Posts Tagged ‘makkah’
Menara Jam Mekkah “Saingi” BigBen
NASA Scientist Said About Ka’bah
Hijrah; Inovasi Tiada Batas
Hijrah secara bahasa berasal dari kata “hajara†yang berarti pindah dari suatu tempat ke tempat yang lain, pindah dari suatu keadaan ke keadaan yang lain, atau meninggalkan sesuatu. Para ulama menyatakan bahwa dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW, memiliki dua makna yang harus diaplikasikan dalam kehidupan kita, yaitu hijrah makani (hijrah dalam konteks tempat/fisik) dan hijrah ma'nawi (hijrah dalam konteks kandungan pelajaran yang bisa kita petik dan bersifat non fisik). Hijrahnya Rasulullah SAW adalah sebuah catatan sejarah yang sangat monumental. Perpindahan -secara fisik- tempat perjuangan yang dilakukan Nabi Muhammad bersama para sahabatnya dari Makkah ke Madinah itu menjadi starting point bagi kejayaan Islam dengan konsepsi negara yang madani di bawah kepemimpinan beliau. Hijrah adalah sebuah keputusan Nabi Muhammad yang sangat taktis dan strategis. Dalam perjalanannya mengemban wahyu Allah, Nabi memerlukan suatu strategi yang berbeda. Di Makkah, Nabi lebih menekankan penyebaran ajaran tauhid dan perbaikan akhlak. Di Madinah -setelah hijrah- Nabi Muhammad lebih banyak berkonsentrasi untuk melakukan pembinaan hubungan antarumat bergama, pendidikan, sosial, politik, dan ekonomi. [>>>]
Sebuah Perjalanan Air Mata
Perjalanan haji sering dikatakan sebagai puncak pengabdian seorang hamba kepada Tuhannya. Untuk bisa melaksanakan rukun Islam kelima ini, disamping tercukupinya dana, yang paling penting ialah kesiapan mental. Terbukti, berapa banyak orang yang dari segi finansial berkelebihan, namun manakala panggilan itu belum datang, hatinya tak sedikit pun terbetik untuk pergi ke tanah suci Mekkah, selalu saja ada alasan yang menghalangi dia untuk berhaji. Baitullah merupakan simbol pemersatu umat, karena disanalah jutaan muslim dari berbagai penjuru dunia berhimpun, dengan tujuan yang sama yakni bersujud di depan kebesaran Al-Khalik. Selama melaksanakan haji setiap individu punya pengalaman unik yang beragam. Tak jarang mereka diperlihatkan dengan berbagai keajaiban yang tidak bisa dianalisa dengan nalar, kecuali oleh kemantapan iman. Lewat kejadian-kejadian itu batin yang bersangkutan seolah disentakkan, untuk kemudian menghantarkannya pada proses pencerahan diri. [>>>]










