New Year, New Spirit

Setiap orang memiliki resolusi berbeda disetiap penghujung tahun, kembali menyadarkan itikad untuk menatap awal tahun yang memiliki dimensi luas tuk memperbaiki setiap jengkal khilaf dimasa lalu. Ingin lebih baik dari hari kemarin, ingin lebih sukses dari tahun lalu, dan seterusnya. Tetapi kita sering tak menyadari, bahwa keinginan yang terkotak menjadi sebuah harapan itu mustahil terwujud ketika semangat mewujudkan harapan itu tergadai. Yah, orang bilang manusia pandai menciptakan suatu impian, namun pandai pula menghancurkannya. “Menunda” adalah mesin penghancur bangunan mimpi yang terangkai. Setiap orang bisa dan mampu membangun impian, dan setiap orang pula bisa meluluh-lantakkan impian itu. Caranya satu, hanya dengan menunda dan menunda. Momentum peralihan tahun –tanpa mengikuti perayaan khusus tahun baru- dapat dijadikan sebagai awal dari semangat membangun kebaikan diri, keluarga dan lingkungan kerja. Semangat baru di tahun yang baru adalah suatu momentum tuk meraih impian dan pencapaian kita di hari yang kan datang. Semua orang memiliki impian, tetapi tidak semua orang memiliki impian suci ditahun baru. Jika selama ini, pencapaian duniawi kita telah tercukupi, bahkan melebihi dari standarisasi hidup serba ada, maka akankah kita hancurkan impian setiap muslim tuk menunaikan ibadah suci di tahun ini (?), bukankah sudah cukup jasmani kita melangkah mengeruk kenikmatan duniawi, maka dengan semangat baru mari kita hampiri tahun baru ini dengan niatan berhaji ke tanah suci.

Semangat baru tentunya tidak musti menunggu tahun baru. Tetapi, alangkah baiknya jika saat tahun baru tiba, semangat baru pun nambah berlipat. Cita-cita, impian, harapan, atau apapun namanya mulai dirangkai sesuai planning yang telah dicanangkan. Demikian pula cita-cita menunaikan haji harus sudah dieksekusi, tidak menunda atau menunggu sebuah keajaiban datang. Karena dengan menunda, maka satu langkah cita kita tergadaikan, bahkan tak mustahil hilang begitu saja. Mengembalikan semangat awal, tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karenanya, selagi kesempatan masih ada dan semangat membara, mari bersama langkahkan kaki menuju suatu titik kesucian menggapai cita-cita mulia kita.

Semakin cepat kita melangkah, maka semakin cepat kesempatan itu diraih. Jika kita merespon cepat seruan Khalilullah Ibrahim As. tuk melaksanakan Haji, maka semakin cepat kita terdaftar dalam list undangan-Nya. Jangan pernah semangat suci tergadai hanya karena kita menunda dan menunda. New Year, New Spirit. Tahun baru adalah tahun penyemangat perubahan diri.


Kategori

Tag

Komentari artikel ini: