Recent Articles

AMPHURI Berubah Jadi HIMPUH

Jakarta– Mengakhiri perseteruan, organisasi penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) akhirnya AMPHURI (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia) pimpinan Baluki Ahmad merubah nama menjadi HIMPUH (Himpunan Penyelenggarara Umrah dan Haji). “Kami sepakat merubah nama, yang penting kondisi organisasi berjalan baik,” kata Ketua Umum HIMPUH, Baluki Ahmad kepada wartawan pada Musyawarah Kerja ke-1 HIMPUH di Jakarta, Kamis (11/2). Seperti diketahui, AMPHURI adalah organisasi PIHK dahulu ONH Plus yang didirikan 15 Oktober 2006, sebagai wadah tunggal dari tiga organisasi PIHK, yaitu AMPUH (Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji), AMPPUH (Asosiasi Muslim Penyelenggara Perjalanan Umrah dan Haji) dan SEPUH (Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji). Menteri Agama saat itu, Muhammad Maftuh Basyuni meminta ketiga organisasi tersebut melebur menjadi satu, para pengusaha haji plus sepakat membentuk AMPHURI. Namun muncul perpecahan dalam tubuh AMPHURI ada yang dipimpin Baluki Ahmad, dan satu lagi dikomandoi Fuad Hassan Masyhur. >>

Mengenal Lebih dekat Masjid Tionghoa

Lokasinya yang berada di kawasan pecinan membuat masjid ini begitu strategis untuk warga etnis tionghoa yang ingin tahu lebih dalam tentang Islam. Tidak heran, masjid ini menjadi wadah masuk Islamnya warga etnis cina di Jakarta. Namanya masjid Lautze. Nama itu mengikuti tempat lokasi masjid yang terletak di jalan Lautze nomor 87 sampai dengan 89, belakang gedung Pasar Baru Jakarta Pusat. Letaknya di antara ruko yang berjejer di jalan itu. Kalau dilihat dari luar, Masjid Lautze nyaris tidak seperti masjid umumnya. Tanpa kubah, tanpa kaligrafi, dan bangunannya berbentuk ruko yang lebih mirip toko atau kantor bisnis lainnya. Warna pintu pun merah solid yang hampir tidak satu masjid pun memilih warna itu untuk ornamen bangunannya. Hanya bentuk pintunya saja yang menyerupai masjid umumnya: berbentuk elips di bagian atas. Begitu pun ketika memasuki masjid. Warna merah dan kuning keemasan bertaburan di mana-mana, layaknya kelenteng. Bahkan di dekat mimbar, terdapat tulisan kaligrafi ayat-ayat Alquran dari bahan kertas yang dibuat dengan teknik kaligrafi Tionghoa klasik. Hal ini –tentunya- dimaksudkan agar jamaah masjid yang sebagian besar mualaf tionghoa tidak merasa asing dengan suasana masjid. >>

Spritual Journey; Turki Edition

Menjelajah Negeri Ribuan Kubah

Selain Kairo, Jordania, Palestina, Dubai, Hongkong, Bangkok dll. Cordova juga konsen dengan program Spritual Journey, plus Istanbul. Negeri Ribuan Kubah ini menjadi destinasi yang sangat fantastik. Suatu negeri impian yang kerap mengundang decak kagum setiap orang menyaksikan keindahannya. Meski mengidentikkan diri sebagai Negara sekuler, nuansa keislaman di Turki sangat kental terasa. Letak geografi yang berada di dua wilayah benua Asia dan Eropa ini, menjadi kawasan Turki sangat strategis untuk dikunjungi wisatawan dunia. Negeri tua yang sempat menjadi kejayaan Islam selama rentang 1300 – 1918 Masehi itu, menempatkan Turki sebagai punggawa arsitektur keislaman yang sejajar dengan Negara ber-peradaban tua lainnya. Ankara adalah ibukota Turki, tetapi kota terpadat dan banyak dijadikan destinasi para pengunjungnya adalah kota Istanbul. Kota damai yang terbentang sebuah selat indah membelah dua perairan antara Asia dan Eropa, Bosphorus itu begitu indah. Pun saat kaki Anda melangkah, arahkan pada satu fenomena keindahan bangunan masjid berarsitek canggih. Sebuah masjid yang kesohor itu adalah masjid Sultan Ahmet, atau Blue Mosque (Masjid Biru). Masjid dengan enam menara itu menjadi monument paling terkenal diseantero Turki dan Dunia. >>

Spritual Journey; Egypt Edition

Eksplorasi Jejak Purba

Berpetualang ke negeri orang memang menakjubkan, terlebih jika negeri itu kaya dengan situs purbakala dan world heritage-nya. Selain menikmati aura kuno, kita juga mampu menjelajah alam pikir saat bangunan kuno terjejaki. Merasakan getaran rasa yang menerpa saat kita berbaur dengan adat dan budaya setempat. Tahun 2009 lalu, Cordova turut menghantar smartUMRAH plus kota Kairo dan Alexandria. Banyak hal menarik untuk diceritakan pada anak, cucu dan kerabat dari Negeri kuno itu. Meski mengejar waktu yang padat di Kairo, namun tujuan singgah di beberapa destinasi yang menarik dan langka menjadi kepuasan tersendiri. Itinerary yang beda dan fasilitas yang berkelas menjadikan perjalanan menuju Negeri Seribu Menara itu semakin bermakna. Berlayar di sungai Nil, dengan pernik malam kota Kairo itu mengawali perjalanan mereka di Mesir. Esoknya, peserta menembus padang menuju Alexandria, sebuah kota pesisir pantai Mediterian yang sangat eksotis. Mengunjungi benteng pertahanan Mesir diatas laut, menyempati berkunjung ke Library, sebuah perpustakaan Alexandria terbesar didunia. Juga merasakan bagaimana getaran religius diantara makam-makam Nabi Daniel dan Lukman Hakim. Selain itu, mereka mengunjungi Sound and Light Show Pyramida, sebuah pertunjukan tentang sejarah dibangunna Pyramida dan Sphink, langsung didepan Pyramida Giza dengan kemegahan lampu-lampu yang bersinar. >>

The First smartUMRAH in 2010


Syukur tiada henti terus terucap menghantar smartUMRAH perdana di tahun 2010. Hari kamis 04 Februari ini menjadi momentum awal keberangkatan smartUMRAH Cordova. The Power of Togetherness adalah tema awal dalam perjalanan suci ini. Yah, tema itu membuktikan bahwa tanpa kebersamaan semua nothing. Hanya dengan langkah bersama lah, semua asa kan terwujud. Hanya dengan bergandeng tangan lah semua nikmat kan berasa. Setelah memberangkatkan Holiday China Edition 26-31 Januari lalu, awal februari ini adalah yang pertamanya Cordova memberangkatkan para tamu Allah SWT ke Tanah Suci. Keberangkatan perdana ini adalah babak baru dalam memberikan semangat baru untuk lebih fokus melayani para tamu agung-Nya. Memberikan segala upaya tuk menjadikan harapan umrah mereka termaqbul, dan kenikmatan ibadah terkabul. Kunci dari semua itu adalah kebersamaan yang terangkai indah. Saat tulisan ini diangkat, smartUMRAH keluarga Sari Asih telah take off meninggalkan Bandara Soekarno Hatta. Semoga perjalanan awal menembus awan menuju Tanah Suci ini diberikan kelancaran dan berkah bagi mereka, keluarga dan Cordova. Labbaika Allahumma Labbaika… >>

Mabruk Garuda Indonesia!

Tahun 2010 ini nampaknya tahun special untuk Garuda Indonesia, maskapai kebanggaan bangsa Indonesia ini tidak hanya akan memulai kembali rute penerbangannya ke Eropa tahun ini, tetapi menjadi salahsatu Maskapai dunia yang mendapat sertifikasi Bintang Empat untuk periode 2010 dari Skytrax Research. Skytrax sendiri merupakan sebuah lembaga berskala dunia yang melakukan review terhadap 620 maskapai penerbangan dan juga 645 Bandara Udara dari berbagai macam Negara. Dari 620 Maskapai itu, Garuda Indonesia termasuk dari 27 maskapai yang meraih sertifikat Bintang Empat. Dalam sebuah situs, CEO Skytrax, Edward Plaisted mengatakan bahwa sertifikasi bintang empat ini merupakan sertifikasi yang sangat ditunggu dan didambakan setiap maskapai penerbangan. Sertifikasi Bintang Empat menandakan bahwa maskapai tersebut telah diakui kualitas layanan dan produknya. Garuda Indonesia dinilai layak mendapatkan sertifikasi bergengsi ini, dikarenakan transformasi kualitas dan perbaikan selama satu tahun terakhir pada produk dan layanan-layanan mereka. Beberapa produk mutakhir dan penyesuaian telah ditambahkan pada beberapa armada, semisal pada A330-300 yang pada akhirnya membuat Skytrax memutuskan untuk melakukan upgrade rating Garuda Indonesia menjadi berbintang empat. >>

Holiday China Edition

26 - 31 Januari 2010


Hongkong - Maccau - Shenzen