Posts Tagged ‘ka’bah’
NASA Scientist Said About Ka’bah
Untuk Apa Manusia Bertawaf (?)
Menurut makna asalnya, thawaf berarti mengelilingi sesuatu. Sedangkan menurut istilah syar’i, thawaf adalah salahsatu bentuk ibadah dengan cara mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali. Dalam rangkaian ibadah haji, kedudukan thawaf sangat penting sekali. Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa Allah SWT menurunkan 120 Rahmat kepada orang yang berhaji/berumrah di rumah Allah yang suci: 60 untuk yang bertawaf, 40 untuk yang shalat, dan 20 untuk yang menyaksikan atau melihat Ka’bah. (Hadist riwayat Al-Baihaqi). Sesungguhnya di dalam Al-Qur’an dan hadist tidak dijelaskan secara mendetail makna berkeliling di sekitar ka’bah itu, tetapi ayat-ayat Allah di alam semesta dapat membantu menjelaskan maknanya. Jika diperhatikan secara mendalam tentang alam semesta, maka mereka pun melakukan thawaf sebagai bentuk ketaatan kepada-Nya. Thawaf bisa juga diartikan sebagai simbolisasi dari perjalanan hidup manusia yang terus mengalami perputaran, tentunya berputar harus sesuai dengan orbit yang tepat, yakni berputar dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jika manusia telah keluar dari orbit penciptaannya, maka ia telah keluar dari orbit yang sama artinya dengan kehancuran. Karena tidak ada keseimbangan dalam berputar. [>>>]
Let We Know (1)
Kenapa thawaf tujuh putaran (?)
Thawaf, atau memutari Ka’bah adalah suatu ibadah yang juga dilakukan oleh para Malaikat di Baitul Ma’mur. Sebuah tempat di alam ghaib (kehidupan Malaikat) yang mirip dengan Ka’bah. Para Malaikat beribadah dengan cara memutari Baitul Ma’mur, jika umat Nabi Muhammad melaksanakan Thawaf dengan tujuh kali putaran, selain mengikuti perintah Rasul tentunya memiliki nilai ilmiah yang mengagumkan. Yakni jumlah putarannya sejalan dengan jumlah 7 lapis langit dan bumi. Serta sesuai dengan jumlah hari. Tujuh kali putaran juga melambangkan bahwa manusia harus selalu melakukan pergerakan dalam hidupnya. Ikhtiar dalam beribadah dan mencari nafkah. Seperti Siti Hajar yang mencari air dari bukit Safa ke Marwa sebanyak tujuh kali.
Pusaran thawaf pada Ka’bah melambangkan sebagai pusat orbit seluruh alam dan isinya yang terpusat pada kekuatan Allah SWT. Ketentuan arah thawaf pun, sejalan dengan arah putaran seluruh electron, bumi, bulan dan planet. [>>>]
A Little bit About Hajj
Hari Jum’at depan, insya Allah bagi smartHAJJ Cordova program Arbain sudah bisa melakukan sholat Jum’at di tanah suci. Kota Nabi, Madinah Al-Munawarah menjadi pilihan pertama jemaah Cordova. Ada baiknya dalam kesibukan persiapan haji, kita menelusuri beberapa informasi mengenai keberadaan benda “suci†di pelataran haram. Baiklah kita mulai kupas mengenai Ka’bah, yang terletak di tengah Masjid Al-Haram. Ka’bah secara bahasa bermakna kubus, atau bangunan yang berbentuk segi empat. Ka’bah dibangun pertama kali oleh nabi Ibrahim As. Bahkan menurut beberapa riwayat shahih, sebelumnya ia dibangun oleh malaikat Jibril AS. Ka’bah merupakan bangunan pertama diatas bumi (QS. Ali Imran ayat 96). Saat ini, ka’bah memiliki tinggi 14 M. lebar dinding timur 10,25 M. lebar dinding utara 10,05 M. lebar dinding barat 11,05 M. dan lebar dinding selatan 10,15 M. Ka’bah dengan pesona indahnya ini, sejak dibangun sampai akahir zaman nanti akan menjadi tempat perputaran thawaf. Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Abbas ra. Rasul Bersabda “Sesungguhnya pada setiap hari, Allah SWT menurunkan 120 rahmat disekitar Baitullah. 60 dibagikan untuk orang bertawaf, 40 dibagikan untuk orang yang shalat, dan 20 dibagikan untuk orang-orang yang memandang Baitullah (ka’bah)†(HR. Ibnu Abbas) [>>>]

