Saat ini adalah masa-masa yang menjadi kecemasan bagi sebagian orangtua yang anaknya akan menghadapi Ujian Nasional (UN). Sebuah ‘ujian pembuktian’ bagi anak didik selama masa belajarnya. Tidak berlebih, -terkadang- banyak diantara orang tua kelewat cemas dengan ‘memperketat’ setiap gerak anaknya. Padahal sesungguhnya, masa ini adalah waktu dimana mereka (anak didik) untuk rileks dan menenangkan pikir, kalaupun belajar -itu sebatas- mengulang tanpa menguras keras energy. Masa belajar telah terlewati, saatnya memasuki ‘Medan Juang’ adalah pembenahan mental. Mental menghadapi sebuah evaluasi pembelajaran. Yah, jika pada artikel “Let’s Jump Over The UN” lebih menggaris bawahi tentang proses belajar tidak ditentukan oleh UN, sehingga kesuksesan bukan semata karena telah menyelesaikan UN dengan baik. Namun idealisme itu kita simpan terlebih dulu, karena realita yang dihadapi saat ini adalah menghadapi UN, kesuksesan besar selalu bermula dari langkah awal, maka fokus kita untuk mereka yang mengikuti ujian adalah memberikan support bagaimana menghadapi UN dengan penuh tanggungjawab. Tidak panik, rileks, fokus dan jujur.

Setelah ikhtiar tergapai, maka kekuatan doa adalah penopang sejati dalam menyeimbangkan bangunan sukses. Karenanya, dalam memberikan support dan care bagi mereka yang akan melaksanakan UN, Cordova dengan tulus dan ikhlas, mencoba ambil salahsatu peran guna menyeimbangkan diantara ikhtiar mereka. Doa adalah senjata kami untuk mensupport mereka. Malam ini (9/04) Cordova mengundang para anak yatim dan keluarga Besar Cordova untuk melakukan pengajian Al-Quran dan doa bersama bagi mereka yang akan menghadapi UN.

Dengan untaian dan doa para Aytam (anak-anak Yatim) yang teramat ‘ajaib’ alias mustajab, diharapkan mampu memberikan kemudahan, kelancaran dan kesuksesan bagi mereka yang akan berjuang di ‘medan juang’. Diikuti dengan ‘wasilah’ air Zam-zam yang juga diberikan doa untuk kemudahan langkah mereka.

Value suci yang berputar di setiap pojok tempat kita mengaji menambah ‘keajaiban’ air Zam-zam semakin mengkristal tuk memberikan kekuatan pada setiap sel yang dilampauinya. Sebagaimana sabda Rasul, bahwa air Zam-zam akan mengikuti apa yang kita niatkan. Seperti halnya air putih biasa pun ketika kita berbaik sangka -dengan niatan yang baik- diawali rangkaian doa’ maka molekul-molekul yang terdapat dalam air itu akan menjadi untaian kristal yang teramat indah. Untaian yang akan memberikan energi positif bagi yang meminumnya. Terlebih dengan air Zam-zam, ia akan sangat menjadi penopang setiap awal kesuksesan, termasuk dalam menghadapi Ujian Nasional, pekan depan. So’ Mari kita rangkai langkah hidup ini melalui UN dengan penuh bahagia! With Love From Cordova

Oleh: H. Martono HS (Alumni smartUMRAH Cordova)

1. PERSIAPAN
Bagi yang baru pertama kali akan berkunjung ke Tanah Suci – apalagi yang baru pertama kali pergi ke luar negeri – akan membayangkan betapa repotnya dan mengkhawatirkan banyak hal, karena berdasarkan cerita cerita dari orang-orang yang pernah berkunjung ke Tanah Suci atau melihat berita di televisi, selain cuaca yang kurang bersahabat (panas, kering dan berdebu), juga karena begitu banyak orang datang ke Baitullah, belum lagi khawatir mengenai makanan, bahasa (komunikasi), sikap orang Arab yang jahiliah dll. Anda tidak perlu khawatir berlebihan tentang kondisi di Tanah Suci baik di Jeddah, Mekah maupun di Madinah. Fasilitas transportasi dan akomodasi di Tanah Suci amatlah baik. Ditambah Muthawif (Pemandu) Cordova akan sangat membantu urusan APA PUN, DIMANA PUN dan KAPAN PUN anda memerlukan batuannya. Selama anda mendengarkan arahan dan selalu berkonsultasi/berkomunikasi dengan Muthawif maka anda akan menikmati perjalanan ibadah anda dengan ketenangan dan tanpa gangguan.

Anda tidak perlu khawatir apabila anda mengalami kesulitan dalam menghafalkan doa-doa dalam prosesi Umroh, Muthawif Cordova akan memandu anda. Yakinlah bahwa Perjalanan Ibadah Umroh anda insya Allah sangat menyenangkan bersama Cordova, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, bahkan anda akan merindukannya kembali.

Berbeda dengan Masjidil Haram, yang tak pernah tertutup setiap saat. Masjid Nabawi, sebagai masjid pusat kegiatan keislaman di Provinsi Madinah, ternyata memiliki waktu ‘istirahat’. Biasanya setiap waktu itu, semua pengunjung dan penziarah makam Rasul diminta secara halus meninggalkan masjid. Kemudian, pintu ditutup rapat oleh pengelola Masjid untuk melakukan kegiatan bersih-bersih. Waktu ‘istirahat’ itu sekitar 3 jam, dari pukul 24.00 – 03.00 waktu setempat. Sehingga, bagi Anda yang berkeinginan untuk menetap dan itikaf dari malam hingga Subuh hari harus berlapang dada untuk meninggalkan Masjid, jika pengelola meminta untuk keluar. Namun, jika Anda tetap ingin berada (itikaf) di masjid Rasul, atau ingin masuk masjid ketika tengah malam, maka Anda harus cermat. Sebenarnya ada dua pintu yang masih selalu terbuka, yakni Bab Salam (Pintu Salam), dan Bab Jibril (Pintu Jibril).

Menjaga kesehatan merupakan hal utama bagi calon jemaah haji, terlebih jika calhaj datang dari negara yang berbeda suhu udaranya, dan setelah menempuh penerbangan panjang. Mariam A. Alireza dalam tulisannya berjudul “Kit Pertolongan Pertama Anda saat Berhaji” seperti yang dikutip Arab News, memberikan tip-tip kesehatan bagi calon jemaah haji. Ritual haji yang juga sering disebut sebagai ibadah fisik yang cukup melelahkan, calhaj harus menyiapkan diri memperkuat daya tahan tubuh dan energi dengan meningkatkan imunitas tubuh dari serangan patogen dan virus.

Serba-Serbi Ramadhan

Berkirim parsel kepada saudara, kerabat, dan kolega di hari raya Idul Fitri seakan sudah menjadi semacam tradisi. Parsel atau bingkisan aneka makanan dan produk lain yang dikemas secara menarik sangat ramai dijual di pasaran menjelang lebaran. Selama tak bertujuan untuk menyuap atau mempengaruhi seseorang karena jabatannya, berkirim parsel tak jadi masalah. Untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan jabatan dan wewenang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pemerintah telah melarang para pejabat untuk menerima parsel yang terkait jabatannya. Sejatinya, saling berkirim parsel kepada saudara, kerabat, atau kolega berfungsi untuk mempererat ikatan silaturahim antara pengirim dan penerima. Di balik kemasannya yang menarik, para konsumen Muslim sebaiknya berhati-hati dengan aneka produk yang dikemas dalam parsel, terutama pada makanan dan minuman.

Pada kesempatan ini, sengaja smartBlog Cordova mem-postingkan artikel mengenai makanan yang menjadi favorit umat Islam di bulan suci, dan –tentunya- tuk menghadapi lebaran nanti. Selain itu, daging merupakan salah satu bahan makanan yang sering dikonsumsi. Oleh karenanya, cara memilih daging yang segar, halal, dan aman dikonsumsi sangatlah penting. Apa saja yang harus diperhatikan untuk memilih daging segar dan halal (?). Kasus penjualan daging celeng yang sempat marak beredar di pasaran beberapa waktu lalu menjadi pelajaran bagi kaum muslim untuk lebih berhati-hati. Karena itu kenali dengan baik ciri-ciri berbagai jenis daging agar tidak tertipu. Konsumen bisanya tidak terlalu pandai membedakan jenis-jenis daging hewan besar karena memiliki tampilan yang nyaris serupa. Sedangkan hewan ternak kecil seperti unggas malah lebih mudah dibedakan karena jenis dagingnya sangat berbeda.

