Recent Articles
Smart Summer
Apr 23, 2008 Inspiration Leave a comment
Setiap orang memiliki waktu sama. Namun, tidak setiap orang memiliki kesempatan sama kala waktu berjalan. Waktu tak perlu ditunggu, karena ia kan menghampiri. Pun ditarik ulang, karena ia tak pernah kembali. Al-Waqt kas-Ashaif, waktu bagaikan pedang, demikian pepatah Arab yang mengibaratkan waktu laiknya sebuah pedang. Jika pandai mengolah, maka ia kan bermanfaat. Tapi sebaliknya jika menyia-nyiakan waktu, maka ia kan “terhunus” oleh sang waktu. Mengelola waktu yang baik, sebenarnya adalah pesan Nabi SAW. Bagaimana menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin, adalah modal dasar dalam mengayunkan langkah yang kokoh. Tatapan kedepan disertai planning yang smart, menjadikan aliran darah kita bergerak menuju langkah yang mantap menghadapi sang waktu. >>
The Real Manasik, In The Real Place
Apr 15, 2008 Inspiration Leave a comment
Setiap muslim akan meyakini dan membenarkan bahwa ibadah haji adalah komponen penting dalam merangkai bangunan tauhid dalam kehidupan beragama. Nafas perjuangan dalam merekat pundi kesahihan haji tentu menjadi sangat urgen bagi tamu Allah SWT. Merasa rugi jika kesempatan besar sebagai calon “Penghuni Surga” diabaikan, maka jelas pembelajaran menuju pertualangan spiritual haji sangat dibutuhkan sedini mungkin. Karena gejolak nafsu yang terasa di medan haji begitu komplek, dan tidak cukup hanya mendengarkan teori serta mengantri belaka di Pondok Gede sebagai miniatur praktis perjalanan haji. >>
Bersama Hadapi Kendala
Apr 14, 2008 Inspiration Leave a comment
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing… Masihkah adigium itu bersarang pada jiwa kita (?) Saat kaki terluka, maka sekujur tubuh kan merasakan pedihnya luka itu. Begitu juga saat kaki sehat, tubuh bisa kembali beraktifitas menghantarkan raga pada suatu perjalanan. Pesan nabi itu sebenarnya simple, namun sulit terealisasi. Kita selalu menginginkan segalanya indah kala kebahagian datang bersama, namun terkadang jika masa sulit tiba, tak jarang kita meninggalkan kebersamaan itu. Bak sebuah reformasi, kita ingin perubahan terjadi, namun terkadang setelah merombak, kita semua enggan menyusun kembali formasi yang dirombak. >>
Tubuh Kaku Menjadi Guru
Apr 14, 2008 Inspiration Leave a comment
Tahukah Anda Bahwa setiap fenomena yang terjadi di jagad raya, sesungguhnya adalah sebuah cermin besar yang sarat pelajaran. Belum lama ini media Denmark menyembunyikan kematian seorang pelukis karikatur Nabi Muhammad SAW. Beserta keluarganya dengan sangat tragis. Yah, sang pelukis arogan itu wafat terbakar bersama keluarga dan hartanya. Dramatis memang, namun itulah kehidupan. Seorang kekasih Allah SWT yang mulya dan dimulyakan oleh segenap isi cakrawala dilukis dengan gambar menyerupai sang teroris berkepala bom. Lupakan itu, kini mari kita beranjak pada fenomena yang lebih kental terasa sebagai cermin yang lebih besar. Cermin tua yang masih jelas tergores pada kalam Ilahi, cermin yang terbalut kaku mesti masih menjadi guru. Cermin bertubuh kaku bermuram durja dalam peti kaca. Meski kaku, ia berhasil menjadi cermin tuk pelajaran hidup. Siapa lagi jika bukan Ramses II, Fir’aun Laknatullah. >>
Together in Harmony Attack + (2)
Mar 30, 2008 Inspiration Leave a comment

Sebuah kekuatan besar kembali terbangun oleh kesatuan dua elemen. SMA IIBS (International Islamic Boarding School) bersama Cordova Travel menjalin keharmonisan melalui program extra school di tanah suci dan negeri Petra, Jordan. Sejumlah 200 lebih siswa beserta orangtua dan para guru IIBS bertolak menuju tanah suci hari Sabtu kemarin (29/3). Kesadaran dalam mengenal Allah dan dunia pendidikan yang dirancang oleh IIBS adalah terobosan baru bagi sekolah-sekolah lain. Umrah dan belajar bahasa Arab langsung di negeri Arab adalah sebuah nilai plus, baik bagi anak didik maupun dunia pendidikan Indonesia. Sebagai partner sekaligus perusahaan yang menjembatani IIBS menuju destinasinya, Cordova berusaha melayani semaksimal mungkin semua peribadahan mereka. >>
Sayat-Sayat Cinta
Mar 25, 2008 Inspiration Leave a comment
Membaca judul diatas, Anda pasti mengerutkan kening. Atau seolah mencari memory yang familiar dengan kalimat diatas. Yah, sebut saja Ayat-Ayat Cinta, sebuah film yang diangkat dari novel fenomenal karya kang Abik. Menjadi dahsyat karena pangsa pasar yang dibidik sangat besar, yakni umat Islam Indonesia. Namun, ada apa dengan “Sayat-Sayat Cinta”, apakah karena hati Maria yang sempat tersayat oleh cinta Fahri, atau tersayatnya jiwa dan cinta Nurul oleh sikap apatis Fahri. Ohh, ternyata beda, semua itu hanya ada dalam Ayat-Ayat Cinta. Kini kita berada dalam “Sayat-Sayat Cinta”, sebuah kenyataan yang kadang menyakitkan kalbu, saat cinta tersayat. Baik oleh kedzhaliman diri, atau oleh penghianatan cinta. Siapa pun, dimana pun, sayat-sayat cinta kan terasa. >>

