Posts Tagged ‘haji’

Stay Cool With Mabrur (One)

Malam sebelum penjemputan smartHAJJ Cordova, Sabtu (5/12) lalu, saya sengaja ingin mendapatkan suatu wejangan khusus, yah wejangan berupa rangkaian ilmu yang selalu saya dapatkan jika berada disampingnya. Jujur, saya kerap mendapatkan ilmu darinya bisa lebih dari berapa mata kuliah selama satu semester dalam satu jam. Bahkan –tidak lebay- yang saya dapatkan tidak terdapat di bangku-bangku kuliah. Karena memang yang dipaparkannya tidak hanya teoritis, tetapi lebih sering dengan ide-ide segar yang awalnya begitu “liar” dan “Berani”. Saya tidak perlu menjelaskan identitas bapak sekaligus guru saya itu disini, yang jelas setiap kata yang keluar dan setiap pikir yang terlontar, menjadikan diri ini lebih termotivasi untuk bergerak, berbuat dan berjuang tuk melangkah dua-tiga tahap lebih depan dalam menggapai kreativitas diri. Intonasi khas yang membuat setiap orang mendengarkannya kadang terlahap dengan buah pikir yang aduhai. Enggan beranjak, terlebih lelap dalam buaian mimpi. Karena, memang kita kan terbawa oleh alur pikir yang begitu fantastis. Berbeda dengan Romy Rafael, master hypnotist, yang mengajak lawan bincangnya masuk ke-alam bawah sadar, beliau malah mengajak kita untuk bersama meraih mimpi dengan spirit yang membaja. Membumikan segala teori yang ada dilangit, dan mengajak berjuang tanpa mental yang “cemen”. [>>>]

smartHAJJ 1430 H.

Bukan Tuk Takabur, Just Berharap Mabrur

Kurang dari 48 jam, smartHAJJ Cordova akan segera kembali pada the real life, kehidupan baru sebagai haji dan hajjah. Bukan gelar yang bersarang pada akhir padanan kata nama, tetapi jauh lebih dahsyat sebagai pribadi-pribadi mulia yang menerima kunci surga dengan kemabrurannya. Yah harapan besar sebagai haji mabrur bukan hanya milik smartHAJJ yang melakoni segala rangkaian ibadah haji. Tetapi semua harapan itu muncul dari setiap benak muslim bangsa Indonesia. Karena terciptanya suatu kesejahteraan dan kemakmuran bangsa dimulai dari setiap individu, keluarga, lingkungan sekitar dan meluas menjadi kemabruran yang kolektif. Awal jejak baru akan dimulai kala smartHAJJ kembali menginjakkan kakinya saat landing di Bandara Soekarno Hatta, Ahad siang, 6 Desember 2009. Perjalanan suci yang dilakoni dua pekan lebih menjadikan semacam “tarbiyyatun-nafsi”, pendidikan ruhani yang begitu besar. Segala kerikil bahkan pungkahan batu besar yang menghalang saat ibadah haji menjadikan pengalaman berharga bagi sisa hidup kita di dunia fana ini. Sebaliknya, perlu kita waspadai sedini mungkin segala celah negatif dalam diri usai menjalankan ibadah haji. karena Saat-saat seperti inilah para panglima Iblis menggencarkan serangannya untuk merampas “kunci surga”, yang kini digenggam para haji. Mereka (para durjana) tidak akan pernah menyerah untuk merebut segala yang telah kita dapatkan di Tanah Suci (berupa ampunan dan jaminan surga-Nya). [>>>]

Arab Saudi Tambah Check Point

Makkah - Untuk menjamin optimalnya pelayanan para tamu Allah dari berbagai penjuru dunia, pemerintah Arab Saudi memperketat pemeriksaan izin haji bagi penduduk Makkah, mukimin dan jamaah haji paspor hijau. Beberapa jalur menuju kota Makkah ditambah ruang pemeriksaan check point (taftis) dibanding pada hari-hari normal. Jalur Jeddah-Makkah yang biasanya hanya ada 1 kali check point di daerah Sumaisy (27 km menuju Makkah), saat ini ditambah 2 lagi tempat check point. [>>>]

How Are U Today Allah’s Guest (?)

Mengetahui kabar atau informasi dari orang yang dicinta adalah sebuah harapan bagi setiap insan. Melalui media apapun, dengan biaya berapa pun, informasi kerap menjadi sebuah kebutuhan hidup. Ia akan ditebus melalui cara apa saja. Bagaimana jiwa terasa tenang kala informasi dari orang yang disayangi cepat ter-akomodir. Terlebih ketika orang bersangkutan berada dalam dekapan hangat bumi An-biya, yang penuh dengan cahaya keberkahan. Atas izin dan rahmat-Nya, smartHAJJ Cordova program Arbain telah mendarat, menapaki sucinya perjalanan haji. Hari Kamis, (20/11) pukul 13.30 Waktu KSA, atau bertepatan dengan pukul 18.30 WIB, menjadi sebuah awal pengharapan para “Holy Guest” tuk mendapatkan segenap cinta dari Dzat Maha Kuasa. [>>>]

Haji; Pembuktian Totalitas Cinta

Tiba waktunya untuk mulai beranjak menuju sebuah perjalanan suci, tak ada lagi sebuah peristiwa yang memberikan kekuatan spiritual terkecuali satu tahapan kesucian, yakni perjalanan haji. Air mata yang teramat deras memberikan kekuatan jiwa tuk sekedar membendung harapan yang kian tak terbendung. Harapan seorang hamba yang “terkapar” dalam penantian suci. Kian meluas pada jiwa manusia muslim yang teramat rindu akan kemulyaan Baitullah. [>>>]

Amazing Haram, Peacefull Nabawi (Part II)

Catatan Perjalanan smartHAJJ Cordova 2006 Setelah rombongan jamaah berkumpul dan waktu terus bergulir, akhirnya sekitar pukul 09.30 waktu KSA, kami bergerak menuju masjid Nabawi…Masjidnya Rasulullah SAW yang jarak tempuhnya kurang lebih 100 meter dari hotel. Dinginnya udara serta angin pagi kota Madinah yang sempat membuat hidung saya mengeluarkan darah segar sama sekali tidak mengurangi niat saya untuk dapat segera melihat serta merasakan secara langsung atmosfer kedamaian ketika berada di kota Madinah umumnya terlebih lagi masjid Nabawi khususnya. [>>>]

A Little bit About Hajj

Hari Jum’at depan, insya Allah bagi smartHAJJ Cordova program Arbain sudah bisa melakukan sholat Jum’at di tanah suci. Kota Nabi, Madinah Al-Munawarah menjadi pilihan pertama jemaah Cordova. Ada baiknya dalam kesibukan persiapan haji, kita menelusuri beberapa informasi mengenai keberadaan benda “suci” di pelataran haram. Baiklah kita mulai kupas mengenai Ka’bah, yang terletak di tengah Masjid Al-Haram. Ka’bah secara bahasa bermakna kubus, atau bangunan yang berbentuk segi empat. Ka’bah dibangun pertama kali oleh nabi Ibrahim As. Bahkan menurut beberapa riwayat shahih, sebelumnya ia dibangun oleh malaikat Jibril AS. Ka’bah merupakan bangunan pertama diatas bumi (QS. Ali Imran ayat 96). Saat ini, ka’bah memiliki tinggi 14 M. lebar dinding timur 10,25 M. lebar dinding utara 10,05 M. lebar dinding barat 11,05 M. dan lebar dinding selatan 10,15 M. Ka’bah dengan pesona indahnya ini, sejak dibangun sampai akahir zaman nanti akan menjadi tempat perputaran thawaf. Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Abbas ra. Rasul Bersabda “Sesungguhnya pada setiap hari, Allah SWT menurunkan 120 rahmat disekitar Baitullah. 60 dibagikan untuk orang bertawaf, 40 dibagikan untuk orang yang shalat, dan 20 dibagikan untuk orang-orang yang memandang Baitullah (ka’bah)” (HR. Ibnu Abbas) [>>>]

Biarkan Kami Menangis (II)

Sepekan lagi –atas izin-Nya- kita akan menuju tanah suci menghadap panggilan Rabbil Izzati. Tentunya banyak prosesi yang harus dilakukan saat meninggalkan keluarga tercinta. Bukan hanya sebuah perintah agama untuk saling memberi dan memaafkan jelang kita berhaji, tetapi juga proses pencairan jiwa dan hati saat kaki mendayuh langkah menuju airport, meninggalkan isakan tangis anak, istri dan sanak keluarga. Hempasan benda tajam nan panas seolah menusuk ulu hati kala menyaksikan air mata jatuh deras dari kelopak sang buah hati tercinta. Sangat manusiawi, kala mata ini basah oleh air bening nan suci dari hati. Karena atas doa dan keikhlasan mereka jualah kita bisa bersama menyambut panggilan suci. Kemampuan kita meninggalkan mereka tentunya adalah karunia Sang Khalik memberikan secercah kekuatan dan keyakinan. Hanya Engkau-lah ya Allah yang mampu memberikan kami kekuatan, dan hanya kepada Engkaulah ya Rabbi kami tunduk, patuh dan rengkuh menyambut panggilan suci ini. Biarkanlah airmata ini mengalir deras menjadi saksi betapa agungnya rasa cinta ini pada-Mu. Saksikanlah Yaa Rabbi… tanpa kekuatan-Mu, hamba tak mampu lagi melangkah dengan iringan tangis orang-orang yang kami cintai. [>>>]