Fantastic Journey

Eksplorasi seorang penjelajah semisal Ibnu Batuta, Marcopolo dan juga Christopher Columbus menciptakan ruang pikir yang lebih wise dalam memandang suatu perbedaan. Ragam yang ditemukan pada pertualangan mereka ini menjadi sebuah cerminan bahwa alam yang tercipta adalah Suguhan Maha Karya yang patut disyukuri. Setiap penjelajah pasti memiliki alasan untuk berkelana menembus samudra dan daratan luas. Jika sejatinya sosok Columbus ini adalah petualang sejati, maka Marcopolo sesungguhnya hanyalah seorang pedagang yang juga memiliki jiwa petualang. Namun berbeda dengan Ibnu Batuta, ia justru seorang teologis, sastrawan dan juga cendekiawan. Setiap mil yang dilangkahinya selalu menciptakan hembusan religi yang semakin kuat pada pemuda asal Afrika, Maroko ini. awal perjalanan ia tapaki saat melakukan perjalanan haji-nya. Dan justru setelah melaksanakan ibadah ini, ia mulai tergerak untuk memulai sebuah perjalanan besar pada saat itu. semuanya terdorong untuk lebih memahami betapa besar dan luasnya dunia ciptaan-Nya. Sehingga setiap tapak yang terjejak, menjadi bahan renungan tuk mensyukuri segala yang terjadi di muka Bumi. Jika dulu mereka hanya menggunakan kapal laut, hewan, dan bahkan berjalan kaki, kini kita berpetualang menggunakan jalur udara. Tetapi substansi jelajahnya sama, yakni merasakan bagaimana menempuh pertualangan negeri orang dengan menyaksikan segudang perbedaan setiap etape-nya, mempelajari bagaimana suatu bangunan menjulang tinggi, bagaimana adat suatu daerah berbeda dan sejuta pernik lainnya dalam berpetualang.

Berpetualang adalah sebuah perjalanan yang sangat indah, selain menyaksikan bagaimana negeri yang dituju, ia juga dapat mengeksplor peristiwa langka yang dirasakan sekali seumur hidupnya. Banyak cerita mengagumkan untuk dijadikan pelajaran hidup bagi khalayak ramai. Dan berjuta kisah yang memberikan inspirasi tuk lebih pandai mensyukuri anugrah yang ada. Konsep perjalanan yang diterapkan Ibnu Batuta –sebagai- wahana menambahkan rasa syukur atas Karunia Maha Pencipta. Mambaca, memahami dan mengaktualisasikan segala yang positif menjadi sesuatu yang bernilai.

Tak berlebihan jika pada bulan pertama tahun 1431 H/ 2010, Cordova membuka jalur Holiday Journey ke Hongkong, Shenzhen, dan Macau. Salahsatu product Cordova dalam menyalurkan inspirasi pertualangan ke negeri-negeri impian Anda. Setelah Jalur Turki, Egypt, Palestina, Jordania, kini kota administrasi China yang menjadi amazing destination. Tentunya pelesir menuju tempat-tempat impian itu, memberikan pertualangan yang mampu menggugah kita untuk menciptakan sesuatu hal baru yang tidak pernah terjadi di tempat kita berasal.

Program Holiday Journey juga akan menghantarkan kebelahan dunia yang Anda inginkan, kemana dan dimana pun tujuannya, atas izin dan karunia-Nya, Cordova berusaha menciptakan perjalanan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.


Kategori


Komentari artikel ini: