Get Mabrur Now!

smartHAJJ Cordova kini sedang menginjak bumi yang penuh dengan kesucian. Baitul ‘Atiq, Makkah Al-Mukarramah, Rumah Allah sekaligus ranah yang terdapat didalamnya bangunan pertama di muka bumi. Segala bekal telah dipersiapkan tuk menggapai keridhaan dan kecintaan-Nya. Tak ada yang lebih berarti selain berjalan dalam keridhaan-Nya, dan tak ada yang lebih indah selain menuju samudra kasih-Nya. Awal perjalanan suci ini dimulai sejak jemaah berada di angkasa. Di atas bumi Yalamlam, diatas jantung kota dimana segala prilaku “Manusia” berubah menjadi “Suci” dengan kharakter “makhluk langit” yang senantiasa patuh dan taat pada Sang Pencipta. Ketika pakaian dunia terlepas, dan dikenakkan pakaian “Ukhrawi” yang membungkus tubuh. Semua yang melekat pada jasad tak lagi ada perbedaan dengan semua manusia yang tertuju pada-Nya. Seluruhnya sama terbungkus kain putih yang melumatkan segala ke”Aku”an. Seolah melangkah pada perjalanan ghaib menuju Rabb-nya saat jasad terbungkus selimut putih. Menuju lorong waktu yang akan membenahi nuansa religius dalam hatinya.

Selamat datang para tamu Allah! Selamat bergabung dengan “Manusia Suci” lainnya. Selamat menikmati jamuan Allah yang tak kuasa dihitung oleh logika manusia. Atas Karunia-Nya mereka (smartHAJJ Cordova) menjadi manusia-manusia pilihan yang telah digariskan pada list undanganNya diantara jutaan muslim lainnya di dunia. Jika Allah berkenan, tak ada lagi sekatan yang mampu mematahkan segala niat tulus para jemaah. Meninggalkan segala yang dicinta. Anak dan istri, sanak saudara, handai taulan, dan jutaan kemegahan lainnya mereka tinggalkan guna menghadap Allah SWT. Tiada yang mereka harapan selain keridlaan dan ampunan yang melumatkan segala dosa dan nista.

Berada di Tanah Suci, melaksanakan ibadah haji merupakan “simulasi” menuju alam ghaib. Tubuh dan jiwa kita dibenturkan dengan segala dimensi “Ukhrawi” yang mengharuskan diri untuk patuh dan taat pada jalur yang ditetapkan. Memakai dua helai kain ditengah udara dingin dan terik matahari kala siang tiba, tidak merontokkan hati tuk melepas ihram. Mengunci mulut dari perkataan yang tak berguna, dan sebaliknya membuka suara dengan lantunan kalimat thayyibah. Menjinakkan emosi dan menundukkan amarah menjadi aktivitas yang –mungkin- sulit teraplikasi di Tanah Air. Prasangka buruk pada kemurahan Allah menjadi dosa yang teramat besar. Karenanya konsep jaga larangan ihram menjadi symbol kesucian seorang hamba kala berada di Istana Yang Maha Suci.

Jika kita berbangga memiliki segalanya ditanah air, maka cukuplah dengan ungkapan rasa syukur yang tiada henti. Menjadi kerdil dihadapan Dzat Maha Segalanya, meminta agar nikmat dunia yang didapat menjadi sumber keberkahan bagi diri, keluarga dan bangsa. Diatas langit, ada langit, diatas ketinggian ada yang Maha Tinggi. Hancurkan rasa pongah yang menyelimuti jiwa. jernihkan hati, karena segalanya bermula dari hati.

Kini, smartHAJJ Cordova berada di dasar samudra Cinta Azza wa Zalla. Sekali langkah tuk menggapai segala kebahagian dunia dan akhirat. Semua pilihannya ada dalam diri kita, Mabrur sekarang, atau tidak sama-sekali. Get Mabrur Now!


Kategori

Tag

Komentari artikel ini: