Posts Tagged ‘smarthajj’
Keep Mabrur in The Real Life
Ahad, 06/12 – Soekarno-Hatta, Cengkareng-Banten
Tepat pukul 15.00 WIB, keluarga smartHAJJ Cordova sudah berkumpul di pintu keluar E-3, lantai dasar Bandara Soekarno Hatta. Kabar pesawat yang terlambat landing sekitar dua jam dari jadwal awal telah didapat melalui fasilitas SMS Gateway Cordova sebelumnya. Namun animo dan kerinduan yang tinggi dari sanak keluarga yang ditinggal, menjadi sebuah fenomena “rasa†yang sulit digambarkan. Terbukti setengah jam sebelum pesawat landing, mereka (Keluarga Jemaah), berkumpul tepat didepan pintu keluar E-3. Tampak sebagian dari mereka yang terlihat cemas, dengan sedikit raut muka khawatir karena pesawat mengalami pengunduran (delay). Namun banyak juga yang terlihat santai, sembari bergurau dengan beberapa Team Cordova, yang juga tengah mempersiapkan area penyimpanan barang bagasi smartHAJJ. Beberapa menit kemudian, raut muka mereka berubah ceria setelah menerima kabar pesawat telah mendarat dengan selamat. Tanpa dikomando, mereka langsung berbaris di depan pagar dengan penuh semangat. Meski sudah tahu pesawat mendarat dengan selamat, namun masih terlihat sebagian mereka harap-harap cemas. Tidak sabar menunggu anggota keluarganya keluar dari balik pintu keluar, setiap ada pergerakan yang muncul dari balik tirai, mereka setengah berteriak “Mungkin ituâ€, ternyata bukan, serempak mereka berteriak “Yaa Bukan..â€. Hingga jelang beberapa detik, smartHAJJ Cordova muncul dengan mayoritas mengenakan jaket dan syal Cordova yang sangat jelas teridentik. [>>>]
Last But Not The End
Berziarah ke kota Madinah sesungguhnya tidak termasuk dalam rangkaian ibadah haji, tetapi keutamaan kota yang diselimuti cahaya surga itu, tak kalah menarik dan afdhalnya dengan kemuliaan kota Makkah. Maka sejak awal kedatangan smartHAJJ di Kota Cahaya (Madinah Al-Munawwarah) itu, mereka menemukan sesuatu yang berbeda. Baik dari suhu dan iklimnya, maupun kehidupan penduduk asli Madinah yang begitu hangat menyambut setiap tamu yang datang. Kebaikan yang diterima tidak sekedar basa-basi semata, senyuman dan segala prilaku positif yang diberikan pada setiap jemaah haji –memang- adalah watak dan kebiasaan mereka. Intonasi katanya pun terdengar begitu lembut dan pelan. Ketenangan kerap dirasakan setiap kita berada di Masjid yang mendapatkan garansi pahala seribu kali lipat jika beribadah didalamnya. Ada pula perbedaan yang mencolok antara Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, jika di sekitar Masjidil Haram menjulang tinggi menara-menara hotel melebihi tingginya masjid, maka di Nabawi, pemandangan itu tak kan pernah tampak. Karena ketinggian hotel dan menara sekitar Masjid Nabawi tidak boleh melebihi tingginya menara Masjid Nabawi. So, ketinggian bangunan itu lebih merata. Dengan tinggi yang sama-sama tidak melebihi batas yang diperbolehkan. Entah apakah karena Khadimul Kharamian (Pelayan dua tanah suci/kerajaan Saudia) memiliki itikad untuk menghormati rumah sekaligus makam nabi yang persis berada disamping depan Masjid Nabawi. [>>>]
Bukan Tuk Takabur, Just Berharap Mabrur
Kurang dari 48 jam, smartHAJJ Cordova akan segera kembali pada the real life, kehidupan baru sebagai haji dan hajjah. Bukan gelar yang bersarang pada akhir padanan kata nama, tetapi jauh lebih dahsyat sebagai pribadi-pribadi mulia yang menerima kunci surga dengan kemabrurannya. Yah harapan besar sebagai haji mabrur bukan hanya milik smartHAJJ yang melakoni segala rangkaian ibadah haji. Tetapi semua harapan itu muncul dari setiap benak muslim bangsa Indonesia. Karena terciptanya suatu kesejahteraan dan kemakmuran bangsa dimulai dari setiap individu, keluarga, lingkungan sekitar dan meluas menjadi kemabruran yang kolektif. Awal jejak baru akan dimulai kala smartHAJJ kembali menginjakkan kakinya saat landing di Bandara Soekarno Hatta, Ahad siang, 6 Desember 2009. Perjalanan suci yang dilakoni dua pekan lebih menjadikan semacam “tarbiyyatun-nafsiâ€, pendidikan ruhani yang begitu besar. Segala kerikil bahkan pungkahan batu besar yang menghalang saat ibadah haji menjadikan pengalaman berharga bagi sisa hidup kita di dunia fana ini. Sebaliknya, perlu kita waspadai sedini mungkin segala celah negatif dalam diri usai menjalankan ibadah haji. karena Saat-saat seperti inilah para panglima Iblis menggencarkan serangannya untuk merampas “kunci surgaâ€, yang kini digenggam para haji. Mereka (para durjana) tidak akan pernah menyerah untuk merebut segala yang telah kita dapatkan di Tanah Suci (berupa ampunan dan jaminan surga-Nya). [>>>]
The Real Manasik smartHAJJ 1430 H
Puskesmas Pancoran - Taman Wiladatika, Cibubur
17 - 18 Oktober 2009
Arisan Haji smartHAJJ 1429 H
Kediaman H. Martono, Bandung
25 Juli 2009
Amazing Haram, Peacefull Nabawi (Part II)
Catatan Perjalanan smartHAJJ Cordova 2006
Setelah rombongan jamaah berkumpul dan waktu terus bergulir, akhirnya sekitar pukul 09.30 waktu KSA, kami bergerak menuju masjid Nabawi…Masjidnya Rasulullah SAW yang jarak tempuhnya kurang lebih 100 meter dari hotel. Dinginnya udara serta angin pagi kota Madinah yang sempat membuat hidung saya mengeluarkan darah segar sama sekali tidak mengurangi niat saya untuk dapat segera melihat serta merasakan secara langsung atmosfer kedamaian ketika berada di kota Madinah umumnya terlebih lagi masjid Nabawi khususnya. [>>>]

