Umrah Kemerdekaan

Kado Untuk Negeri Tercinta

Merayakan kemerdekaan di negeri sendiri sudah menjadi tradisi setiap tahun. Tapi, apa jadinya jika kemerdekaan itu dirayakan di tanah suci (?), terlebih mensyukuri atas euphoria demokrasi yang berjalan lancar. Tentu sangat luarbiasa! Karena disaat bangsa merayakan dengan aneka “Pesta”, kita bisa lebih memaknai kemerdekaan dengan syukur kehadirat Ilahi Rabbi langsung di Tanah Suci. Keluh kesah penderitaan bangsa kita adukan pada Maha Pencipta. Berdo’a, bermunajat untuk kemajuan bangsa di Baitullah memiliki kesan tersendiri. Refleksi perjuangan para pahlawan lebih terasa kala bersentuh dengan Aura Al Haram yang menampung kebersamaan ditengah keberagaman watak manusia. Sebagaimana Indonesia mencapai klimaks kemerdekaan dibawah panji keberagaman rakyat. Petani, guru, buruh, dokter, militer bersama meraih kegemilangan yang hakiki, yakni MERDEKA!

Atas dasar semua itu, Cordova mengajak bangsa Indonesia untuk lebih memberikan soul pada setiap langkah hidup sebagai bangsa yang damai. Nasionalisme namun agamis adalah hal yang dapat dirasakan saat kita merenungkan detik-detik kemerdekaan dipelataran Masjidil Haram. Merangkai tangan dengan kesatuan jiwa untuk bersama membangun negeri dari segala aspek kehidupan. NKRI menjadi harga mati yang tak bisa ditawar lagi. Melalui program umrah 12-20 Agustus 2009 yang dicanangkan Cordova, adalah bukti kepedulian kami dalam partisipasi membangun bangsa. Tidak diragukan do’a didepan Ka’bah dan tempat-tempat “Mustajab” demi kemajuan negeri adalah bagian solusi bangsa ditengah kemelut problem.

Orang bilang jiwa nasionalis akan lebih terasa saat berada jauh di negeri orang, Indonesia akan terlihat jelas dari berbagai aspek kala kita berada diluar area Indonesia. Lebih lanjut banyak orang mengkiaskan dengan sebuah gelas berisi air. Katakanlah gelas itu ibarat negeri Indonesia, dan airnya adalah rakyat yang berada dalam naungan negeri. Air tak bisa melihat keseluruhan kondisi bangsa saat berada dalam gelas, namun berbeda halnya jika air itu berada di luar gelas. Ia akan melihat gelas (Negeri) secara menyeluruh tanpa menggunakan kacamata kuda.

Melalui umrah 12 Agustus nanti, sepatutnya kita menggantungkan untaian do’a pada mereka yang berada di Baitullah. Cita-cita kemerdekaan yang hakiki adalah milik bersama, bukan hanya milik sebagian mereka yang berada di singgasana. Karenanya, kami coba mendesain agar product ini dapat disaksikan pula oleh semua rakyat yang berada di Tanah Air. Melalui teknologi yang Cordova miliki, sanak keluarga, maupun handai taulan dapat melihat dan merasakan bagaimana dahsyatnya jemaah yang berdzikir dan berdoa pada detik-detik kemerdekaan di pelataran Masjidil Haram secara live. Terlebih jika program ini disiarkan langsung oleh televisi-televisi swasta. Maka getaran ilahi yang menyeruak dalam jiwa smartUMRAH Cordova akan jua terasa oleh bangsa Indonesia secara menyeluruh. Inilah sebagian persembahan Cordova untuk Negeri Tercinta!


Kategori

Tag

Komentari artikel ini: