Never Ending Journey

Setiap perjalanan memiliki suatu tujuan. Namun tidak semua perjalanan akan berakhir pada destinasi yang dituju. Terkadang, ia kan berubah haluan sebelum tiba pada akhir tujuannya, kadang pula, ia kan berhenti dan tidak meneruskan sisa dari perjalanannya. Bak seorang musafir, yang sejenak istirahat diantara panjangnya suatu perjalanan, ia kembali dan tidak meneruskan perjalanan karena dinilai sangat beresiko untuk dirinya. Untuk menyelaraskan tongkat estafeta perjalanan dunia dan akhirat –sesungguhnya- terdapat sebuah perjalanan yang tak kan pernah ditemukan akhirnya. Akhir dari perjalanan tersebut hanya akan berujung ketika Allah Al-Baqi menghendaki semua hancur, fana dan selesai. Hanya Wujud-Nya lah yang berkuasa diatas ketakberdayaan makhluk-makhluk-Nya. (QS. Ar-Rahman: 26-27). Dalam perspektif manusia, terdapat sebuah perjalanan yang diharapkan untuk tidak pernah berakhir. Saling mengikat untuk bersama menuju tujuan terindahnya. Apalagi jika bukan ikatan persaudaraan yang memuat suatu cita-cita bersama menuju maghfirah-Nya. Sebuah hubungan yang terjalin kesepakatan antar manusia menuju perjalanan suci, yang jua –sebuah ritual- putaran manusia yang tak akan pernah berhenti hingga akhir zaman. Never Ending Journey adalah sebuah thema yang diangkat dari perjalanan umrah K-Link bersama Cordova. Seperti biasa, umrah thematic yang Cordova usung selalu memiliki pesan-pesan spiritual.

Never Ending Journey, dalam perspektif keduniaan adalah sebuah kerjasama vertical antara manusia dengan manusia. Dalam dunia usaha, menjadi partner bisnis guna meraih sebuah tujuan suci yang saling memberikan manfaat. Tahun 2009 lalu, dengan segala perniknya, K-Link menjadi bagian keluarga besar Cordova dengan serta ikut pada program smartUMRAH plus Dubai. Tahun ini, kembali K-Link bersama meraih cita, menggapai asa di ranah Dzat Maha Kuasa. Akhir bulan Maret 2010 ini akan menjadi sebuah perjalanan yang diharapkan menjadi “Never Ending Journey”, sebuah kerjasama yang tak kan pernah berkahir. Sesuai dengan pergerakkan manusia menuju Tanah Suci yang tak kan pernah berakhir hingga akhir masa.

Pun demikian, perjalanan ini mengisyaratkan bahwa tapak yang kan tergores dari perjalanan ini adalah benih untuk perjalanan tiada akhir di akhirat kelak. Yah, antara surga dan neraka. Dua tempat yang tiada ujung dan akhir. Keabadian menjadi tuan rumah masing-masing tempat itu adalah buah dari perjalanan terbatas di alam ini.

Thema Never Ending Journey diatas juga adalah kolaborasi antara agama dan bisnis. Tidak dikotomi, dan tidak ada pagar pembatas untuk menuju sebuah perjalanan yang tiada akhir. Agama (perjalanan spiritual) tanpa didukung oleh perekonomian yang cukup dapat menyebabkan keterbelakangan pelakunya di berbagai bidang. Karena hampir semua aktivitas hidup membutuhkan dukungan ekonomi (uang). Sebaliknya bisnis tanpa nilai-nilai keagamaan atau spritualitas menyebabkan ketidakpuasan yang berlarut-larut, serta kebingungan terhadap arah yang akan dituju. Pencapaian-pencapaian target bisnis yang fantastis tidak juga kunjung mendatangkan kebahagian.

Dua kutub ekstrim ini seharusnya dapat bertemu dalam “Project” Never Ending Journey K-Link with Cordova. Tidak ada pagar khusus yang membatasi antara bisnis dan spritualitas . keduanya berjalan secara terpadu, juga tidak perlu adanya “Keseimbangan” antara keduanya. Kita tidak lagi mempertanyakan “Adakah tempat bagi spritualitas di dalam bisnis (?)”, melainkan menjadi anggapan bahwa bisnis adalah suatu bentuk ibadah dalam rangka memakmurkan Bumi dan isinya sesuai dengan tujuan awal terciptanya manusia sebagai Khalifah, “Perwakilan”-Nya di Bumi. Lain kata, etos “Never Ending Journey” ini adalah nilai-nilai agama itu sendiri.

So, Never Ending Journey Priority to be Happines!


Kategori

Tag

Komentari artikel ini: