Archive for the ‘smartUMRAH’ Category
Panglima Kata Saat Melangkah
Denyut aktivitas sudah sangat terasa mengarah pada sebuah agenda besar, agenda yang tak pernah berujung hingga kehidupan berakhir, gejolak rasa telah berhembus pada jiwa setiap calon tetamu suci-Nya. Hanya 28 hari lagi mereka kan bercengkrama di pusat bumi yang teramat suci. Semua persiapan telah terancang tuk menopang tegaknya kalimat mabrur, bersatu dalam kelembutan jiwa, meraih semua asa yang tercita. Melangkah pada tahapan selanjutnya, Cordova mengutus dutanya tuk mengurus barcode haji (nomor identitas Cordova saat haji) di Tanah Suci. Dari masalah akomodasi, transportasi dan hal lain yang bersangkutan menjadi program kerja sang duta di Tanah Haram. Tentunya banyak fenomena yang terjadi saat proses barcode, karena itu hanya bergantung kepada Allah dan ikhtiar yang maksimal semua harapan kita kan terkabul. Lebih khusus nakhoda Cordova berpesan pada sang duta, tuk selalu memiliki jati diri yang tak pernah angkuh, berlari terantuk-antuk, menangis namun tetap berlari dengan senyum dan penuh keikhlasan. Doa menjadi pengawal niat, Bismillah menjadi panglima kata saat melangkah. [>>>]
Gairah Ramadhan di Tanah Suci
Bagi Anda yang pernah merasakan ibadah umrah di Bulan Suci Ramadhan, maka –saya- jamin secara naluri Anda akan memiliki hasrat tuk terus mengulang ditahun-tahun selanjutnya. Tidak berlebihan, mengingat suasana dan aura yang bertebar begitu dahsyat pada bulan itu. Spesial moment yang tak pernah lenyap dalam ingatan, terlebih dalam lembaran hidup keagamaan kita, rasa-rasanya ketenangan jiwa tidak bisa tergantikan ketika shaum dan ibadah Ramadhan lainnya, dapat kita kerjakan di tengah kesucian bumi. Rumah Allah yang menjanjikan makbulnya berjuta doa, harap dan asa. Bahkan jauh dari bentuk nominal manusia sekalipun. Manusia adalah makhluk yang gemar berhitung. Terlebih secara manusiawi, hitungan matematis berupa pahala yang berlipat saat melaksanakan umrah di Bulan Suci adalah salah satu target, guna mencapai kesucian jiwa dan raga. Rasulullah SAW, menganjurkan umatnya untuk melaksanakan umrah di bulan Ramadhan. Selain nilai ibadahnya sama dengan haji, beritikaf di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, pahalanya juga akan dilipatgandakan. [>>>]
Never Ending Journey
CAT – SIGNAL
Jika Anda sulit memahami tema diatas, ada baiknya Anda mengingat sebuah film Super Hero Batman. Disana jelas dikisahkan terdapat sinyal khusus untuk memanggil sang Super dalam memberantas kejahatan di kota Gotham. Sinyal itu sering dilukiskan dengan Bat – Signal. Setiap ada kejahatan dan kesemrawutan, maka sinyal itu kan terkoneksi pada manusia kelelawar si pembela kebenaran. Bat – Signal tentu hanya ada dalam dongeng dan kisah fantasi, tetapi berbeda dengan CAT – Signal, suatu sinyal khusus dari Cordova Abila Travel untuk mengkoneksikan Anda menuju Tanah Suci. Jika setiap penduduk Gotham memerlukan bantuan Batman, maka sinyal itu akan menyala tuk memanggilnya. Pun dengan CAT – Signal, setiap orang yang ingin menempuh perjalanan suci dengan pelayanan eksklusif, maka Anda hanya menyalakan sinyal ingatan Anda dengan CAT – Signal. Karena –memang- idealisme Cordova, adalah mengajak semua umat Islam Indonesia yang mapan untuk bersegera menuju Tanah Suci melalui CAT – Signal. [>>>]
Great Event Will Soon Begin
Jelang keberangkatan smartUMRAH PT. K-Link Ahad lusa, suasana kantor Cordova semakin ramai oleh denyut antusiasme pelayanan istimewa bagi jemaahnya. Tidak hanya group K-Link yang berjumlah 127 orang, pekan lalu custumer setia Cordova dari PT. Adhimix Precast terlebih dulu menginjakkan kaki di Tanah Suci. Dua bulan sebelumnya, yakni bulan Januari 2010, HISWANA MIGAS (Himpunan Pengusaha dan Wirausaha Nasional PT. Minyak dan Gas) bergabung dengan Cordova menjelajah kota Hongkong, Macau dan Shenzhen. Tentunya standar yang diberikan Cordova adalah kenyamanan dalam mewujudkan perjalanan menuju destination impian. Selain memperhatikan pelayanan, Cordova mencoba mengemas setiap perjalanan menjadi unforgettable moment dengan sentuhan seni, teknologi dan equipment unik yang berkualitas. Pun demikian, beberapa waktu lalu, mitra sejati Cordova RS. Sari Asih bersama menyatukan rasa menuju samudra cinta di Makkah Al-Mukarramah. Masih banyak perusahaan lainnya yang menjadi mitra Cordova untuk membangun sebuah kepercayaan menuju titik paling suci di muka bumi. [>>>]
Izinkan Kami Menghadap-Mu
Kala Rindu Terpasung
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, mendapatkan visa umrah tahun ini begitu complicated. Entahlah apa semua ini murni karena kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang membatasi kuota jemaah umrah, sehingga pelayanannya semakin maksimal, atau ada intrik dari pihak lain yang hanya memandang aktivitas (baca; umrah) ini sebagai kesempatan besar guna meraup margin berlipat-lipat. Saya dan mungkin juga Anda tidak akan banyak berbuat, ketika semua ruang informasi tertutup rapat. Jika pun ada, hanya bersifat himbauan dan info sepihak. Tanpa transparansi yang clear mengenai “Kisruh†yang terjadi. Tapi rasanya, tidak fair saya beropini masalah ini yang bukan kapasitas seorang WNI mengenai kebijakan pengeluaran visa tersebut. Semua tentunya sudah diperhitungkan secara matang demi kemaslahatan para tamu Allah di seluruh belahan bumi. Kini saya beranjak pada sorotan sisi lain akibat keterlambatan belasan ribu jemaah umrah Indonesia ke Tanah Suci. Kemarin saya berkesempatan masuk dan berdialog dengan salahsatu staff konsuler Kedubes Arab Saudi, meminta agar passport yang sedang dalam proses approval visa umrah jemaah kami segera keluar, mengingat keberangkatannya ke Tanah Suci telah mendesak. Namun sayang, mereka enggan memberikan permohonan itu sembari memperlihatkan saya pada satu tempat pengurusan visa yang ternyata telah menumpuk selama dua hari sebanyak 18.000 passport. “Visa itu akan keluar maksimal 5 hari kerja dari waktu passport masukâ€, ungkapnya tegas, saya balik bertanya jika lebih dari lima hari belum keluar (?), “insya Allah keluarâ€, jawabnya tanpa antisipatif. Sedang info proses visa selama 5 hari itu baru didapatkan dua hari yang lalu. [>>>]
Cordova Turut Berduka
Ada Apa Dengan Visa Umrah (?)
Sejatinya, jika masing-masing pihak atau stakeholder dalam menangani para tamu agung ke Tanah Suci mengedepankan kepentingan jemaah, maka permasalahan yang timbul belakangan ini akan sedikit diminimalisir. Meski –tentunya- tidak dinafikan bahwa mengais rezeki dari usaha tersebut tak bisa dielakkan. Tetapi sedikit disayangkan, jika hanya terlalu money orientied dengan seribu kepentingan meraup pangsa pasar yang menjanjikan, ternyata berakibat kisruh dan kekecewaan dari setiap calon jemaah umroh, lebih parah lagi visa umroh terlambat keluar dari schedule dan perencanaan setiap orang yang merindu Baitullah. Re-schedule bukan hal mudah bagi mereka yang telah memetakan agenda kesehariannya. Untuk masalah ini -baik batalnya ribuan orang berangkat ke Tanah Suci atau yang harus menunggu keluarnya visa- kita tidak lagi memiliki stock “Apologi†bahwa Allah belum saatnya mengundang kita ke Tanah Suci. Sebab semua itu adalah perangkat yang bisa dilakukan oleh para pemegang kebijakan baik di Indonesia maupun di Arab Saudi. Hakikatnya panggilan Allah untuk mengundang hamba-Nya sudah dijawab dengan hati dan perbekalan yang mantap. Hanya birokrasi duniawi yang memuluskan rencana suci tersebut. Sedikit kita merangkai teka-teki kenapa visa umrah tahun 2010 ini sedikit alot diterbitkan. [>>>]
Duel Maskapai; ‘Pemasungan’ Selera Terbang (?)
Menjelang keberangkatan jemaah umrah awal Maret ini, banyak kalangan yang merasa khawatir akan “Kisruh†Visa yang melanda hampir di seluruh agen penerbitan visa. Niat menggapai kemudahan dalam melangkah ke Tanah Suci, sedikit terganggu oleh birokrasi yang terkesan memonopoli kepentingan bisnis. Adanya suatu persyaratan mengenai prioritas penerbitan visa akan lebih mudah di proses, jika menggunakan salahsatu maskapai yang menjadi mitra bisnis dari salahsatu agen resmi penerbit visa tersebut, adalah suatu hal yang sangat disayangkan. Terlebih bagi jemaah yang memiliki style untuk dapat mendapatkan suatu perjalanan menggunakan maskapai pilihannya. Terjadi semacam “pemasungan†pilihan untuk mendapat fasilitas –yang sejatinya- dimiliki jemaah untuk menikmati perjalanan suci-nya. Betul jika masuknya kembali salahsatu maskapai penerbangan dalam rute Jakarta-Jeddah, menambah pilihan lebih semarak dan menguntungkan sebagian jemaah, tetapi dengan mensyaratkan “Harus†dengan maskapai tertentu, jika ingin mendapatkan visa umrah, inilah yang akan mengancam tradisi ‘Rahmatan Lil’alamin’ semakin pudar disetiap perjalanan haji maupun umrah. [>>>]
Insurance Coverage at Cordova Journey
Setiap orang yang melakukan perjalanan ke suatu tempat, tentu berharap menikmatinya dengan suasana hati yang tenang, bahagia dan aman. Tidak dikejar oleh kondisi yang sebaliknya, takut, khawatir dan cemas. Kemanapun plesirnya, dan apapun rasa cemasnya. Jika ia pergi ke luar kota, maka harus jelas bagaimana kondisi kendaraan yang dipakai, apakah bahan bakarnya mencukupi, apakah ban, rem serta gasnya berfungsi dengan baik, lalu apakah supirnya berpengalaman dan tahu jalan, dan satu lagi –meski hanya bersifat wanti-wanti- apakah kendaran dan orangnya memiliki asuransi atau tidak, serta pernik-pernik persiapan lainnya yang harus diperhatikan saat kita melakukan suatu perjalanan. Khusus masalah asuransi, Bukan untuk mendahului takdir yang ditentukan Allah SWT, tentang musibah yang akan terjadi pada setiap hamba, tetapi usaha manusialah yang menjadikan asuransi sebagai modal ikhtiar sebelum akhirnya bertawakal pada-Nya sebagai Penentu setiap peristiwa. Mengikuti program asuransi tidak bertentangan dengan kaidah tawakal, yang diharuskan berserah diri pada Allah secara total, namun sebaliknya, dengan asuransi, suasana hati seperti diatas, menjadi point pe-legalan asuransi sebagai salahsatu ikhtiar manusia dalam menggapai tujuannya. [>>>]

