Persaudaraan adalah segalanya dalam berbagai hal, ia tak terkukung oleh waktu dan tempat. Begitulah Rasulullah mengajarkan pada umatnya untuk saling memberi sesama muslim, yang mengibaratkan seperti kesatuan anggota tubuh. Pun bagi Cordova, atmosfir persaudaraan dalam kesatuan team sangat kental terasa. Untuk ke-tujuh kalinya, team kembali memberikan support kepada salah satu crew yang menjadi bagian Cordova Design Network. Tasyakuran akan perubahan status bagi Danan McKagan, adalah keberkahan bersama yang terasa. Kali ini, Cordova mengunjungi pernikahan Danan di kota Solo. Ranah yang kesohor dengan Bengawan Solo-nya ini memberikan cita rasa sendiri, terutama bagi sebagian team jebolan ISI (Insitut Seni Indonesia) Yogyakarta. Pasalnya, antara jalur Jogja-Solo terdapat sebuah ‘Jalan Kenangan’ bagi jawara-jawara ISI ini. Entah apa gerangan kenangan mereka, yang jelas mari kita ikuti kisah Cordova Kondangan Seven ini.
Tepat pukul 20.45 WIB. Hari Jum’at (30/01), Kereta Eksekutif Taksaka 2, jurusan Jakarta-Yogyakarta melaju dari Stasiun Gambir membelah kegelapan malam. Laiknya sebuah Kereta Api malam, maka lajunya pun sangat cepat, hingga tak pernah singgah pada stasiun-stasiun kecil. Taksaka 2 hanya singgah di Stasiun Purwokerto dan selanjutnya di Stasiun Yogyakarta. Meski tempat resepsi berada di kota Solo, namun tujuan akhir perjalanan kami adalah stasiun Tugu Yogyakarta. Mungkin karena kota pelajar yang kesohor dengan Gudegnya ini adalah muara pertemuan ‘Pendekar-pendekar seni’ Cordova, maka tak aneh jika Yogyakarta menjadi tempat awal dari perjalanan kru Cordova Kondangan Seven.
Naik kereta malam selevel Taksaka, sebenarnya sama saja seperti menaiki kereta api eksekutif lainnya, yang membedakan mungkin karena jarak yang cukup memakan waktu lama. Antara Jakarta-Yogyakarta bisa memakan waktu lebih dari 8 jam perjalanan. Kami sampai di stasiun Tugu Yogyakarta sekitar pukul 05.15 WIB. Saat itu, bumi Jogja mengawal perjumpaan kami dengan udara yang dingin dan gerimis yang membasahi langkah. Roni dan Rijal, dua diantara team CK7 terlihat menggigil kedinginan, meski tak mematahkan niat mereka untuk bersapa dengan kota Yogyakarta yang terasa sangat damai.
Rona kebahagian yang terpancar dalam muka team CK7 ini berlanjut ketika ada seorang kerabat yang menjemput tuk mengantar kami ke pemondokan yang selanjutnya menjadi ‘muthowif’ kami dalam perjalanan ini. Ya, dialah Mas Tuwarji, aktifis sekaligus relawan Mer-C, yang kini tengah menunggu visa Mesir dan Palestina untuk menjadi relawan kemanusiaan di Jalur Gaza. Mas Aji, sapaan akrabnya ternyata kenal dekat dengan dr. Zackya, dokter Cordova yang tahun kemarin menjadi pembimbing kesehatan jemaah smartHAJJ Cordova 1429 H. karena kedekatan dengan dokter Cordova itu jualah menjadikan keakraban antara team CK7 dengan tuan rumah semakin hangat.

Hari Sabtu mengawali perjalanan kami di kota Gudeg, tujuan pertama kami awalnya adalah mengikuti akad nikah Danan. Namun karena kondisi waktu sempit dan lokasi yang lumayan jauh dari penginapan, akhirnya misi ini terpaksa dibatalkan. Tak ingin waktu tergilas oleh kemubaziran, pimpinan perjalanan (Amiru Safar), Bramvoltage akhirnya memutuskan untuk meninjau lokasi Manasik Park yang berlokasi dipesisir pantai Parangkusumo. Amazing,…sungguh luar biasa, benar-benar menakjubkan, tidak lebih dari 500 meter dari bibir pantai, Manasik Park itu berdiri megah, dengan replika Ka’bah, Hijir Ismail, Maqam Ibrahim semuanya bak bangunan asli di tanah haram. Tidak banyak orang tahu keberadaan Manasik Park itu, karena memang letaknya sedikit masuk melalui pohonan hijau yang mengkerubuni lokasi tersebut. Menurut Mas Aji, Manasik Park ini sering digunakan oleh calon jemaah haji yang berasal dari daerah Kretek, Bantul.
Seolah menemukan oase, team CKS serentak mengadakan ‘Manasik’ yang dipimpin oleh H. Badrudin. Semangat mudanya, masih mencairkan ingatannya saat melaksanakan haji beberapa tahun lalu. Semuanya kompak mengikuti arahan dan uraian Badrudin, yang kerap disapa Bang Adun (BA). “Wah kalau begitu, kenapa tidak untuk smartHAJJ Cordova nanti kita adakan manasiknya di sini†Canda BA dengan wajah sedikit mengkerut karena kesilauan. Rijal, Roni, Dali, begitu antusias melakukan Manasik’ a la BA, terutama saat BA menjelaskan bagaimana setiap orang saling berebut saat ingin mencium Hajar Aswad. Bukan BA namanya jika tidak bisa membuat suasana hangat, gerak tubuh dan tutur katanya selalu mengundang tawa. Jangankan bergerak, diam mematung saja Anda akan merasa terhibur olehnya. Subhanallah…

Ikuti terus perjalanan team CK7 berikutnya…





alhamdulillah sht….
saya hubungi hp antum tp teu nyambung truss…knapa? ganti nomr ya?
Kang teguh dimana tinggal ayeuna teh? saya di Matraman nih….
Kpn2 boleh ga saya main k Cordova?
Alaikumsalam Wr.Wb
Ahlan Kang Uyan! Kabarnya Alhamdulillah Baik. Bagaimana Kabar Kang Uyan dan sahabat lainnya?
Team Cordova yang ada di foto adalah: Bramvoltage, Badrudin, Dali, Paisal Rizal, Roni dan saya.
syukran,
Wassalamualaikum
assalamu’alaikum….
Saya mau menyapa teman yang ada di foto di atas….
Kang Teguhh….kmh kabrna? Subhanallahhh….jalan2 waeee lah…ajak-ajak atuh…!!
Wasssalam.
SALAM..
huahaha.. makasiy ya temen2 Cordova dah nyempetin datang ke Tasyakuran gw. we’re excited and appreciated bgt.
sayang, sebenernya pengen gabung kliling tour tp wkt yg ga memungkinkan *know what i mean* :p . bnyk bgt spot2 yg keren dan jg culinary solo yg terkenal..cieew.. Bang Adun ma Mas Dali pasti cocok deh hahaha..
Great2 Thx jg buat Pak FSWinata for make this happened..
– dinanti kunjungan berikutnya ^^”
TEAM…KALIAN MEMANG MEMBANGGAKAN…TERIMA KASIH TELAH MENJADI BAGIAN DARI KALIAN…SEMOGA ALLAH TETAP MEMPERSATUKAN KITA DI SYURGA NYA KEALAK NANTI….AMIN