<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CORDOVA Travel Blog &#187; menangis</title>
	<atom:link href="http://cordova-travel.com/blog/tag/menangis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cordova-travel.com/blog</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 15:07:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Biarkan Kami Menangis (II)</title>
		<link>http://cordova-travel.com/blog/2008/11/11/biarkan-kami-menangis-ii/</link>
		<comments>http://cordova-travel.com/blog/2008/11/11/biarkan-kami-menangis-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 14:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cordova Press</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[menangis]]></category>
		<category><![CDATA[ruhiyyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cordova-travel.com/blog/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[Sepekan lagi â€“atas izin-Nya- kita akan menuju tanah suci menghadap panggilan Rabbil Izzati. Tentunya banyak prosesi yang harus dilakukan saat meninggalkan keluarga tercinta. Bukan hanya sebuah perintah agama untuk saling memberi dan memaafkan jelang kita berhaji, tetapi juga proses pencairan jiwa dan hati saat kaki mendayuh langkah menuju airport, meninggalkan isakan tangis anak, istri dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepekan lagi â€“atas izin-Nya- kita akan menuju tanah suci menghadap panggilan Rabbil Izzati. Tentunya banyak prosesi yang harus dilakukan saat meninggalkan keluarga tercinta. Bukan hanya sebuah perintah agama untuk saling memberi dan memaafkan jelang kita berhaji, tetapi juga proses pencairan jiwa dan hati saat kaki mendayuh langkah menuju airport, meninggalkan isakan tangis anak, istri dan sanak keluarga. Hempasan benda tajam nan panas seolah menusuk ulu hati kala menyaksikan air mata jatuh deras dari kelopak sang buah hati tercinta. Sangat manusiawi, kala mata ini basah oleh air bening nan suci dari hati. Karena atas doa dan keikhlasan mereka jualah kita bisa bersama menyambut panggilan suci. Kemampuan kita meninggalkan mereka tentunya adalah karunia Sang Khalik memberikan secercah kekuatan dan keyakinan. Hanya Engkau-lah ya Allah yang mampu memberikan kami kekuatan, dan hanya kepada Engkaulah ya Rabbi kami tunduk, patuh dan rengkuh menyambut panggilan suci ini. Biarkanlah airmata ini mengalir deras menjadi saksi betapa agungnya rasa cinta ini pada-Mu. Saksikanlah Yaa Rabbiâ€¦ tanpa kekuatan-Mu, hamba tak mampu lagi melangkah dengan iringan tangis orang-orang yang kami cintai.<span id="more-348"></span></p>
<p>Ritual ruhiyyah menjelang prosesi haji adalah sebuah gambaran betapa perjalanan haji sangat berdampak pada pembentukan jiwa. Saat itu, kelembutan hati akan terasa, dan kekerasan hati akan binasa. Karena bukan hanya sanak saudara yang berduyun menghantarkan kita, tetapi ribuan malaikat pun bersama menghantarkan kita dengan kelembutan. Sentuhan makhluk paling taat itu memberikan semacam kekuatan ruhiyah pada setiap tamu Allah SWT. Jiwa siapa yang tak tersentuh setiap menghantarkan kepergian para haji, lambaian tangannya bak sebuah mesin yang mampu menarik air dari kelopak mata. Wajahnya bercahaya, langkah tubuhnya tegap, karena yakinlah semua tamu agung itu dihantar dan â€œdipapahâ€ oleh kekuatan malaikat.</p>
<p>Biarkan kami menangis Yaa Allahâ€¦ Biarkan air mata ini membasahi langkah kepergian ini. Biarkan jiwa ini bergetar menyaksikan teriakan sendu sang anak. Biarkanâ€¦biarkan yaa Rabbi bathin ini merenungi betapa bersyukurnya memiliki keluarga yang ikhlas ditinggalkan dengan iringan doa dan isakan tangis. Tangisan adalah rasa nyeri sesaat yang menghentak jiwa, setelahnya, tangisan mampu memberikan jiwa semakin tenang dan damai. Karenanya, jangan pernah yaa Allah Engkau hentikan air mata ini sebagai pelipur lara kala jiwa terserang kegersangan.</p>
<p>Labbaikaâ€¦Allahumma Labbaikaâ€¦ Dengan ketulusan jiwa dan keikhlasan hati, kami langkahkan kaki ini tuk menghadap panggilan-Mu Yaa Rahman. Bismillahâ€¦kaki ini kami injakkan menelusuri syariat Khatamal An-Biya Muhammad SAW. Dengan tangisan kami mencoba untuk menjadi tamu yang Engkau mulyakan. Dengan tangisan pula semoga perjalanan suci ini semakin berarti. Jangan halangi airmata ini berhenti tuk selamanyaâ€¦Jangan biarkan airmata ini kering sehingga pesona kabah berada dalam pandangan. Jangan pernah yaa rabbiâ€¦</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cordova-travel.com/blog/2008/11/11/biarkan-kami-menangis-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biarkan Kami Menangis</title>
		<link>http://cordova-travel.com/blog/2008/11/11/biarkan-kami-menangis/</link>
		<comments>http://cordova-travel.com/blog/2008/11/11/biarkan-kami-menangis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 07:40:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cordova Press</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[menangis]]></category>
		<category><![CDATA[niat suci]]></category>
		<category><![CDATA[smarthajj]]></category>
		<category><![CDATA[walimatus safar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cordova-travel.com/blog/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[Setiap menjelang keberangkatan haji, kita dianjurkan untuk membenahi niatan suci yang terbalut oleh segumpal darah. Darah yang terbungkus apik dengan desain Maha Sempurna adalah hasil dari sentuhan Ilahi. Tanpa kawalan ketat, hati terkadang membawa petaka pada raga yang liar. Guncangan jiwa dan raga sesungguhnya bermula dari hati yang dibiarkan kering dari nuansa religi. Karenanya, tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap menjelang keberangkatan haji, kita dianjurkan untuk membenahi niatan suci yang terbalut oleh segumpal darah. Darah yang terbungkus apik dengan desain Maha Sempurna adalah hasil dari sentuhan Ilahi. Tanpa kawalan ketat, hati terkadang membawa petaka pada raga yang liar. Guncangan jiwa dan raga sesungguhnya bermula dari hati yang dibiarkan kering dari nuansa religi. Karenanya, tak berlebihan jika Rasulullah SAW menempatkan hati diatas segalanya. Lebih lanjut, Rasulullah SAW menerangkan bahwa segala sesuatunya berawal dan bersemi dari hati sanubari. Berbicara masalah hati, tentu tak bisa lepas dengan apa yang saat ini jemaah smartHAJJ Cordova hadapi. Delapan hari lagi adalah hari yang penuh dengan momentum. Sebuah perjalanan suci yang akan menjadi sejarah baru dalam lembaran hidup setiap tamu Allah SWT. Mereka ikhlas menghadapi panggilan-Nya, mereka juga tak ragu tuk melepas segala sesuatu yang terkait dengan kepentingan duniawi, mereka para tamu Agung telah siap lepas landas tuk menghampiri dekapan Allah Sang Pengasih. Selamat datang dunia baru, dunia yang akan menghantarkan jiwa manusia pada satu titik kemulyaan, keagungan dan â€œkesempurnaanâ€.<span id="more-345"></span></p>
<p>Jika diteliti dengan seksama, sesungguhnya Allah SWT memanggil hambanya melalui dua panggilan suci. Pertama adalah panggilan untuk segera melaksanakan ibadah haji, dan yang kedua adalah panggilan Allah melalui Izrail tuk melepaskan ruh dalam kehidupan sementara. Prosesi ibadah haji adalah sebuah sistem ibadah yang dikemas menyerupai panggilan kematian. Kain putih yang dikenakan para haji adalah simbol kongkrit dari kesamaan manusia dihadapan Azza wa Jalla, kain ihram putih juga menandakan bahwa manusia diakhir hidupnya tidak akan membawa bentuk materi apapun terkecuali kain kafan yang membungkus jasadnya. Semestinya, dalam menghadapi dua panggilan Allah SWT itu, kita harus mempersiapkan segala sesuatunya. Tidak hanya materi yang dipersiapkan, tetapi keikhlasan hati dalam mengarungi perjalanan suci pun menjadi nilai yang sangat berharga.</p>
<p>Karena haji bukan hanya perjalanan fisik, maka tahapan pembersih jiwa nampaknya harus sudah tertanam sedini mungkin. Rengkuhan diri ditengah malam jelang detik keberangkatan harus sudah dibiasakan. Hati kita sudah semestinya menyatu dengan pesona kabah nan suci. Jiwa kita pun harus sudah merapat dengan kondisi tanah suci. Air mata yang tercurah dikegelapan malam adalah modal penting menghadapi keberangkatan haji. Tataplah istri dan anak kita yang tertidur pulas disamping kita, dengarkan suara hati mereka saat akan ditinggal, damaikan jiwa mereka -yang mungkin- tak kan pernah paham akankah kepergian ini tuk selamanya atau tidak. Curahkan permohonan maaf kepada mereka, seolah kita akan meninggalkan mereka selamanya. Dalam sujud malam, kita serahkan semuanya pada genggaman Allah SWT. Iringan tangis sang anak dan kerabat dekat adalah bukti bahwa kita hidup tidak sendiri. Titipkan mereka hanya pada Allah Taâ€™ala, karena sesungguhnya Dia-lah yang lebih menyayangi dari siapapun.</p>
<p>Jika kita memiliki rizqi lebih, ada baiknya untuk mengadakan walimatus Safar, meminta maaf kepada keluarga, saudara dan juga tetangga. Yakinkan, bahwa kedatangan mereka adalah sebuah anugrah untuk dijadikan kesempatan kita agar mengakui kealfaan dan permohonan maaf yang tulus. Bukan malah dijadikan ujub sebagai orang yang akan mendapat gelar haji. Hapus sudah semua itu, dipenghujung waktu ini mari bersama kita tingkatkan keshalehan kolektif sebagai tamu Allah SWT yang hanya mengharapkan keridhaan dan keberkahan-Nya. Buang ketakaburan, kurangi canda tawa, dan fokus pada satu ibadah yang sama-sama kita nantikan. Biarkan airmata terus membasahi sajadah malam kita. Berharap agar segalanya menjadi berkah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cordova-travel.com/blog/2008/11/11/biarkan-kami-menangis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

