Posts Tagged ‘hidup’

Today For Tomorrow

Selalu ada hal yang menarik ketika saya memperhatikan status profile dari list contacts BlackBerry, terlebih status itu berasal dari orang yang sangat saya kagumi. Di dalamnya, banyak pembelajaran yang tak pernah ditemukan di ruang-ruang publik, dan teramat sayang jika dilewatkan begitu saja. Karena, setiap berapa waktu, status itu akan terganti oleh kalimat lain yang maknanya tak kalah dahsyat dari sebelumnya. Jika dikumpulkan, saya yakin, ‘catatan [>>>]

Before The Last Sujud

Jika dicermati dengan jujur, maka kebanyakan orang dewasa ini selalu menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang bertolak belakang dengan urusan kematian. Lebih asyik berpikir tentang dimana anak kita akan sekolah, di perusahaan mana kita akan bekerja, makan malam dimana nanti malam, baju apa yang akan kita gunakan besok hari dll. Hal-hal diatas yang selalu menjadi sangat [>>>]

Where Are We Now (?)

Tema diatas adalah sebuah pertanyaan yang memiliki makna sangat mendasar. Laiknya sebuah perjalanan panjang, memiliki awal dan akhir disetiap chapter kehidupan. Menata dan meracik ulang dari arah mana jalur kan ditempuh. Atau dengan pertanyaan itu, setiap pribadi bisa mengevaluasi sejauh mana perjalanan waktu yang kita tempuh sesuai dengan angan dan cita hidup. Berhentikah, terus melangkah atau stuck dalam kegundahan mencari track menuju cita awal kita. Dimana kita saat ini (?) Di sebuah persimpangankah, atau disuatu jalan yang searah dengan tujuan kita. Semua perjalanan ini adalah pilihan. Dan tentu memiliki konsekwensi dalam mengarunginya. Siap atau tidak adalah ritme yang harus dilalui. Tidak ada jalur yang menghantarkan kita pada forbidden track, terkecuali keluh kesah dan menyerah pada jalur lintang hidup kita. [>>>]

Journey 4 the Next Journey

Kehidupan dan kematian adalah bagian dari fase perjalanan manusia menuju pertanggungjawabannya di akhirat. Kehidupan dan kematian ibarat dua sisi dari satu mata uang, keduanya tidak mungkin bisa dipisahkan, dimana ada kehidupan di situ pasti ada kematian. Kematian hanyalah pintu gerbang kehidupan berikutnya, kematian adalah titik tolak proses perjalanan selanjutnya, kematian adalah suatu perjalanan tanpa batas, menembus waktu dan masa untuk akhirnya berhenti di antara dua kemungkinan, yakni kemungkinan berhenti di terminal kebahagian selamanya, atau berada di stasiun kesengsaraan yang abadi. Perjalanan hidup dan mati sesungguhnya adalah suatu anugerah terdahsyat, dalam (QS. 2 : 28) Allah bertanya dengan sebuah pertanyaan yang mengarah pada keyakinan akan sebuah anugerah hidup dan mati. “Bagaimana kalian akan kufur kepada-Ku, sedang kalian saat mati Aku hidupkan, kemudian Aku matikan, kemudian Aku hidupkan, kemudian kepada-Ku kalian kembali” (QS. 2:28). Perjalanan untuk perjalanan selanjutnya –sejatinya- menjadi sebagai arena grand final kehidupan. Semua orang tertuju pada garis finish, namun tidak semua orang yang berakhir happy ending dalam menggapainya. Karenanya, khusus untuk sebuah “Journey” sebelum journey selanjutnya dimulai, ada “Simulasi” journey yang patut menjadi bahan perenungan dan aksi saat kembali beraktivitas pada kehidupan dunia. Semua “Simulasi” itu meliputi pada sebuah perjalanan suci, yakni haji dan umrah. [>>>]