Our Future in Kemang

Satu bulan sudah saya menetap di Kemang, sebuah tempat yang kini menjadi ranah pencari nafkah. Ruang kreasi tuk berkarya, dan headquarter untuk melayani para tamu suci. Setiap pojok ruangnya memiliki ciri khas sang penggagas. Yah, Kemang menjadi jalan utama perjuangan kami, Kemang juga yang akan mengawali langkah kami selanjutnya. Tak salah jika kami harus mengenal juga bagaimana tanah yang kami berdiri diatasnya menjadi tonggak perjalanan kami kedepan. Kemang menjadi bagian sejarah pergerakan hidup kami bersama bangunan cinta yang tercipta. ‘Kemang’ diambil dari sebuah nama buah, mirip mangga yang memiliki rasa asam dan manis. Sebelum masa pembangunan, daerah ini merupakan sebuah desa ‘pinggiran’ rakyat Betawi. Rumah-rumah orang Betawi asli ini umumnya terbuat dari papan, sangat sederhana, namun memiliki luas halaman yang sangat asri. Jalanan di depan rumah mereka pun merupakan jalan yang masih berasal dari tanah biasa, tidak seperti di kawasan lain di Jakarta saat itu, kehidupan orang Betawi di Kemang tergantung dari hasil buah-buahan dari perkebunan dan juga susu yang dihasilkan oleh peternakan sapi.

Kini, seperti yang kita tahu, Kemang berubah menjadi salahsatu kota satelit di Jakarta. Memiliki banyak apartement, perumahan elit, kafe-kafe, restoran dan lainnya. Bahkan menjelang matahari terbenam, kawasan ini kian ramai dikunjungi oleh rakyat Jakarta yang didominasi oleh anak muda. Para ekspatriat pun banyak yang memilih tempat tinggal di area ini. di tengah kondisi seperti inilah kami berada, ingin mencoba memberikan tempat alternatif pada masyarakat luas. Ikut berkontribusi pada kalangan tertentu, bahwa Islam merupakan agama yang universal, rahmatan lil’alamin.

Karenanya, seperti yang telah diulas pada artikel-artikel sebelumnya, kami menyediakan sebuah ruang kajian “Markazul “ilm” Auditarium, selain dapat digunakan untuk melakukan manasik, tetapi juga didedikasikan untuk pengajian atau kajian Islam masyarakat luas. Selain itu, kafe bernuansa Arab pun menjadi tempat alternatif bagi warga yang ingin hang-out bernuansa beda, tentunya penuh dengan makna. Di salah satu pojok ruang, tersedia juga kids corner bagi para anak-anak tamu atau jemaah yang singgah di Cordova Headquarter.

Cita-cita yang terbangun dari inspirasi kembalinya kejayaan Cordova di Andalusia adalah sebuah harap yang tercipta di Kemang Timur Raya ini. Kita tidak bisa kembali ke masa lalu dan membuat awal yang baru, tapi kita bisa memulai sekarang dan menciptakan sebuah ending atau akhir yang baru, yakni perjalanan yang penuh oleh keping sejarah.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *