Posts Tagged ‘menangis’
Biarkan Kami Menangis (II)
Sepekan lagi –atas izin-Nya- kita akan menuju tanah suci menghadap panggilan Rabbil Izzati. Tentunya banyak prosesi yang harus dilakukan saat meninggalkan keluarga tercinta. Bukan hanya sebuah perintah agama untuk saling memberi dan memaafkan jelang kita berhaji, tetapi juga proses pencairan jiwa dan hati saat kaki mendayuh langkah menuju airport, meninggalkan isakan tangis anak, istri dan sanak keluarga. Hempasan benda tajam nan panas seolah menusuk ulu hati kala menyaksikan air mata jatuh deras dari kelopak sang buah hati tercinta. Sangat manusiawi, kala mata ini basah oleh air bening nan suci dari hati. Karena atas doa dan keikhlasan mereka jualah kita bisa bersama menyambut panggilan suci. Kemampuan kita meninggalkan mereka tentunya adalah karunia Sang Khalik memberikan secercah kekuatan dan keyakinan. Hanya Engkau-lah ya Allah yang mampu memberikan kami kekuatan, dan hanya kepada Engkaulah ya Rabbi kami tunduk, patuh dan rengkuh menyambut panggilan suci ini. Biarkanlah airmata ini mengalir deras menjadi saksi betapa agungnya rasa cinta ini pada-Mu. Saksikanlah Yaa Rabbi… tanpa kekuatan-Mu, hamba tak mampu lagi melangkah dengan iringan tangis orang-orang yang kami cintai.
Biarkan Kami Menangis
Setiap menjelang keberangkatan haji, kita dianjurkan untuk membenahi niatan suci yang terbalut oleh segumpal darah. Darah yang terbungkus apik dengan desain Maha Sempurna adalah hasil dari sentuhan Ilahi. Tanpa kawalan ketat, hati terkadang membawa petaka pada raga yang liar. Guncangan jiwa dan raga sesungguhnya bermula dari hati yang dibiarkan kering dari nuansa religi. Karenanya, tak berlebihan jika Rasulullah SAW menempatkan hati diatas segalanya. Lebih lanjut, Rasulullah SAW menerangkan bahwa segala sesuatunya berawal dan bersemi dari hati sanubari. Berbicara masalah hati, tentu tak bisa lepas dengan apa yang saat ini jemaah smartHAJJ Cordova hadapi. Delapan hari lagi adalah hari yang penuh dengan momentum. Sebuah perjalanan suci yang akan menjadi sejarah baru dalam lembaran hidup setiap tamu Allah SWT. Mereka ikhlas menghadapi panggilan-Nya, mereka juga tak ragu tuk melepas segala sesuatu yang terkait dengan kepentingan duniawi, mereka para tamu Agung telah siap lepas landas tuk menghampiri dekapan Allah Sang Pengasih. Selamat datang dunia baru, dunia yang akan menghantarkan jiwa manusia pada satu titik kemulyaan, keagungan dan “kesempurnaanâ€.
