Where Are We Now (?)

Tema diatas adalah sebuah pertanyaan yang memiliki makna sangat mendasar. Laiknya sebuah perjalanan panjang, memiliki awal dan akhir disetiap chapter kehidupan. Menata dan meracik ulang dari arah mana jalur kan ditempuh. Atau dengan pertanyaan itu, setiap pribadi bisa mengevaluasi sejauh mana perjalanan waktu yang kita tempuh sesuai dengan angan dan cita hidup. Berhentikah, terus melangkah atau stuck dalam kegundahan mencari track menuju cita awal kita. Dimana kita saat ini (?) Di sebuah persimpangankah, atau disuatu jalan yang searah dengan tujuan kita. Semua perjalanan ini adalah pilihan. Dan tentu memiliki konsekwensi dalam mengarunginya. Siap atau tidak adalah ritme yang harus dilalui. Tidak ada jalur yang menghantarkan kita pada forbidden track, terkecuali keluh kesah dan menyerah pada jalur lintang hidup kita.

Titik dimana kita berdiri, jelas bukan titik yang sama. Noktah kita berbeda. Saya berdiri di titik saya, begitupun Anda berdiri di titik Anda sendiri. Titik pemberhentian ditengah perjalanan hidup kita mungkin berbeda, pada akhirnya kita akan menuju muara yang sama. Meski titik kita berbeda, faktanya kita sering bertemu di jagad ini. kita bertemu di jagad nyata, di jagad maya dan terkadang di alam mimpi. Kita sering bertemu di jagad ini –juga- karena ada sesuatu pada kita semua. Kita memiliki siklus energi semesta yang sama. Ya, walaupun koordinat kita berbeda, polanya berbeda, tetapi arah aliran menuju titik yang sama, yakni kefanaan.

Where Are We Now (?) Sudah benarkah langkah kita menuju cita hidup mulia (?) Sudah balance kah langkah yang telah terlampau dan yang akan dilampau (?) Tentu hanya kita sendiri yang tahu. Karena cita dan angan hidup kita berbeda. Setelah menjawab pertanyaan itu, mari kita lanjutkan dengan merenungi pertanyaan Allah SWT “Maka hendak kemanakah engkau pergi?”. Pertanyaan bersifat futuristik ini mencoba kita untuk kembali memetakkan perjalanan hidup manusia. Pertanyaan itu tidak perlu jawaban oral, tetapi lebih didedikasikan pada soul dan arah pikir kita untuk merenunginya.

Where Are We Now (?) Tentu semua kita dapat menjawabnya dengan sangat mudah


Kategori

Tag

Komentari artikel ini: