Powerful Messages From Ihram

Awalnya, saya hanya berpikir bahwa dalam pakaian ihram tidak ada sedikit pun pesan sosial dalam kehidupan nyata. Saya hanya berpikir normal dan biasa saja, bahwa kain putih yang membalut jemaah haji hanyalah sebuah perintah, kalaupun ada filosofi, itu hanya sebatas simbol dari selimut kematian yang akan dikenakan manusia saat menghadap Rabb-nya. Tetapi setelah membaca dan ‘menyelamkan’ diri dengan ragam aktivitas pelayanan haji, saya baru tahu ternyata dalam ihram memiliki pesan-pesan yang begitu dahsyat dalam kehidupan sehari-hari. Ini hanya dalam satu item, ihram. Bagaimana dengan ritual suci lainnya, Subhanallah. Dalam sebuah artikel, hakikat ihram dikatakan memiliki enlightment, atau sebuah pencerahan tuk membangkitkan motivasi bagi kita sendiri, keluarga kita, bisnis kita, masyarakat kita dan –bahkan- juga bangsa kita.

Gambaran dalam pikiran kita, setiap bicara ihram, yang tergambar adalah seseorang yang berpakaian serba putih tanpa jahitan. Dalam pesan ihram, setidaknya terdapat 3 hal kekuatan yang tersembunyi. Kekuatan itu bisa disebut dengan 3S. S pertama, adalah Sincerity, yang berarti ketulusan. Lalu S kedua, adalah Similiarity, atau kesamaan. Dan S yang terakhir adalah Simplicity, yakni kesederhanaan.

Pada point Sincerity jelas bahwa tidak kebetulan Allah SWT mengharuskan setiap jemaah haji menggunakan kain berwarna putih. Sebab putih menggambarkan sebuah falsafah kesucian dan kebersihan. Dalam bahasa agama, sincerity bermakna ikhlas dan tulus. Menurut Reza M. Syarief, dalam buku The Wisdom of Hajj-nya menggambarkan sincerity adalah “give more, get even more”. Yang dimaksud dengan ketulusan adalah memberikan lebih, get even more. Kita akan mendapatkan yang lebih banyak lagi. Kunci dalam memberikan itu, adalah mengosongkan suatu harap tuk satu balasan. Berikan, do it and forget it, kerjakan dan kita lupakan. Bisa menjadi manusia seperti itu, memang tidak akan pernah menjadi populer di kalangan masyarakat. Tetapi sebaliknya, ia akan sangat populer di langit, dan banyak diperbincangkan oleh para malaikat.

Saat kita mengenakan kain ihram, rasa tulus dan ikhlas menjadi penggerak ibadah yang sarat dengan imbalan yang sempurna (tanpa dipinta imbalan pun, Allah kan membalas jauh lebih dahsyat), sehingga apapun yang terjadi dalam ibadah tersebut hati kita sudah terpatri untuk selalu menjaga keikhlasan.

Adapun dengan S kedua adalah Simliarity, kesamaan. Pada saat orang memakai pakaian ihram, semua orang yang berhaji menggunakan pakaian yang sama, warna yang sama dan menggambarkan sebuah kesamaan antara manusia. Kita tahu persis, bahwa dampak orang yang telah memiliki persamaan, efek atau impact nya begitu luarbiasa. Saat itu kita akan memiliki kesamaan perasaan dengan orang sekitar kita, dan itu akan memunculkan suatu multiplayer energy, atau kita akan mendapatkan energi yang berlipat ganda. Selain itu, aspek kesamaan memiliki dampak dan manfaat sebagai penyambung rasa, atau intuisi yang semakin meningkat. Anda boleh percaya atau tidak, ketika kita menerapkan kesamaan maka terjadilah penyamaan frekuensi. Saat frekuensi kita sama dengan frekuensi lawan bicara, terjadilah apa yang disebut dengan intuisi.

Pesan ketiga dari Ihram adalah simplicity (kesederhanaan). Mari kita saksikan, orang saat melaksanakan ibadah haji. Pernahkah kita melihat saat sedang proses haji, orang menggunakan pakaian yang serba mewah, eksklusif, dan model yang beragam. Tidak akan pernah, semua sama, tanpa jahitan dan berwarna putih. Inilah simbol kesederhanaan yang begitu penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Saya coba menambahkan contoh kesederhanaan ini dengan mengutip artikel yang membahas sebuah produk teknologi yang terkenal diseantero bumi, Macintosh. Yah dalam artikel itu, disebutkan seorang chief executive officer Macintosh berceramah didepan para karyawannya, salahsatu kata berkelasnya seperti ini, “The ultimate sophistification is the simplicity”, atau “kecanggihan yang tercanggih adalah kesederhanaan”.

Mungkin diantara kita hanya bisa tersenyum, mana bisa sesuatu yang canggih terdapat pada sebuah produk sederhana. Tetapi, jangan terlalu menghabiskan waktu untuk tersenyum menganggap sebuah kesederhanaan itu tak mungkin dihasilkan dari sebuah hal yang canggih. Ketika disebutkan kesederhanaan, bukan berarti menurunkan sebuah nilai. Yang harus kita yakini, bahwa jika kita mengedepankan kesederhanaan maka setiap orang akan memberikan respons positif. Contohnya dengan software Windows, pemilik dan pembuat software itu begitu pandai membuat sebuah program yang canggih tetapi sangat sederhana untuk diakses oleh setiap orang dari kelas manapun.

So, kecanggihan yang tercanggih adalah kesederhanaan, Allah mengajarkan konsep sederhana melalui Ihram, betapa pentingnya hidup didunia dengan sebuah kesederhanaan. Mungkin masih banyak pesan-pesan luarbiasa dari ihram yang masih harus kita gali sebagai media tuk berjuang demi agama Allah SWT.


Kategori

Tag

1 KOMENTAR untuk artikel ini:

  • Kartika berkomentar:

    bahasan yang bagus banget,bikin tambah ilmu,keren…



Komentari artikel ini: