Kapan Pergi Haji? Kapan-kapan?

Sebuah pertanyaan menggelitik bagi kita yang sudah memiliki kesanggupan namun belum merasa siap untuk berangkat haji. Tatkala kebutuhan-kebutuhan pokok telah terpenuhi. Ada rumah untuk berteduh, ada kendaraan, ada cukup dana untuk kebutuhan keluarga, apalagi yang mengganjal kita untuk pergi haji?

Setiap kali menunda, biasanya akan muncul terus godaan yang makin sulit untuk ditolak, peluang investasi menarik yang belum tentu datang tiap saat, cita-cita menyekolahkan anak di tempat bergengsi, renovasi rumah yang tak kunjung kelar, ataupun masalah klasik, seperti pernah bikin “dosa” di masa lalu yang bikin takut dibalas saat nanti haji. Realita dan mitos yang menghantui kita ini kian meredupkan niat kita.

Ada pula yang hati-hati memilih travel. Saking berhati-hatinya, hingga tak kunjung daftar. Masih pilih-pilih, mana yang fasilitasnya mantap, harga terjangkau, siapa ustadznya, berapa lama, dan seabrek pertanyaan yang membuat bingung diri sendiri.

Mari sudahi saja. Bila kita ada kelapangan rezeki segeralah berangkat haji. Jangan ditunda-tunda. Karena umur siapa sangka, sedangkan haji hukumnya wajib bagi yang mampu. Maka yang sudah mampu jangan dibuat-buat menjadi tidak mampu. Bila belum ada kelapangan rezeki, mulailah menabung. Bila ajal menjemput namun haji belum terlaksana, semoga tabungan itu walaupun baru hanya 100 ribu rupiah, menjadi bukti niat serius kita di hadapan Allah yang maha kuasa. Let’s go hajj !

smartUMRAH 1440 H

Travel Umrah Cordova selalu berusaha menyajikan yang terbaik untuk mereka yang ingin Umrah di daerah Jakarta dan sekitarnya.Rasakan pengalaman spiritual shalat Jumat di Masjidil Haram dengan . Sempurnakan dengan kesempatan melaksanakan 2 kali Umrah. Ditambah dengan kajian – kajian menarik tentang Islam yang akan anda dapatkan bersama ustadz pembimbing.

 

Contact Our Officer :

  • Ronny 08111 999 342 
  • Aisyah 0812 7050 7060 
  • Soleh 0812 9455 3928 
  • Adun 0812 9477 7568
PIT STOP RAMADHAN

PIT STOP RAMADHAN

Dalam ‘sirkuit kehidupan’, laju kencang kendaraan F1 kita telah sejenak singgah di ‘Pit Stop’.

Bahan bakar telah di refill, panel-panel listrik telah di checked & recharged. Ban diganti, dan kaki-kaki telah diperiksa hingga kondisinya oke. Kembali siap melaju.

Demikianlah kondisi kita sekarang. Sebulan penuh kita menempa diri dalam kesabaran berpuasa, mendirikan sholat wajib maupun sunnah, bangun tengah malam qiyamul lail dan sahur, bersedekah berbagi berderma, telah mewarnai hari-hari kita. Recharge kondisi badan dan juga iman.

Maka kitapun kini telah siap, ngebut dan berlomba, kembali mengarungi perjalanan kehidupan selama sebelas bulan kedepan.

Semoga Allah SWT meridhoi dan menerima segala amal ibadah kita di Ramadhan ini, dan masih beri kesempatan berjumpa kembali Ramadhan tahun depan.

Taqobbalallahu minna waminkum, taqobbal yaa kariim. Barokallahu fiikum.

>>Cordova Travel Blog<<

Cordova Takbiran

Ya Allah!
Janganlah Engkau jadikan puasa kali ini
sebagai puasa yang terakhir dalam hidup kami.

Seandainya pun Engkau tetapkan demikian,
maka jadikanlah puasa kami ini
sebagai puasa yang dirahmati,
bukan yang sia-sia.

Taqabbalallahu minna waminkum, wakullu ‘aamin wa antum bikhairin

Menghitung Harga Umroh

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, mungkin jumlah dana yang dibelanjakan untuk perjuangan suci, haji maupun umroh, tidak perlu ada pertimbangan-pertimbangan lain. “Saya ingin umroh dengan fasilitas VIP”. Titik, tidak lagi melihat dan mempertimbangkan harga, yang penting baginya berangkat dan beribadah dengan khusyuk di Tanah Suci. Boleh kah (?) tentu saja boleh, dalam Islam kata “Isthitho’a” atau berhaji dan umroh bagi yang “Mampu” tidak dibatasi apakah harus menggunakan fasilitas VIP atau reguler, yang penting adalah niatan ibadah karena ALLAH Ta’ala.

Jiwa Perkasa, Raga Berjaya

Jiwa adalah penggerak raga. Tanpanya, hanyalah jasad yang terkujur. Jiwa adalah jantungnya raga. Tanpanya, tiada detak dalam gerak. Semua yang tampak adalah berawal dari jiwa. Jiwa busuk, raga pun kusut. Jiwa adalah cermin dari segala tingkah kita di dunia nyata, semuanya tersumber dari aktivitas jiwa yang bergejolak. Bukan hanya raga yang harus dijaga dan diperhatikan kebugarannya, namun jiwa lebih penting untuk dijaga kebugarannya.

Rasulullah ﷺ dan Musuh Besarnya

Abdullah bin Ubay bin Salul

Satu waktu ketika Islam semakin kuat di Madinah, kaum Yahudi sudah diusir karena perbuatannya yang melampaui batas dalam menghancurkan ketentraman dan kedamaian masyarakat Madinah. Akan tetapi, keadaan Madinah belum sepenuhnya aman akibat ulah Abdullah bin Ubay bin Salul, pemimpin orang-orang munafik yang senantiasa menggunting dalam lipatan. Beberapa saat kemudian dikabarkan bahwa Abdullah bin Ubay sakit keras.