Posts Tagged ‘ramadhan’
99 Fakta Ramadhan di Dunia
We Love Ramadhan
Kenikmatan Sahur Terakhir
Seringkali. Bahkan berkali-kali saya mendengarkan suara indah sang muadzin. Namun kali ini, di Rest Area KM. 57 Karawang ini, hati saya kembali tergugah oleh sentuhan suara adzan di masjid At-Taubah. Suaranya lantang, namun penuh penghayatan. Mendayu namun penuh penjiwaan. Ingin rasanya seruan adzan terus berulang mengakhiri ramadhan yang mulai beranjak. Di Rest Area KM. 57 Karawang ini, saya kembali mendengar sentuhan ruhani yang hampir menyerupai adzan-adzan di tanah suci. Gegap gempita pemudik yang hilir mudik melangkah ke sebuah masjid yang mirip istana-istana di Maroko. Guratan wajah mereka mengisahkan kesedihan yang merana bak ditinggal sang primadona. Ramadhan telah berakhir, ramadhan akan segera meninggalkan kita, tak ada lagi suara-suara dari sarau atau masjid yang terdengar membangunkan tidur kala sahur tiba, tak adalagi penantian beduk Maghrib menjelang buka puasa. Semuanya akan berakhir terganti oleh hari kemenangan. [>>>]
Ijab Dibayar Lunas
Menjelang hari raya I’edul Fitri, segala sektor kehidupan masyarakat bermayoritas muslim disibukkan oleh kegiatan yang tertuju pada hari suci. Tidak hanya arus mudik yang mengalami kepadatan, arus komunikasi pun saling berebut menuju jaringan operator yang kian hari semakin bergelombang. Kendati demikian, tetap saja niatan yang telah terpatri dalam diri tak pernah berhenti menghadapi kondisi seperti itu. Meski perjalanan akan menuai kemacetan yang luar biasa, namun pemudik tetap melakukan perjalanan, tentunya dengan satu tujuan, bisa berkumpul bersama sanak keluarga. Begitu pula dengan jaringan komunikasi yang tak pernah berhenti meski diatas sana arus gelombang saling berebut menuju tujuannya masing-masing. Demikian sekilas potret kehidupan yang mengajarkan kita untuk berkomitmen dalam melakukan sesuatu meski kendala menghadang. [>>>]
Berkah Ramadhan a la Cordova
Setiap penghujung ramadhan, selalu saja disetiap pusat pembelanjaan terdapat discount-discount harga atau cuci gudang sekaligus. Discount yang marak itu lumayan memberikan semacam berkah untuk masyarakat luas, karena selain harganya lebih miring dari biasanya, kita juga bisa mendapatkan barang-barang itu lebih dari budget harga awal. Yah, begitulah ramadhan senantiasa memberikan berkah pada setiap manusia. Dimana dan kapan saja selama ramadhan, berkah itu selalu menghantarkan pesan ilahiyyah yang terkadang banyak dilupakan. Begitu pula dengan Cordova, untuk bisa memberikan arti lebih pada jemaahnya, Cordova akan menggelar Cash Back “Berkah Ramadhanâ€. [>>>]
P U L A N G
Ramadhan menuju penghujungnya, dan Syawal pun menjelang. Hiruk pikuk kita mulai disibukkan dengan persiapan “Mudikâ€. Kita yang mencari penghidupan di perantauan tentunya dengan segenap hati mempersiapkan segala sesuatunya untuk pulang ke kampung halaman. Kebahagian tiada terkira manakala pada hari suci Idul Fitri dapat merayakannya bersama keluarga. Terasalah sebuah puncak kebahagiaan. Ayah, Ibu, saudara, sanak-kerabat, yang selama ini tiada bersua, kini dapat saling berpelukan dan melebur dosa. Kembalilah kita semua dalam keadaan suci, bagai terlahir kembali. [>>>]
Belajar Dari Perut Kosong
Apa yang Anda rasakan ketika melihat orang kelaparan (?) Atau mendengar tetangga Anda terjangkit gizi buruk (?) Mungkin Anda akan tersentuh, merasa kasihan, sedih, atau malah merasa berdosa, karena di sekeliling Anda masih terdapat orang yang menjerit kelaparan, sedang perut Anda buncit dengan makanan-makanan lezat, atau banyak terdapat sisa-sisa makanan yang berserakan di dapur dan tempat sampah rumah Anda. Apapun yang terasa, masalah perut adalah masalah yang tidak bisa dianggap remeh. Dari perut biasanya masalah timbul, gejolak rumahtangga bisa terjadi lantaran perut, berebut lahan angkot hingga terjadi tawuran asal-muasalnya dari perut, pencopetan, perampokan hingga korupsi adalah output yang bermuara dari organ tubuh bernama perut. Meski demikian, tidak selamanya problem perut kosong akan menimbulkan bencana dan masalah yang mengerikan. Bisa saja sebaliknya, dengan perut kosong kita mampu menciptakan sebuah iklim kesejahteraan rakyat dengan konsep kerjasama. [>>>]
Benarkah Neraka Tertutup Rapat (?)
“Ketika Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutupâ€
HR. Ahmad
Sejak kecil saya sering mendengar hadist diatas, bukan hanya sering terdengar dari mulut ustadz saat ceramah, dalam pergaulan sehari-hari pun, telinga saya selalu akrab dengan hadits tsb. Yah, selain pintu neraka ditutup, syetan-syetan pun dibelenggu atau diikat oleh rantai kuat, begitu pemikiraan saya saat itu. Betapa gembiranya anak-anak setiap Ramadhan tiba, selain mendapatkan hadiah jika puasa bisa tamat sebulan, kita juga senang bermain malam hari, karena “syetan-syetan†tidak akan muncul meski di kegelapan malam. Setiap Ramadhan tiba, semasa kecil, saya juga sering bermain petak umpat di malam hari, yang tidak pernah dilakukan selain bulan puasa. Alasannya satu, karena saat itu syetan-syetan dibelenggu dan tidak akan “berkeliaranâ€. Ahh, dasar anak-anak, selalu saja berpikir tekstual, jika ditelaah, hadist diatas sesungguhnya memiliki muatan tafsir yang dalam, yang tidak bisa dimaknai perkata begitu saja. Sebelum lebih dalam, kita saksikan saja terlebih dahulu fenomena yang terjadi setiap bulan Ramadhan. Apakah benar jalan menuju neraka sudah tertutup rapat (?) Dan Apakah syetan telah dibelenggu, sehingga tidak akan pernah terjadi kehancuran moral saat Ramadhan tiba. Benarkah (?) Jika salah, berarti hadist diatas keliru dong...!? [>>>]
Gairah Ramadhan
Tak terasa Ramadhan telah berlalu hampir setengah bulan, sisanya tinggal menunggu bagaimana kita memperlakukannya. Akankah ia berlenggang tanpa makna yang terjaring, atau mampu memberikan sesuatu yang berarti. Semua tergantung pada kita. Kesholehan massif yang dibentuk oleh Ramadhan diharapkan menjadi sebuah kekuatan massif juga untuk perubahan. Ramadhan bulan penuh gairah, tentunya gairahyang akan mendapatkan ridha Illahi. Gairah melakukan ibadah-ibadah sunnah, gairah mengeluarkan infak dan zakat, gairah baca Al-Quran, gairah menuntut ilmu dan juga bekerja. Semua gairah itu tentunya mengalami peningkatan pesat disetiap Ramadhan tiba. Meski tak dipungkiri dengan berpuasa produktivitas kerja dan energi kita akan menurun, namun tetap akan menciptakan peningkatan moralitas yang sangat signifikan. [>>>]











