A Little bit About Hajj

Hari Jum’at depan, insya Allah bagi smartHAJJ Cordova program Arbain sudah bisa melakukan sholat Jum’at di tanah suci. Kota Nabi, Madinah Al-Munawarah menjadi pilihan pertama jemaah Cordova. Ada baiknya dalam kesibukan persiapan haji, kita menelusuri beberapa informasi mengenai keberadaan benda “suci” di pelataran haram. Baiklah kita mulai kupas mengenai Ka’bah, yang terletak di tengah Masjid Al-Haram. Ka’bah secara bahasa bermakna kubus, atau bangunan yang berbentuk segi empat. Ka’bah dibangun pertama kali oleh nabi Ibrahim As. Bahkan menurut beberapa riwayat shahih, sebelumnya ia dibangun oleh malaikat Jibril AS. Ka’bah merupakan bangunan pertama diatas bumi (QS. Ali Imran ayat 96). Saat ini, ka’bah memiliki tinggi 14 M. lebar dinding timur 10,25 M. lebar dinding utara 10,05 M. lebar dinding barat 11,05 M. dan lebar dinding selatan 10,15 M. Ka’bah dengan pesona indahnya ini, sejak dibangun sampai akahir zaman nanti akan menjadi tempat perputaran thawaf. Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Abbas ra. Rasul Bersabda “Sesungguhnya pada setiap hari, Allah SWT menurunkan 120 rahmat disekitar Baitullah. 60 dibagikan untuk orang bertawaf, 40 dibagikan untuk orang yang shalat, dan 20 dibagikan untuk orang-orang yang memandang Baitullah (ka’bah)” (HR. Ibnu Abbas)

Di salah satu sudut ka’bah, terdapat benda surga yang “dititipkan” di tanah Haram. Benda itu tiada lain adalah Hajar Aswad, yang selalu menjadi rebutan dan kerumunan orang, disini juga adalah tempat start (permulaan) dan finish (akhir) dari tujuh putaran thawaf. Dalam segi bahasa, hajar aswad ini berarti “batu yang berwarna hitam”. Biasanya untuk bisa mengusap dan mencium hajar aswad, jemaah haji selalu berdesakan dan tidak mustahil bisa menyakitkan orang, karena mendesaknya. So, jika tak bisa atau tak mampu menciumnya, janganlah terlalu dipaksakan. Cukuplah melambaikan salam dengan tangan sembari mengucapkan “Bismillahi Allahu Akbar”. Suatu saat Umar bin Khattab sebelum mencium hajar aswad, ia berkata “Hai hajar aswad! Aku tahu kau hanyalah batu yang tak dapat memberikan manfaat dan mudharat kepada siapapun. Jika saja Rasulullah SAW. Tidak mencium-mu, niscaya aku tak akan pernah mencium-mu”.

Masih di area ka’bah, terdapat satu tempat mustajab do’a. tempat itu bernama Multazam, dari segi bahasa Multazam itu berarti “tempat berkomitmen”. Letak Multazam itu terdapat diantara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Rasulullah pernah bersabda “Antara sudut hajar aswad dan pintu ka’bah disebut multazam. Tidak ada orang yang meminta sesuatu di Multazam, melainkan Allah SWT. Akan mengabulkan permintaan itu”. (HR. Al-Baihaqi dari Ibnu Abbas).

Satu lagi informasi ringan mengenai area haram yang tentunya akan Anda lalui nanti, tempat yang juga tak kalah menarik untuk diketahui adalah Hijr Ismail. Bentuknya setengah lingkaran dan di sekat dengan tembok-tembok pembatas. Dalam sebuah riwayat shahih, disanalah tapak rumah keluarga nabi Ibrahim As. Ditempat itu juga, nabi Ismail As. Tinggal semasa hidupnya. Hijr Ismail termasuk bagian ka’bah, karenanya sewaktu melakukan thawaf, jangan sampai masuk atau melalui Hijr Ismail. Karena putaran thawafnya tidak dihitung (tidak sah). Dalam sebuah riwayat Abu Hurairah Ra. Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Abu Hurairah Ra. “Wahai Abu Hurairah, sebetulnya dipintu Hijr Ismail ada malaikat yang selalu mengatakan kepada setiap orang yang masuk dan shalat dua rakaat di Hijr Ismail itu, kau telah diampuni dosa-dosamu, mulailah dengan amalan-amalan baru”.


Kategori


1 KOMENTAR untuk artikel ini:

Komentari artikel ini: