Cordova GOTCHA

Introducing Cordova Gotcha!! Ayo foto candid, apabila Anda menemukan atribut Cordova seperti jaket, syal, koper, stiker dan sebagainya yang dipakai seseorang atau ada di kendaraan. Upload di Instagram atau Facebook, jangan lupa mention ke @cordovatravel & gunakan tagar #cordovagotcha. Raih kesempatan mendapatkan paket air Zamzam spesial dari Cordova untuk foto-foto yang menarik.

Siapapun orangnya, tidak akan pernah bisa lari dari ‘jeratan’ nostalgia. Rangkaian sejarah akan selalu melingkup perjalanan utuh manusia. Bak lingkaran, ia akan menjadi aspek penting dari bagian lingkar sebuah roda. Sama pentingnya dengan masa depan yang akan dilangkah, karenanya dimensi waktu selalu terbagi pada 3 masa: Yesterday, Today dan Tomorrow (Al-Amsi, Al-aan, dan Ghoddan). Pun demikian dengan saya, Anda dan mereka, pasti selalu memiliki kenangan indah dalam sejarah hidup kita. Salahsatu cerita indah dalam ‘sejarah’ hidup saya adalah ketika berada di depan layar monitor komputer, asyik bercengkrama (chatting) dengan jutaan khayal penuh spirit melalui skype. Jemari selalu terpancing tuk menari diatas keyboard setelah menyaksikan beberapa point penting dalam list chat via skype team Cordova. Salahsatu dari ribuan chat itu adalah pembahasan mengenai spirit kemajuan Islam di Andalusia, yang terbentang oleh semangat otot dan otak kaum muslim saat itu.

Selain itu juga semangat kebersamaan dan power of serve Cordova dalam melayani jemaahnya menjadi item terpenting dalam room chat tersebut. Yah, ungkapan awal yang menunjukan bahwa Islam mampu tegak berdiri pada garda depan di Andalusia, bahkan dibelahan dunia manapun, tak lepas dari peran otot dan otak penggeraknya. Sebagaimana pribahasa Arab Man Jadda Wa Jada “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka ia kan mendapatkan impiannya”. Jika ditilik, maka benang merahnya tampak pada point “Sungguh-sungguh” itu, -yang- tentu membutuhkan kekuatan otak dalam memikirkan strategi dan otot tuk menggerakkan strategi. Begitupun dengan Cordova, bagi saya Cordova telah berhasil melakukan ‘kebaikan kolektif’ dalam salahsatu adigium-nya, atau –katakanlah- dalam sebuah seruannya (ajakan) dengan Let’s Go to Hajj.

Point terpenting lainnya, dalam cerita –mengenai konten chat skype saat itu- terdapat pada kalimat spirit kebersamaan. Saat itu, dengan teks yang ber- Caps Lock, “Bapak” kembali mengurai makna tentang together… together…, Islam bangkit karena “Together”, dan Islam hancur karena “Terberai” (kebalikan dari makna Together). Cordoba di Andalusia hancur karena terlalu banyak yang menjadi Sultan. Semua ingin menjadi Sultan dalam sebuah Istana kedaulatan. Akhirnya terberailah semua cita kebersamaan.

Indah, asyik dan membuat “Kenangan” itu selalu menjadi power tuk berbenah membangun rasa. Menyebarkan spirit Persatuan pada khalayak ramai. Sehingga kita semua dapat belajar dari Skype, yang tidak hanya menjadi ajang saling sahut dalam ‘mengucap’ dan ‘menjawab’ salam saja.

Tiada logika yang menerka
Tak ada cerita yang mendusta
Garis hiduplah yang mencipta
Bahwa cinta lahir tuk berjumpa
Bersama sosok yang penuh rasa
Bersama sosok yang penuh cinta

Yaa Abuyal Mahbuub

Hampir setiap hari kami menyaksikan, bagaimana geliat rasa
yang berlabuh dari sosok Bapak kami.

Setiap musim haji tiba, ia terkadang menjadi sosok yang benar-benar misterius.
Sulit tuk diterka, terlebih menampung asa yang bergejolak dalam pikirannya.
Meletup-letup, fluktuatif bahkan cenderung memuncak saat menyaksikan
Lengahnya kami dalam melayani para jemaah haji dan umrahyang teramat ia cintai.

Tak peduli berapa hari ia tak pejamkan mata di gelap malam, berhari-hari tak bersama keluarga, dan berhari-hari menenangkan rasa cemas yang menggurita di setiap gerak yang terlakoni.

Mata yang sayu karena sulit merasakan lentangan tubuh dalam mimpi indah, menjadi aktifitas kesehariannya.

Bagi banyak orang, mungkin suatu yang berlebihan, tetapi baginya, berpikir dan bekerja hingga ‘mengorbankan’ diri dan ‘keharmonisan’ rasa belum seberapa untuk menciptakan tujuan mulia para jemaahnya agar khusyuk, syahdu, bahagia dan mudah meraih haji yang mabrur.

Yaa Abunal Mahbuub…

Setiap tatapan, langkah dan gerak tubuhnya, mencerminkan ia orang yang tak mudah puas terhadap kinerja serta buah pikir yang terlalu flat. Datar, mendayu tak ber-irama bukan ritme yang ia tanamkan pada diri kami semua, terlebih ketika akan menghantarkan jemaah ke Baitullah.

Setiap malam, dimana kami memulaskan rasa kantuk, justru ia kerap merangkai ide yang tiada batas. Merelakan raganya ‘tertusuk’ angin malam, batinnya teriris kesendirian, dan senyumnya terpendam keresahan. Gelisah jika kami tidak bisa memberikan pelayanan sebaik mungkin. Karena baginya, pelayanan tahun ini harus jauh melebihi tahun yang telah terpijak, begitu seterusnya.

Totalitas, integritas dan dedikasinya terhadap jemaah, tidak akan mungkin terlampaui oleh kami, sekalipun jika semua team digabungkan menghadapi beliau, karena memang Cordova adalah-nya, Cordova adalah jiwa-nya, Cordova adalah kita.

Suatu ketika dalam pembaringan, dengan suara parau dan rasa sakitnya, ia tak henti menuturkan kata ‘jemaah’ seraya berpesan ‘titip jemaah, layani mereka dengan maksimal dan rasa tulus…

Kami tahu ia tak berdaya menahan rasa, ia tak kuasa menimbang rasa, namun baginya mencintai adalah segalanya. Cinta terhadap jiwa-jiwa yang berada disekelilingnya.
Kami hanya berkaca dengan batin penuh harap, semoga pengorbanannya menjadi suatu yang sangat berharga yang meliputi keberkahan sepanjang masa. Semoga setiap rasa lelah dan sakitnya segera diangkat dengan kesehatan yang sempurna…

We know, u never Give up!
Milad Mubarak
We Love u!
#120714