Posts Tagged ‘mati’
Today For Tomorrow
Before The Last Sujud
Power Of Return
Save Our Akherat
‘Sebagai makhluk hidup di dunia ini, kita juga merencanakan untuk sebuah perjalanan yang akan datang setelah kematian. Perjalanan itu benar-benar adalah untuk jangka waktu yang panjang. Dimulai dari kubur dan berakhir di Jannah.’
Kecerdasan orang beriman adalah ketika ia mampu mengolah hidupnya yang sesaat demi kehidupan yang lebih panjang nan abadi. Menurut syair Arab, hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup. Jika kita menghayati dalam bagaimana proses perjalanan hidup dan mati yang dialurkan oleh Al-Qur’an, maka seyogyanya sebagai manusia kita jangan pernah takut mati, tetapi jangan mencari mati dan melupakan kematian. Karena mati adalah gerbang menuju pertemuan dengan Allah SWT. Kematian bukanlah cerita dalam akhir hidup. Tetapi mati adalah awal cerita sebenarnya. [>>>]
Journey 4 the Next Journey
Kehidupan dan kematian adalah bagian dari fase perjalanan manusia menuju pertanggungjawabannya di akhirat. Kehidupan dan kematian ibarat dua sisi dari satu mata uang, keduanya tidak mungkin bisa dipisahkan, dimana ada kehidupan di situ pasti ada kematian. Kematian hanyalah pintu gerbang kehidupan berikutnya, kematian adalah titik tolak proses perjalanan selanjutnya, kematian adalah suatu perjalanan tanpa batas, menembus waktu dan masa untuk akhirnya berhenti di antara dua kemungkinan, yakni kemungkinan berhenti di terminal kebahagian selamanya, atau berada di stasiun kesengsaraan yang abadi. Perjalanan hidup dan mati sesungguhnya adalah suatu anugerah terdahsyat, dalam (QS. 2 : 28) Allah bertanya dengan sebuah pertanyaan yang mengarah pada keyakinan akan sebuah anugerah hidup dan mati. “Bagaimana kalian akan kufur kepada-Ku, sedang kalian saat mati Aku hidupkan, kemudian Aku matikan, kemudian Aku hidupkan, kemudian kepada-Ku kalian kembali†(QS. 2:28). Perjalanan untuk perjalanan selanjutnya –sejatinya- menjadi sebagai arena grand final kehidupan. Semua orang tertuju pada garis finish, namun tidak semua orang yang berakhir happy ending dalam menggapainya. Karenanya, khusus untuk sebuah “Journey†sebelum journey selanjutnya dimulai, ada “Simulasi†journey yang patut menjadi bahan perenungan dan aksi saat kembali beraktivitas pada kehidupan dunia. Semua “Simulasi†itu meliputi pada sebuah perjalanan suci, yakni haji dan umrah. [>>>]











