Kenapa Batu “Hajar Aswad†berwarna hitam (?)
Selain karena arti dari “Hajar Aswad†itu adalah batu hitam, ada hadist Rasul yang berbunyi : “Hajar Aswad diturunkan dari syurga, awalnya berwarna sangat putih seperti putihnya susu, tetapi menjadi sangat hitam karena dosa-dosa anak cucu Adam As (HR. Tirmidzi).
Hasil penelitian menunjukan bahwa Hajar Aswad bila dimasukkan kedalam air akan terapung, dan bila dibakar tidak akan pecah. Dan saat awal diturunkan ke Bumi, batu ini bersinar hingga menyinari seluruh Jazirah Arab.
Pada awal tahun gajah, Abrahan Alasyram penguasa Yaman yang berasal dari Habsyah atau Ethiopia, membangun gereja besar di Sana’a dan bertujuan untuk menghancurkan Ka’bah, memindahkan Hajar Asswad ke Sana’a agar mengikat bangsa Arab untuk melakukan Haji ke Sana’a. Abrahah kemudian mengeluarkan perintah ekspedisi penyerangan terhadap Mekkah, dipimpin olehnya dengan pasukan gajah untuk menghancurkan Ka’bah. Beberapa suku Arab menghadang pasukan Abrahah, tetapi pasukan gajah tidak dapat dikalahkan.
Begitu mereka berada di dekat Mekkah, Abrahah mengirim utusan yang mengatakan kepada penduduk kota Mekkah bahwa mereka tidak akan bertempur dengan mereka jika mereka tidak menghalangi penghancuran Ka’bah. Abdul Muthalib, kepala suku Quraisyi, mengatakan bahwa ia akan mempertahankan hak-hak miliknya, tetapi Allah akan mempertahankan rumah-Nya, Ka’bah, dan ia mundur ke luar kota dengan penduduk Mekkah lainnya. Hari berikutnya, ketika Abrahah bersiap untuk masuk ke dalam kota, terlihat burung-burung yang membawa batu-batu kecil dan melemparkannya ke pasukan Ethiopia; setiap orang yang terkena langsung terbunuh, mereka lari dengan panik dan Abrahah terbunuh dengan mengenaskan. Kejadian ini diabadikan Allah dalam surah Al-Fil.
Apa itu Miqot Makani (?)
Miqot Makani adalah tempat seseorang harus mulai menggunakan pakaian Ihram untuk melintas batas tanah suci dan berniat hendak melaksanakan Ibadah Haji atau Umrah berdasarkan peta atau batas tanah geografis.
Ada 5 tempat Miqot bagi yang datang dari luar Saudi Arabia :
1. Zil-Hulaifa (Dhul hulaifah) : Zul Hulaifah adalah mikat penduduk Madinah, sebuah sumber air minum Bani Jasyum yang sekarang dinamakan dengan Abar (Bir) Ali. Inilah miqot yang paling jauh, sekitar 450 Km. dari Mekah. Unta menempuh jarak ini dalam waktu sembilan hari perjalanan dengan kecepatan 50 Km sehari atau 4 Km/jam. Jarak ini dinamakan “satu marhalah”.
2. Juhfah: Miqot bagi penduduk yang datang dari arah Mesir, Syria atau sekitarnya, jakarnya sekitar 180 Km sebelah barat dari kota Mekah.
3. Qarn al-Manazil (Qarnul Manazil) : Adalah gunung Musyrif di Arafah. Gunung ini dikatakan Qarnul Manazil, miqot penduduk Taif dan siapa saja yang datang melewatinya.
4. Zat Irq : Dinamakan Zatu Irqin karena di sana terdapat gunung Irq yang mengelilingi lembah bernama lembah Aqiq. Lembah ini adalah lokasi perkampungan yang terletak dua marhalah (900 Km) dari Mekah. Mikot ini tidak termasuk mikot yang disebut dalam hadis Rasulullah saw, tetapi sudah disepakati oleh para ulama.
5. Yalamlam: Yaitu nama satu gunung dari pegunungan Tuhamah yang terletak sekitar dua marhalah dari Mekah. Inilah miqot penduduk Yaman. Juga bagi jemaah yang datang dari Indonesia, Malaysia dll.
Adapun Miqot yang berada di kota Mekkah adalah:
1. Tan’im : Terletak sekitar jalan menuju Madinah, kira-kira enam Km. dari Mekah.
2. Wadi Nakhlah : Terletak di Timur Laut ke arah Irak, sekitar 14 Km. dari Mekah.
3. Ji`ranah : Terletak di arah Timur sekitar 16 Km. dari Mekah.
4. Adhah : Terletak sekitar jalan menuju Yaman, kira-kira 12 Km. dari Mekah.
5. Hudaibiah : Terletak di arah Barat, jalan menuju Jeddah. sekitar 15 KM dari Mekkah




