Motivasi Berhaji

Dalam kehidupan sehari-hari fluktuasi motivasi seseorang selalu berubah-ubah bak gelombang dilautan, kadang pasang dan kadang surut. Suasana hati biasanya mempengaruhi motivasi seseorang. Tidak dipungkiri kadang saat suasana tidak menyenangkan atau ada saat-saat tertentu yang menumbuhkan perasaan sedih atau kecewa sehingga menyalahkan diri sendiri. Tetapi jika tidak diri sendiri yang mencintai, apalagi orang lain (?) Dan ternyata mencintai diri sendiri akan menumbuhkan kekuatan motivasi yang dahsyat. Menghargai diri dengan sepantasnya akan lebih baik dan menumbuhkan rasa kepercayaan diri serta menumbuhkan semangat luar biasa untuk bisa maju. Seperti kata ahli biologi tentang sifat Anomali air. Air akan meningkat suhunya bila dipanasi terus sampai pada level titik didih air atau anomali air. Saat sudah melewati titik didih, suhu air tersebut kembali akan turun kemudian stabil. Demikian juga saat kita ingin membangun motivasi dalam diri, ternyata –menurut ahli- Perlu pemanasan terus menerus, sampai pada saat seseorang sudah mencapai kematangan pribadi. Pada saat mencapai kematangan mental tersebut lah seseorang akan lebih stabil dalam mensikapi sesuatu.

Sifat manusia mirip pada pada sifat anomali air, membangun motivasi dari nol kemudian naik-naik terus sampai saat mencapai puncak kestabilan diri. Saat stabil tetap perlu stimulasi agar tetap terus termotivasi. Sifat juga mirip gelombang pasang dan surut, lebih cenderung meningkat sedemikian drastis dan saat surut pun begitu drastis secara bergantian. Setiap orang –nampaknya- perlu motivasi secara terus menerus untuk menjaga kesetabilan saat surut. Seperti halnya, iman yang terpatri di setiap diri seorang muslim. Selalu saja bertambah dan berkurang (yazid wa yankus). Lalu bagaimana mendapatkan motivasi dalam diri agar terus bersemi menghadapi hidup yang lebih baik.

Motivasi dimulai dengan adanya rasa membutuhkan. Motivasi mulai ketika kita membawa diri pada impian kita. Motivasi bertumbuh saat kita benar-benar percaya bahwa adalah mungkin untuk mengubah sebuah kehidupan kita menjadi lebih baik. Seluruhnya tergantung kepada pada keinginan diri. Bila kita menginginkan sesuatu, kita dimotivasi untuk mendapatkannya. And then, motivasi adalah suatu dorongan dari dalam diri kita. Motivasi dapat digunakan untuk mendorong mencapai sasaran.

Kita bayangkan bahwa motivasi itu seperti uap. Bila dilepas dalam udara terbuka, uap akan menguap dan menghilang. Bila uap dimasukkan dalam sebuah ruangan, ia akan membuat kita merasa gerah dan panas. Tetapi jika menahannya dalam mesin uap, ia mampu menarik berton-ton kereta api. Pun demikian dengan motivasi. Motivasi dapat terlepas dari kita, menguap dalam udara terbuka, meninggalkan kita tanpa arah dan tujuan. Atau motivasi dapat terperangkap di dalam diri kita, menyebabkan kita frustasi. Tetapi jika motivasi dimasukkan dalam tujuan hidup kita, maka semua yang kita impikan akan tercapai.

Lalu, jika motivasi kita di tahun ini adalah berangkat ke Tanah Suci tuk berhaji, apa yang akan kita nanti. Mari ber-segera wujudkan impian dan cita hidup kita di samudra cinta-Nya.


Kategori

Tag

Komentari artikel ini: