Archive for the ‘Hikayat’ Category

Qurban Bukan Moment Pembantaian

Terkadang, kita sering confused bagaimana menjelaskan kepada anak kita yang kritis menanyakan tentang hewan qurban yang disembelih secara massal saat hari raya Iedul Adha. Mungkin ada juga yang hampir menyamakan qurban itu mirip ritual sesajen, sebagai pemberian ‘upeti’ kepada Dzat Penguasa Alam. Untuk menjawab pertanyaan itu, setidaknya, kita harus melaraskan apa yang dimaksud qurban dengan bahasa yang sangat sederhana, bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka. [>>>]

Before The Last Hug

Dalam hitungan hari, smartHAJJ Cordova akan segera melangkahkan tapak menuju Baitullah. Berjumpa dengan jutaan manusia, dengan kesamaan rasa dan airmata. Meninggalkan sementara buah hati dan keluarga tercinta, menunda kehangatan raga dalam pelukan kasih sang mahligai cinta. Dalam hal ini tentunya adalah anak-anak sumber inspirasi nan sempurna. Menggadaikan rasa demi menggapai cinta yang hakiki, hingga harus mengendapkan lara tatkala hati kian terikat oleh buaian cinta sang [>>>]

Before The Last Journey

Siapa pun kita, apapun latar belakang kita, setiap menghadapi suatu perjalanan, maka yang terlintas dalam benak adalah melakukan sebuah persiapan. Yah, karena faktor yang paling penting dari kesuksesan sebuah perjalanan adalah persiapan. Terutama riset yang komprehensif tentang perjalanan itu sendiri. Bagaimana lokasi dan akses menuju destinasi yang kita inginkan. Akankah mudah dilalui, atau banyak rintangan yang harus dihadapi. Bagaimana pula menghadapi kondisi tempat –yang belum [>>>]

Before The Last Syukur

Jika ingin mabrur, jangan takabur, perbanyaklah syukur. Ungkapan itu sangat relevan bagi setiap muslim, terlebih untuk calon jemaah haji yang akan segera menuju Tanah Suci. Karena mabrur merupakan puncak kebaikan yang meliputi seluruh amal sholeh, termasuk syukur. Mungkin kita sering mendengar bahwa manusia harus bisa bersyukur dalam hidup ini. Namun, bersyukur tidak hanya sesuatu yang wajib dilakukan oleh mereka yang memiliki iman, tetapi juga syukur [>>>]

Before The Last Sujud

Jika dicermati dengan jujur, maka kebanyakan orang dewasa ini selalu menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang bertolak belakang dengan urusan kematian. Lebih asyik berpikir tentang dimana anak kita akan sekolah, di perusahaan mana kita akan bekerja, makan malam dimana nanti malam, baju apa yang akan kita gunakan besok hari dll. Hal-hal diatas yang selalu menjadi sangat [>>>]

Escape From Dosa

Setiap orang memiliki potensi berbuat dosa, namun juga memiliki jalan keluar dari belenggu dosa tersebut. Tiada manusia yang suci dari dosa. Semuanya pernah melakukannya, tetapi sebaik-baiknya pendosa adalah yang bertobat. Terlebih pada kondisi saat ini, ketika hitam dan putih sudah sulit lagi untuk dibedakan, warnanya menjadi bias, sulit kembali memberi warna yang jelas. Seringkali kebenaran harus dipecundangi oleh setumpuk materi, sehingga sulit atau bahkan tidak [>>>]

The History of Istiqlal

Tahukah Anda, hari ini 24 Agustus, tepat 50 tahun yang silam adalah momen diawalinya pendirian Masjid Istiqlal yang kini menjadi kebanggan Jakarta dan Indonesia. Ide awal pendirian Masjid Istiqlal bermula pada tahun 1953 dari beberapa tokoh antara lain KH. Wahid Hasyim (Menag RI pertama), H. Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto dan Ir. Sofwan serta beberapa ulama lainnya yang ingin mendirikan sebuah masjid megah yang akan [>>>]

Mudik Barokah 1432 H

Setiap tahun di akhir bulan suci, selalu ada cerita tentang sebuah rasa. Rasa sedih karena harus ditinggal Ramadhan, juga rasa lain yang selalu ada dalam jiwa peraih kemenangan fitri. Begitu cepat waktu bergulir, rasanya baru kemarin cerita tentang mudik barokah 1431 di posting pada smartBLOG ini, kini kembali ‘pesta’ tahunan itu menjadi pembahasan yang yang tak akan pernah basi hingga dua pekan ke-depan. Entah sejak [>>>]

Puasa; Formula Kesehatan Tertinggi

Ketika sadar bahwa Ramadhan telah melangkah pada sepertiganya, kebanyakan kita mulai terhentak, betapa kita melepaskannya dengan tiada arti. Biasa saja, bahkan cenderung ingin segera berakhir dan berlanjut pada hari-hari yang tiada shaum di siang bolong. Bulan yang –sejatinya- di damba kedatangannya, kini (ketika telah hadir) menjadi bulan biasa yang luput dari makna. Menjalankan aktivitas harian, sahur, puasa dan berbuka. Titik, tiada koma terlebih spasi untuk [>>>]