Posts Tagged ‘haji’

Kedatangan smartHAJJ 1431 H

Selasa, 23 November 2010. Saphire D'Consulate Lounge Terminal 2 DE International Soekarno - Hatta (CGK) Airport

Keberangkatan 2 smartHAJJ 1431 H

Ahad, 7 November 2010. Saphire D'Consulate Lounge Terminal 2 DE International Soekarno - Hatta (CGK) Airport

Keberangkatan 1 smartHAJJ 1431 H

Selasa, 2 November 2010. Saphire D'Consulate Lounge Terminal 2 DE International Soekarno - Hatta (CGK) Airport

Manasik 2: Mina smartHAJJ 1431 H

Manasik Mina: 9 - 10 Oktober 2010 ‘Manasik Park’ Wisma Silaturrahim Cibubur, Bogor - Jawa Barat. Manasik Kesehatan: 10 Oktober 2010 Puskesmas Pancoran Duren Tiga - Jakarta Selatan

Manasik 1: Arafah smartHAJJ 1431 H

28 Agustus 2010 Executive Club, The Sultan Hotel Senayan - Jakarta

BPIH Diumumkan Pekan Depan

Jakarta(Pinmas)--Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 2010 baru bisa diumumkan pada pekan depan dari seharusnya 15 Juni 2010. Hal itu karena pemerintah harus mengkomunikasikan banyak hal. BPIH 2010 dipastikan turun paling sedikit 36 dolar AS. Hal itu disampaikan Surya setelah mengikuti Rapat Kabinet Terbatas tentang penyelenggaraan ibadah haji bersama Presiden Susilo Bambang Yudhyono, di Kantor Presiden, Selasa (13/7). "Tadi saya sebutkan ada hal-hal yang belum bisa dikomunikasikan, mudah-mudahan tidak lebih dari satu minggu itu sudah diputuskan," kata Surya. [>>>]

Untuk Apa Manusia Bertawaf (?)

Menurut makna asalnya, thawaf berarti mengelilingi sesuatu. Sedangkan menurut istilah syar’i, thawaf adalah salahsatu bentuk ibadah dengan cara mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali. Dalam rangkaian ibadah haji, kedudukan thawaf sangat penting sekali. Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa Allah SWT menurunkan 120 Rahmat kepada orang yang berhaji/berumrah di rumah Allah yang suci: 60 untuk yang bertawaf, 40 untuk yang shalat, dan 20 untuk yang menyaksikan atau melihat Ka’bah. (Hadist riwayat Al-Baihaqi). Sesungguhnya di dalam Al-Qur’an dan hadist tidak dijelaskan secara mendetail makna berkeliling di sekitar ka’bah itu, tetapi ayat-ayat Allah di alam semesta dapat membantu menjelaskan maknanya. Jika diperhatikan secara mendalam tentang alam semesta, maka mereka pun melakukan thawaf sebagai bentuk ketaatan kepada-Nya. Thawaf bisa juga diartikan sebagai simbolisasi dari perjalanan hidup manusia yang terus mengalami perputaran, tentunya berputar harus sesuai dengan orbit yang tepat, yakni berputar dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jika manusia telah keluar dari orbit penciptaannya, maka ia telah keluar dari orbit yang sama artinya dengan kehancuran. Karena tidak ada keseimbangan dalam berputar. [>>>]

Journey 4 the Next Journey

Kehidupan dan kematian adalah bagian dari fase perjalanan manusia menuju pertanggungjawabannya di akhirat. Kehidupan dan kematian ibarat dua sisi dari satu mata uang, keduanya tidak mungkin bisa dipisahkan, dimana ada kehidupan di situ pasti ada kematian. Kematian hanyalah pintu gerbang kehidupan berikutnya, kematian adalah titik tolak proses perjalanan selanjutnya, kematian adalah suatu perjalanan tanpa batas, menembus waktu dan masa untuk akhirnya berhenti di antara dua kemungkinan, yakni kemungkinan berhenti di terminal kebahagian selamanya, atau berada di stasiun kesengsaraan yang abadi. Perjalanan hidup dan mati sesungguhnya adalah suatu anugerah terdahsyat, dalam (QS. 2 : 28) Allah bertanya dengan sebuah pertanyaan yang mengarah pada keyakinan akan sebuah anugerah hidup dan mati. “Bagaimana kalian akan kufur kepada-Ku, sedang kalian saat mati Aku hidupkan, kemudian Aku matikan, kemudian Aku hidupkan, kemudian kepada-Ku kalian kembali” (QS. 2:28). Perjalanan untuk perjalanan selanjutnya –sejatinya- menjadi sebagai arena grand final kehidupan. Semua orang tertuju pada garis finish, namun tidak semua orang yang berakhir happy ending dalam menggapainya. Karenanya, khusus untuk sebuah “Journey” sebelum journey selanjutnya dimulai, ada “Simulasi” journey yang patut menjadi bahan perenungan dan aksi saat kembali beraktivitas pada kehidupan dunia. Semua “Simulasi” itu meliputi pada sebuah perjalanan suci, yakni haji dan umrah. [>>>]

Haji Juga “Pahlawan”

Terlepas dari polemik tentang penyantuman kata Pahlawan Bangsa untuk Almarhum KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur), mantan Presiden RI ke-4 sekaligus mantan Ketua Dewan Syuro Nahdhatul Ulama, saya –secara subjektif- menilai bahwa beliau memiliki peranan besar guna menciptakan demokratis religius di Ranah Tercinta Indonesia, meski sesungguhnya terdapat kontroversi pada pemahaman dan arah pikirannya. Saya tidak ingin terjebak dengan memihak atau tidak, pro atau kontra tentang penyantuman Gus Dur sebagai pahlawan bangsa. Saya hanya ingin mengarisbawahi betapa penamaan “Pahlawan” ternyata begitu rumit dengan segala aksesoris birokrasi yang –tidak mustahil- akan menimbulkan perselisihan antara manusia yang pro dan kontra. Padahal saya sangat yakin, saat ini Gus Dur tidak memperdulikan penyantuman pahlawan bangsa atau tidak, sejatinya –secara attitude- perselisihan yang bergejolak itu diredam terlebih dahulu, lebih baik kita fokus untuk lebih memberikan support doa bagi almarhum dan keluarga yang ditinggal. Karena memang hanya itu yang dibutuhkan oleh almarhum di alam sana. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan adalah orang yang menonjol keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani, atau lebih di spesifikkan, pahlawan bangsa adalah warga Negara RI yang berjasa membela bangsa dan Negara, dan tidak ternoda dalam track-record hidupnya. [>>>]