar Az Zuhri dari ‘Ubaidullah dari Ummu Qais binti Mihshan berkata: saya mendengar Nabi ﷺ bersabda:

“Gunakanlah dahan KAYU INDIA, karena di dalamnya terdapat 7 macam penyembuh dan dapat menghilangkan penyakit (racun) di antaranya adalah RADANG PENYAKIT PARU.

Ibnu Sam’an dalam haditsnya: “Karena sesungguhnya padanya terdapat obat dari tujuh macam jenis penyakit, di antaranya adalah RADANG PENYAKIT PARU (DADA).”

Lalu aku menemui Nabi ﷺ sambil membawa bayiku yang belum makan makanan, lalu bayiku mengencingi beliau, maka beliau meminta air dan memercikinya.” (HR. Al-Bukhari No. 5260)

Biar smartFOLKS tambah yakin, saya kasih manfaat Qusthul Hindi bagi Kesehatan tubuh kita, diantaranya :

  1. Radang Tenggorokkan 
  2. Penyakit Paru-paru
  3. Mencegah kanker dan virus jahat
  4. Melancarkan sistem pencernaan 
  5. Merawat Kesehatan Rahim
  6. Meningkatkan sistem imunitas / kekebalan tubuh kita

Manusia memamang sering rumit padahal solusinya sudah di depan mata. Sebagian orang pasti masih ragu. Tapi coba smartFOLKS lihat hadist yang tertera paling awal.

“Tidaklah ia (Rasulullah ) bertutur berdasarkan keinginan hawa nafsunya, akan tetapi merupakan wahyu yang diberikan” (Qs. An Najm : 3-4).

Manusia itu memang default setting nya egois. Itu juga salah satu penemuan saya yang diperkuat selama pandemi. People are selfish. Kenapa susah-susah percaya sama manusia.

Ini sedikit curhatan saya mengenai dunia. Saya ngga sama sekali nyangka dapat bertahan sejauh ini kalau bukan karena Allah lewat Random Talk sama teman saya dari 32368 km jauhnya.

Kalau boleh tau, Penemuam smartFOLKS apa selama pandemi?

Kemarin dapat kiriman Habbatussauda gratis dari teman. Mawar Namanya. Setidaknya itu yang saya tahu. Secantik Namanya, mawar merupakan pelancong negeri nan baik hati.Hobinya traveling kesana kemari. From Indonesia to Kilimanjaro. Lupa, beliau juga suka trekking.

Satu quotes yang saya suka dari Mawar. 

Hiking isn’t about how much you run nor about the final destinantion. Hiking is about being selfless.

Kalau kata Mawar, Trekking atau Hiking akan selalu memaksa kita untuk berdamai dengan diri kita dan merasakkan betapa rendahnya kita sebagai manusia. “Gak ada pilihan” ujaranya menggebu-gebu saat bertamu kerumah saya dengan keluarganya lengkap dengan adiknya yang baru lulus SMA.

Niat mawar hanya ingin bertegur sapa. Katanya rindu bersua dan bercanda. Siapa yang tidak. ujar saya dalam hati. Beliau juga bercerita betapa meenyenangkannya mendaki gunung Kilimanjaro yang terletak di Afrika ini. “puas banget! The view paid it all. Oh ya,  habbats nya jangan lupa diminum. Sebelum trekking buat stamina, saya selalu minum 2 kapsul” cerita nya.

Setelah nostalgia zaman SMA, dan berbincang sedikit tentang buah tangan yang dibawanya. saya bergegas mengantar Mawar pulang karena hari sudah beranjak gelap. Setelah membereskan ruang tamu, saya langsung terbirit tak sabar duduk di meja kerja ayah. Meja kerja ayah ini tempat paling favorit dari dulu. Selain kursinya yang mahal, meja kerja ayah gak pernah sepi. Pasti ada isyarat cinta pada keluarga. Iya, foto-foto saya dan adik dari bayi hingga sekarang. Ayah juga selalu memasang foto ibu sebagai wallpaper komputernya. Kalau dibandingkan seribu bintang diatas, cinta ayah terhadap ibu masih dapat mengalahkan cahayanya.

Bersyukur dimasa pandemi ini orang-orang jadi banyak yang lebih perduli akan sesama. Saling memberi. Seperti Mawar yang secara spesial mengirimkan Habbatussauda untuk saya. Habbatussauda itu saya gak suka banget baunya. Tapi smartFOLKS tau ngga sih? Habbatussauda ini banyak banget manfaat keesehatannya. Informasi ini pertama di teliti oleh Ibnu Sina, filsuf dunia medis yang dijuluki sebagai Bapak Kedokteran Modern. Ia menuliskan hasil penelitiannya dalam buku yang berjudul Canon of Medicine

Habbatussauda atau minyak jintan hitam berasal dari biji bunga Nigella sativa. Mereka pada umumnya hidup di tanah Asia Selatan dan Barat. Sudah berabad-abad lamanya, tumbuhan yang satu ini terkenal akan manfaat kesehatannya.

Secara ilmiah, Habbatus Sauda terbukti mampu mengaktifkan kekebalan spesifik karena mampu meningkatkan kadar sel-sel T pembantu, sel T penekan, dan sel pembunuh alami. Kandungan aktif Habbatus Sauda, yakni thymoquinone (TQ), dithymouinone (DTQ), thymohydroquimone (THQ), dan thymol (THY).

Habbats ternyata juga dapat menyembuhkan berbagai penyakit kronik seperti, Asma dan Diabetes tipe 1. Habbats juga mampu meningkatkan Kesehatan hati dan ginjal, meningkatkan kekebalan tubuh, dan yang pasti meningkatkan rasa cinta pada Allah Subhannahu Wa Ta ‘ala.

“Sesungguhnya di dalam Habbatussauda (jintan hitam) terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit, kecuali kematian (Takdir).” (HR Bukhari).

And I quoted “Life is the flower for which love is the honey” from Victor Hugo, penulis asal Prancis yang paling saya suka. Selalu melambangkan cinta sebagai sebuah kisah paling ternuansa. Tiada tanding.

Baru saja kemarin saya bincang – bincang rindu dengan ibu saya yang hendak pergi berbelanja. “Kamu diatas melulu” keluhnya sambil mengelus dahi. Memang. Beberapa hari ini saya sedang disibukkan dengan novel baru. Saking asyiknya terkadang suka lupa dunia nyata. Ini terdengar buruk, namun ini kenyataan. Membaca buku menurut saya merupakan pelarian tepat dari seisi dunia yang tunduk runduk.

Apalagi hari libur, hari-hari ini biasanya yang membuat saya lebih terlena. Tiba – tiba terdengar dertakkan kaki yang begitu tegas membuat saya bersiap. Ibu. Ucap saya dalam hati. Seperti tahu anaknya menggila, langsung dibukannya pintu kamar berbalut jati ini. “Nak, minum lah ini. Sedang Corona bukan waktunya menghibur diri. Harus tetap siaga” sambil menyodorkan jar berisi cairan kental berawarna cokelat gelap. “Apa ini?” kelabakan saya menghindar. “Madu. Lihat bibir ibu?” sambil menunjuk bibirnya yang merah-merona. “Lihat” Saya jawab dengan terheran. “ibu selalu ibaratkan madu sebagai isyarat cinta Allah” jelasnya dengan tersenyum. Tersontak, saya Kembali bertanya “Bukankah Allah cinta tanpa syarat dan isyarat?”. “Kata siapa?” tantangnya “kamu itu kufur nikmat. Kurang perduli dengan lingkungan sekitar. 

Allah memang tidak mencintai dengan syarat. Namum Allah akan selalu mencintai dengan isyarat”. “Really?” jawab saya terheran. Sambil mengelus kepala saya, ibu bekata “Manusia terlalu bodoh untuk mencintai dan dicintai Allah tanpa isyarat.”

Manusia terlalu bodoh untuk mencintai dan dicintai Allah tanpa isyarat.

Pikiran saya berkelana kesana dan kemari. Apa sebegitu angkuhnya manusia tidak bisa mencintai dan dicintai tanpa isyarat oleh Allah? Seperti membaca pikiran saya ibu berkata “Bayangkan saja pohon-pohon itu” sambil menunjuk keluar jendela “bertasbih tiada henti tiada letih. Kamu pernah menemukan manusia seperti itu?” hampir tidak, celotehku dalam hati.

Setelah berbincang cukup lama mengenai madu. Saya jadi tambah malu. Iyaya, manusia memang angkuh. Begitu banyak nikmat diberikan sebagai isyarat, namun acuh. Mari saya rangkumkan buat smartFOLKS fakta-fakta unik tentang madu yang saya rangkum dari ibu. Biar kami, bisa turut dihujani pahala.

Rupanya madu sudah digunakan sejak ratusan tahun lalu. Karena khasiatnya yang luar biasa. Apalagi untuk kecantikan (Seperti dapat memerahkan bibir jika dipakai berkala, persis yang terjadi pada ibu) madu juga digunakan untuk pelembab oleh wanita – wanita mesir. Tidak sampai disitu, madu juga digunakan sebagai suplemen penguat tubuh oleh orang-orang di peradaban Mediterania, utamanya bagi tentara.

