Hajar Hadiah Terbaik

Kala itu Nabi Ibrahim AS sudah menikah dengan seorang wanita cantik nan solehah bernama Sarah. Sungguh kecantikan dan kebaikannya tidak ada satupun yang dapat menandingi. Keduanya hidup berbahagia tinggal berpindah – pindah dari satu kota, ke kota lain. dari negeri Babilonia, Syam, hingga Mesir. Sungguh kesempurnaan hanya milik Allah, tetapi cinta mereka berdua seperti mampu membrantas kelaparan 5 tahun berturut-turut. Walaupun Sarah tidak dapat memberikan keturunan untuk Nabi Ibrahim AS, tidak sedikitpun tersirat dalam benak Nabi Ibrahim AS untuk berlabuh ke lain hati. Untuknya Sarah lah satu – satunya.

Tetapi seperti oase ditengah padang yang gersang, Allah datangkan harapan yang lapang. Dan disinilah sebuah sejarah tercipta tentang kekuatan cinta, harapan dan pengorbanan. Antara Sarah, Nabi Ibrahim AS dan Siti Hajar. 

Siti Hajar merupakan Putri semata wayang dari raja Mesir. Siti Hajar memiliki saudara laki-laki bernama Sanusret. Ia merupakan satu – satunya keturunan yang akan menjadi raja pertama untuk memerintah Mesir. Tetapi pada masa pemerintahan Sanusret, tidak diduga – duga Hexos datang menyerang Mesir dan merampas kekuasaan Sanusret dengan membuhnya. Sanusret wafat ditangan Hexos dan kemudian Siti Hajar dijadikan tawanan perang sebagai budak.

Raja baru mesir ini sangat mencintai keindahan wanita. Sifatnya bak binatang liar karena tidak mampu menahan ghirahnya terhadap wanita layaknya hidung belang. Siti Hajar merupakan wanita cantik nan cerdas. Raja Mesir baru ini tidak kuasa menahan hawa nafsunya untuk tidak menyentuh Siti Hajar. Beberapa kali raja Mesir ini berusaha menyentuh Siti Hajar, tetapi seperti di kutuk raja tak mampu menyentuh hajar. Tangannya terasa lemas dan kaku setiap ia berusaha mendekati Siti Hajar.

Karena kekuatan unik nya ini, Raja Mesir pun kagum kepada Siti Hajar dan memberikan julukan “wanita yang dijaga” untuknya. Seperti sebuah kebetulan, ternyata kekuatan unik ini tidak hanya dimiliki oleh Siti Hajar. Namun, ada satu wanita cantik nan cerdas lainnya yang memiliki kekuatan yang sama yaitu, Sarah kekasih hati Nabi Ibrahim AS. Karena kesamaanya, Raja Mesir menghadiahkan Siti Hajar kepada Sarah sebagai budak.

Ketika tiba dirumah, Nabi Ibrahim AS bingung dengan kehadiran Siti Hajar dan langsung bertanya kepada Sarah “Apa yang terjadi?”. Lalu Sarah menjawab “Allah telah menolak tipu daya raja kafir itu dan ia memberiku pelayan wanita”. Waktu terus berlalu, sementara Sarah belum kunjung hamil sementara usianya semakin tua. Karena kemuliaan hati dan kecintaan pada suaminya akhirnya Sarah memutuskan untuk menawarkan Nabi Ibrahim AS untuk menikahi Siti Hajar agar dapat memiliki keturunan. Lantas Nabi Ibrahim AS terkejut dan berkata “Sesungguhnya aku hanya mencintaimu, dan hanya kamu satu-satunya untukku”. Namun, Sarah bersikeras.

Akhirnya Nabi Ibrahim AS menikahi Siti Hajar dan memiliki seorang anak laki – laki yang dinamakan Nabi Ismail AS. Namun layaknya manusia biasa Sarah dimakan api cemburu. Merasa dirinya tidak dapat memberikan yang terbaik untuk suaminya dan Siti Hajar bisa, Sarah merasa tergantikan. Akhirnya dalam Imam al Tsa’labi (ahli tafsir, 350-430 H) Allah memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk membawa Siti Hajar keluar dari rumah dan bayinya Ismail ke Tanah Hijaz (Makkah).

Maka mereka pun berangkat dengan membawa perbekalan seadanya. Pada waktu itu Makkah sangat tandus. Tak ada pohon, tidak ada air, dan sepi sekali dari manusia. Saat itu mereka melihat ada bukit berwarna merah, di atasnya terdapat bekas rumah tua dari dahan – dahan kayu yang sudah mengering, berhentilah mereka. Tidak lama, Nabi Ibrahim AS diriwayatkan oleh al Thabari (838-923 M) langsung beranjak dari tempat itu tanpa menoleh. Semakin jauh Ibrahim meninggalkannya, Siti Hajar lalu mengejar dan bertanya “Apakah Allah yang memerintahkan kepadamu untuk melakukan ini?”. Tanpa menoleh Nabi Ibrahim AS menjawab dengan singkat “Benar” lalu Siti Hajar menjawab “Kalau Allah yang memerintahkan demikian ini, niscaya dia tidak akan menyia-nyiakan”.

Siti Hajar tampaknya yakin betul dengan Janji Allah. Saat Nabi Ibrahim AS sudah tak lagi kelihatan, Siti Hajar kemudian terdiam dan mengadahkan tangannya berdoa. Siti Hajar kemudian, memandang ke seluruh wilayah di lembah, kosong, gersang dan sangat panas. Lalu ia mendangak dan memandang langit diatasnya sambil berkata “Sesungguhhya, tidak ada kekuatan yang paling dahsyat selain bersersah diri kepada Allah”.

Walaupun terpisah secara fisik akan tetapi kekuatan cinta Siti Hajar dan Nabi Ibrahim AS dengan dibarengi ketakwaannya kepada Allah justru membuatnya semakin kuat :

Ruhnya adalah ruhku, dan ruhku adalah ruhnya

Dan dia memiliki hati dan hatiku adalah hatinya

Dan kami memiliki ruh dan hati yang Satu

Cukuplah dia bagiku, dan cukuplah aku baginya

Waktu berlalu begitu cepat. Perbekalan hidup Siti Hajar dan Ismail pun mulai menipis. Tidak ada air dimana – dimana, air susunya pun sudah mulai kering sementara Ismail kelaparan dan kehausan. Siti Hajar tampak bingung dan gelisah untuk bagaimana ia bisa mencari air ditengah ketandusan ini. Akhirnya dalam kebingungan ia berlari ke atas bukit dan melihat ke bawah. Ia melihat ada sebuah bukit lain, yang kemudian dikenal sebagai Shafa. Ia pun menuju bukit itu untuk mencari sumber air. Tidak terlihat apapun lalu ia kembali mencari dengan mata lelahnya, lalu ia temukan bukit lain yang kemudian dikenal dengan Marwa. Tanpa berpikir panjang ia pun menuju bukit itu. Siti Hajar bolak – balik dari Shafa hingga Marwa sebanyak 7 kali.

Setelah 7 kali bolak – balik dari Shafa hingga Marwa, Siti Hajar pun kelelahan dan putus asa yang kemudian ia memutuskan untuk beristirahat walaupun hatinya tercabik – cabik melihat Ismail yang menangis tak kunjung henti. Tapi kemudian ia ingat untuk berserah diri sambil memandang bayi Ismail dengan penuh harapan akan bantuan Allah. Demikianlah karena kesabaran dan pengorbanan Siti Hajar yang luar biasa, Allah memerintahkan Malaikat Jibril untuk menyentuhkan sayapnya ke tanah sehingga muncul mata air yang mengalirkan harapan kehidupan untuk Siti Hajar dan Ismail. Kemudian kepada mata air itu Siti Hajar berteriak gembira “Zumi, Zumi” dan kemudian mata air itu dikenal sebagai Zam – Zam.

