Welcome Cordova Guest Star

Ada yang menarik pada International Islamic Expo (IIE) kali ini. Bukan hanya karena Hajj Guard Cordova berada pada puncak semangat menghadapi Expo, melainkan datangnya sosok guru, teman dan juga founding father Cordova-KSA pada acara itu. Bagi alumni smartHAJJ maupun smartUMRAH Cordova, dan juga para jemaah yang sempat mengenal beliau, dipastikan akan tergugah untuk beranjak menuju Balai Kartini, untuk bertatap muka sekaligus temu kangen dengan Cordova Guest Star kali ini. Sosok yang lembut dengan kedalaman samudra ilmunya, diyakini juga akan menjadi magnet bagi mereka yang sempat mengenal beliau. Kesantunan dan pengalamannya di kota suci telah merambah tapaknya tuk menjadi “Man of The Years” sepanjang perjalanan haji Cordova. Beliau jua lah yang menjadi titik awal kebangkitan generasi smart Cordova bersama dua tokoh fenomenal lainnya di kota suci Madinah Al-Munawarah. Pada kesempatan IIE nanti juga akan diadakan “Famous to Famous" bersama beliau dan Hajj Guard Cordova KSA (Muthawif) yang berkesempatan hadir di tanah air. Pemaparan mengenai kondisi update seputar haji dan umrah akan menjadi menu “Gathering” mini di sela expo program berlangsung. [>>>]

Heaven Shopping

Bagi Anda peminat shoping, ada baiknya untuk hadir pada pertengahan bulan ini. Atau tepatnya pada 14 – 17 Februari 2009 di bilangan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Balai kartini dan Kartika Expo Center menjadi pilihan tepat saat Anda menghujamkan diri untuk mengetahui bagaimana “jalan menuju surga” kian tereksplor. The Biggest Market for Any Islamic Tourism Player, adalah sebuah keniscayaan bahwa expo ini, jika ditelusuri dengan menghadirkan niatan tulus, maka tema diatas (heaven shoping) bukanlah sebuah angan belaka, yang masuk dalam sebuah pasar guna mendapatkan surga. Laiknya sebuah ajakan menuju Baitullah, maka Cordova ikut berperan dengan fenomena ter-update yang menjadi thema stand Cordova. Menjadi dan memberikan pengaruh pada pentas akbar “Heaven Shoping” itu, adalah sebuah nilai yang ingin dilanjutkan oleh Cordova. Kesolidan dan kekompakan Hajj Guard Cordova juga menghasilkan sebuah raihan “The Best Design Booth” pada International Islamic Expo 2006 lalu. [>>>]

Al-Quran Menenangkan Penderita Autis

Namanya Hafiz. Ia lahir dari keluarga biasa di Kerala, India. Hafiz, sejak kecil mengalami autis sehingga dalam kesehariannya hanya berteriak. Suatu saat, sang ibu, Faseela mencoba mengimbangi teriakan Hafiz dengan kaset bacaan ayat suci Al-Quran yang dikumandangkan Syaikh Sudaisy, imam Masjidil Haram, Mekah yang terkenal. Tak disangka, Hafiz tenang dan tak teriak lagi. Yang mengagumkan, ketika sang ibu mematikan kaset itu, Hafiz meneruskan bacaan Al-Quran. Sang ibu kaget melihat kemampuan Hafiz. Maka, orang sekitar diundang untuk mencek hafalan Hafiz, ternyata benar. Bacaan yang dilakukan Syaikh Sudaisy dibaca secara benar dengan suara yang dimiripkan dengan suara Sudaisy. Faseela teriak bahagia kala itu. Sehingga dengan sangat mengagumkan, Hafiz bisa menghafal Al-Quran yang berisi 114 surah ini dengan baik dan benar. [>>>]

Kibar Panji Kesolidan Team

Subhanallah…dalam pangkuan cinta Cordova, saya kembali tersungkur oleh sebuah bait penggugah cinta. Syair penghujam rasa, lembaian lembut dengan makna yang bersahaja. Dendang “Sambut Panggilan-Nya” kian merasuk jiwa. Merapat raga bersama hajj guard Cordova. Dengarkanlah, putarlah kembali syair itu wahai sahabat!. Duduk dan pejamkanlah mata kita, bayangkan bagaimana imajinasi kita melompat jauh pada lorong waktu. Kala jiwa bersatu, kala tangan menggenggam erat persaudaraan. Darah dan jiwa pun terkorbankan. Tak ada sedikitpun yang lebih indah dari satu kata persaudaraan. Madinah adalah titik awal bagaimana cinta terkepal, bagaimana jiwa berkobar, bagaimana hati bersatu, bagaimana kata bersatu dan bagaimana rasa bersatu. Diamlah sejenak, renungkan bagaimana gelora cinta kian menggumpal. Bagaimana persaudaraan kita semakin tak terbendung oleh hina dan dusta. Berkibarlah duhai Cordova…Engkau adalah panji perjuangan Islam! Dengan darah yang melekat pada anak dan istri kami. [>>>]

What Happen at Feb 14 (?)

Tahukah Anda, ada peristiwa apa tanggal 14 Februari mendatang (?). Valentine Day kah (?) Ataukah milad sebuah Parpol (?) Tentu bukan, bahkan program 14 Februari kali ini lebih dahsyat dibanding dua peristiwa diatas. Karena pada saat itu, Anda akan lebih mengenal bagaimana jalinan cinta sesungguhnya terungkap. Bagaimana semangat anak muda membangun kesadaran bangsa melalui produk-produk inovatif-nya. Dan bagaimana Anda menyaksikan kesolidan team dalam berkarya. Jika Anda penasaran, maka kunjungilah Balai Kartini pada tanggal 14-17 Februari 2009. Ketika langkah Anda memasuki gerbang Kartika Expo Center, maka terbuka semua tabir rasa cinta yang mendalam dari anak bangsa. Meski program itu adalah bentuk dari sebuah pameran (International Islamic Expo 2009), namun Anda akan menyaksikan sebuah perbedaan dari apa yang Cordova tampilkan. Bukan untuk unjuk kekuatan, tetapi tema yang akan Cordova usung itulah yang akan memberikan kekuatan cinta pada Allah Ta’ala, melalui Islam yang tak kan pernah sirna di muka bumi. [>>>]

Cordova Kondangan Seven (CK7) – Part 2 –

Air “Berkah” Dari Puncak Imogiri Setelah kenyang dengan pemaparan BA mengenai manasik, team CK7 melanjutkan perjalanan spektakulernya. Yakni menelusuri track jalur lurus dengan pemandangan pantai Parangkusumo. Jalur yang menembus gundukan gunung-gunung pasir yang terbawa oleh angin laut itu, mengantarkan kami menuju Parangtritis. Sebuah pantai yang juga menjadi salahsatu peminat dunia mistik di perairan laut Selatan. Dari arena Manasik Park menuju pantai Parangtritis hanya memakan waktu 30 menit. Saat kami tiba di pantai itu, terlihat banyak tim penyelamat baik dari kepolisian Bantul, maupun “Baywatch”-nya Parangtritis. Tidak hanya itu, banyak pula wartawan dari media cetak maupun televisi yang entah ada peristiwa apa. Selidik punya selidik, ternyata lepas beberapa waktu, ada 6 wisatawan lokal yang tergulung ombak Parangtritis. Hingga akhirnya diberitakan bahwa mereka ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa. Tidak lama kami berada di Parangtritis, selain suasana kurang mendukung, udara laut pun sudah tidak “akrab” menyapa kami. [>>>]

Cordova Kondangan Seven (CK7)

Persaudaraan adalah segalanya dalam berbagai hal, ia tak terkukung oleh waktu dan tempat. Begitulah Rasulullah mengajarkan pada umatnya untuk saling memberi sesama muslim, yang mengibaratkan seperti kesatuan anggota tubuh. Pun bagi Cordova, atmosfir persaudaraan dalam kesatuan team sangat kental terasa. Untuk ke-tujuh kalinya, team kembali memberikan support kepada salah satu crew yang menjadi bagian Cordova Design Network. Tasyakuran akan perubahan status bagi Danan McKagan, adalah keberkahan bersama yang terasa. Kali ini, Cordova mengunjungi pernikahan Danan di kota Solo. Ranah yang kesohor dengan Bengawan Solo-nya ini memberikan cita rasa sendiri, terutama bagi sebagian team jebolan ISI (Insitut Seni Indonesia) Yogyakarta. Pasalnya, antara jalur Jogja-Solo terdapat sebuah 'Jalan Kenangan' bagi jawara-jawara ISI ini. Entah apa gerangan kenangan mereka, yang jelas mari kita ikuti kisah Cordova Kondangan Seven ini. [>>>]

Mengungkap 3 Alasan “Enggan” Berhaji

Mungkin sebagian kita akan “mengerutkan” kening ketika tahu bahwa ada golongan muslim yang enggan tuk menunaikan haji. Atau lebih halusnya bukan “Enggan” melaksanakan rukun Islam terakhir, tetapi tidak siap berhaji. Aneh memang, tapi demikianlah adanya, sebagian mereka bertolak dengan impian muslim lainnya, yang mendambakan gairah cinta bersama samudra Ilahi. Tidak salah jika kita mengupas apa alasan mereka sehingga kurang berminat menunaikan rukun paripurna dalam Islam. Diantaranya; 1. Merasa diri belum pantas berhaji Ini adalah alasan yang paling banyak menimpa umat Islam, terutama umat Islam Indonesia. Dalam manuskripnya, Yusuf Abdussalam menyatakan bahwa banyak diantara kita merasa dirinya masih “kotor”, sehingga tidak pantas baginya untuk menunaikan haji. Tidak pantas baginya untuk masuk ke dalam masjid, tidak pantas baginya berpakaian muslim, tidak pantas doanya dikabulkan oleh Allah SWT. Semua itu karena ia selalu berkutat dalam mempermasalahkan “kekotoran” dirinya. [>>>]

Tujuh “Keajaiban” Dunia

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari ‘Tujuh Keajaiban Dunia’. Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan ‘Tujuh Keajaiban Dunia’ saat ini. Walaupun ada beberapa ketidak sesuaian, sebagian besar daftar berisi sbb : 1] Piramida 2] Taj Mahal 3] Tembok Raksasa Cina 4] Menara Pisa 5] Kuil Angkor 6] Menara Eiffel 7] Kuil Parthenon [>>>]