Posts Tagged ‘maccau’
Holiday China Edition
26 - 31 Januari 2010
Hongkong - Maccau - Shenzen
Hongkong; Awal Destinasi 2010
Bulan pertama tahun 2010 diawali dengan keberangkatan peserta program Cordova Holiday Journey. Program yang didesain khusus menuju ‘amazing place’ sesuai request dan impian jemaah dibelahan dunia. Menjadi suatu yang luarbiasa, jika perjalanan itu dilandasi dengan suguhan program yang menarik dan ciamik. Polesan pada dresscode maupun agenda perjalanan yang detail dapat menjadi nilai lebih untuk mendapatkan informasi dan kenyamanan traveling. Untuk tahun ini, Cordova Holiday Journey menuju Kota Hongkong, Macau dan Shenzhen. Tiga kota dataran Asia-China yang akan memanjakan Anda dengan gemerlap dan keindahan kotanya. Setelah berapa destinasi dibelahan kota dunia, saatnya Hongkong menjadi destinasi pilihan peserta Holiday. Meski cuaca dingin menerpa, tak menyurutkan mereka untuk bersama menikmati perjalanan indah bersama Cordova, tentunya sembari belajar dari keragaman. Bagaimana adat, bahasa dan susunan kota yang tentunya banyak melahirkan inspirasi untuk bisa menciptakan inovasi dalam bentuk apapun. Jika saat ini, di Hongkong suhu terendahnya mencapai 17 o Celcius, maka di kota Shenzhen kedinginannya mencapai 3o Celcius. Semua perangkat menuju tiga kota itu, tentunya jauh hari telah disiapkan oleh Cordova dan –tentunya- oleh peserta. Bagi peserta muslim, jangan pernah khawatir mengenai makanan atau meal saat Anda mengunjungi ke pelosok dunia, bahkan ke suatu tempat yang minim penduduk muslimnya sekalipun. Cordova berusaha memberikan sesuatu yang berbeda dengan tanggung-jawab sebagai travel yang menjung-jung tinggi nilai-nilai keislaman (Baca; Travel Islam). [>>>]
Amazing Hongkong
Tidak lama lagi, peserta Holiday Journey Cordova akan menuju sebuah destinasi yang mengagumkan. Sebuah tempat yang –tentunya- menjadi salahsatu impian banyak orang tuk menelusurinya. Hongkong fitur memiliki ragam karakter campuran, akibat dari pendudukan Inggris yang panjang dan besar pengaruh Cina. Sebagai Negara Cina, Hongkong menyediakan tempat-tempat yang berbalut nuansa Cina yang dilapisi sentuhan Barat. Siapa yang tidak mengenal Victoria Peak, sebuah gunung tertinggi di Hongkong. Letaknya di daerah bagian Barat Hongkong dengan tinggi 552 Meter. Area ini adalah salah satu objek wisata yang paling popular di Hongkong. Dengan 6 juta orang mengunjunginya tiap tahun. Hal menarik juga adalah saat kita melewati area ini dengan Peak Tram, sebuah kereta funicular yang dapat menembus pandangan kita pada indahnya pemandangan pulau Hongkong dan semenanjung Kowloon. Disana, kita akan dimanjakan dengan ragam keindahan alam dan sentuhan bangunan-bangunan indah. Dari sana kita akan berlayar menggunakan ferry menuju Macau. Jika kota ini kurang terkenal, bukan hal yang aneh, pasalnya untuk mencari kota Macau di peta dunia sedikit sulit. Mungkin karena area-nya sangat kecil luasnya hanya 27,3KM saja. [>>>]
Fantastic Journey
Eksplorasi seorang penjelajah semisal Ibnu Batuta, Marcopolo dan juga Christopher Columbus menciptakan ruang pikir yang lebih wise dalam memandang suatu perbedaan. Ragam yang ditemukan pada pertualangan mereka ini menjadi sebuah cerminan bahwa alam yang tercipta adalah Suguhan Maha Karya yang patut disyukuri. Setiap penjelajah pasti memiliki alasan untuk berkelana menembus samudra dan daratan luas. Jika sejatinya sosok Columbus ini adalah petualang sejati, maka Marcopolo sesungguhnya hanyalah seorang pedagang yang juga memiliki jiwa petualang. Namun berbeda dengan Ibnu Batuta, ia justru seorang teologis, sastrawan dan juga cendekiawan. Setiap mil yang dilangkahinya selalu menciptakan hembusan religi yang semakin kuat pada pemuda asal Afrika, Maroko ini. awal perjalanan ia tapaki saat melakukan perjalanan haji-nya. Dan justru setelah melaksanakan ibadah ini, ia mulai tergerak untuk memulai sebuah perjalanan besar pada saat itu. semuanya terdorong untuk lebih memahami betapa besar dan luasnya dunia ciptaan-Nya. Sehingga setiap tapak yang terjejak, menjadi bahan renungan tuk mensyukuri segala yang terjadi di muka Bumi. Jika dulu mereka hanya menggunakan kapal laut, hewan, dan bahkan berjalan kaki, kini kita berpetualang menggunakan jalur udara. Tetapi substansi jelajahnya sama, yakni merasakan bagaimana menempuh pertualangan negeri orang dengan menyaksikan segudang perbedaan setiap etape-nya, mempelajari bagaimana suatu bangunan menjulang tinggi, bagaimana adat suatu daerah berbeda dan sejuta pernik lainnya dalam berpetualang. [>>>]











