Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1431 H.

AMPHURI Berubah Jadi HIMPUH

Jakarta– Mengakhiri perseteruan, organisasi penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) akhirnya AMPHURI (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia) pimpinan Baluki Ahmad merubah nama menjadi HIMPUH (Himpunan Penyelenggarara Umrah dan Haji). “Kami sepakat merubah nama, yang penting kondisi organisasi berjalan baik,” kata Ketua Umum HIMPUH, Baluki Ahmad kepada wartawan pada Musyawarah Kerja ke-1 HIMPUH di Jakarta, Kamis (11/2). Seperti diketahui, AMPHURI adalah organisasi PIHK dahulu ONH Plus yang didirikan 15 Oktober 2006, sebagai wadah tunggal dari tiga organisasi PIHK, yaitu AMPUH (Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji), AMPPUH (Asosiasi Muslim Penyelenggara Perjalanan Umrah dan Haji) dan SEPUH (Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji). Menteri Agama saat itu, Muhammad Maftuh Basyuni meminta ketiga organisasi tersebut melebur menjadi satu, para pengusaha haji plus sepakat membentuk AMPHURI. Namun muncul perpecahan dalam tubuh AMPHURI ada yang dipimpin Baluki Ahmad, dan satu lagi dikomandoi Fuad Hassan Masyhur.

>>

Mengenal Lebih dekat Masjid Tionghoa

Lokasinya yang berada di kawasan pecinan membuat masjid ini begitu strategis untuk warga etnis tionghoa yang ingin tahu lebih dalam tentang Islam. Tidak heran, masjid ini menjadi wadah masuk Islamnya warga etnis cina di Jakarta. Namanya masjid Lautze. Nama itu mengikuti tempat lokasi masjid yang terletak di jalan Lautze nomor 87 sampai dengan 89, belakang gedung Pasar Baru Jakarta Pusat. Letaknya di antara ruko yang berjejer di jalan itu. Kalau dilihat dari luar, Masjid Lautze nyaris tidak seperti masjid umumnya. Tanpa kubah, tanpa kaligrafi, dan bangunannya berbentuk ruko yang lebih mirip toko atau kantor bisnis lainnya. Warna pintu pun merah solid yang hampir tidak satu masjid pun memilih warna itu untuk ornamen bangunannya. Hanya bentuk pintunya saja yang menyerupai masjid umumnya: berbentuk elips di bagian atas. Begitu pun ketika memasuki masjid. Warna merah dan kuning keemasan bertaburan di mana-mana, layaknya kelenteng. Bahkan di dekat mimbar, terdapat tulisan kaligrafi ayat-ayat Alquran dari bahan kertas yang dibuat dengan teknik kaligrafi Tionghoa klasik. Hal ini –tentunya- dimaksudkan agar jamaah masjid yang sebagian besar mualaf tionghoa tidak merasa asing dengan suasana masjid.

>>

Wukuf Live Session Two

Berbeda dengan tahun lalu, “Wukuf Live” sebuah program yang memfasilitasi smartHAJJ Cordova dengan keluarganya untuk bertatap muka dan sekedar menumpahkan rasa rindu saat di Arafah, tahun ini diselenggarakan di Auditarium Rasamala Hotel Sofyan, Tebet, Jakarta-Selatan. Jika tahun lalu, wukuf bertepatan dengan hari Ahad, tahun ini jatuh pada hari Kamis, 26 November 2009, dimana karyawan dan area parkir sekitar kantor Cordova masih terasa padat. Sehingga “Wukuf Live” tahun ini dialihkan ke Hotel Sofyan, yang juga jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi Kantor Cordova. Acara yang juga dihadiri insan pers dari berbagai media ini benar-benar menjadi perhatian serius untuk meliput bagaimana gelora rasa para keluarga yang ingin bertatap muka langsung dengan anggota keluarganya yang berada di Arafah. Rasa antusiasme para keluarga smartHAJJ terlihat sejak awal berdatangan ke tempat acara. Tidak kurang dari 70 tamu menghadiri agenda tahunan Cordova ini. Acara yang dimulai sejak pukul 16.30 – 20.30 ini diawali dengan sambutan Direktur Cordova, Bapak Muharom Ahmad. Beliau menjelaskan bahwa agenda “wukuf live” yang sudah mulai sejak tahun lalu ini adalah gerakan baru untuk memfasilitasi smartHAJJ Cordova dengan keluarganya di Tanah Air, langsung pada momentum wukuf di Arafah. Sebelum audiens mendengarkan khutbah Arafah oleh Habib Abdullah As-Segaf, acara pun diselingi dengan tanya jawab seputar ibadah haji, dengan nara sumber KH. Abdul Aziz Matnur Lc,.

>>

Berkomunikasi Dari Tanah Suci

Masalah komunikasi di Tanah Suci sesungguhnya menjadi hal yang sangat penting sebagai bekal pengobat rindu para orang-orang yang dicinta. Jangan khawatir, kini teknologi komunikasi dari Tanah Suci ke Tanah Air sangat mudah, dan tentunya dengan harga yang jauh lebih murah dibanding 4-5 tahun kebelakang. Semakin canggih, bahkan di Arafah sekalipun, kita dapat berkomunikasi. Baik melalui video call maupun teleconference menggunakan teknologi chatting. Sama dengan belahan bumi lainnya, di Arab Saudi, revolusi selular berlangsung dengan sama cepat. Tepatnya sejak tahun 2004, saat dominasi Saudi Telecom Company (STC) dipatahkan oleh Etihad Etisalat dengan Mobily-nya. Pemain-pemain lain masuk kemudian, antara lain yang mengemuka adalah Zain dan Etihad Atheeb Telecom yang masuk pasar pada Juni 2009. Namun memang, tak ada yang bisa menyaingi STC yang kini menjadi operator terbesar dengan jumlah pelanggan terbanyak di jazirah Arab. Ekspansinya bahkan sampai ke Indonesia. Keluar masuknya jamaah untuk berhaji dan berumrah sepanjang tahun menambah pasar seluler di Arab Saudi semakin bergairah.

>>

Jamarat Berteknologi Tinggi

MINA — Pemerintah Arab Saudi mengumumkan telah menyelesaikan pembangunan jembatan lima lantai, yang memungkinkan jemaah haji melempar jumroh lebih mudah. Jamrat Bridge, atau jembatan jumroh, dibangun dengan biaya 4,5 miliar rial. Jembatan terdiri dari lima lantai, dan dilengkapi teknologi tinggi. Jembatan ini akan memungkinkan ribuan jemaah haji melakukan ritual jumroh tanpa perlu berdesak-desakan. Di masa lalu, banyak jemaah tewas akibat berdesak-desakan saat jumroh. “Kami tidak akan membiarkan jemaah antri sepanjang jalan menuju jumroh,” ujar Mayor Jenderal Saad Al Khelaiwi, asisten komandan pengamanan haji. Menurut Al Khelaiwi, aliran jemaah haji yang memasuki jembatan akan dikontrol, karena Jamrat Bridge tidak bisa menampung lebih 300 ribu jemaah dalam satu jam. “Jadi kami akan menugaskan 19 komandan lapangan untuk menghentikan aliran jemaah ketika jumlah yang memasuki jembatan mencapai 300 ribu,” ujarnya.

>>

Proyek Besar Pemerintah Saudi

Makkah - Masjidil Al Haram, masjid yang memiliki nilai tinggi bagi umat Muslim di seluruh dunia, khususnya karena keberadaan Ka’bah atau Baitullah (Rumah Allah) atau Baitul ‘Atiq (Rumah Kemerdekaan) yang permulaannya dibangun para malaikat itu ada di dalamnya. Untuk itu berjuta-juta umat Muslim mendatangi Baitullah setiap musim Ibadah Haji di Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi. Saat ini, guna membuat nyaman para Tamu Allah dalam melakukan beribadah, khususnya pada musim haji, pemerintah Arab Saudi melakukan sejumlah perombakan Masjidil Haram dan proyek pembangunan di sekitar kota Makkah ini. masih banyak proyek pembangunan seputar Masjidil Haram yang terus dilakukan selama 24 jam setiap harinya. Bahkan, ketika waktu salat pun, bunyi traktor dan becho menghancurkan batu-batu gunung terus berbunyi. Pemolesan untuk sentuhan akhir bangunan di areal Masjidil Haram pun terus dilakukan. Namun, semua itu tidak membuat buyar konsentrasi ratusan, bahkan jutaan jamaah calon haji yang datang ke Masjidil Haram.

>>