Satu diantara bagian yang membuat kita nyaman dalam suatu perjalanan adalah pelayanan yang istimewa. Menyatu, berbaur dan tak segan menceritakan seputar yang terjadi di sebuah destinasi yang belum kita tahu secara detail. Pelayan yang sigap dan cerdas akan sangat memperhatikan situasi dan kondisi agar perjalanan kita benar-benar terasa menyenangkan. Tidak hanya dalam kondisi stabil, saat perjalanan terancam pahit pun, ia kan utarakan dengan proporsional tanpa rasa panik. Terlebih jika perjalanan itu menuju Tanah Suci, tentunya para pelayan menjadi sangat dominan untuk membimbing dan mengarahkan jemaah agar tujuan sucinya tergapai dengan sempurna. Karenanya, kerjasama antara pelayan dan jemaah guna mencapai tujuan mulia itu menjadi hal yang sangat urgent. Mindset bahwa sebagai tamu adalah raja dalam mendapatkan pelayanan sempurna adalah benar, tetapi proses mendapatkan pangkat tersebut di tanah suci harus melalui tahapan “Kesucian hati”. Artinya, sejak awal menuju titik suci Baitullah, kita merancang hati agar menjadikan pelayan (muthawif) sebagai partner menggapai kemabruran. Menaklukan sisi keegoisan diri, menjawab jujur “Who I am” dihadapan Rabbi, dan menanggalkan segala pernik jabatan duniawi. Sehingga proses menuju kemabruran akan lebih mudah tergapai. Tak aneh jika seorang raja Arab menyatakan dirinya sebagai pelayan dua kota suci, ini menandakan bahwa melayani tamu agung adalah sebuah tugas mulia.

F. Lokasi ATM

Anjungan Tunai Mandiri (ATM) banyak Anda temukan di tanah suci. Bagi Anda yang tidak terbiasa membawa uang tunai dengan jumlah besar, dan merasa lebih aman menggunakan kartu ATM, tidak perlu khawatir untuk mencari mesin ATM untuk pengambilan saat waktu dibutuhkan. Mesin-mesin itu akan Anda temukan di lantai satu, Hotel Grand Suite Zam-Zam Tower, lantai dasar Hotel Dar At-Tauhid Intercontinental, lantai dasar Hotel Hilton dan lain lain. Bank yang menyediakan mesin ATM antara lain, Bank Ahly, Bank Riyadh, Bank Razhi. Semua fasilitas mesinnya menggunakan Cyrus, sehingga rekening uang di ATM yang berlogo Cyrus akan bisa diambil dengan mata uang lokal (Riyal). Di Madinah Anda juga akan menemukan mesin ATM yang terletak di sekitar Hotel Dar Iman Intercontinental dan sebrang Hotel Al-Harityah. Di Jeddah Anda juga akan menemukan mesin ATM itu di area Cornec-Balad.

C. Memilih Toko Emas

Biasanya jemaah kaum hawa sangat tertarik untuk membeli perhiasan emas di tanah suci, baik di Makkah maupun Madinah. Karena bukan hanya karat emasnya yang lebih tinggi dari emas-emas yang ada di tanah air, tetapi bentuk dan sepuhan-nya pun begitu indah. Puluhan, bahkan mungkin ratusan toko-toko emas yang berada di sepanjang jalur menuju area di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Masalah harga, jika di kalkulasikan dengan mata uang rupiah, tentu lebih mahal dari harga biasa di tanah air. Bila Anda hendak membeli perhiasan emas dengan jumlah besar, lebih baik Anda datang ke pasar yang terletak di daerah Misfalah, di Makkah. Di sana terletak pasar yang mirip dengan pertokoan, samping area parkir Misfalah yang cukup besar. Di pasar itu terdapat beberapa toko emas dengan harga relatif lebih murah dari toko-toko yang lainnya. Tentu perbedaannya tidak begitu jauh per gramnya. Namun jika kita membeli dengan partai besar, tentu menjadi perbedaan yang sangat mendasar. Di samping itu, toko-toko emas di sana mudah untuk tawar menawar.

Glance of Hajj Corner adalah sekilas info mengenai serba-serbi saat Anda berada di Tanah Suci. Mulai dari Tips dan Trik Haji, hingga info-info masalah teknis lainnya secara berkesinambungan. Diantaranya;

A. Memilih Kartu Perdana Seluler

Saat Anda berada di tanah suci, dan berjauhan dengan keluarga tercinta, maka satu-satunya media yang mudah Anda dapatkan untuk mengurangi rasa rindu adalah komunikasi via telepon. Menanyakan kabar, kondisi dan mungkin juga sekedar say hello kepada keluarga yang ditinggal. Terlebih jika Anda masih memiliki anak yang masih kecil. Sebenarnya bukan hanya telepon sebagai media komunikasi di tanah suci, kita juga bisa mengakses internet, baik melalui ponsel maupun jasa warung internet. Namun untuk menuju warnet, kita harus berjalan jauh dengan biaya per-jam yang sangat mahal. Pun demikian saat chating dari ponsel, masih ada perasaan yang kurang untuk lebih intens mengetahui kabar keluarga di tanah air. Karenanya, komunikasi melalui hand phone masih merupakan favorit bagi jemaah haji.

Dalam berkomunikasi melalui telepon, kita bisa memilih akan menggunakan handphone pribadi atau jasa warung telepon (Wartel), yang juga menjamur di Makkah dan Madinah. Tetapi sekali lagi, tetap bahwa menggunakan handphone akan lebih efesien dalam mengontrol pengeluaran pulsa kita.