Amazing Haram, Peacefull Nabawi (Part II)

Catatan Perjalanan smartHAJJ Cordova 2006

Setelah rombongan jamaah berkumpul dan waktu terus bergulir, akhirnya sekitar pukul 09.30 waktu KSA, kami bergerak menuju masjid Nabawi…Masjidnya Rasulullah SAW yang jarak tempuhnya kurang lebih 100 meter dari hotel. Dinginnya udara serta angin pagi kota Madinah yang sempat membuat hidung saya mengeluarkan darah segar sama sekali tidak mengurangi niat saya untuk dapat segera melihat serta merasakan secara langsung atmosfer kedamaian ketika berada di kota Madinah umumnya terlebih lagi masjid Nabawi khususnya. Dan Subhanallah, semua ucapan orang-orang yang pernah ke kota Madinah ternyata benar adanya, kota Madinah kotanya Rasulullah benar-benar memancarkan aura kedamaian bagi siapapun yang berada didalamnya…dan itu yang saya rasakan!!!

Setelah 5 menit keluar dari hotel, dihadapan saya terlihat jelas keindahan masjid Nabawi yang begitu sempurna…tak henti-hentinya saya mengucap rasa syukur didalam hati kepada ALLAH SWT karena telah diberi kesempatan untuk melihat langsung keindahan masjid Nabawi yang didalamnya terdapat Raudlah, makam Rasulullah beserta ke-2 sahabat Beliau yaitu Abu Bakar al Shiddiq dan Umar bin al Khaththab..dan saya yakin semua jamaah yang hadir juga melakukan hal yang sama..bersyukur kepada ALLAH SWT.

Akhirnya melalui perjuangan dan kegesitan para muthawif serta pembimbing dan atas ijin ALLAH SWT tentunya, saya beserta jamaah lainnya dapat melaksanakan sholat sunnah di Raudlah walaupun tidak leluasa karena banyaknya jamaah dari Negara-negara lain yang ingin melakukan hal yang sama…Setelah memberi salam kepada baginda Rasulullah serta memanjatkan do’a, rombongan jamaah Cordova bergegas keluar dari area Raudlah yang semakin ramai dan sesak kembali ke hotel untuk melaksanakan agenda perjalanan yang telah di jadwalkan oleh PT. Cordova Abila Travel hari itu yakni city tour ke Jabl Uhud, masjid Quba dan perkebunan kurma yang sudah pasti tidak kalah menariknya dan banyak mengandung sejarah.

2 ( dua ) hari 1 ( satu ) malam berada di kota Madinah sangat memberikan kesan yang teramat mendalam untuk hati dan jiwa ini…Sebentar memang dari segi waktu akan tetapi hikmah yang dapat saya ambil adalah sesempit apapun waktu yang kita miliki didunia apabila kita dapat mengisi serta memanfaatkan waktu tersebut dengan maksimal insya ALLAH hasilnya jauh lebih bermakna…Madinah, kota tersebut begitu damai untuk umat manusia dari penjuru dunia.

“ Yaa Rasulullah..bawalah saja rasa rinduku terkubur di pusaraMu…Yaa Rasulullah ku titipkan sebaris shalawat semoga menjadi cahayaMu…”


Kategori


Komentari artikel ini: