Cordova Goes to Mall

Jika Anda melihat Pura di Bali, dan Kelenteng di China, itu mah sudah biasa. Tapi apa jadinya jika kedua bangunan itu tiba-tiba berada di Mall. Itu yang luar biasa. Miniatur bangunan yang identik dengan tempat ibadah Hindu dan Tionghoa disulap menjadi ruangan ber-ruh islamiyyah. Betapa tidak, lantunan nada Islami dibarengi profile Travel Umrah dan Haji Cordova menggema di sudut North Sky Walk PIM (Pondok Indah Mall). Expo kali ini diselenggarakan oleh sebuah EO, dengan tema “Holiday and Travel”. Menariknya, Cordova adalah satu-satunya travel umrah dan haji yang ikut berpartisipasi diantara deretan travel-travel umum.

Pada hari pertama, artistik bangunan Pura Bali menjadi pilihan stand Cordova. Dua buah gapura dimuka stand berdiri tegak. Disampingnya ada dua tiang lebih rendah. Warna kain khas Bali hitam-putih juga menambah kesempurnaan miniatur sebuah Pura di Bali. Kaligrafi Arab ikut dipajang dengan desain pahatan sebuah batu cadas. Disetiap sudut stand, tumbuh miniatur taman dengan pohon kamboja asli. Ditengah stand terdapat meja panjang bernuansa Bali. Diatas meja, terpasang sebuah TV-Plasma berukuran 42 inchi. Meski bangunan stand bernuansa Bali, multimedia dengan kecanggihan IT juga berhasil menyulap pengunjung untuk berhenti dan melihat stand unik itu. Tiga buah laptop, dua buah monitor ViewSonic dan laptop Sony VAIO dengan bersamaan menayangkan slide tentang umat Islam di Bali, juga profile Cordova dan bangunan-bangunan peradaban Islam di belahan dunia menjadi tayangan yang terus diputar. Para pengunjung juga dapat mengisi E-Guestbook dalam laptop tersebut. Sepintas semua pernik stand dan elemen bangunan Pura Bali itu serasa nampak asli, namun ternyata semua itu hanya miniatur yang terbuat dari kayu dan gabus.

Standing banner bertuliskan “Let’s Go To Hajj” menjadi ciri khas Cordova di setiap event. Tulisan religius bergaya ajakan melaksanakan ibadah haji itu adalah bagian dakwah Cordova. Yang unik sekaligus menarik adalah saat stand itu dijaga oleh seorang Bule berdarah Betawi. Eits… tapi jangan tertipu dulu! Bujang bertubuh tinggi ini terkenal kebuleannya hanya bagian atas, alias rambutnya. Warna merah yang mirip aromanis (kembang gula) itu memenuhi semua rambutnya. Dengan PeDe-nya, Jali Marketer sejati Cordova berambut merah itu menari kecak, tarian khas Bali di depan stand. Jemari yang gemulai dengan bola mata nyaris keluar, Jali mengikuti iringan musik gamelan Bali. Kontan saja, setiap pengunjung area North Sky Walk PIM berhenti dan melihat aksi Jali. Banyak juga pengunjung yang mengernyitkan kening saat melintasi stand Cordova, namun akhirnya tertarik untuk mengenal Cordova. Di hari ketiga, banyak pihak PIM dan travel-travel yang mengikuti Expo itu terheran-heran melihat stand Cordova. Pasalnya, stand bernuansa Bali itu berubah menjadi kelenteng, nuansa China. Siapa yang tak heran, baru kemarin malam mereka masih melihat Pura Bali, tiba-tiba berubah wujud di pagi hari. Begitulah kepiawaian Mas Adji Prasetyo, seorang desainer dan arsitek seni Cordova yang bekerja membuat stage atau stand di setiap event Cordova. Mulianya, bapak beranak tiga ini senang bekerja di belakang layar. Tak ingin terkenal hanya karena sentuhan artistiknya.

