Morning at Paris Van Java

Cordova goes to Bandung? Kenapa tidak, setelah beberapa waktu lalu mengunjungi kota Surabaya, Solo dan Jogya, kini Cordova menapaki kota kembang nan asri. Sesaat kaki terpijak diranah ini, team terperanjat dengan penginapan yang memiliki konsep “hommy”. Yah, sebuah penginapan yang kental dengan suasana kekeluargaan ini menjadi pilihan Cordova untuk memadu rasa bersama keluarga besar Cordova. The Kartipah Guest & Wedding House adalah sebuah hotel yang terletak di kawasan Bandung Utara, semenjak didirikan pada tahun 2003, bangunan bergaya kolonial ini masih menjadi kebanggaan masyarakat luas. Pasalnya, selain interior setiap kamarnya mengambil konsep modern nan elegan, the Kartipoh juga menampilkan eksklusifitas bagi para tamunya. Berbeda dengan desain main house yang kental dengan desain western, untuk Aniramanda Garden di Kartipoh ini lebih menonjolkan arsitektural etnis Jawa. Dengan suasana yang penuh kehangatan dan kental dengan rasa kekeluargaan inilah menjadikan tempat Cordova untuk saling berbagi baik untuk “refresh” maupun “merancang” berbagai program yang akan dijalani Cordova.

Pagi di kota Bandung serasa lebih sejuk ketika Ustadz Mawardi menghampiri setiap kamar, guna membangunkan semua team untuk bersama menunaikan sholat subuh berjemaah. Bagi Cordova, siapa yang tak mengenal dengan sosok beliau, ia memecahkan keheningan rumah itu dengan tausyiah pen-charge- rohani sekaligus peningkat spirit untuk merangkul kebersamaan. Suara gema yang keluar dari hati itu semakin membulatkan niat untuk selalu mengusung jiwa Cordova dalam memberikan pelayanan istimewa bagi para tamu Allah SWT. Beliau juga berpesan untuk selalu mengingatkan kepada sesama team maupun jemaah Cordova, untuk tidak menganggap “enteng” masalah thaharah, atau berwudlu saat melaksanakan ibadah baik di tanah air, maupun di tanah suci. Karena dari masalah wudlu inilah akan dipastikan sholat dan thawaf kita menjadi sah atau tidaknya. Sedikit saja sikut atau lengan kita tak terbasuh, maka ibadah sholat dan thawaf kita akan gugur dari catatan-Nya.

Dalam tausyiah ba’da sholat Subuh itu, beliau juga menjelaskan bagaimana mu’amalat atau berinteraksi dengan sesama. Dengan mengutip hadist dari Abi Hurairah, beliau mengungkapkan agar setiap kita tidak menganggap rendah akan amalan kecil meskipun hanya menampakkan senyum pada saudara kita.

Subhanallah…pagi itu benar-benar sangat berarti. Bukan hanya ikatan persaudaraan keluarga besar Cordova lebih bersatu, tetapi lebih dari itu, setiap benak yang terasa dalam jiwa team dan keluarga tak hentinya mengungkap rasa syukur. Syukur akan kehangatan cinta, syukur akan rizki yang berlimpah, syukur akan kesehatan yang terjaga, syukur akan ikatan hati yang terpatri dan jutaan syukur yang mengalir pada darah dan rongga kehidupan kami bersama keluarga tercinta.

Rizki yang Engkau curahkan melalui Cordova dan “Bapak” kami, akan selalu menjadi buku catatan hidup kami. Hanya doa-doa ikhlas yang dapat kami hembuskan melalui nafas kami, istri dan anak-anak kami yang mengalir setiap detiknya. Semoga “Bapak” tercinta selalu diberikan kesehatan dan keberkahan hidup dunia dan akhirat. Amin yaa rabb…
“Ilahi Anta Maqshudi wa RidhoKa Mathlubi”


Kategori

Tag

Komentari artikel ini: