Posts Tagged ‘idul fitri’

Manusia Tak Bernilai

Saat lebaran kemarin, -tentunya- banyak cerita dari setiap kita. Kisah yang menggambarkan bagaimana ritual kemenangan itu berlaku pada setiap orang yang merayakannya. Bahkan dikampung saya, non-muslim pun ikut merayakan dengan mengunjungi setiap rumah untuk sekedar ‘salaman’ dan membagi-bagi parcel. Pada hari itu, semua saudara dan kerabat saling berbagi rasa, saling membawa makanan, tidak jarang juga diantara kita saling membagi amplop untuk anak-anak kecil yang ceria [>>>]

Mudik Barokah 1432 H

Setiap tahun di akhir bulan suci, selalu ada cerita tentang sebuah rasa. Rasa sedih karena harus ditinggal Ramadhan, juga rasa lain yang selalu ada dalam jiwa peraih kemenangan fitri. Begitu cepat waktu bergulir, rasanya baru kemarin cerita tentang mudik barokah 1431 di posting pada smartBLOG ini, kini kembali ‘pesta’ tahunan itu menjadi pembahasan yang yang tak akan pernah basi hingga dua pekan ke-depan. Entah sejak [>>>]

CORDOVA LEBARAN

Cordova Gotcha ’08

Rest Area KM. 57, Karawang Ramadhan 1429 H.

Ijab Dibayar Lunas

Menjelang hari raya I’edul Fitri, segala sektor kehidupan masyarakat bermayoritas muslim disibukkan oleh kegiatan yang tertuju pada hari suci. Tidak hanya arus mudik yang mengalami kepadatan, arus komunikasi pun saling berebut menuju jaringan operator yang kian hari semakin bergelombang. Kendati demikian, tetap saja niatan yang telah terpatri dalam diri tak pernah berhenti menghadapi kondisi seperti itu. Meski perjalanan akan menuai kemacetan yang luar biasa, namun pemudik tetap melakukan perjalanan, tentunya dengan satu tujuan, bisa berkumpul bersama sanak keluarga. Begitu pula dengan jaringan komunikasi yang tak pernah berhenti meski diatas sana arus gelombang saling berebut menuju tujuannya masing-masing. Demikian sekilas potret kehidupan yang mengajarkan kita untuk berkomitmen dalam melakukan sesuatu meski kendala menghadang. [>>>]

P U L A N G

Ramadhan menuju penghujungnya, dan Syawal pun menjelang. Hiruk pikuk kita mulai disibukkan dengan persiapan “Mudik”. Kita yang mencari penghidupan di perantauan tentunya dengan segenap hati mempersiapkan segala sesuatunya untuk pulang ke kampung halaman. Kebahagian tiada terkira manakala pada hari suci Idul Fitri dapat merayakannya bersama keluarga. Terasalah sebuah puncak kebahagiaan. Ayah, Ibu, saudara, sanak-kerabat, yang selama ini tiada bersua, kini dapat saling berpelukan dan melebur dosa. Kembalilah kita semua dalam keadaan suci, bagai terlahir kembali. [>>>]