<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CORDOVA Travel Blog &#187; thawaf</title>
	<atom:link href="http://cordova-travel.com/blog/tag/thawaf/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cordova-travel.com/blog</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 15:07:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Untuk Apa Manusia Bertawaf (?)</title>
		<link>http://cordova-travel.com/blog/2010/03/20/untuk-apa-manusia-bertawaf/</link>
		<comments>http://cordova-travel.com/blog/2010/03/20/untuk-apa-manusia-bertawaf/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Mar 2010 02:42:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cordova Press</dc:creator>
				<category><![CDATA[Risalah]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[ka'bah]]></category>
		<category><![CDATA[thawaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cordova-travel.com/blog/?p=1638</guid>
		<description><![CDATA[Menurut makna asalnya, thawaf berarti mengelilingi sesuatu. Sedangkan menurut istilah syarâ€™i, thawaf adalah salahsatu bentuk ibadah dengan cara mengelilingi kaâ€™bah sebanyak tujuh kali. Dalam rangkaian ibadah haji, kedudukan thawaf sangat penting sekali. Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa Allah SWT menurunkan 120 Rahmat kepada orang yang berhaji/berumrah di rumah Allah yang suci: 60 untuk yang bertawaf, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut makna asalnya, thawaf berarti mengelilingi sesuatu. Sedangkan menurut istilah syarâ€™i, thawaf adalah salahsatu bentuk ibadah dengan cara mengelilingi kaâ€™bah sebanyak tujuh kali. Dalam rangkaian ibadah haji, kedudukan thawaf sangat penting sekali. Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa Allah SWT menurunkan 120 Rahmat kepada orang yang berhaji/berumrah di rumah Allah yang suci: 60 untuk yang bertawaf, 40 untuk yang shalat, dan 20 untuk yang menyaksikan atau melihat Kaâ€™bah. (Hadist riwayat Al-Baihaqi). Sesungguhnya di dalam Al-Qurâ€™an dan hadist tidak dijelaskan secara mendetail makna berkeliling di sekitar kaâ€™bah itu, tetapi ayat-ayat Allah di alam semesta dapat membantu menjelaskan maknanya. Jika diperhatikan secara mendalam tentang alam semesta, maka mereka pun melakukan thawaf sebagai bentuk ketaatan kepada-Nya. Thawaf bisa juga diartikan sebagai simbolisasi dari perjalanan hidup manusia yang terus mengalami perputaran, tentunya berputar harus sesuai dengan orbit yang tepat, yakni berputar dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jika manusia telah keluar dari orbit penciptaannya, maka ia telah keluar dari orbit yang sama artinya dengan kehancuran. Karena tidak ada keseimbangan dalam berputar.<span id="more-1638"></span></p>
<p>Move to Life, bergerak untuk hidup, demikian manusia dalam menggapai kehidupannya tidak terlepas dari pergerakan. Perputaran dan perubahan adalah sebuah keniscayaan, sebuah sunat alam yang tak bisa dipungkiri. Jika tidak berubah, berarti tidak bergerak. Dan jika tak bergerak, berarti tak hidup alias kaku dan mati. Meski jasadnya hidup, tetapi ruhnya mati. Karena untuk bisa bergerak dan berputar, bukan hanya jasad yang melakukannya, namun kekuatan itu justru tumbuh dari ruh yang menopang kemampuan jasad tuk bergerak.</p>
<p>Secara jasmani, manusia merupakan bagian dari alam yang pada awal penciptaannya, telah berjanji akan taat kepada-Nya. Maka manusia pun turut dalam proses alam. Termasuk berthawaf bersama tumbuhan dan binatang mengitari poros bumi, dan kita benar-benar tidak menyadarinya. Secara ruhani, manusia telah berjanji di alam rahim untuk taat dan mengakui Allah sebagai Rabb, Tuhan pencipta dan pemeliharanya. â€œDan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), &#8220;Bukankah Aku ini Tuhanmu?&#8221; Mereka menjawab, &#8220;Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi&#8221;. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, &#8220;Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)&#8221; (Q.S. 7:172).</p>
<p>Di hari perhitungan kelak, yang mesti dipertanggung-jawabkan manusia bukanlah dimensi jasmaninya, tetapi dimensi ruhaninya. Karena jasmani manusia sesungguhnya telah taat kepada ketentuan Allah. Ketika kita terpeleset, jasmani manusia akan jatuh tertarik gravitasi bumi. Ketika terkena wabah suatu penyakit, jasmani manusia bisa rusak, ketika mati, jasmani manusia pun akan hancur dalam proses pembusukan. Demikianlah contoh bahwa jasmani manusia telah taat pada ketentuan Allah SWT.</p>
<p>Sedangkan ruhani manusia, berpotensi untuk ingkar janji, tiada lain penyebabnya adalah manusia diberikan nafsu. Ketaatan sesuai dengan janji atas pengakuan bahwa Allah dzat yang menciptakannya, serta akan taat kepada perintah-Nya sering terlupakan.</p>
<p>Haji sebagai puncak ibadah mengingatkan akan janji awal manusia untuk taat, sebagaimana alam semesta memenuhi janjinya untuk taat kepada-Nya. Dalam ibadah haji, thawaf bisa mengingatkan jiwa manusia untuk taat kepada Allah sebagaimana alam pun taat pada penciptanya.</p>
<p>Tujuh kali mengelilingi ka&#8217;bah bisa bermakna proses yang terus menerus tiada henti sebagaimana thawafnya alam semesta. Di dalam Alqur&#8217;an ungkapan &#8216;tujuh&#8217; atau &#8216;tujuh puluh&#8217; sering mengacu pada jumlah yang tak terhitung. Misalnya, di dalam Q.S. Al-Baqarah:261 Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Perumpamaan yang diberikan Allah seperti menanam sebutir benih menghasilkan tujuh tangkai berisi masing-masing seratus butir.</p>
<p>Demikian juga perumpamaan tak terbatasnya Kalimat Allah yang tak mungkin dapat dituliskan walaupun semua pohon jadi pena dan lautan jadi tintanya dan di tambah tujuh lautan lagi (Q.S. Luqman:27). Ungkapan tujuh langit pun bisa bermakna seluruh benda langit yang tak terhitung jumlahnya.</p>
<p>Bagi diri manusia, pelaksanaan thawaf tujuh kali merupakan simbol ketaatan dirinya seperti taatnya benda-benda langit berthawaf tiada henti. Tetapi, bila dilihat sebagai kelompok, manusia yang berthawaf silih berganti tiada henti akan tampak seperti miniatur anggota tata surya yang sedang mengitari matahari. Atau seperti bintang-bintang yang sedang mengitari pusat galaksi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cordova-travel.com/blog/2010/03/20/untuk-apa-manusia-bertawaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Let We Know (1)</title>
		<link>http://cordova-travel.com/blog/2010/01/22/let-we-know-1/</link>
		<comments>http://cordova-travel.com/blog/2010/01/22/let-we-know-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 10:12:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cordova Press</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[ka'bah]]></category>
		<category><![CDATA[thawaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cordova-travel.com/blog/?p=1420</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa thawaf tujuh putaran (?) Thawaf, atau memutari Kaâ€™bah adalah suatu ibadah yang juga dilakukan oleh para Malaikat di Baitul Maâ€™mur. Sebuah tempat di alam ghaib (kehidupan Malaikat) yang mirip dengan Kaâ€™bah. Para Malaikat beribadah dengan cara memutari Baitul Maâ€™mur, jika umat Nabi Muhammad melaksanakan Thawaf dengan tujuh kali putaran, selain mengikuti perintah Rasul tentunya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="" src="http://www.cordova-travel.com/blog/img/tawaf.jpg" title="Tawaf" class="alignnone" width="550" height="300" /></p>
<p><strong>Kenapa thawaf tujuh putaran (?)</strong></p>
<p>Thawaf, atau memutari Kaâ€™bah adalah suatu ibadah yang juga dilakukan oleh para Malaikat di Baitul Maâ€™mur. Sebuah tempat di alam ghaib (kehidupan Malaikat) yang mirip dengan Kaâ€™bah. Para Malaikat beribadah dengan cara memutari Baitul Maâ€™mur, jika umat Nabi Muhammad melaksanakan Thawaf dengan tujuh kali putaran, selain mengikuti perintah Rasul tentunya memiliki nilai ilmiah yang mengagumkan. Yakni jumlah putarannya sejalan dengan jumlah 7 lapis langit dan bumi. Serta sesuai dengan jumlah hari. Tujuh kali putaran juga melambangkan bahwa manusia harus selalu melakukan pergerakan dalam hidupnya. Ikhtiar dalam beribadah dan mencari nafkah. Seperti Siti Hajar yang mencari air dari bukit Safa ke Marwa sebanyak tujuh kali. </p>
<p>Pusaran thawaf pada Kaâ€™bah melambangkan sebagai pusat orbit seluruh alam dan isinya yang terpusat pada kekuatan Allah SWT. Ketentuan arah thawaf pun, sejalan dengan arah putaran seluruh electron, bumi, bulan dan planet.<span id="more-1420"></span></p>
<p><strong>Mengapa Berdoa saat memutari Kaâ€™bah (Thawaf) lebih mustajab (?)</strong>   </p>
<p>Kegiatan memutar atau berputar mengelilingi Kaâ€™bah sebagai suatu bagian ritual haji disebut berthawaf (berevolusi). Hal ini menurut ahli juga dilakukan makhluk-makhluk lain di alam semesta ini. Dalam ilmu fisika, ada yang disebut Gaya Lorentz. Yaitu apabila kawat dialiri arus listrik, maka akan menimbulkan medan magnet disekitarnya. Bila penghantar ber-arus diletakkan di dalam medan magnet, maka pada penghantar akan timbul gaya, gaya inilah yang disebut gaya Lorentz. Semakin arus itu banyak, maka semakin kuat gelombang yang berputar hingga menekan kekuatan langsung menuju porosnya. </p>
<p>Setiap benda yang bergerak dan memutar akan menghasilkan kekuatan dahsyat yang mengangkat energy ke atas. Pun demikian memutari Kaâ€™bah dengan terus memanjatkan doa dan dzikir, maka aura positif yang berputar itu semakin kuat mendekati poros yang diputarinya, Yakni Dzat Maha segalanya, Allah SWT. Karena Setiap benda yang bergerak ada energi dan setiap energi pastilah memiliki ruh. Sedangkan ruh seperti selembar kain putih tak bernoda yang ditiupkan ke setiap jiwa. Setan hanya mampu menembus jiwa manusia ketika berada di alam rendah.</p>
<p><strong>Mengapa Kaâ€™bah Kubus (?)</strong></p>
<p>Bentuk persegi atau kotak merupakan symbol dari salah satu bentuk meditasi yang diajarkan kaum sufi yang mengandung makna â€œMenunggu, Pengendalianâ€. Pendapat lain mengatakan bahwa kubus merupakan bentuk 3 dimensi yang paling sederhana, menggambarkan perumpamaan dari kerendahan hati manusia, dan kekaguman manusia kepada keagungan Tuhan yang kemuliaan-Nya tidak dapat digambarkan atau dipahami oleh siapapun, meski melalui keindahan arsitektur manapun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cordova-travel.com/blog/2010/01/22/let-we-know-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A Little bit About Hajj</title>
		<link>http://cordova-travel.com/blog/2008/11/14/a-little-bit-about-hajj/</link>
		<comments>http://cordova-travel.com/blog/2008/11/14/a-little-bit-about-hajj/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 08:28:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cordova Press</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[al munawarah]]></category>
		<category><![CDATA[hajar aswad]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[hijr ismail]]></category>
		<category><![CDATA[ka'bah]]></category>
		<category><![CDATA[madinah]]></category>
		<category><![CDATA[smarthajj]]></category>
		<category><![CDATA[thawaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cordova-travel.com/blog/?p=354</guid>
		<description><![CDATA[Hari Jumâ€™at depan, insya Allah bagi smartHAJJ Cordova program Arbain sudah bisa melakukan sholat Jumâ€™at di tanah suci. Kota Nabi, Madinah Al-Munawarah menjadi pilihan pertama jemaah Cordova. Ada baiknya dalam kesibukan persiapan haji, kita menelusuri beberapa informasi mengenai keberadaan benda â€œsuciâ€ di pelataran haram. Baiklah kita mulai kupas mengenai Kaâ€™bah, yang terletak di tengah Masjid [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Jumâ€™at depan, insya Allah bagi smartHAJJ Cordova program Arbain sudah bisa melakukan sholat Jumâ€™at di tanah suci. Kota Nabi, Madinah Al-Munawarah menjadi pilihan pertama jemaah Cordova. Ada baiknya dalam kesibukan persiapan haji, kita menelusuri beberapa informasi mengenai keberadaan benda â€œsuciâ€ di pelataran haram. Baiklah kita mulai kupas mengenai Kaâ€™bah, yang terletak di tengah Masjid Al-Haram. Kaâ€™bah secara bahasa bermakna kubus, atau bangunan yang berbentuk segi empat. Kaâ€™bah dibangun pertama kali oleh nabi Ibrahim As. Bahkan menurut beberapa riwayat shahih, sebelumnya ia dibangun oleh malaikat Jibril AS. Kaâ€™bah merupakan bangunan pertama diatas bumi (QS. Ali Imran ayat 96). Saat ini, kaâ€™bah memiliki tinggi 14 M. lebar dinding timur 10,25 M. lebar dinding utara 10,05 M. lebar dinding barat 11,05 M. dan lebar dinding selatan 10,15 M. Kaâ€™bah dengan pesona indahnya ini, sejak dibangun sampai akahir zaman nanti akan menjadi tempat perputaran thawaf. Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Abbas ra. Rasul Bersabda â€œSesungguhnya pada setiap hari, Allah SWT menurunkan 120 rahmat disekitar Baitullah. 60 dibagikan untuk orang bertawaf, 40 dibagikan untuk orang yang shalat, dan 20 dibagikan untuk orang-orang yang memandang Baitullah (kaâ€™bah)â€ (HR. Ibnu Abbas)<span id="more-354"></span></p>
<p>Di salah satu sudut kaâ€™bah, terdapat benda surga yang â€œdititipkanâ€ di tanah Haram. Benda itu tiada lain adalah Hajar Aswad, yang selalu menjadi rebutan dan kerumunan orang, disini juga adalah tempat start (permulaan) dan finish (akhir) dari tujuh putaran thawaf. Dalam segi bahasa, hajar aswad ini berarti â€œbatu yang berwarna hitamâ€. Biasanya untuk bisa mengusap dan mencium hajar aswad, jemaah haji selalu berdesakan dan tidak mustahil bisa menyakitkan orang, karena mendesaknya. So, jika tak bisa atau tak mampu menciumnya, janganlah terlalu dipaksakan. Cukuplah melambaikan salam dengan tangan sembari mengucapkan â€œBismillahi Allahu Akbarâ€. Suatu saat Umar bin Khattab sebelum mencium hajar aswad, ia berkata â€œHai hajar aswad! Aku tahu kau hanyalah batu yang tak dapat memberikan manfaat dan mudharat kepada siapapun. Jika saja Rasulullah SAW. Tidak mencium-mu, niscaya aku tak akan pernah mencium-muâ€.</p>
<p>Masih di area kaâ€™bah, terdapat satu tempat mustajab doâ€™a. tempat itu bernama Multazam, dari segi bahasa Multazam itu berarti â€œtempat berkomitmenâ€. Letak Multazam itu terdapat diantara Hajar Aswad dan pintu Kaâ€™bah. Rasulullah pernah bersabda â€œAntara sudut hajar aswad dan pintu kaâ€™bah disebut multazam. Tidak ada orang yang meminta sesuatu di Multazam, melainkan Allah SWT. Akan mengabulkan permintaan ituâ€. (HR. Al-Baihaqi dari Ibnu Abbas).</p>
<p>Satu lagi informasi ringan mengenai area haram yang tentunya akan Anda lalui nanti, tempat yang juga tak kalah menarik untuk diketahui adalah Hijr Ismail. Bentuknya setengah lingkaran dan di sekat dengan tembok-tembok pembatas. Dalam sebuah riwayat shahih, disanalah tapak rumah keluarga nabi Ibrahim As. Ditempat itu juga, nabi Ismail As. Tinggal semasa hidupnya. Hijr Ismail termasuk bagian kaâ€™bah, karenanya sewaktu melakukan thawaf, jangan sampai masuk atau melalui Hijr Ismail. Karena putaran thawafnya tidak dihitung (tidak sah). Dalam sebuah riwayat Abu Hurairah Ra. Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Abu Hurairah Ra. â€œWahai Abu Hurairah, sebetulnya dipintu Hijr Ismail ada malaikat yang selalu mengatakan kepada setiap orang yang masuk dan shalat dua rakaat di Hijr Ismail itu, kau telah diampuni dosa-dosamu, mulailah dengan amalan-amalan baruâ€.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cordova-travel.com/blog/2008/11/14/a-little-bit-about-hajj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