Saat ini, madu sudah banyak digunakan luas untuk berbagai kegunaannya, seperti pelembab kulit, pemanis alami pengganti gula, ataupun suplemen alami anti sakit. Penelitian pun sudah banyak dilakukan untuk terus meneliti dan mengembangkan suplemen alami ini. Yuk simak fakta-fakta tentang madu yang harus smartFOLKS ketahui!

  1. Madu bukan berasal dari lebah madu.  Faktanya, madu merupakan nektar bunga yang dikumpulkan dan dihasilkan lebah-lebah madu yang kemudian dimasukan di sarang lebah. Di sarang inilah, terjadi beragam proses yang nantinya akan menghasilkan madu yang sering kamu nikmati saat ini. 
  2. Madu Tidak mempunyai kadar lemak. Jadi aman buat segala usia. Apalagi yang mau diet. Healthline menyatakan bahwa dalam satu sajian madu tidak memiliki kadar lemak sehingga bisa dijadikan bahan makanan yang bantu untuk diet dan mengontrol berat badan. 
  3. Madu kaya akan antioksidan! Tak hanya Green Tea atau Dark Choccolate yang kaya akan antioksidan, madu juga punya kadar antioksidan yang cukup tinggi. Antioksidan yang terdapat dalam madu termasuk Polyphenols dan Phytochemicals yang digunakan tubuh untuk mencegah terjadinya peradangan sel yang berdampak pada kanker, menstabilkan tekanan darah dan melindungi dari radikal bebas. 
  4. Do u know whats in “Kandungan dalam 1 sendok makan madu?” surprisingly A LOT. Madu merupakan suplemen kesehatan yang banyak digunakan oleh masyarakat luas. Healthline menyebutkan bahwa dalam 1 sendok makan (sdm) madu (21 gram), terdapat 64 kalori dan 17 gram gula, termasuk sukrosa, fruktosa, glukosa, dan maltosa. Untuk itulah, madu bisa menjadi pilihan pemanis yang menurut para ahli lebih sehat daripada gula karena lebih mudah diserap dan dipecah oleh tubuh. 
  5. Zat Antimikroba dalam madu mampu mempercepat penyembuhan luka
  6. Madu dapat menghilangkan insomnia bagi ibu hamil!

Do you know whats more interesting? Lebah berikut Madu disebutkan dalam Hadist sebagai penyembuh segala penyakit. 

Madu adalah penyembuh bagi segala penyakit dan Al-Qur’an adalah penyembuh terhadap apa yang ada di dalam dada. Maka bagi kalian terdapat dua penyembuhan; Al-Qur’an dan madu (HR. Ibnu Majah).

So, are you ready to be one of us? The Thibbun Nabawi Squad?

Bahayakah Mengkonsumsi Kurma Setiap Hari?

Kurma dikenal masyarakat sebagai salah satu asupan yang nikmat dan bergizi. Cemilan manis ini dihidangkan bersama teh, kopi, atau disajikan dalam bentuk minuman kekinian, infused water. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, 14 abad lalu juga mengkonsumsi infused water, dalam bentuk rendaman air kurma (Nabeez).

Namun ternyata ada bahaya dibalik berjuta manfaatnya. Kita perlu berhati-hati. Mengkonsumsinya secara berlebihan setiap hari, misalnya 10 kg sehari, dapat menyebabkan gangguan kesehatan😄. Apalagi dimakan bersama bijinya 🤣🤣🤣

Bila tidak dikonsumsi berlebihan, kurma justru baik untuk dikonsumsi setiap hari. Pelajari kandungan dan manfaatnya, sebelum memasukkannya ke dalam menu harian kita:

1️⃣ Tinggi kadar Antioksidan, mencegah penyakit kronis seperti jantung, kanker, dan Alzheimer.
2️⃣ Polifenol yang tinggi, membuat tubuh terlindungi dari berbagai macam jenis radang
3️⃣ Kaya akan Potasium, membangun otot tubuh, dan mengganti elektrolit yang hilang-seperti halnya kita minum air kelapa
4️⃣ Zat besi, mencegah Anemia
5️⃣ Serat, melancarkan pencernaan, mencegah konstipasi
6️⃣ Asam amino dan Seng, meningkatkan kesuburan pria dan wanita
7️⃣ Karbohidrat, sumber energi untuk beraktifitas sehari-hari, juga baik sebagai pengganti gula putih

Sudah yakin mau mengkonsumsi kurma setiap hari? Segera hubungi Granada, Easy shop by Cordova. Tersedia beragam varian untuk Anda, keluarga dan kolega.

Go Get Yours!

https://linktr.ee/Cordovatravel