Barat Belajar Dari Cordoba

Seri:2
Europe Muslim Journey

Pada artikel seri 1 Europe Muslim Journey, disebutkan bahwa Cordoba menjadi inspirasi bagi setiap manusia yang menyaksikan kesempurnaan yang mendetail tantang sejarah kota ini. Bukan sekedar kemegahan bangunan disertai ukiran interiornya yang fantastis saja yang dapat dinikmati setiap orang, namun tumbuh subur ilmu pengetahuannya juga ternyata menjadi cikal bakal pesatnya perkembangan Eropa di masa kini. Cordoba benar-benar meninggalkan jejak kejayaan Islam yang tidak hanya meninggalkan bangunan-bangunan megah. Tetapi mewariskan peradaban dan ilmu pengetahuan yang tak ternilai harganya. Banyak yang saya dapatkan dari setiap orang yang telah menginjakkan kaki di negeri impian itu, cerita mengenai puing-puing sejarah itu kadang memberikan inspirasi yang kuat, betapa pencapaian yang gemilang kan diraih setelah melakukan perjuangan yang sangat dahsyat. Tampak jelas dalam mozaik dan beberapa ukiran di setiap dinding masjid Cordoba misalnya, terdapat pesan yang begitu kokoh, bahwa keindahan yang tertuang dalam setiap pilar masjid merupakan kelembutan jiwa tuk mencapai kesempurnaan rasa. Hasrat yang tertuang dalam keseriusan membangun tempat itu adalah klimaks betapa indahnya peradaban Islam di Cordoba.

Kota yang terletak di Provinsi Andalusia, sebelah Barat Spanyol ini merupakan pusat ilmu pengetahuan pada masanya. Konon, di kota ini berdiri perpustakaan yang besar dengan jumlah volume kunjungannya mencapai 400.000 orang. Padahal pada waktu yang sama, perpustakaan-perpustakaan besar di Eropa, volume pengunjungnya jarang mencapai angka seribu. Karena itu, tidak salah -jika saya pernah mendengar- bahwa Cordoba disebut sebagai “The Greatest Centre of Learning” di Eropa, saat kota-kota lain di benua tersebut berada pada masa kegelapan, maka Cordoba menjadi sinar yang menyinari. Bagai bunga yang menebar harum di Eropa pada abad pertengahan.

Kita menilik sedikit ke sudut kota ini, ketika masa kekuasaan Abrurrahman III, berdiri Universitas Cordoba yang termasyhur dan menjadi kebanggaan umat Islam. Berbondong-bondong mahasiswa dari berbagai wilayah, termasuk mahasiswa Kristen dari Eropa menimba ilmu disana. Dari universitas inilah, Barat menyerap ilmu pengetahuan. Salah satu mahasiswa Kristen yang menuntut ilmu di Spanyol adalah Gerbert d’Aurillac (945-1003), yang kemudian menjadi Paus Sylvester II. Selepas belajar matematika di Spanyol, dia kemudian mendirikan sekolah katedral dan mengajarkan aritmatika dan geometri kepada para muridnya.

Geliat pendidikan di Cordoba makin bersinar pada era Pemerintahan Khalifah Al-Hakam Al-Muntasir. Sebanyak 27 sekolah swasta berdiri pada masa itu. Gedung perpustakaan mencapai 70 buah menambah semarak perkembangan ilmu pengetahuan. Saat itu pula, terdapat 170 wanita yang berprofesi sebagai penulis kitab suci Alquran dengan huruf Kufi yang indah. Anak-anak fakir miskin pun bisa belajar secara gratis di 80 sekolah yang disediakan Khalifah. Pendidikan yang tinggi pun diimbangi dengan kesejahteraan masyarakatnya.

Berkembang pesatnya ilmu pengetahuan di Cordoba pada era kejayaan Islam telah melahirkan sejumlah ilmuwan dan ulama termasyhur. Cordoba merupakan pusat intelektual di Eropa dengan perguruan-perguruan yang sangat terkenal dalam bidang kedokteran, matematika, filsafat, sastra, bahkan musik. Kontribusi para intelektual dan ulama yang lahir dari Cordoba sangat diakui dan memberi pengaruh bagi peradaban manusia. Di antara para ilmuwan yang muncul pada masa keemasan Islam di Cordoba antara lain Muhammad Ibnu Rusydi, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Ibnu Rusydi atau Averrous. Ibnu Rusydi merupakan seorang ilmuwan muslim yang sangat berpengaruh pada abad ke-12 dan beberapa abad berikutnya. Ia adalah seorang filosof yang telah berjasa mengintegrasikan Islam dengan tradisi pemikiran Yunani.

Demikian juga lahir seorang seorang mufasir kenamaan yaitu Al-Qurtubi yang menulis kitab tafsir Al-Qurtubi. Kemudian pakar kesehatan modern, Az-Zahrawi, yang memperkenalkan teknik keperawatan dan menciptakan alat dan teknik terbaru bedah luar dan dalam. Ia menulis buku medis bergambar yang dijadikan referensi oleh pakar kedokteran Eropa.

Itulah kota Cordoba yang di masa kejayaannya banyak menginspirasi penulis barat yang banyak digambarkan oleh para ahli sejarah maupun politik sebagai cikal bakal pembawa kemajuan bagi Barat di masa sekarang.

Foto:wikipedia.org

Related Post

Japan I’m In Love

Japan I’m In Love

Apa yang terbersit dalam benak kita saat mendengar kata “ Jepang” ? sebagian kita mungkin…

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *