Posts Tagged ‘mabrur’
Let’s Get Mabrur From Beginning
Setiap tujuan dari sebuah karya –tentunya- memiliki proses yang menghimpun setiap partikel itu menjadi keutuhan yang sempurna. Mulai dari tahap awal, proses aksi hingga follow-up dari suatu aktivitas product menjadi kesinambungan bak mata rantai. Jika satu saja mata terputus, maka rantai-rantai yang saling mengikat itu kan terputus bahkan tercerai-berai. Karenanya, dalam menjaga suatu tujuan mulia, sedini mungkin harus diperhatikan dengan seksama. Pun demikian dengan mengharapkan sebuah predikat Mabrur usai menjalankan haji, maka penanganan tuk menggapainya, harus dimulai jauh-jauh hari. Atau dalam kaidah fikih, kita sering mendengar ungkapan qabla, inda, dan ba’da (before, present dan after). Sebelum, sedang dan setelah. Sehingga cita-cita Mabrur menjadi pedoman awal tuk menggapainya, baik sebelum melaksanakan haji, saat melaksanakan haji dan setelah melaksanakan haji. Integritas karakter “mabrur†itulah yang berubah menjadi kesatuan tuk mewujudkan predikat Mabrur sesungguhnya dari Allah SWT. Pembentukan karakter haji tidak bisa diwujudkan dengan sangat instant saat di Tanah Suci, semuanya harus melalui proses mulai dari niatan awal menuju Baitullah tuk berhaji. Setelah itu, barulah menciptakan karakter baru menjadi sosok manusia yang terlahir kembali menuju aktivitas hidupnya di negeri sendiri. Dengan demikian, “predikat†Mabrur itu akan sangat terasa bukan hanya oleh pribadi-pribadinya, tetapi menjadi semacam penabur kemabruran bagi masyarakat luas. [>>>]
Stay Cool With Mabrur (Two)
Be an Energy Giver not an Energy Absorber
Seperti banyak pepatah yang mengatakan, jika kita banyak bergaul dengan penjual parfum, maka –sedikit banyak- tubuh kita kan terasa wangi dan mengeluarkan aroma yang harum. Tapi entahlah, apakah karena energy positif yang mengalirinya atau karena seringnya kita “Bergaulâ€, hingga lambat laun mindset dan pandangan kita yang menyerap energy tukang parfum tersebut. Jelasnya –menurut saya- semuanya ada dalam diri kita, kemauan, keinginan dan kebutuhan untuk menyerap aroma wangi tersebut. karena bisa saja orang yang berada dalam lingkaran positif, atau yang selalu gaul dengan tukang parfum sekalipun, mulut dan badannya masih saja mengeluarkan bau tak sedap. Tidak percaya (?) Bukankah Abdullah bin Ubay (Bapak orang munafik) hidup berdampingan dengan pesona Islam (?), ia berada dalam dekapan cinta Rasulullah di Madinah Munawarah, tetapi ternyata harumnya hanya tampak dalam hal kasat saja, ia kerap mengeluarkan aroma tak sedap justru saat berada dalam mayoritas muslim taat. Akhirnya sah saja jika saya –bukan menolak- tetapi menambahkan pepatah diatas, bahwa dengan hati kita bisa tertular oleh energy positive dari si tukang parfum diatas. Saya bukan sedang meng-analogikan tukang parfum dengan Bapak dan guru yang saya ungkapkan pada artikel sebelumnya, tetapi saya lebih melihat bagaimana esensi dan motivasi menjadi orang seperti dia, meski untuk mencontohi hal sepele-nya saja, memerlukan pengorbanan yang kuat dalam diri. Tuk mendapat ide-ide kreatif yang cemerlang. [>>>]
Stay Cool With Mabrur (One)
Malam sebelum penjemputan smartHAJJ Cordova, Sabtu (5/12) lalu, saya sengaja ingin mendapatkan suatu wejangan khusus, yah wejangan berupa rangkaian ilmu yang selalu saya dapatkan jika berada disampingnya. Jujur, saya kerap mendapatkan ilmu darinya bisa lebih dari berapa mata kuliah selama satu semester dalam satu jam. Bahkan –tidak lebay- yang saya dapatkan tidak terdapat di bangku-bangku kuliah. Karena memang yang dipaparkannya tidak hanya teoritis, tetapi lebih sering dengan ide-ide segar yang awalnya begitu “liar†dan “Beraniâ€. Saya tidak perlu menjelaskan identitas bapak sekaligus guru saya itu disini, yang jelas setiap kata yang keluar dan setiap pikir yang terlontar, menjadikan diri ini lebih termotivasi untuk bergerak, berbuat dan berjuang tuk melangkah dua-tiga tahap lebih depan dalam menggapai kreativitas diri. Intonasi khas yang membuat setiap orang mendengarkannya kadang terlahap dengan buah pikir yang aduhai. Enggan beranjak, terlebih lelap dalam buaian mimpi. Karena, memang kita kan terbawa oleh alur pikir yang begitu fantastis. Berbeda dengan Romy Rafael, master hypnotist, yang mengajak lawan bincangnya masuk ke-alam bawah sadar, beliau malah mengajak kita untuk bersama meraih mimpi dengan spirit yang membaja. Membumikan segala teori yang ada dilangit, dan mengajak berjuang tanpa mental yang “cemenâ€. [>>>]
Keep Mabrur in The Real Life
Ahad, 06/12 – Soekarno-Hatta, Cengkareng-Banten
Tepat pukul 15.00 WIB, keluarga smartHAJJ Cordova sudah berkumpul di pintu keluar E-3, lantai dasar Bandara Soekarno Hatta. Kabar pesawat yang terlambat landing sekitar dua jam dari jadwal awal telah didapat melalui fasilitas SMS Gateway Cordova sebelumnya. Namun animo dan kerinduan yang tinggi dari sanak keluarga yang ditinggal, menjadi sebuah fenomena “rasa†yang sulit digambarkan. Terbukti setengah jam sebelum pesawat landing, mereka (Keluarga Jemaah), berkumpul tepat didepan pintu keluar E-3. Tampak sebagian dari mereka yang terlihat cemas, dengan sedikit raut muka khawatir karena pesawat mengalami pengunduran (delay). Namun banyak juga yang terlihat santai, sembari bergurau dengan beberapa Team Cordova, yang juga tengah mempersiapkan area penyimpanan barang bagasi smartHAJJ. Beberapa menit kemudian, raut muka mereka berubah ceria setelah menerima kabar pesawat telah mendarat dengan selamat. Tanpa dikomando, mereka langsung berbaris di depan pagar dengan penuh semangat. Meski sudah tahu pesawat mendarat dengan selamat, namun masih terlihat sebagian mereka harap-harap cemas. Tidak sabar menunggu anggota keluarganya keluar dari balik pintu keluar, setiap ada pergerakan yang muncul dari balik tirai, mereka setengah berteriak “Mungkin ituâ€, ternyata bukan, serempak mereka berteriak “Yaa Bukan..â€. Hingga jelang beberapa detik, smartHAJJ Cordova muncul dengan mayoritas mengenakan jaket dan syal Cordova yang sangat jelas teridentik. [>>>]











