Creating smartHAJJ Community

Secara jujur jika kita perhatikan jemaah haji di Tanah Suci, maka mayoritas para tamu agung (khususnya dari Indonesia), masih sangat mengandalkan sosok pembimbingnya. Kemandirian tuk mengenal medan dan manasik haji serta umrah –nampaknya- masih menjadi harga yang sangat mahal. Terlepas dari jemaah sepuh, dan mengecilkan peran pembimbing, kita masih banyak mendengar dan menemukan jamaah yang tersesat, panik, hingga sulit kembali ke tempat tinggalnya. Sepintas jika kita simak saat rombongan mengikuti pembimbing untuk thawaf misalnya, barisan panjang rombongan itu mengular mengikuti kemana pembimbing bergerak. Namun ketika tiba-tiba barisan rombongan itu terpotong dilintasi jemaah berbadan besar, seperti jemaah Turki, Iran dan Afrika, terkadang jemaah yang berada di belakang dan terpotong itu menjadi panik, berlari dan bergegas ingin kembali merapat barisan depan dengan saling dorong. Kondisi seperti inilah yang seringkali menjadi masalah, membahayakan diri karena ulah sendiri. Andai saja sebelumnya para jemaah telah dibekali ragam info detail plus dengan sikap ‘mandiri’ saat ‘chaos’ terjadi. Maka ibadah pun kan terasa khusyuk, nyaman dan tenang.

Oleh karenanya, semua pihak, hematnya memberikan pelayanan dan info secara detail mengenai segala hal yang kan terjadi di Tanah Suci nanti. Tidak hanya perbekalan manasik teori dan praktik, tetapi lebih bijak lagi menjadikan para jemaah, menjadi jemaah yang mandiri. Cerdas, tanggap dan siap dalam segala kondisi. Menjadikan mandiri terhadap calon jemaah haji, bukan untuk menyampingkan peran sosok pembimbing atau ustadz dalam rombongan tersebut. Malah akan menjadi partner dan siap berbagi pada jemaah lain yang mungkin membutuhkan bantuannya. Jamaah haji yang mampu menjadi guide bagi jemaah-jemaah lainnya. Transformasi ilmu dari pembimbing adalah cerminan bahwa smartHAJJ Community harus berangsur menjadi standar jemaah haji Indonesia. Sehingga hal-hal yang sering kita jumpai, seperti jemaah tersesat mampu kita tekan semaksimal mungkin.

Cordova mencoba menjadikan para smartHAJJ-nya menjadi para Hujaaj yang memiliki kemandirian khusus. Memiliki integritas tinggi pada pribadi, keluarga, bangsa dan jemaah lain yang membutuhkan bantuan. Karena selain tujuan inti ibadah haji sebagai kepatuhan pada Rabbul Izzati, haji juga memiliki tujuan memberikan manfaat terhadap umatnya. Manfaat lahir dan bathin lah yang menjadi target Cordova, dengan saling membantu dan berbagi menjadi awal dari pembentukan komunitas haji yang smart.


Kategori

Tag

Komentari artikel ini: