The Power of Mother

Tribute 4 Mother’s Day

“Seorang ibu bisa memelihara dan merawat 10 orang anak, tapi 10 orang anak, belum tentu bisa merawat dan memelihara seorang ibu”. Ungkapan diatas, menjelaskan bahwa peranan seorang ibu dalam mengelola “Madrasatul Ula” (pendidikan pertama) bagi perkembangan anak-anaknya begitu dominan. Tak ada yang menafikan bahwa jasa dan sosok seorang ibu –dan juga istri- sangat mempengaruhi ketegakan sebuah rumah tangga yang berbaur menuju kekuatan pilar suatu negara. Untuk mengenang semua jasa sosok ibu, Allah dan Rasul-Nya mengabadikan dalam “Manuskrip Suci” Al-Qur’an dan Hadist Rasulullah. “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya hingga tiga puluh bulan…” (QS Al-Ahqaf : 15). Ayat ini, semoga membuka kembali kesadaran kita betapa jasa dan kasih sayang ibu kepada anaknya begitu besar dan tak terhingga. Hari ini, 22 Desember 2009, diperingati sebagai Hari Ibu. Tentu, kita takkan pernah mendengar perayaan Hari Ayah di sekolah-sekolah atau di kantor, sehingga ayah tak perlu memakai batik atau kain kebaya dan mendamping anaknya ke sekolah untuk merayakan Hari Ayah.

Untuk para ayah, tak perlu bersedih, karena jasa dan kasih sayangnya tak pernah dibicarakan. Jika ibu adalah universitas pertama bagi anak-anaknya, ayah menjadi penanggungjawab dari keberhasilan universitas ini. Pun demikian, bagi seorang ayah, harus tetap berbangga karena dalam Al-Quran ada surah bernama Luqman: sosok ayah yang menjadi teladan bagi anaknya. Hari ini, Hari Ibu, semoga semakin menyadarkan kita, anak dan suami, agar tidak menyakiti ibu dan istri kita. Semoga kita tak mendengar ada anak yang menyiksa ibunya, membuatnya menangis, atau bahkan membunuhnya. Semoga kita tak mendengar lagi kisah para suami yang menyakiti istrinya, yang menjadi ibu dari anak-anaknya.

Nabi Muhammad Saw., pernah ditanya siapa yang pantas mendapatkan pelayanan yang baik dari seorang anak. Nabi Saw. menjawab, “Ibumu, ibumu, ibumu, baru setelah itu ayahmu.” Karena itu, tak salah jika momentum hari ini kita ucapkan kepada para ibu: “Selamat Hari Ibu!
Kami bangga menjadi anak-anakmu, kami ingin senantiasa berbakti kepadamu, dan kami ingin selalu membuatmu tersenyum…”

Ibu, jagalah selalu senyummu untukku, dan simpanlah airmatamu dariku…karena airmatamu kan meluluhkan segala daya yang terupaya. Tanpa untaian doa-doamu, tak kan pernah kami bisa mengarungi samudra hidup yang begitu keras. Tanpa belai hangat kasihmu, mustahil raga ini mampu bertahan dari udara baru bumi ini. Tanpamu, tak akan ada cerita kehidupan dalam langkah ini. untuk mu ibu doa tulus ini kami sembahkan “Allahummagfirlana, wa walidayna, warhamhuma kama rabbayanaa shogira”.


Kategori

Tag

Komentari artikel ini: