Posts Tagged ‘muhammad’

Detik-detik Terakhir Rasulullah SAW

Seri Nubuwah: 05 Pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al-Qur’an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku.” [>>>]

Sejenak Mengenang Rasulullah SAW (2)

Dalam sebuah syair Arab disebutkan: Bagaimana mungkin dapat diimbangi seorang insan terbaik yang hadir di muka bumi. Semua orang yang terpandang tidak akan mampu mencapai ketinggian derajatnya. Semua orang yang mulia tunduk di hadapannya. Para penguasa Timur dan Barat rendah di sisi-nya. Abdullah bin Mas’ud Ra. Mengungkapkan: “Sampai sekarang masih terlintas dalam ingatanku saat Rasulullah SAW Mengisahkan seorang Nabi yang dipukul kaumnya hingga berdarah. Nabi tersebut mengusap darah pada wajahnya seraya berdoa: “Ya Allah, ampunilah kaumku! karena mereka kaum yang jahil.” (Muttafaq ‘alaih). Pada suatu hari ketika Rasulullah SAW tengah melayat satu jenazah, datanglah seorang Yahudi bernama Zaid bin Su’nah menemui beliau untuk menuntut utangnya. Yahudi itu menarik ujung gamis dan selendang beliau sambil memandang dengan wajah yang bengis. Dia berkata: “Ya Muhammad, lunaskanlah utangmu padaku!” Dengan nada yang kasar. Melihat hal itu Umar bin Khattab pun marah, ia menoleh ke arah Zaid si Yahudi sambil mendelikkan matanya seraya berkata: “Hai musuh Allah, apakah engkau berani berkata dan berbuat tidak senonoh terhadap Rasulullah di hadapanku!” Demi Dzat Yang telah mengutusnya dengan membawa Al-Haq, seandainya bukan karena menghindari teguran beliau, niscaya sudah kutebas engkau dengan pedangku!”. [>>>]

Sejenak Mengenang Rasulullah SAW (1)

Merenungi dan mengenang bagaimana Rasulullah SAW menghadapi segala tekanan hidup bangsa Arab dulu, sarat memberikan contoh untuk menjadikannya pedoman hidup para Pemimpin, rakyat biasa, hakim, pendakwah, dan semua lapisan masyarakat muslim dimana pun berada. Kisah-kisah yang disitir dalam hadist-hadist shahih dibawah ini, akan menunjukan kepada kita betapa agung dan mulianya manusia seperti beliau. Shalawat dan salam senantiasa kita curahkan disetiap hembusan nafas ini berdetak. Ketika kenangan yang terabadikan melalui hadist-hadist Nabi dibawah ini kita cerna, -sungguh- tentunya kita selalu berharap untuk selalu berada dikesucian tanah-Nya. Mendekap kerinduan yang terlanjur menyelimuti diri, yah kerinduan pada sosok manusia agung Rasulullah SAW. menjadi tamu dan kekasih Allah di Tanah Suci adalah obat penawar yang akan sedikit banyak menumpahkan rasa bersama kekasih Allah SWT. Berikut beberapa kemuliaan Rasulullah SAW yang tersurat melalui hadist-hadist shahihnya. Siti Aisyah Ra. Mengisahkan: “Suatu kali aku berjalan bersama Rasulullah SAW, beliau mengenakan kain najran yang tebal pinggirannya. Kebetulan beliau berpapasan dengan seorang Arab Badui, tiba-tiba si Arab badui tadi menarik dengan keras kain beliau itu, sehingga aku dapat melihat bekas tarikan itu pada leher beliau. Si Arab badui itu berkata: “Wahai Muhammad, berikanlah kepadaku sebagian yang kamu miliki dari harta Allah!” Beliau lantas menoleh kepadanya sambil tersenyum lalu mengabulkan permintaannya.” (Muttafaq ‘alaih) [>>>]

Hijrah; Inovasi Tiada Batas

Hijrah secara bahasa berasal dari kata “hajara” yang berarti pindah dari suatu tempat ke tempat yang lain, pindah dari suatu keadaan ke keadaan yang lain, atau meninggalkan sesuatu. Para ulama menyatakan bahwa dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW, memiliki dua makna yang harus diaplikasikan dalam kehidupan kita, yaitu hijrah makani (hijrah dalam konteks tempat/fisik) dan hijrah ma'nawi (hijrah dalam konteks kandungan pelajaran yang bisa kita petik dan bersifat non fisik). Hijrahnya Rasulullah SAW adalah sebuah catatan sejarah yang sangat monumental. Perpindahan -secara fisik- tempat perjuangan yang dilakukan Nabi Muhammad bersama para sahabatnya dari Makkah ke Madinah itu menjadi starting point bagi kejayaan Islam dengan konsepsi negara yang madani di bawah kepemimpinan beliau. Hijrah adalah sebuah keputusan Nabi Muhammad yang sangat taktis dan strategis. Dalam perjalanannya mengemban wahyu Allah, Nabi memerlukan suatu strategi yang berbeda. Di Makkah, Nabi lebih menekankan penyebaran ajaran tauhid dan perbaikan akhlak. Di Madinah -setelah hijrah- Nabi Muhammad lebih banyak berkonsentrasi untuk melakukan pembinaan hubungan antarumat bergama, pendidikan, sosial, politik, dan ekonomi. [>>>]