Sungguh mulianya Siti Hajar dengan kesabaran dan ketangguhannya hingga Allah mengirimkan berjuta kemudahan dan cintanya melalui hal – hal yang terduga. SubhanaAllah, (DS).

Sources :

https://www.kompasiana.com/abr_mumtaz/55189085a333117607b664eb/belajar-kesetiaan-dari-siti-hajar-ibrahim-as-dan-ismail-as

https://kalam.sindonews.com/surah/37/as-saffat/100

https://www.sakaran.com/2016/11/tulisan-arab-surat-ibrahim-ayat-35-41.html

https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3771014/kisah-siti-hajar-ibunda-nabi-ismail-as-amp-munculnya-air-zam-zam

https://republika.co.id/berita/ps422i440/sejarah-makkah-berawal-dari-perempuan-ini

https://dalamislam.com/info-islami/keutamaan-siti-hajar-dalam-islam

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/18/06/27/paz7ee313-siti-sarah-wanita-yang-dilindungi-allah-swt

Ingin bepergian dengan pesawat?  Ketahui Protokol Kesehatan Bandara Soekarno-Hatta

Setelah berbulan-bulan kita di rumah saja, kini bepergian dengan pesawat tak dapat dihindari di masa New Normal. Untuk kelancaran perjalanan, ada baiknya kita tahu Protokol Kesehatan Bandara Soekarno-Hatta.

Tiba dari Luar Negeri dan Domestik

1. Penumpang harus memiliki sertifikat tes PCR negatif

2. Penumpang akan mendapat health alert card, mengisi formulir, menjalani pemeriksaan kesehatan, suhu, saturasi oksigen, dan wawancara.

3. Pengisian formulir kesehatan dapat dilaksanakan secara elektronik melalui aplikasi e-HAC

4. Bila suhu badan penumpang panas dan dadanya sesak, ia akan dipisahkan dari penumpang lain. Jika suhu badan normal, oksigen normal, kemudian tes wawancara sudah validasi dinyatakan valid clearance oleh KKP, penumpang boleh pulang ke rumah atau melanjutkan perjalanan domestik

5. Apabila ditemukan indikasi suspek Covid-19, penumpang akan diperiksa lebih lanjut dan dirujuk ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran.

6. Jika tidak ada indikasi maka boleh langsung pulang dan diharapkan untuk mengkarantina diri sendiri selama 14 hari.

Pergi ke Luar Negeri dan Domestik 

1. Penumpang harus menunjukan tiket, KTP, Passport yang lengkap serta hasil tes PCR negatif yang berlaku selama 14 hari (Internasional) atau Rapid Test yang berlaku selama 8 hari (Domestik).

2. Penumpang diharapkan sudah menyiapkan segala dokumen kesehatan yang diperlukan untuk tujuan negara masing-masing.

3. Penumpang akan diminta untuk melakukan social distancing dimana saja.

4.  Penumpang akan melalui pemeriksaan suhu melalui thermoscanning, dll.

5. Bila suhu panas dan terdapat gejala Covid-19 maka tidak diperbolehkan terbang dan akan dirumahkan atau dikirm ke Rumah Sakit Draurat Wisma Atlet Kemayoran.

5. Jika baik-baik saja tidak menimbulkan gejala apapun maka diperbolehkan untuk terbang.

6. Dalam Inflight akan diperiksa berkala jika terindikasi maka akan dipisahkan ke ruang khusus dan akan dipertimbangkan boleh atau tidak masuk ke negara ybs.

Fasilitas Kesehatan di Bandara Soekarno Hatta

1. inAPP Airport

2. e-HAC 

3. Thermalscanner dimana – mana

4. Diaktifkannya Posko Siaga Monitoring Waspada Wabah Coronavirus di Soekarno-Hatta 

5. Menyediakan lebih banyak Hand Sanitizer di terminal penumpang pesawat

6. Bagasi tercatat di Penerbangan internasional wajib di semprot cairan disinfektan

7. Sediakan fasilitas Walk Through Disinfection (WTD) bagi penumpang pesawat dan pekerja di bandara 

Sources:

https://nasional.kompas.com/read/2020/07/27/15282871/begini-protokol-kesehatan-bagi-penumpang-di-bandara-soekarno-hatta.

Uswatun Hasanah

Semua nabi dan rasul utasan Allah adalah manusia pilihan yang wajib dijadikan teladan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Tetapi dari banyak nabi dan rasul yang disebutkan di dalam al-Quran. Hanaya ada 2 nabi yang secara khusus dibahas akan keteladanannya yang dijuluki dengan nama Uswatul Hasanah. Yaitu, Nabi Muhammad dam Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

Berikut ditegaskan dalam Al-Quran, “Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya.” (QS al-Mumtahanah:4). Sunguh kisah – kisah agung dari Nabi Ibrahim ‘alaishissalam adalah peneguh nyata akan tauhid. Ketaatan dan keimanan yang luar biasa kepada Allah mewujud pada Tindakan yang niscaya akan berat ditunaikan manusia pada umumnya. Karena itu, keniscayaan bagi kita mempelajari dan meneladani ketauhidan Nabi Ibrahim dan menerapkannya dalam kehidupan kita.

Di dalam Al-Quran Allah berfirman, “Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa – dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang”.(QS Ali Imran,31). Allah memerintahkan Nabi Muhammad ‘alaissalam untuk menyampaikan kepada setiap orang yang mengaku cinta kepada Allah dengan sebenar-benarnya agar mengikutinya dan beriman kepadanya, itu adalah bukti kecintaan Allah kepada mereka. Allah Maha Besar ampunan-Nya bagi hamba – hamba -Nya, dan Maha Luas rahmat-Nya bagi mereka. (Tafsir Al-madinah Al-Munawarah).

Lalu, Allah mengulangi perintahnya untuk mengikuti Ibrahim ‘alaisalam, dan barang siapa yang ingin melakukannya, maka silahkan melakukan. Allah berkata : Sungguh bagi kalian ada Ibrahim dan orang – orang beriman seperti dia, sebagai suri tauladan dan contoh yang bai pada sikapnya terhadap orang – orang musyrik dan berlepas dirinya dari mereka dan apa yang mereka sembah. Maka ikutlilah mereka, dan ini adalah petunjuk yang mudah bagi siapa yang tujuannya adalah keridhaan Allah dan keselamatan pada hari kiamat. Dan barang siapa yang menolak dari ketaan kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya ; Maka Allah sungguh maha kaya atas seluruh makhluk – Nya, Dialah yang memiliki kekayaan yang sempurna mutlak atas segala segi. Yang terpuji bagi nama – nama dan sifat – sifat – Nya, serta perbuatan Allah. (Tafsir QS 60 ayat 6, Syaikh Muhammad bin Shalil asy-Syawi).

Dengan kata lain, dirinya menolak segala sesembahan kepada selain-Nya dan mencegah apa pun bentuk kemusyrikan. Kedua, sabar dalam segala hal, terutama sabar dalam menunaikan amal ibadah.
Ketiga, meyakini kekuatan doa. Hal ini memberi pesan tentang pentingnya berdoa dalam setiap kebutuhan dan kesulitan yang dialami.Oleh karena itu, tidak dibenarkan bagi kita melalaikan dan menyia-nyiakan amalan doa ini, apalagi bagi yang berkesempatan untuk berdoa di tempat-tempat dan waktu yang mustajab. Keempat, spirit membina keluarga ideal. Keluarga Nabi Ibrahim ‘alaissalam telah memberi teladan yang baik dalam membina keluarga harmonis dan rukun. Misalnya, kesetiaan Ibrahim dan kedua istrinya, Sarah dan Siti Hajar.

Kelima, melahirkan generasi yang baik. Kesungguhan Nabi Ibrahim ketika memohon supaya dianugerahi keturunan yang saleh menjadi isyarat pentingnya orang tua mewujudkan tujuan mulia itu.
Keenam, ikut andil membangun tata peradaban yang maju dan mencerahkan. Nilai-nilai yang diterangkan di atas menjadi perjuangan Nabi Ibrahim dalam membangun peradaban berbasis tauhid dan syariah yang agung. Demikian pula Ka’bah yang dibangun Ibrahim dan Ismail.

Uswatun hasanah atau keteladanan berasal dari kata “Teladan yang berarti sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontoh”. Sedangkan dalam bahasa Arab adalah Uswatun Hasanah. Mahmud Yunus mendefinisikan “ uswatun sama dengan qudwah yang berarti ikutan”.  Sedangkan “hasanah diartikan perbuatan yang baik”. Jadi Uswatun Hasanah adalah suatu perbuatan baik seseorang yang ditiru atau diikuti oleh orang lain.

Nabi Ibrahim menyandang gelar uswatun hasanah karena beliau memiliki sikap selalu berserah diri kepada Allah SWT, secara total. Bahkan, saat Nabi Ibrahim diminta untuk Allah untuk berserah diri, beliau langsung menjawab dengan lugas, “Aku berserah diri kepada Tuhan semesta alam”, sehingga jawaban itu menunjukkan betapa taatnya nabi pencari Tuhan itu.

Sikap berserah diri Nabi Ibrahim AS itu kemudian diteruskan kepada anak-cucunya. Bapak para nabi itu secara khusus mewasiatkan kepada kedua putranya agar patuh kepada Allah SWT dan memilih Islam sebagai jalan hidup. Bahkan ketika beliau diminta untuk menyembelih anaknya sendiri, Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS pun berserah diri kepada Allah SWT, dimana mereka rela berkorban di jalan Allah SWT (AS).

Sapu Jagad

Hari tasyrik (11,12,13 Dzulhijjah) adalah hari yang memiliki kemuliaan. Rasulullah shalllahu alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﻥَّ ﺃَﻋْﻈَﻢَ ﺍﻷَﻳَّﺎﻡِ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻳَﻮْﻡُ ﺍﻟﻨَّﺤْﺮِ ﺛُﻢَّ ﻳَﻮْﻡُ ﺍﻟْﻘَﺮِّ

“Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan yaumul qarr (hari tasyriq)” (HR. Abu Daud no. 1765, dishahihkan oleh Al-Albani).

Selain itu hari tasyrik juga hari menyantap makanan dan minuman serta hari di mana kita dianjurkan banya berdzikir mengingat Allah, sebagaimana firman Allah,

ﻭَﺍﺫْﻛُﺮُﻭﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻓِﻲ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﻣَﻌْﺪُﻭﺩَﺍﺕٍ

“Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang (hari tasyrik)” (QS. Al Baqarah: 203).

Dan Sabda Rasulullah shallahu alaihi wa sallam,

‎ﺃﻳﺎﻡ ﺍﻟﺘﺸﺮﻳﻖ ﺃﻳﺎﻡ ﺃﻛﻞ ﻭﺷﺮﺏ ﻭﺫﻛﺮ ﺍﻟﻠﻪ

“Hari Taysrik adalah hari makan, minum dan meningat Allah” (HR. Muslim)

Ada doa yang yang dianjurkan untuk banyak di baca pada hari tasyrik ini yaitu doa yang kita kenal oleh orang Indonesia dengan doa “sapu jagat”. Ini berdasarkan firman Allah,

فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ, وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Rabbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban naar”. [Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka]” (QS. Al Baqarah: 200-201).