Kelenteng bernuansa China ini juga ternyata lebih menarik minat pengunjung untuk sekedar berhenti dan melihat stand Cordova. Perpaduan warna merah dengan tulisan mandarin menambah kental nuansa China. Dari kejauhan sinar merah yang terpancar dari lampion gantung itu begitu jelas. Warnanya terpancar dari setiap pojok stand. Semuanya berwarna merah. Tidak tanggung-tanggung, Adji meletakkan karpet merah juga sebagai alas stand. Merchandise berupa pesawat Cordova Airlines berbagai ukuran juga membuat stand ini semakin hidup. Di samping gapura China dengan lampunya, terdapat dua buah pagar genting sebagai bangunan khas China. Tulisan “Cordova” terdapat dibawah lampu yang menyinari diantara deretan pilar kelenteng.

Nuansa China ini juga menjadi kesan tersendiri bagi pengunjung ‘keturunan’. Sekitar 40% pengunjung warga ‘keturunan’ setiap harinya, tertarik sekaligus kaget melintasi kelenteng dengan tulisan “Let’s Go To Hajj” dibarengi lantunan lagu Islami. Ya, aneh, lucu dan unik adalah kesan setiap orang yang melewati stand Cordova.

Kenapa Bali & China

Pertanyaan kenapa stand harus didesain bernuansa Bali dan China adalah pertanyaan favorit setiap pengunjung kala melewati stand Cordova. Pesan “Let’s Go To Hajj” dari stand “beraliran” Tionghoa dan Hindu ini membuat pengunjung semakin penasaran. Mengenai nuansa Bali yang dimunculkan pada event ini, Amin T. Wijaya, pimpro stand Cordova menjelaskan bahwa Cordova memiliki slogan ‘Indonesian Spirit’. Dunia internasional mengenal Indonesia salah satunya adalah dari Bali. Selain itu, Cordova ingin menunjukkan bahwa di Bali yang notabene mayoritas beragama Hindu, ada umat muslim juga dan perlu dipublikasikan demi eksistensinya sebagai perekat umat Islam Indonesia. Adapun nuansa China, disebabkan karena ornamen China sangat menarik. Selain itu dalam kehidupan orang China dipenuhi dengan filosofi-filosofi yang unik. Terakhir, alasan penggunaan dua kebudayaan Bali dan China adalah ke-universalan Islam. Bahwa Islam adalah rahmatan lil’alamin. Islam ada di seluruh penjuru dunia. Sejalan dengan itu pula kegiatan dakwah, yang tak hanya melulu dilakukan di masjid, mushala atau pesantren. Dakwah juga bisa dilakukan (sekalipun) di Mall.

Related Post

11 Comments

  • itu arsiteknya bener2 arsitek apa cuman asal comot aja. nanti orang jadi salah penafsiran, itu bangunan benar2 dikaji secara arsitektural apa hanya ide yang kebetulan muncul kemudian mau di bangun oleh owner???…
    Haah…? saya juga gak ngerti, tapi kita komentari dan sadari sendiri sendiri aja dah baiknya
    sory

    Reply
  • Bpk Datuk.. bukankah sebuah karya terlahir dari suatu yg terfikirkan..atau istilah bapak adalah ide…Lalu disiplin ilmu mendampingi untuk menjadikan semua khayal,ide..atau apapun sebutannya menjadi nyata…Mengenai kajian kaidah arsitekturalnya..setiap pribadi tentunya mempunyai Taste dan cara pandang tersendiri…Selalu ada keinginan “Owner” dalam setiap pembangunan Sir…Begitu juga dgn Istana bapak tentunya…Wassallam…

