Cordova Kondangan Eight (CK8)

Ora Bakal Misah...! Ada satu moment yang sangat special bagi keluarga besar Cordova akhir pekan lalu. Terlebih untuk dua staf Cordova yang akan mengakhiri masa lajangnya. Yah, siapa yang tidak mengenal Brahma alias Bram dan Febiyanti Erly alias Erly di kalangan keluarga besar Cordova. Kiprahnya dalam berkarya menjadikan Cordova semakin berwarna. Bangunan kokoh yang dikaitkan oleh pilar-pilar Cordova itu menjadi ikatan yang sulit dipisahkan dari persaudaraan yang telah menyatu. Persaudaraan adalah segalanya dalam berbagai hal, ia tak terkukung oleh waktu dan tempat. Begitulah Islam mengajarkan umatnya untuk saling memberi sesama muslim, laiknya seperti kesatuan anggota tubuh yang memiliki rasa sama ketika sakit dan senang. Pun demikian bagi Cordova, atmosfir persaudaraan dalam kesatuan team sangat kental terasa. Meski –tentunya- kadang rasa marah, sebel, bete, senang, bangga, haru, sedih kerap bercampur dalam wadah persaudaraan.

Time to Change! The Real Aqsa

Lebih dari puluhan tahun, sejak Israel resmi kembali menjajah negeri Palestina pada 1948, sejak itu pula bangsa yang tak kenal malu itu, mulai menancapkan taringnya di negeri Palestina dengan membunuh dan mengusir lebih dari jutaan muslim Palestina. Mereka menjajah semua jengkal tanah milik Palestina terkecuali Jalur Gaza, yang memang sulit tuk ditaklukkan. Ibarat tembok besar yang tak pernah goyah oleh serangan zionis Israel. Menilik sedikit sejarah bagaimana negeri ‘Si Muka Dua’ Israel ini berdiri. Efek dari pemusnahan bangsa Yahudi oleh Nazi, melalui gerakan antisemit di seluruh dunia melahirkan reaksi balik berupa gerakan Zionisme sedunia. Tokoh yang menggagas gerakan ini adalah Dr. Theodore Herzl (1896), seorang Yahudi Hongaria di Paris. Menurut Herzl, satu-satunya obat mujarab untuk menanggulangi antisemitisme adalah dengan menciptakan suatu tanah air bagi Bangsa Yahudi. Melalui berbagai propaganda, tujuan Herzl mulai direspon oleh seluruh Bangsa Yahudi yang tersisa, namun belum ditegaskan dimana letak tanah air bangsa Yahudi akan dibangun. Awalnya disebut Argentina atau Palestina, tetapi dalam kongres kaum Zionis pertama di Basel, Swiss tahun 1987, mereka menetapkan Palestina sebagai pilihannya.

Road to the 2 Holy Month

Diantara sebagian alumni dan keluarga besar Cordova, mungkin sudah sangat merindukan event-event yang akan digelar Cordova. Baik bersifat massif maupun yang bersifat khusus, semua karya yang terekspresikan melalui event itu tentunya memiliki muatan religius tuk menyemarakkan nuansa keislaman. Dalam menapaki dua bulan penuh suci, Ramadhan dan bulan haji itu, Cordova berusaha menjadikan momentum sebagai refleksi kegairahan dalam aktivitas positif. Seperti yang teragendakan setiap tahunnya, Cordova mencoba ambil bagian untuk bersama mendenyutkan nafas Islam di dua momentum akbar umat muslim di dunia. Tidak hanya dieksekusi oleh jajaran team, tetapi Cordova melibatkan juga para alumni untuk ambil bagian dalam membangun aktivitas sosial religi di dua bulan penuh kesucian itu. Seperti orang menanti tamu agung, Cordova juga sangat mendambakan kembali dalam nuansa hangat Ramadhan. Road to the 2 Holy Month ini juga bisa dideskripsikan sebagai manasik murni para calon haji Cordova untuk menjadikan Ramadhan sebagai estafeta rukun to five paripurna. Maksudnya (?)

All About Gharqad

Seperti yang tertuang dalam artikel sebelumnya, kita akan membahas sedikit tentang pohon yang menjadi ‘pelindung’ bangsa yahudi. Bagaimana ciri pohon itu, lalu kenapa Gharqad menjadi satu-satu nya jenis pohon yang melindungi bangsa Yahudi. Tetapi perlu sekali lagi kita tekankan, bahwa keyakinan kita pada hadist Nabi mengenai pohon Gharqad dan ketakutan bangsa yahudi itu harus melebihi keyakinan mereka pada sabda Rasulullah SAW. Tidak seperti segelintir orang yang membenturkan hadist tersebut dengan keterbatasan akalnya. Menurutnya, semua itu hanya sebatas kiasan atau hal yang tidak mungkin terjadi, seolah ditutup-tutupi kebenarannya. Baiklah, kita beranjak pada pengetahuan tentang Gharqad. Pohon ini bentuknya jauh dari indah, sebab bukan termasuk tanaman hias. Namun pohon ini termasuk salahsatu ‘benda tak bernyawa’ yang membangkang terhadap perintah Allah SWT dengan melindungi bangsa yahudi.

Biadab Mu Israel

Airmata dunia sudah terlalu kering meratapi kesengsaraan bangsa Palestina. Darah sudah menjadi gelontoran marus yang merata di setiap jengkal tanah Palaestina. Blokade dan isolasi membuat anak-anak Palestina menjerit menahan rasa lapar dan dahaga, mirisnya, semua ini terjadi di kedaulatan tanah Palestina yang di klaim sebagai tanah suci milik yahudi Israel. Yah, tragedi ‘Black Monday’ kemarin adalah penegasan kembali untuk membuka mata semua dunia tentang kiprah, watak dan arogansi Israel sebenarnya. Menentang perdamaian, anti humanisme, bangsa bar-bar dan tak tahu diri. Karena urat malunya sudah terputus, beberapa tahun silam mantan Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon pernah ditanya oleh wartawan tentang batas wilayah negara Israel, maka dengan sombong dia menjawab bahwa batas teritorial negaranya adalah sepanjang kaki-kaki militernya mampu mencengkramkan kuku-kukunya. Batas wilayah negara Israel Raya menurutnya adalah seluruh Timur Tengah, bukan hanya Palestina.

Journey With Cordova

Oleh: Agung Handoyo Sumitro (Airport TV Reporter) Bersiap-siap kami team Srikandi kesehatan memulai perjalanan Rohani ini. Dipimpin oleh team Cordova yang professional dan rendah hati, dipandulah kami para pemula yang ingin menjajakkan kaki di negeri yang selama ini ada dibatas angan yang diam-diam kami pendam dilubuk hati. Dengan prosesi pelepasan yang elegan di Jakarta airport hotel, Turkey airlines akhirnya benar-benar take off mendarat di Istambul.

Hidup Harus Ada Penyesalan !?

Satu lagi tentang pernik hidup yang saya dapatkan dari sosok yang tak pernah henti tuk melangkah, dan tak pernah bosan tuk memberi arti kehidupan disekitarnya. Kali ini ia bercerita tentang sebuah penyesalan, yah, konon penyesalan selalu identik dengan sesuatu hal negatif yang telah dilakukan. Namun justru, selama jantung masih berdetak, penyesalan adalah salahsatu kompas penunjuk sebuah kehidupan. Remorse is the improvement, penyesalan adalah perbaikan. Penyesalan adalah separuh tiket menuju surga, dalam bahasa agama penyesalan akan selalu diiringi dengan pertaubatan. Tentu bukan sekedar tobat yang temporal, sesal yang hanya kulit, tetapi total terhadap apa yang disesalinya. Karennya, saya terkadang sering rancu jika mendengar rangkaian kata “Hidup Tanpa Penyesalan”. Bisakah manusia melakukannya (?) Benarkah diantara semua aktivitas hidup tak kan pernah ada suatu penyesalan (?) Saya pikir, dalam mengarungi samudra hidup, selalu saja ada hal yang kita sesali. Baik itu perkataan yang terucap, tindakan yang dilakukan, pilihan yang diambil, bahkan –terkadang- atas kejadian yang sebenarnya bukan atas kuasa kita.

Srikandi in Turkey II

Bag. Kedua Setelah selesai makan siang, rombongan segera menuju Blue Mosque (mesjid biru) untuk melaksanakan Shalat Dzuhur dan Ashar sekaligus (jamak takdim), sambil menikmati keindahan dan kemegahan Mesjid yang terkenal ini. Masjid Sultan Ahmed (Bahasa Turki: Sultanahmet Camii) adalah sebuah masjid di Istanbul, kota terbesar di Turki dan merupakan ibukota Kesultanan Utsmaniyah (dari 1453 sampai 1923). Masjid ini dikenal juga dengan nama Masjid Biru karena di masa lalu interiornya berwarna biru. Masjid ini dibangun antara tahun 1609 dan 1616 atas perintah Sultan Ahmed I, yang kemudian menjadi nama masjid tersebut. Ia dimakamkan di halaman masjid. Masjid ini terletak di kawasan tertua di Istanbul, dimana sebelum 1453 merupakan pusat Konstantinopel, ibukota Kekaisaran Bizantin/Bizantium. Berada di dekat situs kuno Hippodrome, serta berdekatan juga dengan apa yang dulunya bernama Gereja Kristen Kebijaksanaan Suci (Hagia Sophia) yang sekarang dirubah fungsinya menjadi museum.

Islam Nothing Without Art

Saya sedikit yakin, akan banyak perbincangan berjurus perdebatan mengenai tema diatas. Baik dalam cakrawala pikir, maupun yang bergulir melalui opini setiap individu. Yah, saya menuangkan tema bahwa sejatinya Islam tak kan pernah ada, jika tak dirangkai dengan sesuatu Maha Karya yang indah, atau seni (art, fan). Perlu pembahasan yang dalam mengenai hubungan Islam dan seni. Tetapi saya akan membahas secara garis besar tentang kandungan seni yang sangat berpengaruh dalam perjalanan Islam. Jika ditilik dari sejarah, ketika Musa As diutus sebagai Nabi dan Rasul di Mesir, kondisi masyarakat saat itu begitu dekat dengan dunia mistik. Ilmu-ilmu sihir merebak ditengah masyarakat dan menjadi kebanggaan setiap orang. Hingga puncaknya, saat Nabi Musa As diserang oleh ribuan ular dari tukang sihir Fir’aun, Maka Allah SWT memerintahkan Musa As untuk melemparkan tongkatnya ketengah ribuan ular. Seketika tongkat itu berubah menjadi ular yang sangat besar, dan melahap semua ular-ular dari para penyamun itu. Saat itu, banyak penyihir yang terkejut dan tidak sedikit pula yang takluk serta mengikuti dakwah nabi Musa As. Kekuatan luarbiasa dari mukjizat Nabi Musa –tentunya- untuk mematahkan kekuatan sihir yang dikagumi saat itu.