Ikrimah berkata,

ﻛﺎﻥ ﻳﺴﺘﺤﺐ ﺃﻥ ﻳُﺪﻋﻰ ﻓﻲ ﺃﻳﺎﻡ ﺍﻟﺘﺸﺮﻳﻖ : رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Disunnahkan membaca doa pada hari tasyrik: “Rabbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban naar” [Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka]”.

Secara umum doa “sapu jagat” ini adalah doa yang memiliki banyak keutamaan dan merupakan doa yang sering dipanjatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, meminta kebaikan dunia dan akhirat. Anas bin Malik mengatakan,

ﻛَﺎﻥَ ﺃَﻛْﺜَﺮُ ﺩُﻋَﺎﺀِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰِّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺁﺗِﻨَﺎ ﻓِﻰ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺣَﺴَﻨَﺔً ، ﻭَﻓِﻰ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ ﺣَﺴَﻨَﺔً ، ﻭَﻗِﻨَﺎ ﻋَﺬَﺍﺏَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ

“Do’a yang paling banyak dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Allahumma Rabbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban naar” (Ya Allah, Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka)” (HR. Bukhari no. 2389 dan Muslim no. 2690).

Syariat Khitan

DEFINISI KHITAN

Al khitan diambil dari bahasa Arab kha-ta-na, yaitu memotong. Sebagian ahli bahasa mengkhususkan lafadz khitan untuk laki-laki, sedangkan untuk perempuan disebut dengan khifadh.  Adapun dalam istilah syariat, dimaksudkan dengan memotong kulit yang menutupi kepala zakar bagi laki-laki, atau memotong daging yang menonjol di atas vagina, disebut juga dengan klitoris bagi wanita.

SEJARAH KHITAN 

Dalam sejarah dicatatkan bahwa sejatinya Khitan merupakan satu diantara sekian kebudayaan yang sifatnya kuno, ditradisikan bukan hanya umat muslim saja,bahkan bangsa Samit Purba serta berbagai bangsa Amerika dan Afrika, Polinesia,Australia dan Indonesia bahkan ada  sejumlah riwayat dan literatur yang menerangkan bahwa khitan ini telah ada sejak zaman Nabi Adam AS. Bahkan, bangsa-bangsa terdahulu juga melakukan hal yang sama.

Pada masa Babilonia dan Sumeria Kuno, yakni sekitar tahun 3500 Sebelum Masehi (SM), mereka juga sudah melakukan praktik berkhitan ini. 

Begitu juga pada masa bangsa Mesir Kuno sekitar tahun 2200 SM. Prasasti yang tertulis pada makam Raja Mesir yang bernama Tutankhamun, tertulis praktik berkhitan di kalangan raja-raja Firaun.

Tak hanya Babilonia, Sumeria, dan Mesir Kuno, orang-orang Yahudi juga mengenal tradisi berkhitan. Mereka menaruh perhatian besar terhadap praktik berkhitan ini. Dalam kitab Talmud–tafsir atas Zabur, yakni kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud AS–disebutkan, orang yang tidak berkhitan termasuk dalam golongan orang musyrik yang jahat. Bahkan, banyak teks injil yang menyatakan bahwa berkhitan merupakan suatu hal yang sangat baik. 

Bangsa Arab jahiliyah, yakni sebelum datangnya agama Islam, juga sudah terbiasa melakukan khitan. Hal ini dilakukan untuk mengikuti tradisi leluhur mereka, yaitu ajaran Ibrahim AS.

KHITAN, SYARIAT NABI IBRAHIM ALAIHISSALAM

Khitan merupakan salah satu ajaran yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Ibrahim Alaihissallam untuk dilaksanakan, disebut sebagai “kalimat” (perintah dan larangan). Beliau Alaihissallam telah menjalankan perintah tersebut secara sempurna, sehingga beliau dijadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai panutan dan imam seluruh alam. Dalam surat al Baqarah Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

 وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ “

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Rabb-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. 

Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “JanjiKu (ini) tidak mengenai orang-orang yang lalim”. [al Baqarah : 124]. 

Khitan termasuk fitrah yang disebutkan dalam hadits shahih. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata :

 الفِطْرَةُ خَمْسُ : الخِتَانُ وَالاسْتِحْدَادُ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَتَقْلِيْمُ الأَظْفَارِ وَقَصُّ الشَّارِبِ “

Lima dari fitrah yaitu khitan, istihdad (mencukur bulu kemaluan), mencabut bulu ketiak, memotong kuku dan mencukur kumis”.

HIKMAH DAN FAEDAH KHITAN 

  1. Khitan merupakan kemulian syariat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala peruntukkan untuk hambaNya.
  2. Sebagai tanda ‘ubudiah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,
  3. Khitan merupakan kesucian, kebersihan dan hiasan bagi hambaNya yang hanif
  4. Dengan berkhitan -terutama seorang wanita- dapat menetralkan nafsu syahwat
  5. Bagi wanita yang berkhitan dapat mencerahkan wajah dan memuaskan pasangan.
  6. عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ اْلَأنْصَارِيَة أَنَّ امْرَأَةً كَانَتْ تًخْتِنُ بِالْمَدِيْنَةَ فَقَالَ لَهَا النَّبِي صلى الله عليه وسلم : لَا تُنْهِكِي فَإِنَّ ذلِكَ أَحْظَى لِلْمَرْأَةِ وَأَحَبُّ إِلَى اْلبَعْلِ “

Dalam hadits Ummu `Athiah, bahwa seorang wanita di Madinah berprofesi sebagai pengkhitan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Janganlah dihabiskan. Sesungguhnya, itu akan menguntungkan wanita dan lebih dicintai suami

  1. Setan berdiam pada tempat-tempat yang kotor, termasuk pada kulit yang tidak berkhitan

HUKUM KHITAN 

Para ulama berselisih dalam permasalahan ini, terbagi kepada tiga pendapat. 

Pendapat Pertama : Khitan itu wajib bagi laki-laki dan perempuan. Pendapat ini merupakan mazhab Syafi`iyah , Hanabilah dan sebagian Malikiyah rahimahullah, dan dari ulama terkemuka dewasa ini, seperti pendapat Syaikh al Albani.

Pendapat Kedua : Khitan itu sunnah (mustahab). Pendapat ini merupakan mazhab Hanafiyah], pendapat Imam Malik dan Ahmad. 

Pendapat Ketiga : Khitan wajib bagi laki-laki dan keutamaan bagi wanita. Pendapat ini merupakan satu riwayat dari Imam Ahmad, sebagian Malikiyah dan Zhahiriyah rahimahullah. 

Terbukanya Langit Arafah

Ba’da tahmid wa sholawat, 

Bapak dan Ibu calon penghuni surga. In syaa Allah dalam lindungan Allah Ta’ala.

Penundaan ibadah haji tahun ini membuahkan hikmah bagi semua muslim dunia.

Sedangkan keutamaan Hari Arafah tidak Allah tunda. Allah tetap membuka 7 petala langit bagi hamba-hambanya yang bermunajat.

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?”

(HR. Muslim)

Untuk itu kami mengundang Bapak dan Ibu untuk ikut dalam do’a bersama dalam Program Terbukanya Langit Arafah

Yang dilaksanakan pada:

Hari       : Kamis, 30 Juli 2020 / 9 Dzulhijjah 1441 H

Waktu    : 17.00 – 18.00 WIB 

Cordova Video 

https://www.youtube.com/user/cordova1426video

Sebaik baik doa adalah Arafah, dimanapun kita berada

Besar harapan kami doa yang dipanjatkan bersamaan sesaat sebelum berbuka puasa akan sampai ke Arsy NYA menjadi wasilah Allah mudahkan Ibadah Haji kita sekeluarga ditahun mendatang.

Sampai nanti! 

Barokallohu fiikum