    Reply
  • Setiap hasil karya seni pasti punya arti dan tujuan tersendiri. Apalagi tujuannya Dakwah. Insya ALLAH, kalau tujuan itu didasari niat yang baik dan tata cara yang tidak bertentangan dengan norma yang ada, akan membawa keberkahan. Saya suka ciri khas Cordova yang didominasi hitam keemasan dan kotak-kotak putihnya. Elegan, klasik, dan sederhana tapi mewah (lho gimana ya). Pengalaman saya di tanah suci bersama Cordova, membuat saya harus bersyukur setiap saat, termasuk saat ada yang bilang perniknya terutama Syal bagus, dan yang bilang bagus bukan cuman orang Indonesia (Orang Indonesia kan biasanyanya sulit memuji ya, tapi sangat gemar mengkritik). Bahkan saya dan suami beberapa kali terpaksa menolak dengan halus setiap orang yang menginginkan syal kotak-kotak khas cordova. Seingat saya ada pesan, kalo di tanah suci ada yang meminta sesuatu dari kita, berikan saja. Tapi Syal cordova ini kan ‘identitas’ keanggotaan cordova saya. Cuma punya satu…..jadi usul besok-besok Team cordova bawa syal u bekal supaya kalo ada yang minta ditengah jalan bisa beli lagi,agar tetap bisa dikenali saat berbaur dengan jutaan jemaah dari seluruh dunia. Setiap keberhasilan wajib diikuti dengan kerendahan hati dan upaya sungguh-sungguh untuk mempertahankannya. Mempertahankan lebih sulit daripada meningkatkan. Insya ALLAH, jika pelayanan Cordova secemerlang dan seunik penampilan pernak-perniknya,..makin lama makin banyak yang merasakannya. Selamat Berjuang dan Tetap Melayani dengan semangat keikhlasan.

    Reply
  • Saya belum mau komentar ttg travel cordova, krn saya blum pernah bergabung dng cord.travel, saya ingin tanyakan :
    – Jadwal umrah bulan april 2008 (tgl brp aja)
    – berapa harga umrah reguler
    – bila ada city tournya kmana aja
    – hotel2 apa yg digunakan
    – dengan pesawat apa
    – bila saya insyaallah dpt menhimpun lebih dari 5 org teman, dapatkah discount harga?

    Syukron, wassalam

    Reply
  • Assalamualaikum wr wb.

    Aku ada sedikit pertanyaan buat cordova travel :
    1. Jadwal umrah bulan april/mei 2008 (tgl brp aja)
    2. berapa harga umrah reguler
    3. apa aja yang kita dapatkan
    4. bila ada city tournya kemana aja
    5. hotel2 apa yg digunakan (berapa jaraknya dari tempat ibadah)
    6. dengan pesawat apa
    kok di websitenya ngga ada hal tersebut diatas…

    Wassalam

    Reply
  • Assalamualaikum Wr.Wb.
    Kepada Mbak Frita, Ibu Hidayati dan Bapak Suroto, informasi Program smartUMRAH dan juga smartHAJJ Cordova telah kami sampaikan secara khusus melalui e-mail Mbak, Ibu dan Bapak. Terimakasih atas perhatiannya. Semoga Cordova dapat memfasilitasi perjalanan Umrah dan Haji Bapak-Ibu beserta keluarga. Wassalam.

    Reply
  • · Edit

    Tolong di follow up ttg umrah reg dan umrah plusnya setiap bulannya dan umrah ramadhan beserta harga dan keterangan lengakap lainnya mencakup hotel, pesawat yg digunakan serta itinerynya, city tour dll.Saya ingin mencoba pengalaman umroh ataupun haji bersama Cordova kapan2, insyaallah.Saya tunggu info terbarunya setiap bulan.Terima kasih. Wassalam.

    Reply
  • Cordova, thanks for wonderful tripnya. (21 – 29 Jun 08)
    Saat memutuskan umrah dengan anak2 saya yang masih kecil & balita, awalnya ada kekhawatiran tidak bisa khusyuk beribadah karena sikecil cepat bosan, namun ternyata cordova telah mempersiapkan program2 untuk anak kecil (KID Corner) jg termasuk “mainan” anak2 sehingga bisa menjadi menyenangkan bagi anak saya.
    Kemarin sewaktu akan pulang di Jakarta, anak saya yang berumur 3,5 tahun sempat gak mau pulang, katanya pingin lebih lama lg di Mekkah dan Madinah.
    Thanks for cordova team di Arab, especially Ust Fauzi dan Hulwani

    Reply
  • Terimakasih Pak Agus, semoga Cordova senantiasa dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk jamaah. Salam untuk keluarga Pak, Ibu Ilona dik Nanda dan dik Raisa .. Wassalam

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *