Malam sebelum penjemputan smartHAJJ Cordova, Sabtu (5/12) lalu, saya sengaja ingin mendapatkan suatu wejangan khusus, yah wejangan berupa rangkaian ilmu yang selalu saya dapatkan jika berada disampingnya. Jujur, saya kerap mendapatkan ilmu darinya bisa lebih dari berapa mata kuliah selama satu semester dalam satu jam. Bahkan –tidak lebay- yang saya dapatkan tidak terdapat di bangku-bangku kuliah. Karena memang yang dipaparkannya tidak hanya teoritis, tetapi lebih sering dengan ide-ide segar yang awalnya begitu “liar†dan “Beraniâ€. Saya tidak perlu menjelaskan identitas bapak sekaligus guru saya itu disini, yang jelas setiap kata yang keluar dan setiap pikir yang terlontar, menjadikan diri ini lebih termotivasi untuk bergerak, berbuat dan berjuang tuk melangkah dua-tiga tahap lebih depan dalam menggapai kreativitas diri. Intonasi khas yang membuat setiap orang mendengarkannya kadang terlahap dengan buah pikir yang aduhai. Enggan beranjak, terlebih lelap dalam buaian mimpi. Karena, memang kita kan terbawa oleh alur pikir yang begitu fantastis. Berbeda dengan Romy Rafael, master hypnotist, yang mengajak lawan bincangnya masuk ke-alam bawah sadar, beliau malah mengajak kita untuk bersama meraih mimpi dengan spirit yang membaja. Membumikan segala teori yang ada dilangit, dan mengajak berjuang tanpa mental yang “cemenâ€.
Aura yang saya rasa, setiap berkunjung ke-kediamannya, berubah menjadi “Udara†haji yang begitu terasa. Bukan hanya itu, pandangan yang menakjubkan pun terlihat dari buah hatinya yang paling kecil, dengan alat tulis sederhana, ia menulis rentetan kata mengenai “Let’s Get Mabrur For Indonesia Ma’mur†dengan sesekali bertanya bagaimana cara menulisnya. Dan lebih kagetnya, ketika saya melihat kertas-kertas kreatifitasnya, ia menggambar bangunan ka’bah yang dibalut dengan putaran mirip manusia-manusia yang berputar. Sederhana sekali, tetapi jelas tertampak, bahwa gairah mencintai Baitullah “tertular†pada aktifitas keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Kami melanjutkan sebuah dialog ringan mengenai ragam aktivitas hidup. Tetapi semua berujung pada kegiatan ibadah haji yang menurutnya suatu fenomena yang tak kan pernah berhenti hingga akhir zaman. Makkah dan Madinah adalah dua kota yang tak perlu lagi memerlukan promosi yang mengeluarkan biaya besar. Masih menurutnya, cukup Nabi Ibrahim yang mempromosikan kota-kota suci itu dengan spirit of hajj-nya. Saya benar-benar merasakan bagaimana gairah beliau dalam menanti setiap kabar dari Tanah Suci, bagaimana kabar smartHAJJ yang saat itu akan take off menuju Tanah Air. Dan kabar-kabar lainnya dari KSA. Padahal saya tahu persis, beliau belum istirahat selama dua hari itu. Saya pribadi sangat malu, bagaimana ia selalu terjaga saat malam-malam ketika smartHAJJ akan melakukan persiapan tarwiyyah, sebagai awal pelaksanaan haji. Keresahan dan kegelisahannya bukan semata tidak percaya pada team, tetapi semangat yang bergelora dalam jiwanya yang ingin terus memberikan hal terbaik tuk tamu-tamu Allah SWT.
Semangat itulah yang selalu memberikan inspirasi bagi keutuhan team untuk melakukan hal terbaik bagi tamu-tamu suci-Nya. Banyak hal yang ingin di-sheringkan dalam artikel ini, tujuannya satu, semoga Allah memberikan keberkahan dan semangat yang tiada putus tuk selalu melayani jemaah haji. Seperti semangat yang tak terbatas dari bapak dan guru saya diatas. Mungkin saya akan membagi chapter ini kedepan dalam beberapa bagian.
To be continued




