
Kenapa thawaf tujuh putaran (?)
Thawaf, atau memutari Ka’bah adalah suatu ibadah yang juga dilakukan oleh para Malaikat di Baitul Ma’mur. Sebuah tempat di alam ghaib (kehidupan Malaikat) yang mirip dengan Ka’bah. Para Malaikat beribadah dengan cara memutari Baitul Ma’mur, jika umat Nabi Muhammad melaksanakan Thawaf dengan tujuh kali putaran, selain mengikuti perintah Rasul tentunya memiliki nilai ilmiah yang mengagumkan. Yakni jumlah putarannya sejalan dengan jumlah 7 lapis langit dan bumi. Serta sesuai dengan jumlah hari. Tujuh kali putaran juga melambangkan bahwa manusia harus selalu melakukan pergerakan dalam hidupnya. Ikhtiar dalam beribadah dan mencari nafkah. Seperti Siti Hajar yang mencari air dari bukit Safa ke Marwa sebanyak tujuh kali.
Pusaran thawaf pada Ka’bah melambangkan sebagai pusat orbit seluruh alam dan isinya yang terpusat pada kekuatan Allah SWT. Ketentuan arah thawaf pun, sejalan dengan arah putaran seluruh electron, bumi, bulan dan planet.
Mengapa Berdoa saat memutari Ka’bah (Thawaf) lebih mustajab (?)
Kegiatan memutar atau berputar mengelilingi Ka’bah sebagai suatu bagian ritual haji disebut berthawaf (berevolusi). Hal ini menurut ahli juga dilakukan makhluk-makhluk lain di alam semesta ini. Dalam ilmu fisika, ada yang disebut Gaya Lorentz. Yaitu apabila kawat dialiri arus listrik, maka akan menimbulkan medan magnet disekitarnya. Bila penghantar ber-arus diletakkan di dalam medan magnet, maka pada penghantar akan timbul gaya, gaya inilah yang disebut gaya Lorentz. Semakin arus itu banyak, maka semakin kuat gelombang yang berputar hingga menekan kekuatan langsung menuju porosnya.
Setiap benda yang bergerak dan memutar akan menghasilkan kekuatan dahsyat yang mengangkat energy ke atas. Pun demikian memutari Ka’bah dengan terus memanjatkan doa dan dzikir, maka aura positif yang berputar itu semakin kuat mendekati poros yang diputarinya, Yakni Dzat Maha segalanya, Allah SWT. Karena Setiap benda yang bergerak ada energi dan setiap energi pastilah memiliki ruh. Sedangkan ruh seperti selembar kain putih tak bernoda yang ditiupkan ke setiap jiwa. Setan hanya mampu menembus jiwa manusia ketika berada di alam rendah.
Mengapa Ka’bah Kubus (?)
Bentuk persegi atau kotak merupakan symbol dari salah satu bentuk meditasi yang diajarkan kaum sufi yang mengandung makna “Menunggu, Pengendalianâ€. Pendapat lain mengatakan bahwa kubus merupakan bentuk 3 dimensi yang paling sederhana, menggambarkan perumpamaan dari kerendahan hati manusia, dan kekaguman manusia kepada keagungan Tuhan yang kemuliaan-Nya tidak dapat digambarkan atau dipahami oleh siapapun, meski melalui keindahan arsitektur manapun.




